
"Kak, aku boleh cerita?" tanya Khalisa masih video call.
"Cerita apa sayang?" tanya Desta kembali sambil tersenyum.
"Syifa sama Edwin udah jadian, terus Syifa sama Edwin mau nikah, tapi mau perkenalan orang tua dulu Kak," sahut Khalisa.
"Ya, bagus sayang, jadi yang namanya Edwin gak ngejar-ngejar kamu lagi," sahut Desta.
"Katanya ia mau double date sama kita Kak, kalau menurut Kakak gimana?" tanya Khalisa.
"Ngapain? nanti aja double datenya, kalau dia udah nikah sama Syifa, alasan aja sih ia," sahut Desta.
"Iya, aku kan izin dulu sama Kakak, kalau gak boleh ya gak apa-apa," sahut Khalisa.
"Iya sayang, jangan dulu yah, nanti aja, kamu kan lagi hamil juga, perlu istirahat yang cukup, kalau mau jalan cukup kita berdua aja, gak ada orang lain," sahut Desta.
"Iya Kak, aku nurut sama Kakak kok," sahut Khalisa.
"Alhamdulillah, aku punya istri nurut, oh, iya, Ayah sama Bunda mana? kok sepi aja?" tanya Desta.
"Udah pada tidur Kak, tadi Raja sama Dewa nanyain Kakak," sahut Khalisa.
"Oh, iya, salam buat semua ya sayang, ya udah, kamu tidur, istirahat ya sayang, sini aku mau cium Dede dulu, Dede bobo yah, Papah rindu kalian, mmmuuacch, jaga dede nya ya sayang," sahut Desta.
"Iya Kak, Kakak juga jaga kesehatan, vitaminnya jangan lupa diminum, makan jangan telat, I love you Kak, Assalamu'alaikum," sahut Khalisa.
"Iya istriku sayang, aku gak akan lupa semua, I love you to istriku, aku sayang sama kamu, Wa'alaikumsalam," sahut Desta.
Ya Allah, jaga istri dan Anakku, lindungi mereka, karena mereka masa depanku, aku rindu kamu sayang.
🍁🍁🍁
Keesokan paginya, Bunda sudah menyiapkan sarapan pagi bersama, hanya Ayah, Bunda saja yang baru bangun.
__ADS_1
"Sayang, sarapan dulu yuk!" ajak Bunda Maryam.
"Wah, aku kangen banget nasi goreng buatan Bunda, Mba Mirna sama Suaminya belum bangun Bun?" tanya Khalisa.
"Belum, ia mah siang kalau bangun, suka-suka ia aja," sahut Bunda Maryam.
"Lho Ayah mau kemana? gak sarapan dulu?" tanya Khalisa.
"Olahraga dulu, nanti pulang Olahraga baru deh makan," sahut Ayah Umar.
"Hati-hati ya yah, Bun, salam dari Kak Desta, malam ia video call aku," sahut Khalisa.
"Oh, gitu, salam balik yah sayang, gimana nasi goreng Bunda, gak ada yang berubah kan?" tanya Bunda Maryam.
"Gak ada kok Bun, Bang Joni udah dikasih Bun?" tanya Khalisa.
"Sudah kok, mau ke Mertua kamu jam berapa?" tanya Bunda.
"Ya udah, kamu hati-hati yah, salam dari Bunda dan Ayah untuk mereka, nanti kamu bawain rengginang aja yah, buat mereka," sahut Bunda Maryam.
"Siap, Bun," sahut Khalisa.
"Bunda beli sayur dulu ya Nak," sahut Bunda Maryam.
🍁🍁🍁
Setelah selesai makan, Khalisa minum obat dari Dokter. Mba Mirna dan Anak-anak-nya sudah bangun dan sangat ramai sekali untuk sarapan.
"Lis, kamu udah sarapan?" tanya Mba Mirna.
"Udah kok Mba," sahut Khalisa tersenyum.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Gak lama Ayah Umar pun sampai rumah dan membuka kulkas untuk minum habis olahraga, tiba-tiba Bunda pulang beli sayur menangis dan kesal mendengar perkataan tetangganya.
"Hiks-hiks-hiks, bisanya cuma ngomongin orang aja, ingin tahu urusan orang lain," sahut Bunda Maryam.
"Bunda kenapa nangis? siapa Bun?" tanya Khalisa.
"Kenapa sih?" tanya Ayah Umar.
