Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 50


__ADS_3

Alisa hanya diam saja di bawa oleh Rafi berbicara.


"Aku ke toilet sebentar yah Alisa." ucap Tiara. Namun Alisa malah minta ikut.


"Gak mungkin kita pergi berdua, makanan kita siapa yang nungguin?" ucap Tiara. Alisa akhirnya tinggal.


"Kenapa bapak menatap ku seperti itu?" tanya Alisa dengan judes.


Rafi tersenyum tipis. "Saya mempunyai mata untuk melihat." ucap Rafi, Alisa seketika memutar bola matanya.


"Saya baru tau kalau kamu mempunyai kepribadian yang berbeda. Kamu sudah tidak sopan lagi pada saya." ucap Rafi.


Alisa hanya diam saja. "Saya minta maaf atas kelakuan kekasih saya pada kamu, saya sudah berbicara pada nya sebelum nya." ucap Rafi.


"Aku sudah melupakan nya, aku tidak mau mengingat nya lagi, aku juga salah sudah membuat dia berfikir aneh-aneh karena kita cukup dekat." ucap Alisa.


"Apa itu arti nya kamu memaafkan saya dan mau kembali bekerja dengan saya?" tanya Rafi. Alisa menggeleng kan kepala nya.


"Sebaiknya kita Jangan pernah bertemu lagi karena saya sudah mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih nyaman dari sebelumnya." ucap Alisa. "Kamu kerja di mana? bagaimana kalau kamu hanya karyawan biasa saja di sana?" tanya Rafi.


"Aku tidak masalah yang penting aku nyaman." ucap Alisa.


Rafi memegang tangan Alisa namun tiba-tiba Alisa melepaskan nya.


"Jangan menyentuh ku." ucap Alisa.


Rafi Menghela nafas panjang.


"Alisa tolong dengerin saya. Kali ini saya berbicara dengan serius kalau saya menyukai kamu." ucap Rafi. Alisa menatap Rafi.


"Jangan mencoba mempermainkan ku, dan membuat aku semakin di benci banyak orang. Aku tidak mau lagi dekat dengan bapak. Setelah bertemu dengan bapak aku mengalami banyak masalah aku tidak bisa menahan nya lagi." ucap Alisa.


Rafi terdiam dia merasa bersalah ternyata dia sendiri yang membuat Alisa tidak nyaman.


"Saya serius dengan ucapan saya, saya menyukai kamu, dan saya tidak Akan berhenti mendapatkan hati kamu." ucap Rafi. "Huff dasar pria berhidung belang memang tidak cukup dengan satu wanita." ucap Alisa.


Rafi menatap wajah Alisa. "Terserah kamu mau ngomong apa, saya menyuapi kamu cukup lama, saya bisa menyimpan semua nya saat kamu ada di dekat saya namun setelah kamu jauh saya tidak bisa menahan nya." ucap Rafi.


Alisa hanya diam saja.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Tiara kembali dari toilet mereka lanjut Makan. Tiara memerhatikan Rafi yang selalu memandangi Alisa.


Setelah selesai makan Rafi kembali ke kantor nya.


"Sayang kamu dari mana saja sih? aku sudah nungguin dari tadi loh." ucap Kekasih nya yang bernama Cindi.


"Aku ada urusan di luar tadi, kamu kenapa datang ke sini?" tanya Rafi. "Aku Masak tadi pagi sengaja khusus untuk kamu." ucap Cindi.


"Aku sudah Makan dari luar." ucap Rafi sambil berjalan ke Kursi nya.


"Tapi aku sudah bela-belain mau masak untuk kamu setidaknya di cobain dulu." ucap Cindi.


"Aku akan mencoba nya nanti, lebih baik kamu sekarang Keluar jangan ganggu aku, aku mau bekerja." ucap Rafi.


"Aku Masih kangen sama kamu, aku ingin di sini nemenin kamu." ucap Cindi. Rafi pun membiarkan nya.


"Humm setelah Alisa gak kerja di sini lagi, rasanya tenang banget, aku tidak perlu khawatir dia akan mencuri kekasih ku." ucap Cindi.


"Aku yang sangat kerepotan! Kamu tau mencari sekertaris yang bisa di andalkan di percaya bukan lah mudah." ucap Rafi.


