
Gak lama Umi datang lagi ke rumah sakit bersama Abi Mahmud. Umi pun sedih melihat keadaan Khalisa.
"Assalamu'alaikum," sahut Umi Sarah dan Abi Mahmud.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Desta.
"Gimana keadaan istri kamu?" tanya Umi Sarah.
"Alhamdulillah, baikan Umi, cuma dua atau tiga hari harus baru boleh pulang," sahut Desta.
"Kamu ya sabar ya Desta, semangatin istri kamu," sahut Abi Mahmud.
"Umi bawa bubur buat Khalisa, sama makanan buat kamu, pasti kamu lapar yah," sahut Umi Sarah.
"Alhamdulillah, makasih Umi," sahut Desta.
"Sama-sama, istri kamu pasti syok banget, sabar ya Neng, Allah pasti siapkan yang terbaik buat kamu nanti!" sahut Umi Sarah mencium kening Khalisa yang sedang tidur.
"Kamu makan dulu Desta, nanti kamu sakit!" perintah Abi Mahmud.
"Iya Abi, Abi sama Umi udah makan?" tanya Desta.
"Sudah, kamu jangan pikirkan kami, yang penting kamu dan Khalisa," sahut Umi Sarah.
🌷🌷🌷🌷
Di kediaman rumah Syifa. Syifa cerita semua ke Emaknya, Emaknya sampai nangis mendengar cerita Syifa dan tahu Khalisa keguguran.
"Gimana Neng, kabar Khalisa?" tanya Emaknya Syifa.
"Syok banget Umi, bayinya ke guguran, hiks-hiks," sahut Syifa menangis.
"Astaghfirullah, kasihan Khalisa, ya Allah, kenapa berat sekali cobaannya, besok Emak mau jenguk!" sahut Emaknya Syifa.
"Iya Mak, bareng Syifa yah!" sahut Syifa.
"Semoga Khalisa tabah ngejalaninnya dan selalu kuat, siapa tahu cepat hamil lagi, Aamiin..." sahut Emaknya Syifa.
🌷🌷🌷🌷
Di kediaman Maryam, Bunda Maryam melamun memikirkan Khalisa, kenapa berat banget cobaannya.
"Bun, belum tidur?" tanya Ayah Umar.
"Belum Bisa, gak bisa tidur Yah, Bunda masih memikirkan Khalisa, berat sekali cobaan hidup dia!" sahut Bunda Maryam.
"Iya Bun, kita harus menerima takdir Allah, jadi kita harus ikhlasin, Ayah yakin, Khalisa wanita yang kuat dan tegar." Sahut Ayah Umar.
"Kemarin masalah Umi, Desta, sekarang dia yang dirawat, sampai kapan masalah dia selesai Ayah," sahut Bunda Maryam.
"Bunda doakan saja, semoga masalah Khalisa cepat selesai," sahut Ayah Umar.
"Iya Ayah," sahut Bunda Maryam.
"Mba, besok mau ke rumah sakit lagi?" tanya Mirna.
__ADS_1
"Iya mau jenguk Khalisa, kabarnya gimana, kamu ikut lagi? Ayah ikut?" tanya Bunda Maryam.
"Iya Mba, aku ikut! biar si Raja sama Dewa sama Ayahnya." Sahut Mba Mirna.
"Ayah gak bisa ikut, besok ada acara pengajian, salam aja buat Khalisa ya Bun," sahut Ayah Umar.
"Iya, yah, gak apa-apa, nanti Bunda salamin!" sahut Bunda Maryam.
🌷🌷🌷🌷
Umi, Desta, dan Abi Mahmud menginap di rumah sakit, Umi dan Abi Mahmud tidur di Shofa, sedangkan Desta sambil duduk dekat Khalisa. Mereka bertiga tertidur lelap. Khalisa bangun melihat mereka bertiga jadi sangat sedih, Khalisa tidak mau membangunkan mereka.
Ya Allah, Umi, Abi, Kak Desta, sampai ketiduran gini nunggu aku, hiks-hiks, maafin aku yah, hadiah cucu buat kalian gugur, aku jadi sedih gak bisa bahagiakan kalian.
"Sayang, kamu bangun? hey, kenapa lagi? kok malah nangis?" tanya Desta.
"Aku sedih sayang, lihat Umi dan Abi, mereka mengharapkan cucu, tapi malah gugur, aku jadi gagal membuat mereka bahagia," sahut Khalisa.
"Kok kamu gitu? jangan gitu sayang, mereka juga mengerti kok, kalau ini semua takdir, cobaan, jadi mereka harus ikhlas juga, meskipun berat, kamu jangan sedih terus dong!" sahut Desta.
