Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 146


__ADS_3

"Ini semua salah kamu Bilmar, kamu menghancurkan hidup ku, aku sangat hancur karena kamu." ucap nya.


"Permisi Non Tiara. Regi dan Megi si bodyguard kembar datang.


Tiara langsung menghapus air mata nya.


"Tuan Mile ingin berbicara dengan Non Tiara." ucap Regi. Dia memberikan ponsel nya pada Tiara.


Tiara berbicara sebentar dengan Mile, Mile menanyakan laptop nya yang ketinggalan di rumah. Hanya itu saja dan langsung mematikan ponsel nya.


"Non Tiara sebaiknya kita langsung pulang saja kalau non Tiara tidak jadi berbelanja." ucap Bodyguard nya. Tiara menatap mereka.


"Saya belum tahu ingin pulang." ucap Tiara. Dia akhirnya mengajak kedua bodyguard nya itu ke sebuah Cafe yang tidak jauh dari tempat mereka.


"Kita ngapain ke sini non?" tanya Regi.


"Kalian berdua harus menemani saya minum." ucap Tiara.


"Minum? Non Tiara tidak bisa minum-minuman keras." ucap bodyguard.


"Saya mau minum, kalian tidak boleh melarang Saya." ucap Tiara. Dia masuk namun di tahan. dia tetap ngotot mau masuk ke dalam.


"Maafin kami Non." Mereka mengangkat Tiara membawa ke dalam mobil.


"Lepaskan saya! kurang ajar kalian berdua." ucap Tiara marah. Mereka mengangkat Tiara ke dalam mobil dan langsung meninggalkan tempat itu.


"Saya akan melaporkan Kalian pada suami saya!" ucap Tiara. Mereka hanya diam saja.


tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Non Tiara masuk saja, kami akan berjaga di luar." ucap bodyguard nya.


"Kalian sangat kurang ajar pada saya! Kalian akan saya laporkan, saya tidak main-main." ucap Tiara.


"Maaf kan kami Non." ucap Bodyguard itu.


"Aaargggh!!!" Dia langsung masuk ke dalam. "Non Tiara ada apa? Kenapa Non Tiara marah-marah?" tanya Bibik Ja.


"Aku Kesal melihat si kembar itu Bik, aku mau ke kamar Dulu." ucap Tiara. Bibik Ja kebingungan dia keluar bertanya pada Bodyguard.


"Ada apa dengan non Tiara? Kalian melakukan kesalahan?" tanya Bibik Ja.


"Kami hanya melarang Non Tiara untuk minum Bik." ucap Regi. Bibik Ja terdiam.

__ADS_1


Tiara di kamar langsung menghubungi Mile.


"Ada apa kamu menelpon saya?" tanya Mile.


"Aku gak mau tau pokoknya aku harus ganti bodyguard, mereka sangat kurang ajar pada ku." ucap Tiara.


"Berhenti merengek Tiara. Saya yang meminta mereka untuk melakukan itu." ucap Mile.


"Tapi.." " Tidak ada tapi-tapian! Kamu tidak boleh banyak protes, saya sudah berapa kali melarang kamu untuk berhenti mencoba untuk minum!" ucap Mile marah.


"Tapi Mereka gak Sopan." ucap Tiara. "Mereka tidak Salah, kamu yang salah. Jangan keras kepala." ucap Mile langsung mematikan ponsel nya dengan cepat. Tiara melemparkan ponsel nya ke kasur.


"Sangat menyebalkan sekali!" ucap Tiara. Dia duduk di kasur.


Dia berbaring di kasur sambil memandangi langit-langit kamar nya. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering seperti biasa teman-teman nya sibuk mengajaknya untuk bertemu di luar.


Di sore hari nya Rafi kembali ke apartemen nya.


"Assalamualaikum.." Dia membuka pintu namun apartemen nya sangat sepi sekali.


"Apa Alisa belum kembali?" batin Rafi. Dia mau menelpon namun tiba-tiba ponsel nya berdering. "Enjel." ucap nya.


"Iyah Halo Enjel, ada apa?" tanya Rafi.


"Aku minta maaf, aku baru saja pulang bekerja, aku sangat sibuk hari ini." ucap Rafi.


