Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 68


__ADS_3

"Waduh jangan Neng, ini kembaliannya Neng ambil aja, yang Neng kasih kemarin aja masih ada," tolak Bi Aning.


"Bi, udah gak apa-apa, ambil yah, buat Bibi beli apa gitu," sahut Khalisa tersenyum.


"Makasih ya Neng, Bibi jadi gak enak, udah dibeliin es, duitnya dikasih juga," sahut Bi Aning.


"Gak apa-apa Bi, kalau ditolak aku marah," sahut Khalisa.


"Iya Neng, Bibi Terima, sekali lagi makasih ya Neng, Bibi ke depan dulu ya Neng kasihin es buat orang yang di depan," sahut Bi Aning.


"Siap Bi, makasih yah Bi," sahut Khalisa.


"Sama-sama Neng, permisi Neng," sahut Bi Aning.


"Iya Bi," sahut Khalisa.


"Uhuuuuy, dingin Lis," sahut Syifa naik ke atas dan menghampiri Khalisa.


"Udah renangnya?" tanya Khalisa.


"Udah ah, mau magrib juga, he-he," sahut Syifa.


"Udah puas belum?" tanya Khalisa.


"Puas banget Lis, he-he," sahut Syifa.


"Besok-besok kalau lo mau renang, renang aja yah, tempatnya udah gue kasih tahu," sahut Khalisa.


"Enggak ah, iseng kalau sendirian, sama lo aja, he-he," sahut Syifa.


"Iseng kenapa? gak ada apa-apa," sahut Khalisa.


"Bete gue, gak ada teman kaya orang hilang," sahut Syifa.


"Dasar, ya udah sana mandi gih! belok kanan dari sini yah, handuknya ada di lemari tadi, gue tunggu di meja makan yah, mau minum es campur," sahut Khalisa.


"Gak mau ah, iseng, temanin gue Lis," minta Syifa.


"Gak ada bangku di sana, ya udah gue tunggu sini yah," sahut Khalisa.


"Temanin aja Lis," minta Syifa.


"Astaga nih anak, itu dekat tinggal belok kiri," sahut Khalisa.


"Ayo ah, mau magrib nih, gue takut!" sahut Syifa.


"Ya Allah, gak ada apa-apa sih, lo kan orang Islam masa takut sih ah, ya udah ayo! gue gak bisa diri Fa," sahut Khalisa.


"Bentaran doang Lis, tungguin!" minta Syifa.


"Ya udah, ayo!" ajak Khalisa.


"Baju keringnya gimana? gue gak bawa, terus baju kotor gue gimana?" tanya Syifa.


"Nanti biar di cuci di sini aja baju kotor lo yah, lo nanti pakai baju gue aja," sahut Khalisa.


"Siapa yang cuciin? terus gue ke atas pakai apaan?" tanya Syifa bingung.


"Gampang, nanti sekalian di cuci Bi Aning di mesin cuci besok, lo pakai handuk baju ini yah, udah cepat sana mandi!" saran Khalisa.


"Handuk baju mana?" tanya Syifa.


__ADS_1


"Ini Fa, lo mau yang mana?" tanya Khalisa.


"Wah, bersih Lis?" tanya Syifa.


"Bersih lah, ini khusus abis renang aja, lo cium aja wangi gak?" tanya Khalisa.


"Iya Wangi Lis, he-he, yang ping aja boleh Lis? kalau banyak bagi gue satu dong! buat di rumah," minta Syifa.


"Ya udah, ambil aja!" sahut Khalisa tersenyum.


"Serius? yang ping boleh buat gue?" tanya Syifa kembali.


"Iya boleh, udah sana mandi, nih bawa handuk lo!" perintah Khalisa.


"Makasih ya Lis, lo baik banget sama gue," sahut Syifa.


"Iya, sama-sama," sahut Khalisa.


Gue senang Fa, bisa lihat lo bahagia juga.


🍁🍁🍁


Desta menemui Pak Jaya, Desta ingin berbicara dengan Pak Jaya, kalau ia tidak bisa mengikuti kemauan Pak Darma untuk tiga hari lagi di Jogya. Tapi saat Desta ke ruangan Pak Jaya, Pak Jaya sedang tidak ada di tempat, sedang sibuk dengan klien.


"Ada yang bisa dibantu Pak Desta?" tanya seorang sekretaris Pak Jaya di Jogja.


"Begini Mba, saya mau bertemu Pak Jaya, apa bisa ketemu sekarang?" tanya Desta.


"Pak Jaya sedang bertemu klien, ada pesan Pak Desta? mungkin ia sudah ada di kantor esok pagi," sahut Sekretaris Pak Jaya.


