
Khalisa selesai menyiapkan semua kebutuhan dan persiapan Desta, sampai Khalisa tersandung dan hampir jatuh.
"Astaghfirullah, sayang kenapa?" tanya Desta.
"Gak apa-apa Kak, kok tiba-tiba pusing gini yah," sahut Khalisa.
"Sini, sini," Desta melambaikan tangan ke Khalisa dengan senyuman.
"Semua udah selesai ya Kak, maafin aku, aku pusing banget," sahut Khalisa.
"Periksa yah," ajak Desta sambil memeluk dan membelai Khalisa.
"Gak usah Kak, nanti juga sembuh kok," sahut Khalisa.
"Tapi masih pusing gak sayang? kalau masih pusing kita periksa ke Dokter," saran Desta.
"Gak Kak, dikit doang kok, di kotak obat juga ada obat kurang darah, mungkin aku kurang darah Kak," sahut Khalisa.
"Jangan sakit ya sayang, soalnya kalau aku pergi kamu sakit, aku gak bakal tenang di sana, kalau masih pusing juga, kita periksa ke Dokter," saran Desta.
"Enggak kok Kak, insya Allah aku baik-baik aja kok," sahut Khalisa.
"Tadi kakinya kesandung kena meja mana? sakit gak? biar aku pijat biar gak kram yah, aku ambil minyak," sahut Desta tersenyum.
"Kak, jangan ngerepotin," Khalisa memegang tangan Desta.
"Gak apa-apa sayang, itu merah kaya gitu lho, sebentar yah," sahut Desta melangkah keluar dan mengambil minyak pijat.
Ya Allah, terima kasih kau berikan suami terbaik untukku, jaga ia di mana pun ia berada, sehatkan ia, lindungi ia, lancarkan rezekinya, aku gak mau sampai ia kenapa-napa, karena ia imamku yang sangat baik banget, aku sayang banget sama Kak Desta.
"Sayang, kok melamun? kenapa? sini kakinya, ya Allah sampai merah begini, sakit banget ya sayang?" tanya Desta sambil memegang kaki Khalisa.
"Ngilu aja Kak," sahut Khalisa.
"Bismillah," Desta langsung memijat kaki Khalisa.
"Permisi Den, maaf Bibi ganggu, kata Pak Jamal di luar ada Mas Yuda," sahut Bi Aning.
"Biarin aja Bisa, itu orang gila gak usah diladenin, jangan pernah bukain gerbang buat ia, biarin aja ia teriak-teriak gak jelas," perintah Desta.
"Baik Den, Neng Khalisa kenapa sakit kakinya Neng?" tanya Bi Aning.
"Iya Bi, kepentok meja itu," sahut Khalisa.
"Cepat sembuh ya Neng, Den Desta mah pintar pijat, he-he," sahut Bi Aning.
"Nanti saya mau buka, pijat Desta khusus wanita, ha-ha-ha," Desta meledek Khalisa.
"Ikh.. awas yah Kak," sahut Khalisa mencubit pinggang Desta.
"Aah.. sakit sayang, aku bercanda, ha-ha-ha," sahut Desta tertawa.
"Bibi permisi ya Den, Neng," sahut Bi Aning.
"Bi, bilangin Pak Jamal, jangan pernah sekali-kali bukain yah," perintah Desta.
__ADS_1
"Kalau nekat manjat gimana Den?" tanya Bi Aning.
"Gak bakal bisa, soalnya kan tinggi, kalau bisa dia mau kena kawat tangannya," sahut Desta.
"Baik Den," sahut Bi Aning.
"Teman kamu gak ada kapoknya sih ke sini lagi, aku jadi takut," sahut Khalisa.
"Mangkanya aku khawatir sama kamu, mangkanya aku sewa bodyguard, ia bilang mau taubat, tapi ngapain ia harus datang ke sini lagi, kayanya terobsesi sama Syifa," sahut Desta.
"Kak, aku jadi takut," sahut Khalisa.
"Gak sayang, banyak yang jaga kamu kok, kamu gak usah takut yah, mangkanya aku selalu siap siaga buat kamu," sahut Desta.
"Itu Kakak gak mau temuin Yuda lagi?" tanya Khalisa.
"Untuk apa? aku udah malas, keras kepala dan susah dibilangin," sahut Desta.
"Iya Kak jangan yah," Khalisa memegang tangan Desta.
"Ikh.. genit, ha-ha-ha," Desta meledek Khalisa dan Khalisa langsung mengangkat tangannya.
"Enggak," sahut Khalisa tersenyum.
"Aku bercanda sayang, gimana udah enakan?" tanya Desta.
"Alhamdulillah, mendingan Kak, makasih yah," sahut Khalisa.
"Sama-sama sayang," Desta meraih kembali tangan Khalisa dan menciumnya.
"Kak, aku khawatir sama Syifa, aku takut Yuda temuin Syifa," sahut Khalisa.
"Iya Kak, langsung aku chat aja yah," sahut Khalisa.
"Iya sayang," jawab Desta.
πππ
Yuda berteriak meminta maaf pada Desta, sampai terdengar kamar Desta dan Khalisa.
"Kak Yuda teriak-teriak tuh, kan gak enak sama tetangga," sahut Khalisa.
