
"Walaupun Keluarga Minor dengan keluarga Kin kurang baik, namun tetap saja keluarga Kin Harus di undang dan tunggu karena dia adalah tamu utama." ucap Roy.
"Kamu kembali saja ke kursi kamu! Mereka sudah datang." ucap Bu Vina pada Roy.
"Pasti orang itu adalah pengusaha yang sangat sukses sekali, namun Kenapa dia selalu berniat jahat kepada Mile?" batin Tiara.
Tidak beberapa lama akhirnya yang di tunggu datang juga.
Semua orang menoleh ke arah Pria yang baru saja datang di kawal banyak nya orang.
Tiara memerhatikan Mile yang hanya diam saja. Seperti biasa dia tetap setia dengan wajah dingin dan juga tampa Ekspresi. Tiara pun hanya bisa duduk diam walaupun orang lain sangat heboh.
Kin sangat jarang keluar itu sebab nya semua orang ingin melihat nya. Setelah Pria itu datang bersama wanita di samping nya membuat Tiara kaget, syok sekali karena itu adalah Rino si Pria yang selalu menyebalkan.
"Rino." ucap Tiara. Mile menoleh ke arah Tiara.
"Nama dia Rino Kin. Namun dia kerap kali di panggil kin karena itu adalah julukan keluarga nya.
"Nama ayah nya yang di turunkan kepada nya." ucap Mile.
"Ternyata dia adalah orang kaya, aku pikir dia hanya lah orang biasa." ucap Tiara.
"Tapi kenapa penampilan nya sangat berbeda sekali dari yang pertama kali bertemu dengan ku." ucap Tiara.
"Senang bisa bertemu dengan Bapak." ucap Kin menyalim tangan Pak Daniel.
Pak Daniel hanya diam Tampa ekspresi sama seperti mile, namun Kin tersenyum manis.
Dia menoleh ke arah Mile dan tersenyum sinis. Dia juga menoleh ke arah Tiara. Kebetulan juga Tiara menoleh ke arah dia.
Tiba-tiba dia mengedip kan mata nya sembelah dan tersenyum manis. Mile menyadari tatapan Kin. Dia memastikan kalau buka istri nya dan dengan cepat Tiara langsung memalingkan pandangannya..
Acara pun langsung di mulai. Mile dan Tiara ke depan untuk mengumumkan Kehamilan Tania dan juga jenis kelamin nya.
Kin yang tepat di depan Tiara tidak berhenti menatap Tiara dengan tatapan yang berbeda sekali. Tiara sangat risih namun dia mencoba untuk biasa saja.
Setelah selesai pengucapan dan juga pengumuman mereka mau turun dari panggung namun Kin tiba-tiba berdiri.
"Tunggu sebentar, saya ingin memberikan kata selamat dan juga saya membawa hadiah." ucap Kin.
"Apa lagi yang Akan dia lakukan?" ucap Tiara Dengan Kesal dalam hati.
__ADS_1
"Sekali lagi saya mengucapkan Selamat pada kamu Mile. Sebentar lagi kamu akan menjadi Ayah." ucap Kin.
"Terimakasih." jawab Mile.
"Dan untuk kamu juga, selamat yah." ucap Kin. Tiara hanya bisa tersenyum.
Hadiah di berikan pada Tiara dan mereka kembali ke tempat duduk masing-masing.
"Bagaimana dia bisa tau? Kelihatan nya dia sudah tau tentang aku semuanya, dia sama sekali tidak terkejut dan wajah nya jauh lebih mengesalkan di sini." ucap Tiara.
Acara Terus berlangsung.
"Haii.." Kin menyapa Roy yang duduk bersama teman-teman nya.
"Haii juga kak. Apa kabar?" ucap Roy.
"Baik. Saya. sangat senang kamu duduk di tempat duduk kamu yang seharusnya." ucap Kin.
"Iyah kak, aku juga senang kok kakak mau datang." ucap Roy.
Kin melihat Tiara duduk bersama Alisa, sementara Mile masih sangat sibuk mengurusi semua para Tamu nya.