"Jangan marah gitu dong, aku akan bantu cari, setidaknya menyelamatkan hubungan kita." ucap Cindi. Rafi hanya bisa menghela nafas panjang melihat Cindi membuat kepala nya pusing.


Di malam hari nya Alisa baru saja pulang dari rumah Mile.


"Iyah sama-sama, kamu hati-hati di perjalanan pulang." ucap Tiara. Alisa mengangguk. Alisa pergi mobil Suami nya masuk.


"Siapa itu Tante? Kelihatan nya sangat cantik." ucap Vandi langsung keluar dari dalam mobil mendekati Tante nya itu.


"Kenapa sih kamu tidak bisa melihat cewek? Di kantor sangat banyak cewek cantik apa kamu tidak Bosan?" tanya Riksa kesal.


"Huff sirik banget sih." ucap Vandi.


"Itu teman Tante. Dia juga Minggu depan Akan bekerja di perusahaan Om kalian, otomatis kalian pasti ketemu." ucap Tiara.


Mereka menyalim tangan Tante nya.


"Oooh gitu yah mbak." ucap Vandi.


"Ya udah masuk pada mandi gih, Wajah Kalian semua kelelahan." ucap Tiara. Mereka mengangguk dan masuk.

__ADS_1


Tiara melihat Mile mengeluarkan beberapa barang-barang di dalam mobil.


"Biar aku bantu." ucap Tiara mengambil barang-barang yang di tangan Mile membawa nya masuk ke dalam.


"Bagaimana keadaan operasi kamu?" tanya Tiara. "Nih.' ucap Mile memberikan hasil Kontrol nya tadi.


"Kamu pergi kontrol sendiri?" tanya Tiara. Mile mengangguk.


Tiara Menghela nafas panjang.


"Aku sudah bilang untuk pergi kontrol dengan ku, kenapa Masih pergi sendiri?" tanya Tiara.


Mile hanya diam saja.


"Huff syukur lah sudah membaik, tadi Mamah mengirim kan Beberapa jamu untuk kamu, kamu minum dulu." ucap Tiara.


"Mamah?" ucap Mile.


"Iyah, Mamah Vina." ucap Tiara.


"Kenapa kamu menerima barang dari dia? Saya mau kamu membuang nya, saya tidak Akan meminum nya!" ucap Mile. Tiara terdiam dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat suaminya itu.


"Ya sudah kalau tidak mau minum segera mandi dan aku akan membantu menukar perban kamu." ucap Tiara. Mile masuk ke dalam kamar.


"Oh iya Lena sakit, aku rasa dia sangat kelelahan setiap hari bekerja." ucap Tiara. "Jangan memanjakan mereka, dia kehujanan karena kabur dari kantor semalaman. Bahkan di kantor dia tidak bisa melakukan apapun." ucap Mile.


Tiara terdiam. Dia tidak tau kalau Lena sakit karena perbuatannya sendiri padahal sebelumnya dia sudah berprasangka buruk pada suami nya.


"Tapi tidak seharusnya mereka melakukan pekerjaan seperti itu." ucap Tiara. "Kamu tidak tau apa-apa lebih baik tidak perlu ikut campur. Kamu tidak akan mengerti apa pun yang saya lakukan, urus saja diri kamu sendiri." ucap Mile.


Tiara langsung diam.


"Saya melakukan itu demi kebaikan untuk mereka, saya juga membuat mereka di bidang masing-masing, dan Masih tahap pembelajaran, saya hanya meminta mereka menghargai waktu dan lebih banyak belajar mencari pengalaman, usia mereka Masih muda." ucap Mile.


Tiara tetap diam.


"Sekarang Siap kan air mandi saya!" ucap Mile.


Tiara masuk ke kamar mandi tidak beberapa lama dia keluar.

__ADS_1


"Sudah selesai, aku akan menyiapkan makan malam." ucap Tiara langsung keluar. Mile Menghela nafas panjang melihat Tiara tiba-tiba mengabaikan nya padahal dia sangat Sulit membuka pakaian nya.


Dia mau menahan Tiara namun keburu Tiara sudah keluar.


__ADS_2