"Pasti si Wiwi tuh, yang suka gosipin orang," sahut Mba Mirna.
"Kenapa sih Bun?" tanya Khalisa.
"Katanya Bunda nikahin Khalisa, tapi tidak secara fanatik islam, kalau Ta'aruf itu kan harus fanatik, harus ikutin ajaran Islam, ia ngomongin Khalisa, katanya nikah pakai prewedding dan dansa, katanya anaknya aja Ta'aruf gak pakai prewedding sama dansa-dansaan, katanya Khalisa mah Ta'aruf abal-abal, terus saya sebagai orang tua gak ngerti Agama," sahut Bunda Maryam.
"Astaghfirullah, Bun, gak usah nangis, orang mau bilang apa, tentang Khalisa, Khalisa terima kok, toh Khalisa sama Kak Desta bahagia, mereka mungkin hanya iri sama kita Bun, buktinya mana si Fani, si Maya, mereka nikah dengan Fanatik ajaran islam, tapi akhirnya rumah tangga mereka hancur juga, gak usah lah terlalu fanatik banget, itu urusan kita, mau kita kaya gimana, yang penting Khalisa gak zina, lagian juga Khalisa prewedding gak foto barengan sama Kak Desta, terus masalah dansa, dansa juga cuma lima menit kok, terus dosa banget gitu yah, bukan muhrim? heran mereka gak ngaca apa sama dirinya sendiri, rumah tangganya bahagia atau enggak," sahut Khalisa.
"Iya, lagian kan Prewedding sama dansa sebentar dan didampingin, semua atas izin kedua belah pihak, udahlah Bun, biarin aja dibilang gak ngerti Agama juga, sabar aja, benar Khalisa, toh Khalisa bahagia, kita juga waktu itu gak maksa nikahin mereka," sahut Ayah Umar.
"Sedih aja Ayah," sahut Bunda.
"Si Maya sama Fani kata Mba emang bahagia, malah selingkuh sama pacar lamanya tuh, nikah fanatik banget, ikutin islam, tapi akhirnya hancur, karena paksaan dari orang tua nya Bu Wiwi sama Pak Tejor," sahut Mba Mirna menambahkan.
"Kak Desta juga waktu perkenalan sama Khalisa bilang, ada paksaan enggak, kalau ada paksaan mau dibatalin, Khalisa bilang gak ada paksaan dari Ayah sama Bunda, Khalisa ikhlas menerima lahir batin, akhirnya kita saling nerima, sampai sekarang Khalisa bahagia, Kak Desta sayang banget sama Khalisa, kalau terlalu fanatik gitu gimana mau saling kenal, kalau tatap wajah aja gak boleh, kemauan orang tua udah cocok udah langsung nikah, tapi hati mereka berdua gak bisa saling terbuka dan mengenal Bun, buat ketemu aja gugup pasti, apa lagi malam pertama rasa hampa, dan untuk Dansa, emang salah buat dansa sebentar agak lebih dekat, masa nikah gak punya momen sih, kaku gitu aja, gak bakal bahagia, karena contohnya si Fani sama Maya terlalu kaku, gak ada momen, kan nikah sekali seumur hidup, masa iya sih gitu aja, hak kita Bun mau kaya gimana juga," sahut Khalisa.
"Pintar banget sih kamu, diajarin siapa?" tanya Mba Mirna.
"Semua aku belajar dari Kak Desta Mba, Khalisa banyak belajar dari dia," sahut Khalisa.
"Bun, dengarin tuh, anak kamu lebih pintar dari kamu," sahut Ayah Umar.
"Jadi, Bunda gak usah peduliin omongan mereka yah, mereka mau bilang apa aja, cukup Bunda senyumin aja, Bunda gak usah nangis, atau merasa bersalah karena tidak fanatik, kita lihat dulu Bun, mereka itu ejek kita, ngaca gak sama diri mereka sendiri? sebelum menggosipi orang, harus ngaca keluarga ia udah benar apa belum? sempurna kah mereka? sucikah mereka? jadi manusia jangan pernah merasa diri kita paling suci dan benar, kita itu gak sempurna, masih banyak kesalahan-kesalahan yang harus diperbaiki, jadi intinya, sebelum bertindak, harus bisa bercermin dulu pada diri sendiri, itu yang Khalisa pelajari dari Kak Desta," sahut Khalisa memeluk Bundanya.
__ADS_1
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