"Tidak boleh / boleh pak!" Tiara menolak sementara Alisa mengijinkan.
"Di sini hanya ada dua meja." ucap Tiara.
"Rafi meminta ku untuk menyusul nya di sana, aku pergi dulu yah." ucap Alisa meninggalkan Meja nya. Kin tersenyum dia pun langsung duduk di depan Tiara.
Tiara mau pergi namun di tahan oleh Kin.
"Jangan pegang-pegang!" ucap Tiara. Kin langsung mengangkat tangan nya.
"Maafkan saya. Saya tidak akan mengganggu kamu, saya hanya ingin minum bersama kamu." ucap Kin.
"Maksud kamu apa sih? Apa yang kamu mau dari aku?" ucap Tiara.
"Kamu selalu saja marah kepada ku, aku tidak melakukan kesalahan apapun, aku hanya ingin berteman baik dengan kamu." ucap Kin.
"Kamu tau kan kalau aku sudah mempunyai suami dan juga hamil?" ucap Tiara "Iyah aku tau itu." ucap Kin.
"Tapi apa maksud kamu mengirim kan bunga ke rumah ku? Dan juga mencoba mendekati aku?" ucap Tiara.
__ADS_1
"Aku sudah bilang, kalau aku ingin berteman dengan kamu." ucap Kin.
"Kalau hanya berteman tidak seperti ini caranya, dan juga tidak mungkin kita berteman karena Keluarga kamu dengan Keluarga suami saya tidak pernah berbaikan. Bahkan anggota kamu sudah beberapa kali ini membunuh saya dengan calon anak ku!" ucap Tiara.
"Itu tidak mungkin! Saya tidak pernah mengirim kan anggota saya untuk melukai kamu." ucap Kin.
"Tidak perlu berbohong atau tidak mengakui nya, aku sudah tau kalau kamu tidak ingin di saingi kan? Walaupun keluarga kamu nomor satu namun mile selalu menang di perbisnisan Atau saingan apapun." ucap Tiara.
Kin Menghela nafas panjang.
"Tidak mungkin saya melukai anak..." ucap Kin.
"Tiara.." panggil Bu Vina. Tiara yang tadi berdebat dengan Kin menoleh ke arah mertua nya.
"Huff berbicara dengan pria seperti kamu hanya bisa membuat ku kesal." ucap Tiara. Mau pergi namun di tahan lagi.
"Kamu mau kemana?" tanya Kin.
"Kamu tidak melihat kalau aku di panggil?" ucap Tiara Deng Judes.
"Saya bahkan belum sempat minum dengan kamu." ucap Kin.
"Aku juga tidak ingin!" ucap Tiara.
"Kalau sedang hamil tidak baik kamu marah-marah seperti ini, kamu sangat cantik sekali namun semua nya terasa hambar kalau kamu tidak senyum." ucap Kin.
"Senyuman ku hanya untuk suami ku saja." ucap Tiara dan pergi begitu saja.
"Kenapa kelihatan nya Tante Tiara dan juga Pak kin sudah sering bertemu yah? Tapi Tante Tiara berani sekali berbicara tidak Sopan pada pak kin." ucap Riksa pada Rika.
"Kamu tau sendiri kalau Tante Tiara memiliki teman yang banyak dan juga dia mempunyai pergaulan yang cukup luas sama seperti Om Mile, bisa jadi saja itu teman nya." ucap Rika.
"Kalau teman nya tidak mungkin, karena Tante Tiara kelihatan nya sangat risih. Sementara pak kin yang membawa Tante Tiara berbicara." ucap Riska.
Mereka kembali lanjut bersenang-senang menikmati acara.
Sementara Mile sudah tidak Betah berada di kampulan bapak-bapak, ada juga yang muda namun dia rasa Pembicaraan mereka membuat Mile Bosan.
Dia mencari istri nya. Dia melihat Tiara yang sangat asik berbincang-bincang dengan Bu Vina.
"Kenapa mereka kelihatan n sangat akrab yah? Aku sudah bilang beberapa kali kalau Tiara tidak perlu terlalu dekat dengan Wanita itu!" ucap Angga dalam hati.
__ADS_1