
"Kakak apaan sih? malu tuh, Bi Aning lewat sambil senyum-senyum gitu," sahut Khalisa.
"Ha-ha-ha, biarin aja Bi Aning sayang, masa orang senyum gak boleh," sahut Desta.
"Gak enak Kak, Kakak mau istirahat di sini benaran? aku buatin bubur ya Kak," sahut Khalisa.
"Gak usah, nanti aja sayang? kamu udah lapar yah?" tanya Desta.
"Kakak jangan bandel yah, Kakak kan harus minum obat, pokoknya aku buatin, Kakak harus teratur minum obat biar sembuh," sahut Khalisa.
"Oh, iya, kamu sendiri gak minum-minum obat sama vitaminnya yah?" tanya Desta.
"Minum Kok, aku selalu bawa di tas, tapi susunya enggak," sahut Khalisa pelan.
"Tuh, kamu mah gitu ah, bandel ah, gak nurut sama aku," sahut Desta cemberut.
"Maafin aku Kak, tapi aku janji gak bandel lagi, mulai hari ini aku minum yah, maafin aku ya Kak," sahut Khalisa.
"Benar minum yah, janji! gak boleh bohong-bohong lagi, terus kaki kamu gimana? udah kering belum lukanya?" tanya Desta.
"Iya Kak, aku janji! he-he, kaki aku gak apa-apa Kak, udah kering kok Kak," sahut Khalisa.
"Coba sini aku lihat!" minta Desta.
"Ini! gak percayaan banget sih," sahut Khalisa.
"Oh, iya, ha-ha-ha, udah gak sakit kan sayang?" tanya Desta.
"Enggak Kak, ya udah aku buatin bubur dulu buat Kakak minum obat yah!" sahut Khalisa.
"Tunggu! kamu sendiri makan apa? kamu makan bubur juga? mau aku pesanin makanan di go-food? kamu mau apa sayang?" tanya Desta.
"Enggak Kak, aku gak pengen makan, kalau pengen makan aku bisa masak sendiri," sahut Khalisa.
"Enggak! enggak, pokoknya kamu harus makan, kalau lapar harus masak kelamaan," ucap Desta.
__ADS_1
"Ya udah terserah Kakak aja deh, aku pesan soto ayam betawi aja deh Kak," sahut Khalisa.
"Nah, gitu dong, aku pesanin yah!" sahut Desta tersenyum.
Ya Allah, suami aku baik banget, perhatian, sayang sama aku, dia rela cuekin Umi demi aku, aku serba salah ya Allah, satu sisi aku bahagia Kak Desta milih aku dan bela aku, tapi satu sisi aku gak rela kalau dia sama Umi jadi renggang, satu suami aku, satu lagi Mertua, tolong bantu aku, agar tidak terjadi masalah besar.
"Sayang, aku udah pesanin yah, kamu kenapa lagi? kok melamun?" tanya Desta memegang pipi Khalisa.
"Gak apa-apa Kak, makasih ya Kak," sahut Khalisa tersenyum.
"Sama-sama sayang, Dedek bayi harus sehat, harus masuk asupan bergizi, jangan sampai kamu stres yah," sahut Desta.
"Iya Kak, Kak aku dapat chat dari Dokter Susi, katanya kapan mau USG? aku jawab apa yah? sedangkan Kakak masih sakit," sahut Khalisa.
"Besok aja yuk! gimana? gak apa-apa aku kuat kok sayang," sahut Desta.
"Besok? jangan ah! Kakak kan masih sakit, nanti kalau kenapa-kenapa gimana? pokoknya aku gak mau kalau Kakak masih sakit," sahut Khalisa.
"Kan cuma temanin doang sayang, lihatnya juga sambil duduk, aku kuat sayang, percaya sama aku, aku gak apa-apa, please yah!" sahut Desta.
"Oh, iya, ya udah kamu bilang aja besokannya lagi, berarti kamis, bilang kamis bisa gak tuh?" sahut Desta.
"Coba aku tanya yah!" sahut Khalisa.
"Kamis gak bisa Kak, Minggu, gimana Kak?" tanya Khalisa.
"Rumah sakit apa sih itu? kok Dokter pakai jadwal-jadwal segala, kesal, Kamu pindah rumah sakit aja sayang, yang bagusan yah!" minta Desta.
