Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 174


__ADS_3

Dia berbaring di kasur.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Bibik Ja datang mengetuk pintu kamar.


"Masuk!" ucap Tiara.


"Maaf non menganggu istirahat nya, ini buah untuk non Tiara, ada cemilan juga." ucap Bibik Ja.


"Wahh enak banget nih bik, terimakasih banyak yah bik." ucap Tiara. Bibik Ja mengangguk.


"Kalau begitu Bibik keluar dulu yah Non." ucap Bibik Ja dia pun keluar. Tidak beberapa lama Mile keluar dari kamar mandi.


"Kamu Makan apa?" tanya Mile. "Bibik membawakan aku cemilan, kamu mau cobain?" tanya Tiara. Mile Menggeleng kepalanya. "Lebih baik kamu makan sampai kenyang saya sudah sangat senang." ucap Mile.


Tiara tersenyum. "Aku sudah menyiapkan pakaian untuk kamu di atas sofa." ucap Tiara. Mile menganguk.


Tidak beberapa lama Mile sudah rapi dan sangat tampan sekali.


"Sebelum kamu berangkat kita bisa makan malam bersama dulu gak? Aku ingin makan sama kamu." ucap Tiara.


Mile melihat jam.


"Boleh. Kalau begitu ayo kita ke meja makan." ucap Mile. Mereka pun turun ke bawah sama-sama.


"Bik kak Bili mana?" tanya Tiara setelah sudah di meja Makan.


"Seperti nya istirahat di kamar non." ucap Bibik.


"Oohhh." ucap Tiara.


"Panggil kan dia ke sini bik," ucap Mile.


"Saya tidak berani Tuan. Seperti nya dia sangat lelah." ucap Bibik Ja. "lalu kedua teman wanita nya mana?" tanya Mile. Tiba-tiba Tiara mencubit telinga suami nya.


"Auh! Auh sakit.." rintih Mile. "Dasar pria gatal." ucap Tiara kesal.


"Salah saya apa Tiara? Kenapa kamu melakukan nya pada saya?" tanya Mile. "Masih nanya salah apa? giliran aku Saja berbicara dengan laki-laki kamu sudah cemburu. Sekarang berani-beraninya kamu bertanya dia wanita di depan ku." ucap Tiara.


"Maksud saya menanyakan itu karena mereka menginap di sini, saya ingin mengajak mereka Makan bersama." ucap Mile.


Namun tiba-tiba Tiara menarik lagi telinga Mile. "Makan bersama? Kamu mau cuci mata kan melihat perempuan bule itu!" ucap Tiara.

__ADS_1


"Bukan Tiara." ucap Mile. "Lalu kenapa? Untuk apa?" ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.


"Baiklah saya tidak akan bertanya lagi, ayo lanjut makan." ucap Mile. Bibik Ja yang melihat itu hanya bisa senyum-senyum sendiri. Baru kali ini dia melihat Mile yang sangat Sabar menghadapi istri nya.


"Aku tidak berselera untuk makan." ucap Tiara mau pergi namun di tahan oleh suami nya.


"Saya minta maaf. Sekarang Makan, saya mau berangkat kerja." ucap Mile. "Kamu ngeselin banget tau gak Sih!" ucap Tiara.


"Kalau kamu belum puas menarik telinga saya, lakukan lagi Sampai puas, tapi jangan berhenti Makan." ucap Mile.


Tiara membuang nafas dengan kasar.


"Dasar pria genit!" ucap Tiara lagi dia melanjutkan makan campur rasa kesalnya.


Mile melihat istrinya hanya bisa Sabar.


"Pelan-pelan Makan nya." ucap Mile. "Tidak perlu perduli kan aku, karena aku tidak cantik lagi, dan gendutan kamu ingin melirik wanita lain!" ucap Tiara.


Mile tidak bisa mengatakan apapun. Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan.


"Saya berangkat yah." ucap Mile. Tiara menyalim tangan suami nya.


Tiara memaksa untuk memasang wajah tersenyum. "Jangan menunggu saya, istirahat yang cukup, jangan bergadang." ucap Mile.


"Baiklah." ucap Tiara. Mile mencium kening istrinya dan langsung pergi bersama bodyguard nya. Dam semua pengawal yang biasa ikut dengan nya.


