Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-190


__ADS_3

"Apa dah tuh, pokoknya ntuh!" sahut Emaknya Syifa.


Gak lama, Bang Joni datang dengan memberi tahu Desta, kalau lima bodyguard sudah datang dan siap menjaga rumah.


"Permisi! Den, Bodyguard teman saya sudah pada datang! ada di luar!" sahut Bang Joni.


"Oh, gitu, ya udah, saya keluar! Dokter Ari, Emak, sayang, tunggu sebentar yah!" minta Desta.


"Bodyguard? untuk apa lagi sayang?" tanya Khalisa.


"Nanti aku jelasin!" sahut Desta.


"Bujug boneng, banyak amat Lis, buat apaan bodyguard ampe lima?" tanya Emaknya Syifa.


"Khalisa juga belum tahu Mak!" sahut Khalisa.


"Mak, udah malam, kita pulang yuk!" ajak Dokter Ari.


"Eh, iya, udah malam ya, kagak terasa!" sahut Emaknya Syifa.


"Mba, kita langsung pamit aja yah, kasihan yang di rumah nunggu!" sahut Dokter Ari.


"Iya Dok, salam buat Syifa yah, belum bisa jenguk! Dokter Ari sama Emak naik apa?" tanya Khalisa.


"Motor Mba." Sahut Dokter Ari.


"Ya udah, hati-hati yah! sirupnya ini jangan lupa Emak!" sahut Khalisa.


"Oh, iye, ye, si Ari sirup Emak sampe lupe, pegangin sirup Emak! awas pecah Ri! langka pan ini sirup kagak ada di supermarket!" sahut Emaknya Syifa.


"Ada kok Mak, kata siapa gak ada? ada." Sahut Khalisa.


"Duitnye yang langka, he-he-he." Sahut Emaknya Syifa sambil tertawa.


"Emak! ah, malu-maluin aja!" sahut Dokter Ari.


"Lah, emang bener duitnye langka, gimane sih, Ri? ntar dulu napa, jangan dorong-dorong Emak! baju Emak Ari injak!" sahut Emaknya Syifa.


"Haduh, maaf! maaf Mak! Emak sih, mau ke sini aja baju panjang banget, udah basah begini!" sahut Dokter Ari.


"Lihat-lihat dong kalau jalan, gimane sih!" sahut Emaknya Syifa.


"Wah, udah pada mau pulang?" tanya Desta.


"Iya Mas, kita pamit pulang yah!" sahut Dokter Ari.


"Desta, Emak pulang dulu ye, makasih nih, sirupnya!" sahut Emaknya Syifa.


"Sama-sama Mak, hati-hati ya Ri, udah malam!" sahut Desta.

__ADS_1


"Siap Mas!" sahut Dokter Ari.


☀☀☀☀


Desta dan Khalisa mengantar Dokter Ari dan Emaknya Syifa sampai depan pintu. Dan menyuruh Pak Jamal untuk menggembok gerbangnya kembali. Para bodyguard semua berjaga di masing-masing sudut rumah.


"Pak Jamal Gerbangnya gembok lagi yah! Bang Joni pantau bodyguard yang lainnya yah, agar berjaga!" sahut Desta.


"Siap Den!" sahut Pak Jamal dan Bang Joni.


"Sayang kamu cerita sama aku deh, kenapa banyak bodyguard gitu?" tanya Khalisa.


"Ceritanya panjang! aku boleh mandi dulu kan sayang, udah gerah soalnya, lapar juga!" sahut Desta.


"Uh, kasihan suami aku, ya udah, kamu mandi! aku siapin makan buat kamu ya sayang!" sahut Khalisa.


"Kamu kuat gak?" tanya Desta.


"Ya ampun, cuma nyiapin makan aja, masa gak kuat! udah, sana mandi!" minta Khalisa.


"Cium dulu!" minta Desta.


"Mmmuaaachh... ini handuk, bajunya di atas kasur ya sayang!" sahut Khalisa.


"Makasih istriku." Sahut Desta.


Khalisa langsung menyiapkan makanan untuk Desta di meja makan. Bi Aning menawarkan bantuan kepada Khalisa.


"Gak usah Bi, cuma nyiapin makanan gini aja kok! Bibi istirahat aja, tadi maaf ya Bi, Ibunya teman aku nyemprotin ke wajah Bibi!" sahut Khalisa.


"Aduh Neng, pusing saya sama Ibu tadi, saya udah ajarin gak bisa-bisa, malah nyemprotin shower ke wajah saya! kesal banget tadi Neng!" sahut Bi Aning.


