
"Pah Tiara sedang sakit, jangan mengatakan itu sekarang, kasihan dia kesakitan." ucap Bu Vina.
"Sungguh keras kepala, saya tidak meminta dia melakukan apapun namun mengurus diri sendiri saja tidak bisa." ucap pak Daniel.
Tiara mendengar itu hanya bisa diam. Dia tidak tau salah nya di Mana, dia merasa tidak melakukan dengan sengaja membuat nya sakit.
"Saya yang salah Tuan, saya tidak bisa menjaga non Tiara dengan baik " ucap Bibik Ja.
"Kalau terjadi apa-apa dengan calon Cucu saya, saya tidak akan memberikan Bibik bekerja di rumah Mile." ucap Pak Daniel. Tiara yang mendengar itu langsung memalingkan pandangannya.
"Dok aku ingin istirahat terlebih dahulu." ucap Tiara. "Maaf kan saya Tuan, lebih baik kita berbicara di luar. Non Tiara akan istirahat." ucap dokter.
"Kamu tunggu di luar yah nak, kamu gak apa-apa kan? Kalau butuh sesuatu panggil saja." ucap Bu Vina mengelus rambut Tiara.
Tiara tersenyum. "Kamu jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tidak penting." ucap Bu Vina. Dia mencium kening Tiara.
"Kamu harus sembuh Tiara! Jangan membuat kamu selalu sakit seperti ini." ucap pak Daniel. "Baik Pah." Tiara menganguk.
"Sudah Pah. sudah ayo kita keluar." ucap Bu Vina.. Mereka semua meninggalkan Tiara di ruangan itu.
Tiara mengambil air minum. Menghabis kan nya begitu banyak agar dia tidak mual. Dia bersandar di tempat tidur nya itu.
"Handphone ku mana yah?" ucap Tiara. Dia mencari Ponsel nya namun tidak mendapatkan nya.
"Seperti nya ketinggalan di rumah." batin Tiara dia menutup mata nya karena tiba-tiba pusing.
"Kenapa sangat aneh sekali yah badan ku? Semenjak dokter itu yang memberikan vitamin badan ku terasa sangat Aneh." ucap Tiara.
"Biasanya aku tidak pernah sakit seperti ini, namun kenapa tiba-tiba seperti ini." ucap Tiara.
__ADS_1
Di kantor Rafi masih sibuk dengan pekerjaan nya, dia terlihat sangat fokus menyelesaikan semua nya.
Sementara di tempat lain Rafi dan Nada baru saja sampai di restoran untuk makan siang.
"Kamu yakin gak mau ke rumah Calon mertua kamu? Aku gak apa-apa kok, setidaknya kamu tidak mengingkari janji kamu." ucap Alisa.
Rafi menatap wajah Alisa.
"Sekali saya bilang tidak yah tidak, saya tidak akan mau ke sana." ucap Rafi.
"Bagaimana kalau mereka mencari kamu, dan karena kamu tidak datang mereka marah dan melaporkan kepada orang tua kamu?" ucap Alisa.
Rafi menghela nafas panjang. "Saya bilang saya tidak akan membahas nya lagi." ucap Rafi langsung Makan.
"Tapi aku tidak ingin karena ini hubungan kamu dengan keluarga kamu tidak baik." ucap Alisa. Rafi menghela nafas menunduk kan kepala nya menghentikan makan nya.
"Kamu pergi hari ini ke sana seperti janji kamu, lagian hanya untuk berkumpul kan? Tidak ada yang salah sama sekali, aku tidak Keberatan kok." ucap Alisa.
Rafi sangat berat meninggalkan Alisa di sana. Namun dia harus pergi.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah Enjel. "Sayang... Akhirnya kamu datang juga. Mamah sama papah udah nungguin di dalam." ucap Enjel mau memeluk Rafi namun Rafi menolak nya.
"Ayo langsung masuk saja." ucap Rafi. Enjel terdiam sejenak. Dia dan adik nya tengah duduk bersama di depan. Dia menggandeng tangan Rafi dan setelah itu mereka masuk.