"Regi!" panggil Tiara. mereka langsung berdiri di samping Tiara. "Baik Non, ada yang bisa kamu bantu?" tanya Megi.


"Saya memanggil Regi, bukan Megi." ucap Tiara.


Mereka berdua diam. "Ada kegiatan apa hari ini suami saya?" tanya Tiara. "Saya tidak tau pasti non, yang saya tau dia ada pertemuan dengan keluarga Kin hari ini." ucap Regi.


"Keluarga Kin?" ucap Tiara.


"Iyah Non, keluarga Kin musuh terbesar keluarga Minor." ucap Regi.


"Kalian berdua tidak bisa bohong lagi kepada saya. Lebih baik jujur sebenarnya pekerjaan Mile Apa?" tanya Tiara.


Kedua nya langsung terdiam menunduk kan kepala nya.


"Jawab! kenapa kalian hanya diam saja." ucap Tiara.

__ADS_1


"Seperti yang non tau, pekerjaan Tuan Mile pengusaha muda, pebisnis yang besar." ucap Regi.


"Bohong! Kenapa semua orang mencoba menyembunyikan pekerjaan utama keluarga Minor ini?" ucap Tiara.


Kedua nya langsung diam.


"Kalian sama sekali tidak bisa di andalkan." ucap Tiara dia pun meninggalkan mereka dan masuk ke dalam. Dia kaget melihat dua wanita Bule yang sangat cantik duduk di ruang tamu.


Kedatangan Tiara mereka langsung berdiri dengan Sopan mereka meminta ijin untuk duduk di sana. Tiara sangat salut dengan kesopanan mereka. Namun karena suami nya tadi dia sedikit kesal.


Tiba-tiba Bili datang. "Tiara untuk hari ini bisa kan saya dengan teman saya menginap di sini?" ucap Bili. "Boleh kok." ucap Tiara.


"Tempat pekerjaan kami sangat dekat dari sini." ucap Bili. Tiara tersenyum. "Tidak apa-apa, anggap Saja seperti rumah sendiri." ucap Tiara.


"Teman saya tidak bisa berbahasa Indonesia, kamu Bisa berbicara dengan aku saja." ucap Bili. Tiara tertawa kecil.


"Kakak bisa saja." ucap Tiara.


"Selama tinggal dengan Mile bagaimana? Apa sangat banyak ujian?" ucap Bili. "Humm tidak terlalu banyak sih, hanya saja sedikit galak." ucap Tiara.


Bili tertawa. "Usia kandungan kamu sudah berapa bulan?" tanya Bili. "Hampir empat Bulan Kak." jawab Tiara.


"Oohh. Apa sudah di periksa jenis Kelamin nya?" tanya Bili.


"Belum kak. Semua nya tergantung persetujuan Mertua ku." ucap Tiara.


Bili terdiam. "Oh iya kak, kakak sudah berteman lama dengan Mile dan sudah mengenal sama Keluarga ini. Kalau pewaris yang di cari di keluarga Minor laki-laki atau perempuan?" tanya Tiara.


"Loh kamu belum tau?" tanya Bili. Tiara menggeleng kan kepala nya. "Pewaris adalah anak laki-laki, setau saya kalau perempuan tidak di terima, bisa jadi kalau anak kamu perempuan dia akan di asing kan." ucap Bili.


"Sudah ku duga." ucap Tiara.


"Bagaimana hubungan kamu dengan mertua kamu baik-baik saja kan?" tanya Bili.


"Cukup baik kok, aku juga kurang dekat dengan mereka." ucap Tiara. "Kamu harus lebih banyak bersabar menghadapi sifat Mertua kamu yah." ucap Bili.


"Kenapa seperti itu kak?" tanya Tiara. "Pak Daniel adalah orang yang cukup tegas. Kalau suatu saat kita melakukan sedikit kesalahan, kita akan menerima hukuman yang benar-benar tidak pantas." ucap Bili.


"Aku sendiri sudah pernah merasakan itu. Pada hari itu Mile sangat sedih karena mantan pacar nya, aku memilih untuk membawa nya ke Club untuk menenangkan Fikiran. Namun Ketahuan oleh pak Daniel dan aku di hukum." ucap Bili.


Mendengar itu Tiara terdiam. Ternyata mertua nya sangat ketat kepada suaminya.

__ADS_1


__ADS_2