
Saat sedang asyik ngobrol, bel rumah pun berbunyi, Khalisa sudah panik takut mertuanya yang datang lagi.
"Bi, siapa ya pagi-pagi udah bertamu?" tanya Khalisa.
"Biar Bibi yang buka aja ya Neng, jangan-jangan Umi," sahut Bi Aning.
"Bi, aku aja yang buka!" sahut Khalisa.
πππ
Saat Khalisa membuka pintu, ternyata Syifa. Kedatangan Syifa membuat Khalisa berdebar takut Umi Sarah yang datang.
"Astaghfirullah, ternyata lo," sahut Khalisa.
"Emang gue, emang lo kira siapa?" tanya Syifa.
"Kirain mertua gue, masuk yuk! tumben kok pagi-pagi lo kesini? emangnya lo gak kuliah?" sahut Khalisa.
"Gak ada kelas gue, gue bete kesini aja deh, he-he-he," sahut Syifa.
"Gue belum beres-beres rumah nih!" sahut Khalisa.
"Kok lo beres-beres? kan ada pembantu Lis," tanya Syifa.
"Gue gak mau bebanin semua ke Bibi, kalau semua Bibi yang ngerjain, tugas gue jadi Ibu rumah tangga apa dong? uncang-uncang kaki? gue gak bisa kaya gitu Fa," sahut Khalisa.
"Benar juga Fa, salut gue punya sahabat kaya lo!" sahut Syifa.
"Eh, lo udah sarapan belum?" tanya Khalisa.
"Belum," sahut Syifa.
"Mendingan lo sarapan dulu yah, gue masak nasi goreng, sambil nunggu gue beres-beres," sahut Khalisa.
"Gue makan sendirian gitu?" tanya Syifa.
"Iya lah, gue udah makan, gue ambilin yah!" sahut Khalisa.
"Makasih ya Lis," sahut Syifa.
"Bi, bisa ambil cucian saya di kamar gak? soalnya Saya mau nyuci ada teman," sahut Khalisa.
"Bibi aja yang nyuci ya Neng, kasihan temannya di tinggal, pokoknya beres semua Neng," sahut Bi Aning.
"Benaran Bi, makasih ya Bi," sahut Khalisa.
"Sama-sama Neng," sahut Bi Aning.
"Silakan Nona!" sahut Khalisa.
"Wah ini lo yang masak?" tanya Syifa.
"Ya gue lah, cobain!" sahut Khalisa.
"Hmmm,, enak Lis, sejak kapan lo bisa masak?" tanya Syifa.
"Lo gimana sih? gue di Mesir kan mandiri sendiri, apa-apa sendiri, ya gue belajar sendiri," sahut Khalisa.
__ADS_1
"Oh iya, gue lupa Lis, he-he-he," sahut Syifa.
"Fa, kalau mau minum, lo ambil sendiri yah! anggap aja ini rumah lo juga," sahut Khalisa.
"Gak enak gue," sahut Syifa.
"Ya elah, kaya sama siapa aja lo, minum aja ke belakang, gue tinggal dulu mau sapuin sama ngepel bentar, abis itu, gue baru temanin lo deh!" sahut Khalisa.
"Benar yah, gue mau curhat!" sahut Syifa.
"Iya, iya," sahut Khalisa.
πππ
Khalisa keluar untuk membersihkan ruang tamu dan seluruh ruangan, meskipun Khalisa memiliki pembantu, ia tetap ingin menjadi istri yang baik untuk Desta, Khalisa gak mau terlalu bebanin Bi Aning, dia memperlakukan Bi Aning seperti Ibu sendiri. Ada tukang sayur di depan, Khalisa langsung keluar untuk membeli sayuran.
"Bi, udah makan belum?" sapa Syifa.
"Silakan Neng, Bibi udah makan tadi, Neng mau nambah?" sahut Bi Aning.
"Enggak Bi, aku izin ke dapur yah, mau ambil air," sahut Syifa.
"Mau Bibi ambilin Neng?" tanya Bi Aning.
"Gak usah Bi, saya ambil sendiri aja, Bibi lanjut nyuci aja," sahut Syifa.
"Cuma dikit kok Neng pakaian Neng Khalisa sama Den Desta mah, mereka berdua mah baik, udah gitu pengertian banget," sahut Bi Aning.
"Iya Bi, kalau Khalisa saya udah kenal lama, orangnya baik banget Bi, penyabar," sahut Syifa.
"Bibi mah waktu itu Kasihan sama Neng Khalisa, waktu mertuanya datang nyuruh ia masak, sampai di bentak-bentak Neng," sahut Bi Aning.
"Neng tanyain aja sama Neng Khalisa, saya gak enak kalau banyak ceritain orang," sahut Bi Aning.
"Ya Allah, kasihan banget Khalisa, ngomong-ngomong kok orangnya gak nongol-nongol ya Bi, tadi dia bilang mau ngepel halaman, masa belum kelar-kelar, saya lihat dulu ya Bi," sahut Syifa.
