Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 33


__ADS_3

Rafi pun pergi. Tiara yang melihat Mile pergi ke atas membuat nya merasa lega dia harus kembali fokus pada film Korea nya.


Namun tiba-tiba dia kefikiran betapa senangnya saat itu keluarga Mile mengetahui kehamilan nya.


"Apa yang harus aku lakukan, apa aku akan terus membohongi mereka?" batin Tiara.


Dia melihat ke arah Atas. "Dan Mile juga seperti nya percaya ini adalah Anak nya." batin Tiara. "Aku semakin pusing, bagaimana bisa aku mengatasi semua ini." batin Tiara.


Hari sudah malam Tiara menyiapkan makan malam untuk Mile di atas meja. Sementara Mile baru saja turun Selesai mandi.


"Siapa yang masak?" tanya Mile.


Tiara menoleh ke arah Bibik Ja. Mile menghela nafas panjang.


"Kamu adalah istri saya! Kenapa kamu sama sekali tidak pernah masak untuk suami kamu sendiri?" ucap Mile.


Tiara Menghela nafas panjang.


"Kenapa aku yang masak? Kan aku sudah bilang aku tidak pandai masak, lagian masakan Bibik Ja juga sangat enak." ucap Tiara.


"Saya mau kamu belajar! Bukan hanya jadi anak manja terus." ucap Mile. Tiara menatap Mile.


"Aku pokoknya tidak mau masak, aku tidak mau menyentuh pisau yang bisa melukai jari-jari manis ku."' ucap Tiara.


Mile pun makan. "Kamu mau kemana?" tanya Mile.


"Mau tidur lah." ucap Tiara.


"Kamu makan dulu baru tidur." ucap Mile. "Aku sudah makan tadi sebelum kamu." ucap Tiara.


"Non Tiara sama sekali belum ada makan nasi hari ini, kasihan Dede bayi yang di dalam perut non Tiara kelaparan hanya di makan cemilan yang tidak bernutrisi." ucap Bibik.


"Tapi aku tidak ingin makan nasi, aku sama sekali tidak berselera." ucap Tiara.


"Makan Tiara! Jangan terlalu banyak membantah." ucap Mile. Seketika Tiara langsung diam.


"Baiklah-baiklah." ucap Tiara.


Dia pun memaksa untuk menelan nasi. Hanya dua suap saja yang dia makan sudah membuat enek, dia mau mengeluarkan nya namun dia langsung minum air.


Mile yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang.


Dia tidak bisa berkata-kata lagi karena seperti nya kebiasaan Tiara tidak makan rutin.

__ADS_1


"Kamu harus membiasakan makan banyak, jangan hanya diri kamu sendiri saja yang kamu pikirkan! Sekarang pewaris keluarga Minor ada di rahim kamu!" ucap Mile.


Tiara meminum air sebanyak-banyak nya agar tidak mual.


keesokan harinya. Tiara menyiapkan pakaian Mile.


"Hari ini aku akan pergi sendirian USG nya, Bibik Ja tidak bisa ikut karena banyak kerjaan di rumah." ucap Tiara.


"Dia bisa meninggal kan pekerjaan nya sebentar. Bagaimana kalau terjadi apa-apa di luar sana." ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang.


"Setelah pulang USG kamu harus segera pulang ke rumah." ucap Mile. Tiara duduk di pinggir kasur sambil melihat Mile memasang jam tangan nya.


"Baiklah." ucap Tiara. ",Saya minta maaf tidak bisa nganterin kamu USG, kalau kamu mau di temanin sama saya tunggu besok saja." ucap Mile.


"Tidak apa-apa aku pergi sendiri, Kalau pergi dengan kamu aku akan kena mental sepanjang perjalanan. ngelakuin ini kena marah, ngelakuin itu kena marah semua nya salah!" ucap Tiara.


"Huff terserah kamu saja kalau begitu." ucap Mile.


Tiara tersenyum tipis.


Mile mengambil Tas nya dan segera pergi. Setelah Mile pergi Tiara menarik selimut nya lagi dan kembali tidur.


