
"Saya tidak bisa menahan diri lagi." ucap Mile. Tiara merasakan nafas Mile yang tidak normal, wajah nya memerah.
Bibik Ja khawatir dia pun mengikuti nya ke atas. "Ya ampun semoga saja tuan tidak Marahan." batin Bibik Ja.
"Ada apa?" tanya Tiara, Mile membaringkan istri nya di kasur. "Kamu membuat saya terangsang, saya tidak bisa menahan nya." ucap Mile.
"Apa yang terjadi Mile?" tanya Tiara. Mile mencium bibir istri nya. Bibik Ja yang melihat itu sangat terkejut dia langsung menutup mata nya.
"Astaga! Apa yang aku lihat." ucap Bibik Ja. Mile sadar kalau Bibik Ja melihat dia menutup pintu dengan kaki nya dan membaringkan istri nya di kasur.
"Tunggu dulu." Tiara menahan dada suami nya. Mile menatap Tiara. "Kamu baik-baik saja kan?" tanya Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya.
"Saya sangat terangsang. Saya tidak tau karena apa." ucap Mile. "Tapi kamu tau sendiri kan Kata dokter kita tidak boleh melakukan nya sering-sering." ucap Tiara.
"Tapi sa-saya tidak bisa menahan lagi. kepala saya sangat pusing." ucap Mile. Tiara Mengelus kepala suami nya.
"Kali ini saja Beby..." Ucap Mile memohon dengan suara yang sangat berat.
Tiara tidak tega melihat wajah suaminya. Mile membuka kemeja putih yang di pakai oleh Tiara.
Tidak beberapa lama dia langsung menyalurkan hasrat nya. Dan kali ini di benar-benar sangat brutal sekali. Tiara tidak berhenti berteriak karena dia.
Tidak beberapa lama Keponakan nya pulang.
"Bibik Ja kami pulang." ucap Lena. Bibik Ja datang menyapa mereka.
"Loh Om Mile sama Tante Tiara mana? kenapa kelihatan nya rumah sangat sepi?" tanya Vandi. "Humm Itu Non. Seperti nya.." Bibik bingung harus menjelaskan nya bagaimana.
"Seperti nya sekarang om kalian sedang menghangatkan badan, secara cuaca hari ini sangat dingin." ucap Bili.
"Maksud kakak apa?" tanya Lena.
"Kamu anak kecil, tidak akan paham tentang itu." ucap Vandi.
"Huff pasti kak Bili iseng lagi kan? Kak Bili selalu saja iseng pada om Mile. Belum tau saja om Mile kalau sudah marah seperti harimau yang tidak makan." ucap Lena.
Bili tertawa.
__ADS_1
"Kakak mau istirahat dulu. Kalian juga istirahat lah." ucap Bili.
Mereka menganguk. Bili dan teman wanita nya Masuk ke kamar masing-masing. "Sini Non saya bantu." ucap Bibik Ja.
"Tidak perlu Bik. Ambil ini untuk Bibik." ucap Riska.
"Apa ini Non? Saya tidak menitip apapun." ucap Bibik Ja.
"Ini adalah Baju untuk Bibik Ja. Kalau Bibik Ja tidak suka nanti kita tukar lagi, tapi biasanya saya selalu membeli seperti ini untuk Bibik." ucap Riska.
"Ya ampun non, ini sangat cantik sekali." ucap Bibik Ja. "Bagus deh kalau Bibik Suka. Dua Minggu lagi acara ulang tahun perusahaan keluarga Minor. Bibik bisa memakai ini." ucap Bibik Riska.
"Terimakasih yah Non. Acara tahun kemarin di beliin oleh Tuan Daniel, sekarang di beli oleh Jon Riska saya sangat senang sekali, terimakasih Yah non." ucap Bibik Ja.
"Sama-sama Bik, semoga Bibik semakin betah bekerja di sini." ucap Riska. Setelah itu mereka masuk ke kamar masing-masing.
"Huff aku sangat merindukan kamar ini." ucap Lena masuk ke dalam kamar nya. "Kamar luas, mewah, fasilitas lengkap adalah impian ku, walaupun om Mile galak tetap saja dia sangat baik mau menuruti permintaan bentuk kamar ku." ucap Lena.
