Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 79


__ADS_3

Mereka membeli beberapa makanan yang di tunjuk oleh Tiara. Mile hanya bisa menuruti keinginan istri nya Tampa banyak protes. Setelah selesai membeli apa yang di mau istri nya mereka pun langsung pulang.


Sophia langsung ke kamar karena percuma saja dia ikut ngumpul di Ruang tamu seperti anak hilang.


"Aku akan makan sebanyak-banyak nya agar tidak di katain kurus sama Mile." ucap Tiara. Dia memakan semua nya sampai habis.


Namun tiba-tiba perut nya sakit dia bolak-balik ke dalam kamar mandi dan perut nya tak kunjung membaik dia berdiam lama di kamar mandi agar perut nya baikan. Setelah sedikit reda sakit nya dia keluar.


Dia Heran kenapa Mile tak kunjung masuk ke dalam kamar. Saat mau mencari keluar namun tiba-tiba pintu terbuka sehingga tidak sengaja terkena jidat Tiara.


"Auhh!!!" rintih nya, Mile pun panik namun terlihat tidak parah dia pun berhenti khawatir.


"Kamu mau kemana lagi?" tanya Mile. "Justru aku yang nanya kenapa kamu tidak kembali ke kamar ini sudah tengah malam." ucap Tiara.


"Saya sedang berbicara di luar. Apa kamu tidak bisa tidur tidak ada saya?" tanya Mile. Tiara memasang wajah melas.


"Aku mau membicarakan bagaimana kita membagikan tempat tidur, aku sudah mencoba tidur di kasur itu namun aku tidak nyaman. Aku tidak tau kenapa." ucap Tiara.


Mile langsung memeriksa kasur itu.


Ternyata alas kasur nya kasar. Mile mencari Sprei keluar. Setelah dapat yang halus di ganti oleh nya sendiri.


Dia tidak lupa juga menuangkan minyak kayu putih agar istri nya nyaman.


"Sekarang kamu bisa tidur." ucap Mile. Tiara terdiam dia sangat terharu dengan perlakuan Mile pada nya.


Tiara berbaring dan benar saja sudah terasa sangat nyaman.


Mile tidur di samping Tiara namun tetap saja berbatas bantal guling.


"Terimakasih yah." ucap Tiara. Mile mengangguk.


"Saya melakukan nya demi anak saya." ucap Mile. Tiara tersenyum.


"Yakin?" Goda Tiara.


"Saya yakin." ucap Mile.


"Humm seperti nya kelihatan nya tidak seperti itu. jelas-jelas kamu memperdulikan ku." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Jangan kepedean kamu." ucap Mile.


"Yeee siapa tau. Tapi ngomong-ngomong aku makasih banyak loh kamu sudah mau sabar menghadapi sifat ku yang sangat aneh, aku juga tidak tau kenapa bisa seperti ini." ucap Tiara.


Mile Menatap istri nya.


"Ini sudah tengah malam, tidur lah." ucap Mile.


"Aku belum ngantuk." rengek Tiara.


"Kalau begitu jangan ganggu saya!" ucap Mile.


"Huff Judes banget sih, gak baik tau kalau seperti itu sama istri sendiri." ucap Tiara. Mile diam.


"Boleh gak sih aku dekat sama Kamu? humm anggap saja kita temenan. Aku capek tau bertengkar Mulu. Ribut Mulu." ucap Tiara. Mile yang tadi nya menutup mata nya langsung membuka nya ketika Tiara berbicara seperti itu.


"Tampa kita sadari sebenarnya kita memiliki persamaan yang banyak. Mulai dari suka traveling, foto, Makan dan juga mencoba hal yang belum di lakukan sebelum nya." ucap Tiara.


"Saya dengan kamu beda jauh, kita tidak Sama." ucap Mile.


"Huff kamu bisa gak sih sekali-kali hargain aku kalau lagi ngomong serius, aku serius tau." ucap Tiara.


"Baiklah. mulai dari sekarang kita temenan yah." ucap Tiara. sambil mengacungkan jari kelingking nya. Dia lama menunggu namun Mile tak kunjung membalas nya.