"Bilang aja, Pak Desta Direktur dari Jakarta, ingin bertemu besok pagi!" sahut Desta.


"Oke siap! nanti saya akan sampaikan!" sahut sekretaris Pak Jaya.


Biar gimana pun keputusan Pak Jaya, gue harus tetap pulang Jumat, mau ia batalin project atau apa, gue tetap memilih istri, karena istri lebih penting dari semuanya, project bisa dicari, tapi istri soleha sulit di dapat, gue gak mau Khalisa sampai sedih kalau sampai gak jadi pulang.


🍁🍁🍁


"Udah Fa?" tanya Khalisa.


"Udah Lis, maaf yah, lo jadi nungguin gue, lo sakit gak perut lo?" tanya Syifa.


"Enggak! kok talinya gak diikat? diikat dong! masa begini sih, sini gue ikatin," sahut Khalisa sambil mengikat handuk yang dipakai Syifa.


"Gue gak ngerti Lis, he-he," sahut Syifa.


"Nah, kan cantik tuh!" sahut Khalisa tersenyum.


"Dadanya kelihatan," sahut Syifa.


"Gak apa-apa, gak ada orang ini, paling Bi Aning," sahut Khalisa.


"Tetap malu lah," sahut Syifa.


"Udah sih, ah, bawel! kita makan es campur yuk! gue udah pengen banget," sahut Khalisa.


"Jangan gitu dong Lis, antar gue ke kamar dulu pakai baju, malu gue," sahut Syifa.


"Nanti aja sih, gue udah gak sabar nih, gak ada orang ini, cuma Bi Aning," sahut Khalisa.


"Ah, lo Lis," sahut Syifa.


"Lo gak kasihan, gue udah kepengen es campur," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Iya Bumil, he-he," sahut Syifa.


"Bi, es campur saya sama Syifa di kulkas yah?" tanya Khalisa.


"Iya Neng, ini Neng! enak banget Neng, buahnya komplit, he-he," sahut Bi Aning.


"Serius Bi? Fa, lo tuang sendiri! itu piring di situ, lo kok pegangin handuk mulu sih? gak ada orang Fa," sahut Khalisa.


"Mau Bibi tuangin Neng Syifa? tahu kaya ada orang laki aja, semua kan di depan Neng," sahut Bi Aning.



"Wah, mantap nih, mmm, enak banget, benar Bi enak, he-he," sahut Khalisa.


"Benar kan Neng, he-he," sahut Bi Aning sambil menuang punya Syifa.


"Enak Fa, Bibi mau lagi?" tanya Khalisa.


"Enggak Neng, udah kenyang tadi, ini Neng Syifa," sahut Bi Aning.


"Makasih ya Bi," sahut Syifa.


"Gimana Fa? enak?" tanya Khalisa.


"Enak Lis, he-he," sahut Syifa.


"Lo gak biasa pakai handuk gituan yah?" tanya Khalisa.


"Dadanya kelihatan," sahut Syifa.


"Emang begitu Fa, nanti lo harus biasa, kalau Kak Edwin beliin lo baju-baju yang sexy gimana? kalau lo udah nikah? harus terbiasa," sahut Khalisa tersenyum.


"Serius Fa? kalau udah nikah, kita dibeliin baju sexy?" tanya Syifa.


"Kalau Kak Desta mah enggak, tapi Mba Mirna sering curhat, habis nikah dia dibeliin baju sexy gitu buat malam pertama, ha-ha-ha," Khalisa tertawa.


"He-he, waduh, kalau Kak Edwin gimana ya Lis?" tanya Syifa.


"Ih, mana gue tahu, emang gue mantan istrinya Kak Edwin, kan gue bilang, siapa tahu Fa," sahut Khalisa.


"Ah, gue gak mau!" sahut Syifa.


"Lah, kok begitu? Fa, kalau lo udah nikah nanti, semua itu milik suami lo lah, lo harus nurut apa kata ia, ntar lo dosa!" sahut Khalisa.


"Gitu ya Lis? waktu lo sama Kak Desta juga gitu Lis?" tanya Syifa.


"Iya, kalau kita nolak kemauan suami dosa," sahut Khalisa.


"Oh, gitu, jadi deg-degan gue," sahut Syifa.


Bersambung..


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Teman-teman dan readersku, sambil menunggu episode Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir ke cerita romantis dari sahabat Author ku yang keren ini, yang ceritanya juga gak kalah menarik, penasaran langsung aja baca ya, cekidot 😍


LINANDA ANGGEN



DUWI SUKEMA


__ADS_1


__ADS_2