Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 224


__ADS_3

"Maaf pak, sebaiknya bapak pergi!" ucap bodyguard.


Rafi menghajar mereka semua. Alisa sangat panik namun sepertinya Rafi sudah sangat emosi dia menendang pintu dan melihat ke arah mana kamar utama di rumah itu.


Setelah menemukan nya dan mendorong pintu sehingga Mile sedang berbaring tiba-tiba menodong kan pistol ke arah pintu.


Mile melihat kakak ipar nya dia langsung menurunkan pistol nya mau menyapa namun Rafi sudah mendarat kan satu tinjuan keras di wajah Mile.


"Dasar pria tidak bertanggung jawab!" ucap Rafi mendorong Mile dengan kasar sampai terjatuh ke kasur.


"Apa salah saya kak?" tanya Mile. "Kamu masih bertanya? Jangan berfikir karena kamu adalah orang paling di hargai dan juga saya adalah bawahan Anda bisa sesuka mungkin mengabaikan adik saya!" ucap Rafi.


"Kakak harus tau permasalahan nya terlebih dahulu." ucap Mile. "Saya sudah tau!" ucap Rafi.


"Saya kecewa pada Tiara itu sebab nya saya meninggalkan dia di rumah dan menenangkan diri di sini. Mungkin ketika kakak di posisi saya kakak akan melakukan hal yang sama!" ucap Mile.


"Tidak! Saya tidak akan melakukan hal itu. Saya akan terus mendampingi istri Saya di posisi nya yang lagi hamil dan sangat sensitif." ucap Rafi.


"Dan kamu tau karena kamu dan orang tua kamu yang meminta dia pergi sekarang dia menghilang Tampa jejak sama sekali." ucap Rafi.


"Tidak mungkin, paling dia sedang menyembunyikan diri nya agar aib tidak tersebar." ucap Mile. "Sungguh pria yang tidak mempunyai hati!" ucap Rafi.


"Ternyata selama ini saya melakukan kesalahan besar percaya kan Adik saya kepada kamu." ucap Rafi.


"Dan kalau Adik saya tidak di temukan hari ini juga, kamu akan saya tuntut." ucap Rafi menatap Mile dengan tatapan tajam.


Rafi Pergi meninggalkan rumah itu. Mile memegang rahang nya yang terasa sangat sakit sekali. Mile mengambil handphone nya yang sudah beberapa hari tidak di periksa oleh nya.


Dia membuka pesan masuk hanya dari istri nya ternyata sudah sangat banyak. Semua penjelasan dan juga minta maaf yang sangat banyak.


Sampai pesan terakhir Tiara pamitan untuk pergi tepat jam 12 malam.


"Mungkin kesalahan ku tidak bisa di maafkan lagi, kesalahan ku benar-benar sudah sangat fatal sekali. Aku akan berjanji tidak akan pernah menganggu kamu lagi. Aku pamit yah Maafin semua kesalahan ku." isi pesan terakhir.


Mile menelpon nomor Tiara namun sudah tidak aktif dia mencoba menelpon lagi namun tidak bisa. "Jangan bercanda Tiara! Masalah belum selesai kamu sudah pergi seperti ini." ucap Mile.

__ADS_1


Dia menggerakkan semua Bodyguard nya mencari keberadaan istri nya.


Tersebar sudah di media kalau Istri Mile Hilang telah melarikan diri. Pak Daniel dan juga Bu Vina yang melihat itu sangat kaget.


Di kantor juga sangat heboh. "Lena apa kamu sudah melihat berita Tante Tiara hilang?" tanya Riska. "Tidak mungkin Mbak, paling dia kembali ke rumah orang tua nya, aku sudah tidak mau tau lagi." ucap Lena.


"Tapi baru saja om Mile bertanya apa kita melihat Tante Tiara." ucap Riska. Lena berhenti bekerja di Memeriksa ponsel nya dan ada pesan dari Tiara yang baru karena sebelumnya tidak di baca sama sekali oleh nya.


Kata-kata permintaan maaf. Kata-kata pamitan juga. Dan juga Tiara meminta jangan ada yang mencari nya karena itu percuma saja.