"Iya Neng, takut ada apa-apa," sahut Bi Aning.
πππ
Akhirnya, Syifa keluar melihat Khalisa sedang berbelanja sayuran, Syifa geleng-geleng ketawa sambil tersenyum.
Mmm, dasar emak-emak, sama banget kaya emak gue, kalau abis ngepel atau nyapu di tinggal, ngayap ke tukang sayuran.
"Aduh Mak, beli apa Mak?" tanya Syifa.
"Gue beli sayuran, buat makan suami gue lah, lo nanti kalau berumah tangga juga bakal ngerasain kaya gue," sahut Khalisa.
"Iya, iya deh, lo mirip banget sama Nyokap gue," sahut Syifa.
"Mirip apanya?" tanya Khalisa.
"Iya kalau abis beres-beres suka ngilang, tahunya ada ditukang sayur, he-he-he," sahut Syifa.
"Ntar juga lo bakal ngerasain kok kaya gue, semua kalau berumah tangga ya seperti itu! Bi, tolong bantu siangin yah, sambil nunggu cucian, Bibi masak aja yah!" minta Khalisa.
"Iya Neng, masak apa ini?" tanya Bi Aning.
__ADS_1
"Sayur sop, ikan goreng, tahu, sama sambal, Khalisa mau Bibi yang masak, he-he-he," sahut Khalisa.
"Siap, Bibi masakin Neng," sahut Bi Aning.
"Makasih ya Bi, saya tinggal dulu," sahut Khalisa.
"Lo mau curhat apa sih? tentang Yuda?" tanya Khalisa.
"Iya, lo udah tahu kan kalau gue udah jadian, gue merasa nyaman aja sama Yuda, menurut lo terlalu cepat ya gue terima Yuda?" tanya Syifa.
"Justru malah lebih bagus, gue malah pengen lo cepat-cepat Nikah sama Yuda, jangan LDR deh, nanti malah kaya gue sama Reza, tapi gue yakin Yuda beda sama Reza," sahut Khalisa.
"Gue masih kuliah, masa gue udah nikah?" tanya Syifa.
"Ya gak masalah lah, kan lo bisa sambil kuliah, kecuali lo masih SMA, atau SMP, baru gak boleh, lo minta Ta'aruf aja sama Yuda," sahut Syifa.
"Gue belum kenal sama Yuda Lis, gue takut!" sahut Syifa.
"Lo kira gue Ta'aruf udah kenal lama sama Kak Desta? gue sama sekali gak mengenal ia Fa, tapi hati gue selalu ikhlas buat menerima insya Allah pasti akan baik-baik aja, sedangkan lo kan udah ketemu, udah ngobrol bareng, jalan bareng, artinya lo udah sedikit mengenal Yuda kan?" sahut Khalisa.
"Iya sih, tapi masa gue duluan yang bilang gue minta di Ta'aruf, muka gue mau di taro di mana?" sahut Syifa.
"Yuda sekarang tugas?" tanya Khalisa.
"Enggak Lis, kenapa emang?" tanya Syifa kembali.
"Ya Yuda kan teman baik Kak Desta, jadi biar Kak Desta yang omongin dan kasih saran, biar dia ngomong sama lo gitu," sahut Khalisa.
"Gue malu sama Kak Desta Lis, masa harus di omongin sih, harusnya ia peka dong!" sahut Syifa.
"Mungkin Yuda takut lo nolak, gak apa-apa nanti gue coba bicara sama Kak Desta yah, santai aja Kak Desta baik kok," sahut Khalisa.
"Iya Lis makasih yah," sahut Syifa.
"Sama-sama, gue ingin sahabat gue bahagia juga, bahagia gue, bahagia lo!" sahut Khalisa.
"Lis, gue mau nanya?" tanya Syifa.
"Tanya apa?" tanya Khalisa kembali.
"Emang mertua lo bawel yah? lo katanya abis di omel-omelin yah? apa benar?" tanya Syifa.
Bersambung...
Makasih teman-teman dah readersku yang tercinta udah ikutin cerita Ta'aruf Cinta sampai sini yahππ semoga ceritanya gak bosan dan bisa menghiburππ
Oh iya teman-teman dan readersku yang selalu setia menunggu cerita Ta'aruf Cinta, sambil menunggu up cerita selanjutnya kalian bisa mampir ke cerita temanku ini yang gak kalah menariknya lho,, pokoknya ceritanya bikin baper dehππ
Balas Dendam Cowok Kampungan by : Linanda Anggen.
Genre: komedi, romantis, dan action.
Sinopsis : Zeno adalah pemuda norak dan kampungan dari desa umbul jaya, dia mempunyai dendam dengan keluarga kaya di kota Jakarta. Tapi seiring berjalannya waktu dia malah jatuh cinta dengan putri musuhnya yang bernama Jessie.
Apakah Zeno berhasil membalas dendamnya atau menyerah karena mencintai anak dari musuhnya?
__ADS_1
Selamat membaca ya teman-teman dan readersku, saya mengucapkan Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin yahππππ