Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 10


__ADS_3

"Kamu sudah cinta sama aku? aku gak salah dengarkan?" tanya Desta sambil tersenyum.


"Mmm... Kak aku jadi malu." Sahut Khalisa.


"Kenapa harus malu? coba jawab! dan ulangi aku mau dengar!" sahut Desta.


"Ya aku udah cinta sama Kakak, mmm.." Sahut Khalisa sambil menunduk.


"Lihat aku sayang, aku juga sama mencintai kamu," sahut Desta sambil tersenyum menatap Khalisa.


🍁🍁🍁


Khalisa tidak kuat jika melihat tatapan Desta yang sangat tajam, membuat dia tak ingin berhenti tersenyum.


"Kalau mau senyum, senyum saja sayang, jangan dipaksa!" sahut Desta mengedipkan mata ke Khalisa.


"Kak, aku udah kenyang, ayo kita jalan!" Ajak Khalisa sambil gerogi.


"Mau kemana?" tanya Desta.


"Kesana!" jawab Khalisa.


"Kesana mana?" Desta terus meledek sambil menatap Khalisa dan mengedipkan mata.


"Kesitu! eh... Kakak sih, aku jadi salah ngomong kan," sahut Khalisa.


"Ha-ha-ha, kamu lucu banget sih, ya udah ayo!" ajak Desta menggandeng Khalisa.


Ya Allah, kenapa aku gak kuat ya natap matanya Ka Desta, tajam banget bikin aku jadi salah tingkah.


🍁🍁🍁


Desta dan Khalisa kembali ke mobil, disepanjang perjalanan mereka banyak bicara. Desta ingin mengajak Khalisa untuk bulan madu ke Bali, sebagai tanda hadiah pernikahan untuk Khalisa, padahal Desta udah banyak memberi hadiah, seperti rumah, perhiasan, uang, dan lain-lain.


"Kamu mau kita bulan madu kemana?" tanya Desta.


"Bulan madu Kak? kemana ya Kak?" tanya Khalisa.


"Kok malah nanya balik sih? iya kamu mau kemana? luar negeri? atau kemana?" sahut Desta.


"Di rumah aja Kak, aku gak enak, Kakak udah banyak bahagiakan aku," sahut Khalisa.


"Enggak, enggak! pokoknya kamu harus pilih! sebagai hadiah pernikahan kita." Jawab Desta.


"Kakak kan sudah ngasih hadiah, ini saja sudah cukup Kak," sahut Khalisa.


"Please jangan bantah aku yah! kamu pilih sekarang," sahut Desta sambil tersenyum.


"Terserah Kakak deh," sahut Khalisa.


"Kok terserah aku? gimana kalau kita Bali aja?" sahut Desta.

__ADS_1


"Iya sudah, aku mau Kak." Jawab Khalisa.


"Jika kamu berubah pikiran, misalkan ingin ke tempat lain, aku pasti nurut." Sahut Desta.


"Makasih ya Kak," sahut Khalisa.


"Sama-sama sayang, apapun akan aku kasih, buat istri tercintaku." Sahut Desta.


🍁🍁🍁


Desta dan Khalisa telah sampai di rumah barunya, disana sudah ada satpam yang bernama Pak Jamal, dan pembantu rumah yang bernama Bi Aning. Bi Aning dan Pak Jamal suami-istri.


"Pak Jamal, ini istri saya, Khalisa." Sahut Desta.


"Iya Aden, Bapak sudah tahu, kan kemarin sempat datang kepernikahan sama Bi Aning." Jawab Pak Jamal.


"Oh iya, saya lupa Pak," sahut Desta.


"Bi, ini istri saya Khalisa," sahut Desta.


"Iya Aden, sudah lihat kemarin, cantik yah serasi sama Aden mah, he-he-he." Jawab Bi Aning.


"Bibi bisa aja," sahut Khalisa malu-malu.


"Sayang kamu mau lihat-lihat sekeliling rumah dulu? aku mau ke kamar, sini kopernya! Bi tolong kasih tahu Khalisa ya ruangan-ruangannya!" Jawab Desta.


"Siap Aden, ayo Non," ajak Bi Aning.


Ya Allah, Kak Desta ngasih rumah besar banget, aku jadi gak enak sama Kak Desta.


🍁🍁🍁


"Maaf ya Umi, baru ngabarin, baru aja sampai Umi, mungkin handphone Kak Desta lowbet Umi." Jawab Khalisa.