Semua orang jadi sangat panik sekali. Mereka sangat Taku, terjadi apa-apa pada Tiara.


"Apa yang sudah aku lakukan? Aku begitu bodoh." ucap Mile menyalahkan diri nya sendiri.


Hari semakin malam namun tidak ada tanda-tanda Menemukan Tiara.


Mile di susul oleh Bu Vina.


"Bagaimana Mile? Apa Tiara sudah di temukan?" tanya Bu Vina. Mile menggeleng kan kepala nya.


"Ini semua salah kita, seharusnya kita tidak mengatakan itu pada nya tadi malam. Dan juga tidak seharusnya kita meninggalkan dia sendiri." ucap Bu Vina.


"Aku yang salah." ucap Mile memukul diri nya sendiri.


"Tuan apa Tuan sudah melihat berita terbaru?" tanya Sekretaris Kin.


"Berita apa? Saya tidak tertarik sama sekali. Saya ingin istirahat." ucap Kin karena dia baru saja pulang bekerja.


"Istri Tuan Mile melarikan diri." ucap sekretaris nya. Kim yang berjalan seakan tidak peduli tiba-tiba berhenti.


"Ulangi!" ucap Kin memastikan.


"Istri Tuan Mile melarikan diri di duga karena bertengkar hebat dengan Tuan Mile." ucap sekretaris.


Kin masuk ke kamar nya dan meminta semua bodyguard kepercayaan nya meneliti dan mencari keberadaan Tiara.

__ADS_1


Dia pasti tidak akan jauh dari Kota ini. Dan Kin juga turun tangan mencari nya langsung.


Kin tiba-tiba teringat Tiara bilang kalau di sangat nyaman melihat banyak senyuman yang tulus tawa yang lepas dan gembira dia langsung Menuju ke panti asuhan milik nya yang sebelumnya di datangi oleh Tiara saat bersama nya.


Dan setelah sampai sana dia sangat kecewa karena tidak menemukan Tiara di sana.


Dia sangat bingung harus mencari Tiara kemana lagi, dia mendatangi teman Tiara satu-satu namun tidak ada yang tau.


Dia memutuskan untuk ke rumah Mile. Setelah sampai di sana ternyata cukup ramai. Saat dia turun dari dalam mobil tiba-tiba Mile menarik kerah nya.


"Di mana istri saya? Jangan macem-macem kau Dengan istri saya!" ucap Mile.


"Tenang dulu Mile." Bu Vina menahan tangan Mile.


"Saya Datang ke sini justru ingin bertanya apa Tiara sudah di temukan." ucap Kin.


"Itu tidak urusan mu!" ucap Mile mendorong Kin sangat kuat.


"Tentu itu adalah urusan ku karena Anak yang di kandung oleh Tiara adalah Anak ku." ucap Kin.


Mile meninju wajah kin. "Jangan berbicara hal yang tidak mungkin!" ucap Mile. Semua orang yang mendengar itu sangat terkejut sekali.


"Saya yang membuat Tiara hamil. Dan foto itu dari saya. Surat yang kau dapat dari saya!" ucap Kin.


"Kurang ajar! Itu adalah anak saya!" ucap Mile sangat tidak terima.


Dia menghajar Kin sampai dia jatuh dan mau menembak kan pistol tiba-tiba Bu Vina Berdiri tidak jauh dari arah pistol.


"Jangan Mile, mamah mohon jangan. Ini akan menambah Masalah. Jangan membuat semua nya semakin rumit, ayo kita cari Tiara sama-sama." ucap Bu Vina.


"Minggir! Saya harus membujuk pria ini! Pria yang begitu kotor dan sangat jahat, sangat tega mengambil kesucian seorang wanita." ucap Mile.


"Sadar Mile Mamah mohon, ini bukan saatnya untuk membahas itu. Ingat kalau Kin ini adalah sepupu mu." ucap Bu Vina.


"Dia adalah musuh ku, bukan sepupu ku!" ucap Mile.

__ADS_1


__ADS_2