Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 127


__ADS_3

Umi Sarah dan Abi pamit pulang, Karena Pak Mamad sudah sampai. Umi Sarah bilang ke Khalisa dan Desta, jangan sampai keluarga Khalisa tahu masalah ini, takut ada salah paham lagi, Abi pun bersependapat dengan Umi.


"Khalisa, Desta, Umi sama Abi pamit pulang yah!" sahut Umi Sarah.


"Iya Umi, Abi, hati-hati yah!" sahut Khalisa.


"Umi sama Abi hati-hati yah!" sahut Desta.


"Oh, iya, Desta, Khalisa, Umi minta sama kamu, masalah ini jangan sampai keluarga kamu tahu yah, takutnya salah paham lagi," saran Umi Sarah.


"Iya, Nak, jangan kasih tahu, kami yang gak enak semua nanti!" sahut Abi Mahmud.


"Iya Umi, Abi, insya Allah," sahut Khalisa.


Abi dan Umi Sarah siap-siap masuk mobil dan pamit pulang. Khalisa tidak mengantar sampai depan, karena kondisi masih sakit, hanya Desta yang mengantar Umi Sarah dan Abi. Bang Joni bilang kalau istrinya sudah mau bekerja di rumah Umi Sarah. Dan Bang Joni juga bilang mau menjadi supir Desta, sedangkan Boro dan Slamet mau jadi tukang kebun di rumah Umi Sarah.


"Umi, saya bertiga mau ngomong sama Umi!" minta Bang Joni.


"Aduh, giliran saya mau pulang baru ngomong, ada apa?" tanya Umi Sarah.


"Istri saya mau bekerja di rumah Umi Sarah, dan setuju saya menjadi supir Desta Umi! sedangkan Boro sama Slamet mau menjadi tukang kebun dan pembersih di taman rumah Umi." Sahut Bang Joni.


"Serius kalian?" tanya Umi Sarah.


"Serius Umi!" sahut Bang Joni menunduk.


"Alhamdulillah, saya senang mendengarnya, ya udah, mulai besok istri kamu sudah mulai bekerja, dan Boro sama Slamet jadi tukang kebun di rumah saya, sambil bersihkan kolam renang sudah kotor banget." Sahut Umi Sarah.


"Siap Umi!" sahut Bang Boro dan Bang Slamet.


"Untuk Bang Joni jadi supir saya yah, tapi kalau saya lagi malas aja!" sahut Desta tersenyum.


"Siap Den!" sahut Bang Joni.


Bang Joni, Bang Slamet dan Bang Boro berpelukan sambil menangis karena berpisah. Bang Boro dan Bang Slamet sudah menganggap Bang Joni itu Kakak sendiri.


"Abang hati-hati di sini! sering-sering ketemu Ane yah, Ane bakal kangen terus sama Abang!" sahut Bang Boro.


"Iya Bang, Ane juga bakal kangen!" sahut Bang Slamet.


"Boro sama Slamet sekalian aja sekarang ke rumah Bunda yah!" sahut Umi Sarah.


"Udah! nanti juga bakal ketemu, kan gak jauh!" sahut Desta tersenyum sambil memeberikan uang untuk Bang Boro dan Bang Slamet.


Umi dan yang lainnya berangkat. Desta mempersiapkan kamar untuk Bang Joni, Desta juga menyuruh Bang Joni meriksain mobil-mobil yang sudah lama tidak terpakai dan meminta tolong membersihkannya, dan mengecek rem nya blong atau tidak.


"Tolong dicek semua ya Bang! saya gak mau terulang lagi!" sahut Desta.


"Siap-siap Den!" sahut Bang Joni.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


Khalisa bangun dan ke bawah, karena Desta lama sekali. Khalisa langsung turun dan memastikannya.


Kak Desta ngantar Umi sama Abi lama sekali, ada apa yah! coba ke bawah ah.


"Sayang, kok ke bawah? kamu kan masih sakit!" sahut Desta.


"Aku penasaran sayang, soalnya kamu lama sekali ngantar Umi!" sahut Khalisa.


"Sini sayang duduk dulu!" minta Desta.


"Apa Kak?" tanya Khalisa.


"Kamu tahu gak? aku lama itu, karena lagi diskusi, sekarang Bang Joni jadi supir kita sayang, Bang Boro dan Bang Slamet kerja di rumah Umi bersihin taman, istrinya Bang Joni juga kerja di rumah Umi!" sahut Desta tersenyum.