"Sebelum nya kamu kemana saja? Kamu tidak pernah menghubungi atau mengirimkan pesan pada ku!" ucap Enjel.


"Aku sudah bilang aku minta maaf Enjel, aku mau istirahat Dulu." ucap Rafi.


"Aku baru saja mendapatkan waktu untuk menelpon kamu, namun kamu sudah mau mengakhiri nya Saja," ucap Enjel.


"Kamu mau membicarakan soal apa?" tanya Rafi. "Aku sangat merindukan kamu." ucap Enjel.


Rafi terdiam sejenak.


"Kenapa kamu diam saja? Kamu Merindukan aku juga kan?" tanya Enjel. "Humm aku juga merindukan kamu." ucap Rafi.


Enjel tersenyum.


"Ya udah kalau begitu aku akan mandi dan istirahat." ucap Rafi langsung mematikan ponsel nya.


"Kenapa langsung di matiin sih? aku masih sangat rindu." ucap Enjel.

__ADS_1


Dia menelpon Orang tua nya Rafi.


"Halo Tante apa kabar?" tanya Enjel setelah panggilan di jawab.


"Halo.. Alhamdulillah Tante dan juga om disini baik-baik saja, kamu bagaimana kabar nya?" tanya Bu Rosa. "Baik Tante, aku baru bisa Mengabari karena aku baru bisa memegang ponsel ku." ucap Enjel.


"Tante paham kok. Kamu sudah berbicara dengan Raffi? Tadi om sama Tante baru saja membahas pekerjaan sama-sama." ucap Bu Rosa.


"Udah kok Tante." jawab Enjel.


"Bagus deh kalau begitu, dia pasti juga sangat merindukan kamu." ucap Bu Rosa.


"Sekarang bagaimana perusahaan Om dan Tante setelah bekerja sama dengan besan Tante?" tanya Enjel. "Jauh lebih baik sekarang. Tidak sia-sia mempunyai besan yang benar-benar sangat bisa di andalkan." ucap Bu Rosa.


Enjel tersenyum. "Ya udah kalau begitu Tante mau pulang nih, kamu lanjut istirahat saja yah, kabarin Tante kalau kamu mempunyai waktu luang." ucap Bu Rosa.


"Baik Tante." jawab Enjel. Setelah itu panggilan pun mati.


"Humm mempunyai calon mertua yang sangat baik sangat lah beruntung, aku tidak sabar sebentar lagi menikah dengan Rafi." ucap Enjel.


Rafi masuk ke kamar nya dia baru ingat kejadian tadi malam.


"Seharusnya aku mulai dari sekarang harus sadar diri. Tidak ada gunanya untuk aku mengejar wanita yang tidak akan mencintai aku." ucap Rafi.


Dia melihat di kamar nya sudah tidak ada satu pun foto Alisa.


Malam ini dia sama sekali tidak bisa tidur, dia menghabiskan banyak Minuman keras mulai dari sore. Dia sudah sangat mabuk dia membuka ponsel nya mencari nomor Alisa.


"Alisa kamu sudah berhasil membuat saya kembali sakit lagi. Saya menyesal kembali membuka Hati ini." ucap Rafi melalui pesan suara.


Alisa yang tengah nongkrong dengan teman-teman nya melihat ponsel nya yang bunyi Dia melihat itu dari Rafi dia pun mengabaikan nya.


Sehingga tidak terasa sudah larut Malam di harus pulang karena sudah larut Malam. "Aku pamit Pulang duluan ya." ucap Alisa pada teman nya.


Dia mengunakan Taksi pulang ke rumah nya.


Sampai di rumah dia bersih-bersih badan menukar pakaian nya dan berbaring di kasur nya sambil memeriksa ponsel nya.


Dia membuka Pesan suara dari Rafi.


"Alisa kamu sudah berhasil membuat saya kembali sakit lagi. Saya menyesal kembali membuka Hati ini."


Alisa terdiam sejenak. Dia mau membalas namun tidak jadi dia mematikan ponsel nya dan langsung tidur. Sementara Rafi sudah pingsan karena kebanyakan minum.

__ADS_1


__ADS_2