"Iya tidak apa-apa, Umi dan Bundamu khawatir, coba Umi mau ngomong sama Desta bisa?" minta Umi Sarah.


"Tadi Kak Desta izin tidur Umi, soalnya ngantuk katanya," sahut Khalisa.


"Astaghfirlullah, itu tidur terus, bukannya sampai rumah mesra-mesraan bikin cucu, malah tidur, coba Neng handphonenya kasih ke Desta, bangunin aja!" perintah Umi Sarah.


"Iya Umi, Khalisa ke kamar dulu yah!" Sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Khalisa masuk kamar, dan melihat Desta sedang tertidur lelap. Khalisa membangunkannya dan memberi handphonenya ke Desta.


"Iya Mi, kenapa?"


"Kenapa-kenapa, kamu sudah sampai bukannya kabarin Umi, malah tidak aktif handphonemu, terus sampai kenapa tidur?" sahut Umi Sarah.


"Desta ngantuk banget Umi, badan lemas." Jawab Desta.

__ADS_1


"Kalau kerjaan kamu tidur mulu, kapan mau belah durennya Desta?" sahut Umi Sarah.


"Astaghfirlullah, iya Umi nanti yah Desta belah duren, nanti ya Mi, besok Desta mau bulan madu ke Bali ya Mi," sahut Desta.


"Ke Bali? bagus kalau gitu! ya sudah, Umi doakan supaya Khalisa cepat hamil yah, Umi kepengen cucu." Sahut Umi Sarah.


Ya Allah, belah duren, aduh gimana nih? aku takut belum siap.


"Sayang, ini handphone kamu! maaf yah Umi agak bawel mulutnya." Sahut Desta menghampiri Khalisa.


"Ya Allah, kok kamu keringatan gini kenapa?" Desta mengambil tisu sambil mengusap keringat Khalisa.


"Kak, aku belum siap buat belah duren, aku takut!" sahut Khalisa.


"Ya Allah, jadi kamu mikirin itu? aku ngerti sayang gak apa-apa kok, lagian aku juga ngelakuinnya kan pelan-pelan sayang," sahut Desta.


"Pas di Bali aja ya Kak, aku benaran belum siap!" Sahut Khalisa.


"Iya sayang, gak apa-apa! asal jangan kelamaan yah! aku juga pengen punya anak dari kamu sayang," sahut Desta memegang perut Khalisa.


"Kak, aku janji! kalau sudah siap aku akan bilang ke Kakak, kalau misalkan aku siap malam ini, aku bilang Kak," Sahut Khalisa.


"Iya sayang, kamu jangan pernah malu sama aku, karena aku suami kamu, jadi tolong jangan pernah sembunyikan apapun dari aku yah!" sahut Desta memegang tangan Khalisa.


"Makasih ya Kak, kakak udah mau mengerti, aku bahagia punya suami yang baik kaya Kakak." Sahut Khalisa.


"Kita salat ashar yuk, kita jamaah." Ajak Desta.


🍁🍁🍁


Khalisa dan Desta salat berjamaah bersama, sungguh beruntungnya Khalisa memiliki suami soleh, pintar mengaji. Membuat Khalisa merasa bersalah jika Khalisa tidak memenuhi keinginan suaminya, karena melayani suami, surga untuknya. Desta habis mengaji dan membaca Al-quran, sangat menyentuh hati dan membuat Khalisa bersalah karena belum melayaninya. Khalisa menghampiri Desta yang tersenyum padanya.



"Kak, aku mau bicara," sahut Khalisa.


"Kamu mau bicara apa sayang?" tanya Desta sambil tersenyum dan memandangi Khalisa.


"Setelah aku pikir-pikir, aku siap Kak," Sahut Khalisa.


"Siap apa sayang?" tanya Desta.


"Ya siap, siap Kak, he-he." Jawab Khalisa.


"Siap apa?" tanya Desta.


"Tahu ah, Kakak gak peka banget sih!" sahut Khalisa berdiri dan cemberut.


"Jangan marah dong!" Desta merangkul Khalisa dan memegang pinggang Khalisa. Khalisa bergetar saat tangan Desta memegang pinggangnya.


"Aku gak marah Kak," Khalisa berbalik badan ke depan menghadap Desta. Desta terus memandangi wajah Khalisa dengan senyuman.

__ADS_1


"Kita ganti baju dulu yuk, aku gak enak pake baju Koko gini, kamu juga ganti baju gak usah pakai hijab yah, kan buat suami kamu ini, bukan buat orang lain," Desta membisiki telinga Khalisa.


Bersambung...


__ADS_2