"Alhamdulillah, jadi mereka semua punya pekerjaan yang layak ya Yang, mereka gak harus nunggu job dari orang lain, penghasilan mereka juga bakal tetap." Sahut Khalisa tersenyum dan senang.


"Semoga kita berkah karena sudah membantu orang lain ya sayang," sahut Desta.


"Aamiin," sahut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Keesokan harinya Khalisa dan Desta siap-siap ke mall untuk membeli handphone baru. Karena handphone Desta dan Khalisa tidak ada, hancur karena kecelakaan. Handphone Ayah Umar yang Khalisa pakai tiba-tiba mati.


"Sayang, kamu masih pusing gak?" tanya Desta.


"Kalau gak pusing, kamu mau gak kita ke mall buat beli handphone baru! soalnya aku kan butuh!" sahut Desta.


"Iya sayang ayo!" ajak Khalisa.


"Bi Aning, tolong jaga rumah yah! saya sama Khalisa mau pergi!" minta Desta.


"Siap Den! hati-hati yah!" sahut Bi Aning.


"Bang Joni urus mobil aja yah! saya mau pergi dulu!" sahut Desta.


"Gak mau diantar Den? bukannya lagi sakit?"tanya Bang Joni.


"Saya strong kok Bang!" sahut Desta.


"Pak Jamal tolong buka gerbang yah! tolong jaga rumah yah!" sahut Desta.


"Siap Den, hati-hati yah!" sahut Pak Jamal.


"Sayang, yakin kamu udah bisa nyetir?" tanya Khalisa.


"Bisa sayang, kamu tenang aja yah!" sahut Desta tersenyum.

__ADS_1


Desta dan Khalisa telah sampai di mall. Desta dan Khalisa mencari handphone bersama. Banyak SPG yang melirik ke Desta karena ketampanannya. Sampai raut wajah Khalisa agak cemburu.


"Kamu kenapa kok cemberut sih?" tanya Desta.


"Kamu senang yah, SPG- SPG pada ngeliatin kamu!" sahut Khalisa.


"Kok gitu? ya enggak sayang, kan aku emang murah senyum orangnya, masa aku jutek sih!" sahut Desta.


"Hmm..." sahut Khalisa.


"Dih, cemburu! sayang dengar, mereka itu kagum melihat kita, kamu cantik, aku ganteng, masa depan orang aku harus begini!" Desta memonyongkan bibirnya ke Khalisa sambil berjalan.


"He-he-he, sayang jangan! jelek!" sahut Khalisa tertawa lepas.


"Biarin! biar kamu ketawa dan gak cemberut lagi!" sahut Desta.


"Sayang, udah! jelek! he-he-he," sahut Khalisa.


"Ha-ha-ha, lagi kamu ada-ada aja pakai cemberut dan cemburu segala." Sahut Desta.


Khalisa dan Desta sampai di toko handphone. Khalisa dan Desta memilih handphone dan warna yang sama. Sampai pemilik tokonya iri dan kagum melihat kemesraan mereka. Setelah sama-sama membeli handphone, Desta menggandeng tangan Khalisa dan menciumnya.


"Sayang malu ada orang!" sahut Khalisa.


"Kenapa harus malu? kamu kan istri aku! biar mereka tahu dan iri pada kita!" sahut Desta.


"Kita makan dulu yuk Yang, aku lapar banget!" minta Khalisa.


"Ya ampun, kasihan istriku lapar, ayo sayang! sambil aku settingin handphone kamu dan aku!" sahut Desta.


Setelah Desta selesai Menyetting handphone Khalisa, Desta Menyetting handphonenya. Khalisa mencoba untuk memfoto Desta sambil mencoba camera, Khalisa sangat senang karena hasilnya bagus.



"Sayang, hasilnya bagus! foto kamu serius banget, he-he-he." Sahut Khalisa.


"Emang dasarnya akunya ganteng sayang, ya bagus lah, ha-ha-ha," Desta tertawa lepas.


"GR banget sih suami aku ini!" Khalisa mencubit pipi Desta.


"Siapa dulu! suami Khalisa," sahut Desta tersenyum bahagia.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


-Cinta dan Detik Terakhir

__ADS_1


-Cinta Cowok Dingin


-Cinta gadis Bisu


__ADS_2