"Jangan Kak, aku gak enak, Minggu aja ya Kak! kan Minggu luka Kakak udah mendingan tuh pasti, gak apa-apa Kan Kak?" tanya dan minta Khalisa.
"Ya udah, gak apa-apa sayang, aneh aja aku sama rumah sakit tuh, USG kan kapan aja bisa, dan kita bayar lho, ini mah harus pakai jadwal segala," sahut Desta.
"Ya udah, aku masak buburnya dulu buat Kakak yah, Kakak istirahat aja! disuruh di kamar gak mau," sahut Khalisa sambil meletakan bantal dan merapikan agar Desta bisa tiduran.
"Makasih ya sayang," sahut Desta tersenyum.
__ADS_1
Umi Sarah marah-marah saat Abi Mahmud memberikan tahu kalau Umi Sarah sementara jangan temuin Desta dan Khalisa. Umi Sarah langsung menghubungi Desta dan marah-marah pada Desta di telepon.
"Umi, mulai detik ini jangan ikut campur urusan Desta dan Khalisa lagi, Desta pesan, Umi jangan temuin mereka dulu sementara sampai Umi berubah," sahut Abi Mahmud.
"Apa? Desta bilang begitu sama Abi? Umi gak percaya, Abi pasti bohong, gak mungkin Desta seperti itu!" sahut Umi Sarah.
"Ya udah Umi, hargailah keputusan Desta, Umi sih gak pernah mau berubah! jadi begini akibatnya," sahut Abi Mahmud.
"Kok Abi malah nyalahin Umi? pasti Khalisa yang udah pengaruhin Desta, anak kita gak mungkin seperti ini Abi, Umi telepon Desta!" sahut Umi kesal.
"Gak usah Umi, gak usah!" minta Abi, tapi Umi malah tetap menghubungi Desta. Tapi Desta lima kali riject telepon Umi, akhirnya ke- enam kalinya baru Desta angkat.
"Assalamu'alaikum, kenapa Umi?" tanya Desta.
"Wa'alaikumsalam, Desta kamu benar-benar kurang ajar sama Umi yah, gak sopan, orang tua telepon di matiin, benar-benar anak kurang ajar kamu!" sahut Umi kesal.
"Untuk apa Umi telepon Desta? bukannya Desta udah pesan ke Abi, kalau Desta gak mau diganggu dulu Umi, semua Desta lakuin agar Umi sadar, dan taubat, dan menerima Khalisa ikhlas!" sahut Desta.
"Kamu udah buat Umi nangis Desta, hiks-hiks-hiks, kamu benar-benar tega sama Umi kamu sendiri, pasti kamu disuruh istri kamu yah! dasar kamu anak durhaka!" sahut Umi Sarah.
"Astaghfirullah, Umi, sadar Umi, sadar! jangan salahkan Khalisa terus, Khalisa gak pernah nyuruh Desta kaya gini, justru Khalisa nasihatin Desta, Desta ingin Umi sadar! sadar Umi! terserah Umi mau bilang Desta anak durhaka, Desta gak mau nurutin keegoisan Umi terus, sekarang Desta udah berumah tangga, harus bertanggung jawab pada istri, membimbing, bukan seperti dulu waktu masih belum nikah, yang selalu Umi perintah mau, tolong Umi ngertiin keputusan Desta sampai Umi berubah dan ikhlas menerima Khalisa, bukannya waktu itu bilang ikhlas Desta menikah? dan ikhlas menerima Khalisa? tapi kenapa sekarang beda Umi, kenapa?" tanya Desta.
"Tega kamu Desta! tega sama Umi!" sahut Umi Sarah kesal dan mematikan teleponnya tanpa salam.
🍁🍁🍁
Desta menangis dan berlinang air mata, dia bingung harus bagaimana menghadapi Umi, Desta hanya bisa bersabar dan kuat menerima perlakuan Umi, yang tega langsung menutup telepon gitu aja.
Astaghfirullah, apa yang harus aku lakuin, kenapa Umi tidak pernah mau mengerti maksud Desta sih? Umi yang tega sama Desta, Umi menyiksa batin Desta dan Khalisa, apa salah Desta Umi, Desta kaget Umi seperti itu, mutusin telepon gitu aja. Ya Allah sadarkan Ibuku, beri dia hidayah untuk bertaubat ya Allah.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1