Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 93


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" tanya Mile yang berdiri di depan pintu kamar mandi yang membuat Tiara sangat terkejut.


"Perut ku tiba-tiba mual, aku tidak tau kenapa." ucap Tiara.


"Coba minum obat ini dulu." ucap nya sambil memberikan air dan obat. "Saya akan mengambil minyak kayu putih." ucap Mile.


Tiara meminum obat nya. Mile memberi kan minyak pada Tiara, dia juga memberanikan diri mengoles ke perut Tiara.


Tiara yang sudah pucat hanya bisa mengikuti perintah suami nya.


Mile membantu Tiara duduk di kasur. "Pinggang ku sangat sakit sekarang." ucap Tiara. Mile bingung dia memijat-mijat pinggang istri nya. Tiara bersender di bahu Mile sambil menahan rasa mual nya.


Dia benar-benar tidak bisa menahan rasa mual nya yang begitu menyiksa diri nya.


Mile meminta Tiara untuk tidur saja dulu setelah itu dia keluar dari untuk membuat air hangat untuk istri nya. Tidak beberapa lama dia kembali membawa air hangat itu. Memberikan istri nya minum.


Tiara memejamkan mata nya untuk sebentar dulu agar badan nya enakan. Mile keluar dari kamar dia harus mengerjakan beberapa pekerjaan nya di laptop nya. Namun dia merasa Bosan di ruang tamu dia pun naik ke atas dia melihat Tiara masih tidur dia membenarkan selimut nya dan berjalan ke balkon.


Di sana dia bisa melihat pemandangan yang begitu indah. Di pagi hari yang cerah ternyata Pantai itu sudah banyak yang mengunjungi nya. Bahkan sangat ramai di pagi hari.


Mile menoleh ke arah dalam.


"Humm seandainya dia sudah bangun pasti merengek meminta ke sana." batin Mile.


Dua jam kemudian akhirnya kerjaan Mile selesai dia meregang kan otot-otot nya karena sangat pegal sekali.


"Mile perut ku sangat sakit sekali." ucap Tiara menjerit kesakitan. Mile kaget dia langsung masuk ke dalam.


"Ada apa?" tanya Mile dengan panik.


"Perut ku sangat sakit." ucap Tiara.


Mile Tampa pikir panjang dia mengendong istri nya keluar dari penginapan itu membawa nya ke rumah sakit. Untung saja tidak jauh.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai dia langsung di periksa oleh dokter Mile menunggu di depan pintu mondar-mandir sangat panik sekali.


"Ya Allah semoga saja tidak terjadi apa-apa pada Istri dan anak ku." ucap Mile. Dia mengintip ke dalam namun dia tidak bisa melihat sama sekali.

__ADS_1


Tidak beberapa lama dokter keluar dari ruangan itu.


"What about my wife doctor?" Tanya Mile pada dokter itu.


Dokter menjelaskan istri nya sakit karena sembarangan makan, dan Sama sekali tidak memakan makanan yang bergizi.


Cukup banyak dokter menjelaskan Mile hanya Bisa menghela nafas panjang, dia juga sebenarnya sangat salah karena sudah lalai menjaga istri nya.


Dokter menyarankan untuk menjaga pola makan, buat sementara Tiara di rawat dulu di rumah sakit sampai kepada nya membaik, janin nya sudah sangat lemah sekali.


Mile sama sekali tidak keberatan. Setelah dokter pergi Mile masuk ke dalam.


"Apa yang terjadi pada ku Mile? Apa kata dokter? Kenapa sakit perut nya tak kunjung hilang?" tanya Tiara.


"Janin yang di dalam kandungan kamu sangat lemah, kamu harus di rawat dulu di sini," ucap Mile.


"Kenapa? apa yang terjadi?" tanya Tiara.


"Kamu sembarangan makan sehingga berdampak buruk kepada janin kamu. Dan juga tidak ada memakan yang bervitamin sama sekali." ucap Mile.


Tiara terdiam.


Tiara Heran melihat suaminya. Karena biasanya kalau terjadi apa-apa pada janin nya dia langsung marah-marah tidak berhenti.


Dia pasti Akan menyalah kan Tiara. Namun kali ini dia diam. Wajah nya benar-benar terlihat putus asa. Tiara merasa kalau Mile sudah menyerah untuk mengatasi keras kepala nya.


"Mile aku minta maaf." ucap Tiara. Mile menoleh ke arah Tiara.


"Untuk apa?" tanya Mile.


"Aku yang salah, aku sama sekali tidak bisa di larang, aku sangat keras kepala sehingga memakan yang seharusnya tidak aku makan." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang.


"Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Saya paham posisi kamu seperti apa. Tidak mungkin kamu mau mengandung anak yang tidak kamu inginkan." ucap Mile.


Tiara terdiam. "Saya tidak Akan pernah melarang kamu melakukan apapun yang kamu mau. apa yang mau kamu makan karena itu juga hak kamu. Saya sudah pasrah kalau anak saya tidak akan bisa selamat lahir ke dunia ini." ucap Mile.

__ADS_1


Tiara diam. "Saya permisi. Dokter dan suster ada di sini, kalau kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa menekan bel itu." ucap Mile.


Tiba-tiba Tiara mencabut Infus yang di tangan nya dan menahan Mile yang sudah mau keluar dari kamar rawat inap nya itu.


"Aku mohon jangan pergi meninggalkan aku di sini, aku butuh kamu." ucap Tiara memeluk Mile dari belakang.


Mile melepaskan tangan Tiara dari pinggang nya.


"Saya tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan anak yang ada di kandungan kamu. Tiap hari kamu selalu ingin membunuhnya, kamu selalu membuat saya khawatir. Saya seakan terkena ribuan panah mengetahui kandungan kamu bermasalah." ucap Mile.


Tiara Menunduk kan kepala nya. "Aku minta maaf." ucap Tiara. Mile melihat darah sudah keluar dari tangan Tiara.


"Aku mohon jangan pergi, aku butuh kamu, anak kita butuh kamu." ucap Tiara.


Mile menatap wajah Tiara.


"Kamu bisa membenci saya, tapi saya mohon jangan melibatkan anak itu, dia tidak bersalah." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak membenci kamu, aku tidak membenci kamu. Aku mencintai kamu, aku tidak bisa di tinggal oleh kamu." ucap Tiara.


Mile terdiam. Dia terdiam mendengar kata-kata Tiara.


Mile tiba-tiba memanggil dokter untuk memperbaiki infus istri nya.


Tiara tidak melepaskan tangan Mile. Dia selalu menggenggam nya. Setelah selesai di pasang Infus kembali Mile mengelus perut Tiara.


Tangan satu nya menghapus air mata Tiara.


Tiara menoleh ke arah Mile.


"Aku minta maaf. Aku yang salah aku minta maaf." ucap Tiara. Mile mengelus pipi Tiara sambil menatap nya dengan tulus.


."Sudah Jangan sedih lagi, saya akan di sini menemani kamu." ucap Mile. Tiara tersenyum dia meminta Mile memeluk nya. Mile mengikuti permintaan istri nya.


Mile menunggu Tiara sampai tidur di sana. Dia mengelus perut Tiara.


"Anak papah di Sana cepat sehat yah nak. Jangan selalu membuat Papah khawatir nak. Papah tidak bisa memikirkan hidup papah kalau kehilangan kamu." ucap Mile.

__ADS_1


Dia pun menggenggam tangan istri nya begitu erat. Setelah itu dia tertidur sambil duduk. Dia juga sudah lelah di sana, dia menghilang rasa penat pikiran nya dengan cara tidur.


__ADS_2