
"Pertama kali bertemu dengan ku penampilan nya sangat berbeda dengan yang sekarang, dia pasti sengaja menguji Aku." ucap Tiara.
"Dan sekarang dia terlihat sangat tampan sekali." batin Tiara senyum sendiri.
Dia akhirnya tidur menatap wajah Suaminya.
Mile tiba-tiba bangun karena merasa ada yang berat'di dada nya. Dan ternyata itu adalah Tiara.
Dia tersenyum melihat istrinya yang semakin mepet agar di peluk oleh nya. "Tiara tangan saya sangat pegal sekali." ucap Mile.
"Aku ingin tidur di sini." ucap Tiara.
"Tapi tangan saya sangat sakit." ucap Mile. Karena dari tadi dia membawa barang-barang yang lumayan berat.
"Aku tidak mau tau. Pokoknya aku mau tidur di sini." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang. Akhirnya di pasrah.
Keesokan harinya Tiara sedang mengambil kan pakaian untuk suami nya.
"Pakai yang ini saja." ucap Tiara pada suami nya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Apa tidak ada yang lain? Saya hanya minum dengan teman lama." ucap Mile.
"Semua nya sudah kotor. pakai yang ini saja agar terlihat Tampan." ucap Tiara. Mile akhirnya pasrah pada pilihan istri nya.
"Sini aku bantu." ucap Tiara membantu merapikan kerah suami nya.
"Sudah selesai. Kamu berangkat gih." ucap Tiara. Mile Heran dengan sifat istri nya. "Jangan hiraukan aku, aku bisa mengurus diri sendiri." ucap Tiara.
"Kamu yakin baik-baik saja?" tanya Mile. Tiara mengangguk.
"Ya udah berangkat sana, aku juga mau siap-siap. have fun yah Suami ku.". ucap Tiara memaksa Suaminya Keluar.
Mile Keluar dia seketika ragu meninggalkan istri nya sendiri. Dia masuk lagi namun tiba-tiba berhenti.
"Kamu tidak boleh lupa kalau istri mu bisa merawat diri sendiri kalau ada uang. Kamu tidak perlu khawatir Mile." ucap nya pada diri sendiri.
Akhirnya dia pun pergi. Dia meninggal Kan penginapan.
"Humm akhirnya aku bisa belanja juga. Aku sudah lama ini ke mall yang ini. Aku harus ke sana sekarang juga." ucap Tiara dia sangat bersemangat sekali.
Dia berdandan sangat cantik. Setelah sudah cantik dia kebingungan memilih sepatu yang Akan di pakai.
"Humm pakai yang ini saja lah, aku akan membeli yang lebih cantik." ucap nya dia pun keluar.
Dia tidak berhenti tersenyum karena sangat senang sekali.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di mall.
"Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, aku akan membeli apa yang selama ini tidak bisa Aku beli." ucap nya.
__ADS_1
Mile juga baru sampai di sana. Namun ternyata Bili sudah menunggu nya.
"Haii bro." sapa Mile.
"Haii.. Akhirnya kamu datang juga. Nih kenalin nama nya Dea. Ini Bela." ucap Bili dia datang bersama dua wanita cantik.
"Mereka seperti nya bukan orang Indonesia." ucap Mile.
"Humm benar banget, dia asli orang sini." ucap Bili.
"Perkenalkan ini Mile, dia Teman baik aku dari dulu jaman kuliah. dia kuliah S 1 di sini." ucap Mile memperkenalkan Mile pada kedua wanita itu.
Mile tersenyum dia menyalim tangan mereka.
"Bela ini adalah pacar ku, kamu bisa mendekati Dea saja." bisik Bili. Mile hanya diam saja.
"By the way where do you live?" tanya Dea pada Mile menanyakan tinggal di Mana.
"I'm only here on vacation, now I live in Indonesia." ucap Mile.
"Oh. Then can I get your phone number?" tanya Dea meminta nomor telepon Mile.