Di tempat lain Rafi baru saja selesai berbicara dengan orang tua nya, Orang tua Enjel tidak jadi datang karena mereka ada kemalangan, sehingga pertunangan mereka di undur dulu.
"Kenapa kamu termenung?" tanya Bu Rosa duduk di samping Rafi. Rafi langsung sadar dia menatap wajah Ibu nya.
"Enggak kok Bu, aku hanya memikirkan pekerjaan saja." ucap Rafi. "Ibu mendengar dari teman kamu kalau kamu sering bertemu dengan Alisa. Apa itu benar?" tanya Bu Rosa.
Rafi terdiam. "Kalau kamu hanya berteman dengan Alisa tidak masalah bagi ibu, hanya saja kamu tau kalau Enjel tidak suka kamu dekat dengan wanita itu." ucap Bu Rosa.
"Aku mohon Ibu tidak perlu membahas ini." ucap Rafi.
"Kenapa? Apa kamu takut kalau ibu tau kalau kamu membawa Alisa tunggal di apartemen kamu?" tanya Bu Rosa.
Rafi terdiam sejenak. "Ibu tau apa saja yang anak ibu lakukan di luar sana, kamu tidak boleh menyepelekan ibu seperti ini." ucap Bu Rosa.
"Aku sudah dewasa Bu, aku bisa menentukan pilihan ku sendiri." ucap Rafi.
"Apa kamu mau memilih wanita murahan, miskin tidak mempunyai pendidikan seperti Alisa?" ucap Bu Rosa.
"Aku mau pulang bu, ini sudah malam." ucap Rafi.
__ADS_1
"Jauhi wanita itu, jangan sampai Ayah kamu tau." ucap Bu Rosa.
Rafi menatap wajah Ibu nya. "Ibu lihat aku Bu. Aku sudah satu tahun lebih kenal dengan Enjel. Aku sudah mencoba berbagai cara untuk mencintai dia namun aku tetap tidak bisa. Aku hanya mencintai Alisa." ucap Rafi.
"Kalau kamu tidak mau mendengar kan kata-kata ibu, kamu akan di nasehati langsung oleh Ayah mu." ucap Bu Rosa.
"Ibu dan ayah benar-benar sangat egois sekali." ucap Rafi. Bu Rosa mendengar itu sangat marah, namun dia tidak bisa mengantakan apa pun.
Rafi meninggalkan rumah nya itu. Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di apartemen nya. Alisa baru aja selesai mandi, mendengar ada orang datang dia langsung keluar.
"Kamu sudah pulang? Kenapa tidak menutup pintu?" tanya Alisa melihat Rafi langsung berbaring di sofa membiarkan pintu terbuka.
Dia menutup pintu. "Sayang.." panggil Alisa dengan lembut dekat dengan Rafi. Rafi perlahan membuka mata nya dia menatap wajah Alisa yang sangat dekat dengan dia.
"Humm?" ucap Rafi.
"Kamu sudah Makan? Aku masak tadi." ucap Alisa. "Aku tidak lapar." ucap Rafi. Alisa Menghela nafas panjang.
"Kamu ada masalah? Dari Kemarin kamu kebanyakan diam dan memasang wajah murung." ucap Alisa.
Rafi melihat senyuman dan wajah adem Alisa membuat nya kembali segar. "Tidak apa-apa sayang." ucap Rafi mencium pipi Alisa.
"Kalau begitu ayo Makan, ini pertama kali nya kamu mencoba masakan ku m." ucap Alisa menarik tangan Rafi.
"Saya tidak mempunyai tenaga." ucap Rafi.
"Muach..." Alisa mencium bibir Rafi.
Rafi sangat terkejut sehingga dia tertegun.
"Bagaimana? Apa masih belum bertenaga?" ucap Alisa. Rafi tersenyum langsung. "Saya sudah bertenaga sekarang. Terimakasih saluran Tenaganya." ucap Rafi.
Alisa tersenyum. Mereka berjalan ke arah meja makan.
"Kamu sangat wangi sekali." ucap Rafi.
"Aku baru saja selesai mandi," ucap Alisa.
__ADS_1