"Semalaman aku tidak bisa tidur, jam lima shubuh sudah di bangunin saja. Aku Akan tidur sampai siang." ucap Tiara.


"Baik Den." jawab Bibik.,


"Baiklah kalau begitu saya akan pergi dulu." ucap Mile.


"Den Mile bagaimana sih? Sudah jelas-jelas ini adalah anak pertama nya, seharusnya USG dia yang harus nganterin." ucap Bibik.


Mile sampai di kantor nya.


"Selamat pagi Pak hari ini Pak Johan akan datang." ucap salah satu Staf pada Mile.


"Kalau sudah datang suruh dia tunggu saya di Loby." ucap Mile. "Baik pak." ucap Staf.


Tidak beberapa lama dia sampai di ruangan nya namun ternyata pak Daniel datang.


"Selamat pagi putra ku." sapa pak Daniel. "Papah kok bisa di sini? Kenapa Papah tidak mengabari aku kalau mau datang." ucap Mile.


"Kamu tidak mengantar kan istri kamu USG?":


Mile diam. "Papah mau bilang sama kamu jangan pernah sia-siakan calon pewaris keluarga kita, kamu harus merawat nya dengan baik." ucap Pak Daniel.

__ADS_1


"Iyah Pah, aku nanti siang akan pulang, Lagian jadwal nya siang kok." ucap Mile. Pak Daniel Menghela nafas.


"Oh iya kedatangan papah bukan hanya itu saja. Papah mau bilang kalau sudah saatnya kamu mempunyai Asisten pribadi untuk membantu kamu melaksanakan pekerjaan." ucap Pak Daniel.


"Aku sudah mencari nya pah namun tidak ada yang pas. Tapi Masih dalam proses." ucap Mile.


"Apa kamu mau bantuan papah? Papah mempunyai banyak wanita-wanita muda yang cantik dan sangat pintar." ucap Pak Daniel.


"Papah ngomong apa sih? aku hanya ingin mencari asisten pribadi yang bisa di andalkan." ucap Mile.


"Papah hanya bercanda saja, seperti nya kamu sudah mencintai istri kamu." ucap pak Daniel.


Mile hanya diam saja.


"Ya udah papah mau bertemu teman Papah di luar, kamu lanjut lah bekerja, kalau kamu belum menemukan asisten papah akan membantu nya." ucap pak Daniel.." Baik Pah, terimakasih." ucap Mile.


Mile kembali fokus pada pekerjaan nya.


"Non Tiara! Non ayo bangun.'" ucap Bibik membangun kan Tiara yang Masih tidur dengan nyenyak.


"Lima menit lagi Bik, jangan ganggu aku dulu." ucap Tiara.


"Sudah jam 12 Siang Non, sudah waktunya kita berangkat ke rumah sakit." ucap Bibik Ja.


"Hoammm!! sebentar lagi yah bik." ucap Tiara. "Ayo buruan bangun non, nanti keburu Den Mile pulang, dia pasti Akan marah." ucap Bibik..


Tiara pun memaksakan mata nya untuk terbuka.


"Aku sangat ngantuk bik." ucap Tiara.


"Non Tiara sudah tidur terlalu, ayo cepat bangun Non." ucap Bibik membantu Tiara duduk.


Tiara segera siap-siap. Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. "Ayo bik buruan." ajak Tasya yang sudah rapi.


"Non Tiara cantik banget, tapi non Tiara makan dulu yah." ucap Bibik membawa piring berisi pada Tiara.


"Ya ampun Bik, jangan seperti itu, kita bisa makan di luar." ucap Tiara. "Non Tiara tidak bisa berangkat sebelum makan. Makanan diluar tidak ada yang enak, lebih baik Bibik makan dulu." ucap Bibik.


"Tidak mau bik, aku tidak lapar." ucap Tiara.


"Kalau non Tiara tidak mau, saya Akan menelpon den Mile dan bilang kalau non Tiara tidak mau makan." ucap Bibik sambil mengeluarkan ponsel nya.


."Jangan dong bik, sudah jelas dia sangat jelek ketika marah." ucap Tiara, akhirnya dia pun mau makan walaupun beberapa suap saja.

__ADS_1


__ADS_2