"Semoga aku cepat dapat Dedek lagi ya sayang, biar mereka bahagia, maafin aku Umi, Abi," sahut Khalisa.
"Aamiin..." sahut Desta tersenyum.
"Mereka datang lama ya sayang, aku minta maaf malah tidur," sahut Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, mereka ngerti kok," sahut Desta.
"Akunya gak enak jadinya," sahut Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, Umi bikinin bubur, kamu makan yah, tadi aku udah makan, kasihan Umi capek masak!" minta Desta.
"Aku suapin aja yah!" jawab Desta.
🌷🌷🌷🌷
Desta menyuapi Khalisa dengan penuh kasih sayang, Khalisa tersenyum pada Desta.
"Aku mau bilang makasih, tapi Umi tidur," sahut Khalisa.
"Besok aja, gak apa-apa," sahut Desta.
"Umi sama Abi sampai bela-belain nginap sayang," sahut Khalisa.
"Iya sayang, jadi biar bisa bergantian jaga kamu," sahut Desta.
"Emang kamu mau kemana?" tanya Khalisa.
"Gak kemana-mana, takut aku tinggal salat, kamu sendirian," sahut Desta.
"Gak apa-apa sayang, emang kenapa? kan hanya salat sebentar, kasihan Umi sama Abi sampai ketiduran di shofa." Sahut Khalisa.
"Gak apa-apa sayang," sahut Desta tersenyum.
"Kepala kamu masih luka sayang?" tanya Khalisa.
__ADS_1
"Iya, gak apa-apa kok, aku masih strong, yang penting kamu gak hilang ingatan atau lumpuh, aku udah takut banget sayang," sahut Desta.
"Allah masih sayang sama kita, hanya Dedek yang diambil sayang," sahut Khalisa.
"Iya sayang, maafin aku yah, andaikan waktu itu aku teliti, tahu remnya blong, aku gak akan pakai mobil itu, lain kali aku janji bakal cek kembali, kalau aku teliti, Dedek masih ada bersama kita," sahut Desta.
"Iya sayang, semua udah terjadi, ini semua musibah dan cobaan, jangan salahkan diri kamu lagi yah, insya Allah aku ikhlas, hiks-hiks," sahut Khalisa tersenyum sambil menangis.
"Udah, udah yah! senyum!" sahut Desta menghapus air mata Khalisa.
"He-he," sahut Khalisa.
"Nah, gitu dong, gimana enak gak buburnya?" tanya Desta.
"Enak banget, aku gak bisa bikin kaya gini, waktu itu aku nyoba gagal, malah asin," sahut Khalisa.
"Gak apa-apa kok, namanya belajar, mau asin atau apa, aku tetap suka, yang penting istriku yang masak," sahut Desta.
"Dulu aku pernah masak bubur itu di Mesir, tapi gak asin, kok aku masakin kamu malah asin," sahut Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, belajar terus yah, aku selalu suka masakan kamu, apapun itu!" sahut Desta.
"Makasih ya sayang," sahut Khalisa
"Kamu sendiri udah makan belum?" tanya Khalisa.
"Udah, tadi Umi bawain ikan bakar," sahut Desta.
"Alhamdulillah," sahut Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Setelah makan Khalisa tiduran kembali, Khalisa terus memegangi tangan Desta. Desta sampai tertidur lelap, Khalisa mengusap kepala Desta sambil menetes air mata.
Kasihan kamu aku sayang, aku sedih lihat kamu, pasti kamu berat buat nerima semuanya, kamu kuatin aku, kamu coba untuk tersenyum agar aku gak sedih, padahal aku tahu, hati kamu sedih banget, yang kamu harapkan telah diambil sama Allah, kamu lelaki yang sabar, yang kuat, yang segalanya buat aku.
Gak terasa hari sudah pagi, azan pun berbunyi, panggilan untuk salat, Khalisa masih tertidur lelap. Umi bangun sambil membangunkan Abi.
"Abi, azan subuh, bangun!" colek Umi Sarah.
"Hmmm... udah subuh Mi?" tanya Abi Mahmud.
"Iya, Umi bangunin Desta dulu Bi, biar Abi sama Desta salat, Umi jagain Khalisa, nanti gantian aja!" sahut Umi Sarah.
"Iya Mi," sahut Abi Mahmud.
"Desta, bangun Desta! subuh!" sahut Umi Sarah.
"Mmmm... udah subuh Mi?" tanya Desta.
"Iya, sebaiknya kamu salat dulu sama Abi, biar Umi jagain Khalisa, nanti gantian," sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, Khalisa biar salat ta'yamum aja Mi." sahut Desta.
"Iya, nanti Umi yang bangunin!" sahut Umi Sarah.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