"Sabar Bi, namanya orang tua, dia belum biasa pake siraman shower dan wc itu, biasa di rumahnya itu kran biasa, gayung sama ember, dimaklumin ya Bi." Sahut Khalisa.


"Iya Neng, Bibi maklumin, Bibi juga sama dari kampung, tapi Bibi mau belajar!" sahut Bi Aning.


"Beda sama dia Bi, kalau buat mahamin udah susah Bi, jadi mau Bibi ajarin juga tetap sulit buat dia! itu lah manusia, ada cepat nangkap, ada yang tidak." Sahut Khalisa.


"Benar Neng, he-he-he." Sahut Bi Aning.


☀☀☀☀


Di luar ada Jono suaminya Mba Mirna yang ingin merampok rumah Khalisa. Jono kaget, banyak bodyguard di rumah Khalisa. Jono semakin sulit untuk masuk ke rumah Khalisa.


Ah... kenapa banyak bodyguard gitu sih, makin sulit gue masuk. Demi uang, gue bakal masuk.


Gak lama, Jono berusaha menyelinap masuk dan berusaha manjat. Jono ketangkap oleh Bodyguard dan langsung dihajar oleh lima bodyguard. Bang Joni menghentikan pemukulan para bodyguard dan berusaha menahan Jono. Bang Joni langsung laporan oleh Desta.


"Permisi Neng, ada maling masuk, malingnya itu ternyata suaminya Mba Mirna! sekarang lagi di tahan oleh bodyguard-bodyguard di luar!" sahut Bang Joni.

__ADS_1


"Apa? suaminya Mba Mirna? sayang!" panggil Khalisa.


"Ada apa Bang Joni?" tanya Desta.


"Suaminya Mba Mirna, berusaha menyelinap masuk Den, sepertinya mau merampok." Sahut Bang Joni.


"Benar dugaan saya? ayo! sayang, kamu sebaiknya di kamar aja! bahaya!" minta Desta.


"Sebenarnya ada apa sih ini? aku ikut!" minta Khalisa.


"Sabar sayang! aku urusin ini dulu!" minta Desta.


"Ya udah, ayo! hati-hati sayang!" minta Khalisa.


Akhirnya, Desta ke depan rumah. Jono bersimpuh karena malu. Jono meminta maaf pada Khalisa dan Desta. Desta langsung melaporkan kejadian ini ke polisi! agar langsung dijebloskan dipenjara bersama kasus Mba Mirna.


"Astaghfirullah, Mas!" sahut Khalisa.


"Sudah saya duga, kamu pasti ke sini, kamu mau apa dari saya? kalau butuh uang bilang Mas! jangan Anak dan istri jadi korban kamu!" sahut Desta.


"Hiks-hiks-hiks, maafkan saya Desta, Khalisa, maafkan! jangan laporkan saya ke polisi!" minta Jono pura-pura.


Akhirnya, Desta sudah melaporkan semua kepolisi. Saat semua meleng, Jono dengan sigap menarik Khalisa dan mengancam Desta, Jono mendekatkan pisau di leher Khalisa.


"Mundur semua! Desta! jika kamu lapor polisi, istri kamu akan mati! ha-ha-ha." Sahut Jono.


"Hiks-hiks-hiks, lepasin Mas! lepasin!" teriak Khalisa.


"Tolong! tolong Mas! jangan sakitin istri saya! tolong! istri saya lagi hamil! Mas Jono jangan nekat!" sahut Desta.


"Suruh Bodyguard ini mundur semua! sekarang lo kasih tahu, dimana harta berharga lo Desta! cepat! atau lo mau istri lo mati! dan Anak lo juga mati!" perintah Jono.


"Oke! oke! gue kasih! tapi lepasin istri gue! semua bakal gue kasih! tapi tolong lepasin!" minta Desta.


"Jangan sayang! biarin aku mati! jangan pernah kasih ke orang ini!" teriak Khalisa.


"Diam lo! berisik!" teriak Jono.


Saat itu, Khalisa menginjak kaki dan menendang punyanya Jono. Sampai Jono kesakitan, Khalisa terlepas dari genggaman Jono. Seorang polisi langsung menembakan peluru ke kaki Jono. Jono kesakitan dan merintih geram melihat Desta dan Khalisa. Khalisa menangis dengan wajah pucat dan lemas ada luka pisau sedikit di leher Khalisa. Jono langsung dibawa oleh polisi dan diproses hukum.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2