Kedatangan Rafi sangat di sambut dengan baik, Rafi jadi canggung sekali.
"Silahkan di Minum Teh nya nak Rafi. Tante dan Om Fikir kamu tidak jadi datang karena ada kerjaan mendadak." ucap Mamah nya Enjel.
"Aku tidak bisa lama-lama Tante." ucap Rafi. "Loh kok gitu sih? Tante ingin membuat acara kecil-kecilan makan malam bersama mengucap kan rasa syukur dan meminta doa agar hubungan kamu dengan Enjel langgeng, acara pertunangan kalian nanti lancar." ucap Mamah Enjel.
__ADS_1
"Saya meninggalkan pekerjaan saya Siang ini Tante om," ucap Rafi. "Untuk hari ini saja Nak, Tante dan Om sangat ingin kamu ikut berkumpul."
Rafi melihat wajah mereka dia juga tidak tega. "Baiklah Tante." ucap Rafi. Mereka terlihat sangat senang sekali.
Cukup lama mereka berbincang-bincang di ruang tamu. Enjel dan Mamah nya harus menyiapkan banyak makanan untuk acara nanti.
"Apa Orang tua saya sudah Om kabari?" tanya Rafi yang duduk dengan calon mertua nya. "Sebaiknya mereka tidak perlu datang. Saya tidak ingin suasana di sini canggung. Karena ketika dengan orang tua kamu. Kamu seperti nya banyak diam." ucap papah nya Enjel.
"Bukan nya Om mau ikut campur atau sok tau, tapi Om lebih suka wajah kamu seperti ini, tidak dingin, berbicara dengan lancar Tampa gugup sama sekali." ucap Papah Enjel.
"Maaf kan keluarga saya tidak membuat Om dan keluarga tidak nyaman." ucap Rafi. "Enggak begitu kok, kami tidak mempermasalahkan itu."
"Kamu tidak perlu canggung pada Om, Tante Atau keluarga Om yang lain nya. Ketika kamu tidak suka atau mau protes apapun silahkan. Jangan di simpan dalam hati."
Rafi tersenyum dia sangat tersentuh dengan kata-kata pria paruh baya yang di depan nya itu.
"Sudah lama saya tidak mendengar kata-kata ini." batin Rafi.
"Kenapa kok malah senyum-senyum begitu. Ini adalah pertama kali nya kamu ke rumah Om, agak sedikit canggung tapi kalau sudah lama kamu pasti sangat akrab."
"Terimakasih banyak pak sudah mau baik pada saya." ucap Rafi. "Enjel adalah Anak pertama Om. Jadi Om sangat percaya pada kamu. Om yakin kamu pasti pria yang bertanggung jawab."
Rafi terdiam. "Enjel mempunyai sifat yang sedikit egois, bahkan tidak bisa di bilang sedikit karena dia memang egois, namun Om harap kamu Sabar, di Balik sifat egois nya dia adalah wanita yang baik, dia wanita yang setia. Dan dia sangat penurut kepada orang tua, dan Om yakin dia akan nurut sama kamu."
Rafi hanya bisa tersenyum, karena dia tidak bisa mengiyakan kata-kata itu, karena itu hanya kebohongan, dia tidak akan bisa menjaga Enjel karena dia tidak bisa mencintai Enjel.
"Oh iya bagaimana pekerjaan kamu? Om dengar kamu memiliki bisnis baru."
Rafi mulai mau banyak berbicara. Mereka terlihat sangat kompak sekali, Enjel dan Mamah nya yang melihat itu sangat senang sekali.
__ADS_1
"Ketika wajah Rafi tidak dingin dan tidak kaku dia sangat Tampan yah Mah." ucap Enjel. Mamah nya tersenyum. "Kamu sangat Cocok pada nya, tampan, kaya, baik, sopan dan juga tidak banyak protes. Semoga kamu bahagia dengan dia." ucap Mamah nya.
Mampir dong ke karya ku yang baru. Pembaca nya Masih sepi. Judul nya. "Janda muda dan Brondong Kaya.