"Kamu jangan keluar yah, di sini aja, aku mau temuin, mau nya apa sih tuh orang," sahut Desta.
"Kak, Hati-hati," sahut Khalisa.
"Desta! gue cuma mau minta maaf! kenapa lo gak mau maafin gua! gua cuma mau minta tolong sama lo buat balik sama Syifa! Desta!" teriak Yuda.
"Itu Den, teriak-teriak terus," sahut Pak Jamal.
"Mau lo apa, MAU LO APA?" bentak Desta.
"Des, gue cuma mau minta maaf sama Syifa, tolongin gue Des!" minta Yuda.
"Gak punya otak lo yah, malam-malam datang ke rumah orang, teriak-teriak gak jelas, otak lo di mana sih?" tanya Desta kesal.
"Sory kalau gue ganggu lo, gue cuma minta Syifa balik sama gue Des!" minta Yuda menangis.
__ADS_1
"Astaghfirullah, harus berapa kali gue bilang sama lo, sampai mulut gue berbusa, lo gak dengarin, astaga," sahut Desta.
"Kita ngomong di dalam ya Des, masa lo tega, gue di luar gini," minta Yuda.
"Enggak! gak ada masuk-masuk! sekarang lo pergi, lo bersihin diri lo, lo taubat, dan gak usah berharap sama Syifa, ngerti!" perintah Desta.
"Des, nanti gue bakal taubat, kalau udah sama Syifa lagi," minta Yuda.
"PERGI GUE BILANG! PERGI!" bentak Desta.
"Lo tega banget sama gue Des, tega lo! oke gue pergi, gak akan gue injak rumah lo lagi, permisi!" sahut Yuda.
πππ
Yuda langsung pergi dan menyalahkan motornya, Desta hanya ingin ia sadar dan bisa belajar dengan perlakuan Desta tadi, Desta gak percaya omongan seseorang sebelum ia bisa merubah dirinya menjadi lebih baik.
Astaghfirullah, ya Allah, bukan hamba tidak mau memaafkan ia, hamba sudah memaafkannya, cuma hamba ingin ia belajar menjadi lebih baik.
"Den, kenapa sih itu orang? stres yah? masa saya ditimpuk kertas," sahut Pak Jamal.
"Pak Jamal ditimpuk kertas? Astaghfirullah, songong banget itu anak, besok kan saya ke Jogja, besok Pak Jamal gak usah khawatir sendiri, saya sudah sewa bodyguard buat temanin Bapak, maafin atas kelakuan teman saya ya Pak," sahut Desta.
"Iya Den gak apa-apa, sayangnya dia teman Aden, kalau bukan, udah saya hajar, wah iya Den, bikin semangat kalau ada temannya saya," sahut Pak Jamal.
"Sip, mau bikin kopi gak Pak? nanti kalau mau ngopi ke dalam aja yah, minta sama Bi Aning," sahut Desta.
"Iya Den, gampang, kalau pintu depan mau di kunci gak apa-apa, nanti saya WA istri saya," sahut Pak Jamal.
"Oke, saya masuk dulu ya Pak, kalau orang tadi datang jangan dibukain!" perintah Desta.
"Siap Den," sahut Pak Jamal.
"Kak, Yuda udah pulang?" tanya Khalisa.
"Kamu ngapain keluar sayang, kaki kamu masih sakit juga," sahut Desta.
Bersambung...
Terima kasih readersku dan teman-teman yang udah ikutin cerita Ta'aruf Cinta sampai sini yah, semoga kalian bisa terhibur dan makin suka, karena dukungan kalian sangatlah berharga buat saya, ikutin terus ceritanya ya π₯°π₯°π₯°
Sambil menunggu kelanjutan cerita Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir nih ke cerita sahabat-sahabat Author saya, cerita nya menarik dan gak kalah seru lhoππ
Cinta Romantis dari Dion yang bikin baper kalian
Bercerita tentang perebutan cinta seorang wanita bernama Rosa yang berprofesi sebagai editor. Dion, pejuang cinta yang super romantis berhasil mendapatkan cinta Rosa setelah 10 tahun diacuhkan. Pernah pergi dan akhirnya kembali lagi setelah Mas Rud, seorang bodyguard tampan Tuan Alexander membuatnya terluka. masalah datang saat Mas Rud kembali mengusik dengan cinta pertama yang belum usai dan juga datangnya seorang Pak Aryan yang mencintai tanpa berharap untuk dicintai. Pada siapa akhirnya Rosa melabuhkan hatinya?
Dan kalian juga bisa mampir ke cerita horor dari seorang wanita bernama Keyla
Apa Aku Berbeda? Ini adalah kisah dari seorang gadis bernama Keyla.
Dia memiliki suatu kelebihan,yaitu dapat melihat makhluk tak kasat mata, bahkan dia juga dapat melihat suatu kejadian yang akan terjadi.
Awalnya dia merasa takut, jika orang di sekelilingnya tak dapat menerimanya. Dia merasa asing dengan kemampuan yang di milikinya.
__ADS_1
Tetapi lambat laun, berkat kedua orang tuanya dan sahabatnya yang selalu mendukung, dia dapat menerima anugerah yang dia miliki selama ini.
Selamat membacaπ₯°π₯°π₯°