Mile tidak lagi mendengar suara Tiara yang mengoceh, dia berbalik dan ternyata Tiara tertidur. Mile menggabungkan jari kelingking mereka dan membenarkan selimut istri nya.


Di Pagi hari nya. Tiara membuka gorden yang begitu besar. Pemandangan dari sana membuat mata sangat sejuk sekali.


Tiara melihat Mile dan juga Jenny sedang lari pagi.


"Kamu tadi malam pulang jam berapa?" tanya Mile pada Jenny. "Sudah cukup malam sih." ucap Jenny.


"Apa kamu yakin kalau pria yang dekat dengan mu adalah pria baik? mana ada pria sudah lewat tengah malam mengantarkan wanita nya pulang." ucap Mile.


Jenny tersenyum.


"Kami bukan ke tempat yang aneh-aneh kok, kamu hanya melihat saudara perempuan nya yang sedang sakit di RS sini." ucap Jenny.


"Kamu lari pagi kok gak ngajak aku sih?" tiba-tiba Tiara berlari di samping Mile. Mereka berdua terkejut melihat ada Tiara.

__ADS_1


Mile hanya diam.


"Kamu baru bangun yah?" tanya Jenny. Tiara terdiam. Jenny menunjukkan Kaca ponsel nya pada Tiara dan ternyata di Mulut Tiara ada bekas ileran.


Dia seketika jadi malu dia berusaha membersihkan nya.


"Eh tunggu dulu. Tapi sepatu kamu." ucap Mile pada Jenny yang mau berlanjut lari. Jenny tersenyum ketika Mile mengikat tali sepatu nya.


"Terimakasih yah." ucap Jenny.


Mereka lanjut berlari. Tiara tidak membiarkan mereka berdua. walaupun dia di belakang dan mendengar mereka berbicara dia menjadi nyamuk di sana.


"Mile aku sangat haus." ucap Tiara. Namun Mile tidak mendengar nya, Tiara mengejarnya. "Mile belikan aku air minum, aku haus." ucap Tiara.


"Ini untuk kamu." ucap Jenny memberikan minum nya pada Tiara. Tiara menghabis kan minuman yang tinggal hanya sedikit.


"Berapa lama lagi sih kita harus lari? Ini sudah sangat jauh, kaki ku sudah mau patah. Aku lelah, udahan yah." ucap Tiara.


Mile Menghela nafas panjang.


"Siapa yang meminta kamu ikut? Dari tadi kamu hanya menganggu saya saja, kamu meminta itu, meminta ini, protes, kalau tidak kuat kenapa ngikutin? hanya bisa menyusahkan saja. Pulang sana." ucap Mile.


Tiara terdiam dia langsung berhenti. Dia membiarkan Mile dan Jenny lanjut untuk berlari. Dia duduk di rumput meluruskan kaki nya yang sangat sakit.


"Huff wajah nya ketika bersama Jenny selalu seperti itu ketika berbicara dengan ku." batin nya. Dia membaringkan tubuhnya di rumput yang begitu segar.


Tidak beberapa lama dia pulang jalan kaki cukup jauh. Keringat sudah membasahi rambut nya.


Sesampainya di rumah dia melihat Mile duduk di depan sendirian seperti nya menunggu nya.


"Dari mana kamu? Saya meminta kamu untuk pulang, jam segini kamu baru saja sampai di sini." ucap Mile. Tiara sudah sangat lemas dia hanya menatap suaminya sekilas dan langsung masuk begitu saja ke dalam.


"Tiara kamu baik-baik saja kan?" tanya Jenny. Tiara mengangguk.


"Aku mau langsung mandi. Permisi." ucap Tiara.


Tiara di kamar dia duduk di lantai bersandar ke kasur.


"Kenapa aku sangat cemburu ketika melihat Mile bersama Jenny? Bahkan dia sama sekali tidak menganggap ku ketika di depan Jenny." gumam Tiara. Tidak terasa air mata nya keluar.

__ADS_1


Tiba-tiba Mile masuk. Dia melihat Tiara duduk di lantai sambil memeluk kedua lututnya.


__ADS_2