"Sebaiknya kita memesan minuman dulu." ucap Mile. Dia menolak dengan halus. Wanita itu langsung paham namun dia tidak berhenti mendekati Mile.
Sampai pada akhirnya Bela dan dea harus pergi karena kerja.
"Until we meet again, my dear." ucap Bili mencium pipi Bela.
Mile hanya tersenyum saja.
"Byee...." akhirnya mereka pergi juga. Mile menghela nafas panjang.
"Kamu tidak berhenti yah menjodohkan aku dengan orang lain? Aku Kesal sekali." ucap Mile. Bili tertawa kecil.
"Ayolah bro lupakan masa lalu, tidak ada gunanya kamu menunggu dia lagi." ucap Bili.
"Aku tidak mau membahas nya. Ini sudah jam 12 Siang aku harus pulang." ucap Mile.
"Eits tunggu dulu. Semalam kamu janji akan membawa teman kamu, kenapa dia tidak kamu ajak?" tanya Bili.
"Dia ada kesibukan sendiri." ucap Bili.
"Kalau begitu ayo Makan Siang dulu." ucap Bili.
"Aku tidak bisa." ucap Mile.
"Kalau kamu tidak mau, bawa Aku ke penginapan kamu." ucap Bili.
Mile menghela nafas panjang. "Baiklah, di Mana kita Akan Makan." ucap Mile.
__ADS_1
"Ikuti aku." ucap Bili. Mereka cukup jauh untuk mencari makan siang saja.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.
Namun Mile kaget sekali melihat ternyata istri nya Makan di sana juga.
Mereka duduk lumayan jauh dari sana.
"Wanita itu cantik juga yah. Pantesan saja dari tadi kamu melihat nya ke arah sana." ucap Bili pada Mile. Karena Mile tidak berhenti menatap ke arah Tiara.
"Emm aku tidak melihat nya." ucap Mile.
Bili langsung berdiri.
"Excuse me, miss, are you alone? May I join?" tanya Bili dengan percaya diri menawarkan diri untuk bergabung.
Tiara tersenyum.
Bili pun duduk di depan Tiara.
"Seperti nya kamu orang Indonesia. apa tebakan saya benar?" tanya Bili.
"Kakak bisa bahasan Indonesia juga? Wahh kebetulan banget yah." ucap Tiara langsung.
"Kalau Boleh tau nama kamu siapa?" tanya Bili. "Nama saya Tiara." ucap Tiara menyalim tangan Bili.
Sementara Mile yang melihat mereka terlihat sangat akrab membuat nya terbakar api cemburu.
Mile langsung mengirim kan pesan pada Tiara.
"Sebentar yah, saya membalas pesan dulu." ucap Tiara. Bili mengangguk.
"Yang duduk bersama kamu adalah teman saya, kamu jangan terlalu akrab dengan nya. Dia adalah pria mata keranjang, dan jangan sampai tau kalau kita kenal." ucap Mile.
Tiara langsung mencari keberadaan Suami nya. Dia melihat Mile yang sudah menatap nya dengan tajam.
"Kamu lihatin apa sih?" tanya Bili.
"Owh enggak kok. aku hanya menunggu pesanan ku belum datang juga." ucap Tiara. "Kalau begitu saya boleh menemani kamu Makan?" tanya Bili.
"Lalu bagaimana dengan teman kakak?" tanya Tiara.
"Loh kok kamu tau, saya bersama teman saya?" tanya Bili..
"Aduh hampir keceplosan lagi." batin Tiara.
"Humm aku melihat kakak tadi datang berdua." ucap Tiara.
"Oohhh. dia sebenarnya lebih suka sendiri. jadi tidak masalah." ucap Bili.
__ADS_1
Mereka semakin akrab. Mile membuat pesan lagi namun tidak di balas oleh Tiara, dia semakin membuat suami nya cemburu.
Di malam hari nya Tiara baru saja pulang. Dia menghidupkan lampu dia sangat terkejut melihat Mile duduk di sofa dan kegelapan.