Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 200


__ADS_3

Dia memegang bibir nya yang bisa merasakan kulit halus yang membekap mulutnya.


"Aku yakin orang itu bukan lah bodyguard atau preman. Orang Itu seperti nya benar-benar menginginkan aku dan anak ku celaka." batin Tiara.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, ayo tidur. Kita harus bangun lebih awal besok." ucap Mile. Tiara tersenyum, dia memeluk suaminya dan akhirnya tidur.


Di rumah sakit Rafi sama sekali tidak bisa tidur memikirkan Alisa, dia mencoba menelpon nomor Alisa namun tak kunjung aktif.


"Ini tidak bisa di biarkan aku harus melihat Alisa." ucap Rafi dia Hendak keluar dari rumah itu namun Enjel tiba-tiba bangun.


"Rafi.." Ucap Enjel membuat Rafi menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah belakang nya. "Kamu sudah bangun?" ucap Rafi. Enjel berusaha untuk bangun namun dia tidak kuat.


"Tidak perlu di paksain dulu." ucap Rafi. Dia menaikkan Tempat tidur Enjel.


"Bagaimana bisa aku di sini?" tanya Enjel. "Kamu pingsan di kamar kamu, keadaan kamu demam tinggi sehingga aku membawa kamu ke sini." ucap Rafi.


"Sudah berapa lama aku di sini?" tanya Enjel.


"Satu hari, selama itu kamu tertidur. Dan di tengah malam seperti ini kamu baru bangun." ucap Rafi.


"Kamu menjaga aku selama itu?" tanya Enjel. Rafi menganguk. Enjel terdiam sejenak.


"Sekarang aku sudah baikan, kamu bisa pulang, kasihan Alisa pasti mencari Kamu." ucap Enjel. "Kamu serius?" ucap Rafi.


Enjel menganguk. "Kalau begitu aku akan mengabari orang tua kamu sebelum aku pergi." ucap Rafi.


"Tidak perlu Rafi, mereka pasti banyak urusan, mereka juga sedang berduka, aku tidak ingin menambah beban mereka." ucap Enjel.


"Apa kamu yakin bisa sendiri di sini?" tanya Rafi. Enjel tersenyum sambil mengangguk. "Kamu percaya sama aku." ucap Enjel. Rafi akhirnya Menginyakan dia mengambil handphone nya dan permisi.


"Tar!!!.." Suara gelas pecah jatuh ke lantai. Rafi yang baru saja membuka pintu hendak keluar di kejut kan oleh suara itu. Dia berbalik melihat Enjel sudah sangat syok.


"Maafin aku, aku hanya mau minum. Tangan ku tidak begitu kuat." ucap Enjel. Rafi menghela nafas panjang dia segera memanggil CS untuk membersihkan kekacauan itu.


"Nih." ucap Rafi memberikan Enjel minum.


"Maafin aku yah, aku sudah merepotkan kamu banyak hal." ucap Enjel.


"Malam ini aku akan menemani kamu di sini, dan juga sampai kamu pulang dari sini. Aku tau kamu sakit seperti ini karena aku kan?" ucap Rafi.

__ADS_1


"Aku tidak ingin merepotkan kamu. Lagian sekarang kita bukan lagi pasangan." ucap Enjel.


"Sekarang lupakan masalah sebelum nya, kamu harus sembuh dulu." ucap Rafi.


Enjel tersenyum sambil mengangguk dia menatap wajah Rafi.


"Aku tidak akan mudah menyerah begitu saja." ucap Enjel dalam hati. "Apa kamu lapar?" tanya Rafi. Enjel menganguk.


"Baiklah kalau begitu saya akan membeli makanan," ucap Rafi. Enjel menganguk.


Keesokan harinya Tiara baru saja keluar dari kamar Alisa, dia pamit untuk ke rumah sakit. Sementara Alisa Masih tidur.


"Ayo berangkat." ucap Tiara. Mereka pun berangkat ke rumah sakit yang sudah di janji kan sebelum nya.


Di sana mereka bertemu dengan Kedua mertua nya.


Tiara sudah beberapa kali USG namun kali ini dia sangat deg-degan sekali.


Dia masuk ke ruangan USG. Tidak beberapa lama keluar.


Tiara melihat wajah mertua laki-laki nya membuat nya sangat takut sekali.


"Kamu jangan gugup yah sayang." ucap Bu Vina duduk di samping Tiara.


"Aku sangat gugup mah, bagaimana kalau anak ku bukan laki-laki?" ucap Tiara. "Kita syukuri apa yang di berikan oleh tuhan." ucap Bu Vina.


Tidak beberapa lama hasil nya keluar. Dokter meminta mereka ke ruangan nya.


"Apa jenis kelamin calon Cucu Saya Dok?" tanya Pak Daniel.


"Selamat yah Pak, Bu dan semua yang ada di ruangan ini, jenis kelamin calon Cucu bapak adalah Laki-laki." ucap dokter itu.


Pak Daniel mendengar itu sangat merasa lega, ekspresi wajah nya tidak bisa berbohong kalau dia sangat bahagia sekali.


Tiara juga merasa lega sekali, hal yang sangat dia khawatir kan. Dia melihat suaminya yang menangis. Tiara menghapus air mata nya dan juga memeluk nya.


"Terimakasih Tiara." ucap Mile mencium kepala Istri nya.


Bu Vina dan Pak Daniel melihat itu tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana perasaan papah bahagia kan?" tanya Bu Vina pada suami nya.


"ini adalah keinginan papah. Terimakasih banyak yah Tiara." ucap Pak Daniel. Tiara menganguk.


Mereka pun keluar dari ruangan dokter itu meninggal Tiara dan juga Mile di sana.


"Dokter, saya ingin dokter terus memantau kesehatan kandungan istri saya dan juga kesehatan istri." ucap Mile.


"Saya akan melakukan nya Pak." ucap dokter itu. Tiara tersenyum.


"Kalau begitu terimakasih banyak dok, kami pulang dulu." ucap Tiara. Dokter itu menganguk dan mereka keluar dari sana.


"Aku sangat bahagia sekali, melihat wajah papah dan Mamah sebahagia itu." ucap Tiara. Mile mengelus rambut istri.


Mereka mau turun ke bawah namun tidak sengaja Tiara melihat Rafi.


"Kak Raffi!" ucap Tiara. Rafi yang mau masuk ke ruangan tempat Enjel di rawat menoleh ke suara yang memanggil nya.


"kakak kenapa bisa di sini? Dan ini Ruangan siapa?" tanya Tiara.


"Enjel demam tinggi, dia di rawat dari kemarin, kakak tidak bisa meninggal kan dia karena belum membaik." ucap Rafi.


"Ya ampun kak, bisa-bisa nya kakak di sini bersama Enjel sementara Alisa sudah sangat putus asa." ucap Tiara.


"Kakak sudah berjanji pada ibu dan Ayah untuk merawat Enjel sampai sembuh." ucap Rafi.


"Sudah lah kak, aku tidak ingin ikut campur lagi." ucap Tiara meninggalkan kakak nya begitu saja. Rafi terlihat sangat bingung.


"Lebih baik setelah Ini, kakak menyusul Alisa di Villa xxx No 25. Dia mabuk sehingga dia tidak bisa bangkit dari tempat tidur nya." ucap Mile.


"Terimakasih Mile." ucap Rafi. Mile menganguk dia mengejar istri nya keluar.


"Tiara jangan jalan terlalu cepat, bagaimana kalau kaki kamu terpeleset." ucap Mile. Tiara mengecilkan langkah nya.


"Aku sangat membenci pria yang tidak mengerti perasaan wanita nya. Walaupun itu suami atau kakak ku sendiri aku sangat membenci hal itu!" ucap Tiara.


"Kak Rafi melakukan itu karena Enjel sakit, kalau tidak terjadi apa-apa mungkin dia tidak akan bersama Enjel." ucap Mile.


"Huff kamu sama saja, Laki-laki memang sama saja. Kamu mengerti gak sih sekarang ini Alisa sedang bimbang dia takut itu sebab nya dia ingin terus bersama kak Rafi, namun kak Rafi malah pergi menemani wanita lain." ucap Tiara.

__ADS_1


__ADS_2