
"Makasih ya Bi." Sahut Khalisa tersenyum.
"Gak terasa ya Neng, dua bulan lagi mau melahirkan kan." Sahut Bi Aning.
"Iya Bi, Alhamdulillah, doain si kembar Bi, biar lahiran selamat ya Bi." Sahut Khalisa.
"Aamiin... Bibi selalu doain yang terbaik buat Neng." Sahut Bi Aning.
"Makasih ya Bi." Sahut Khalisa.
"Sama-sama Neng." Sahut Bi Aning.
Gak lama, Desta menghubungi Khalisa. Desta menanyakan kabar apa barang-barang dan sayuran sudah sampai.
"Assalamu'alaikum, sayang, gimana sayuran sama barang-barang kaya besek sudah sampai rumah?" tanya Desta.
"Sudah kok, ini aku sama Bibi lagi beres-beres sambil motongin sayur sama buah biar besok gak kerepotan." Sahut Khalisa.
"Sayang kamu jangan ngapa-ngapain, aku gak mau kamu capek lho, udah ah, jangan kerja!" minta Desta.
"Aku cuma motongin sayur aja sayang, gak berat-berat kok, aku juga tadi udah minum jamu dari Bi Aning." Sahut Khalisa.
"Serius kamu? ya udah, jangan capek-capek ya sayang, aku gak mau sampai kamu dan si kembar kenapa-kenapa!" minta Desta.
"Insya Allah, aku gak kenapa-kenapa sayang." Sahut Khalisa.
"Ya udah, sebentar lagi aku pulang kok!" sahut Desta.
"Pulangnya hati-hati ya sayang!" sahut Khalisa.
"Iya sayang, aku lanjut lagi yah, tunggu aku pulang sayang, aku tutup yah!" sahut Desta.
"Iya sayang, yang semangat kerjanya, tutup aja!" sahut Khalisa.
"Assalamu'alaikum." Salam Desta.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa.
"Neng, Den Desta marah yah, gara-gara Neng, bantuin Bibi, udah deh, Neng jangan! Bibi gak enak Neng!" minta Bi Aning.
"Gak marah Bi, cuma bilangin aja, jangan terlalu capek." Sahut Khalisa.
"Bibi gak enak Neng, kalau Den Desta pulang, Neng ikut bantu-bantu." Sahut Bi Aning.
"Kan aku sambil duduk, lagian cuma motongin sayuran aja kok, sama buah, kan gak tahu nanti masaknya besok, Bunda dan Umi, aku gak ngerti soalnya, Bibi cuci daging sama ayamnya, taro kulkas yah!" sahut Khalisa.
"Iya Neng, siap, Bibi kasih daun pepaya buat daging, katanya biar empuk." Sahut Bi Aning.
"Oh, gitu ya Bi? aku gak tahu, gak pernah lihat Bunda kalau masak daging, Bibi tahu sendiri kan, waktu Umi marah-marah gara-gara motong daging lama, itu baru pertama kalinya Bi, aku motong daging, sekarang aku udah biasa, sejak berumah tangga." Sahut Khalisa.
__ADS_1
"Iya Neng, Alhamdulillah, sekarang Umi udah baikan dan gak seperti dulu lagi yah!" sahut Bi Aning.
"Iya Bi, aku juga baru pertama kali dimarahin sampai kaya gitu, sebelumnya, aku gak pernah sampai kaya gitu sama Bunda, maklumin ya Bi, kalau cengeng, wanita mana sih, yang gak sakit hati dibanding-bandingkan sama cewek lain, sama Mertua sendiri." Sahut Khalisa.
"Iya, Bibi juga kalau ada di posisi Neng, pasti sama, bakal nangis juga, tapi, Alhamdulillah, Bibi punya Mertua baik, meskipun sampai sekarang gak punya Anak, tapi Mertua tetap baik." Sahut Bi Aning.
"Syukur Alhamdulillah, kalau begitu Bi." Sahut Khalisa.
"Iya Neng." Sahut Bi Aning.
"Bibi, saya mau nanya, Bibi kenapa gak mau ngambil Anak aja, dari panti?" tanya Khalisa.
"Emang ngambil Anak itu gak butuh biaya Neng, buat adopsi, belum repot ngurusin, Bibi kan udah tua, biarin aja lah Neng." Sahut Bi Aning.
"Ngambil dipanti asuhan emang agak ribet Bi." Sahut Khalisa.
"Mangkanya Neng, sudah ditakdirkan seperti ini, saya terima aja." Sahut Bi Aning.
"Sabar ya Bi, kan aku udah pernah bilang, anggap aku, atau Kak Desta, Anak Bibi, bukan majikan yah!" sahut Khalisa.
"Iya Neng, makasih ya Neng, baru ini Bibi punya majikan yang baiknya seperti ini." Sahut Bi Aning.
"Iya Bi." Sahut Khalisa tersenyum.
☀☀☀☀
Setelah lama beres-beres dan motong sayuran, Khalisa pamit pada Bi Aning untuk salat asar. Setelah Khalisa mandi dan salat asar, Desta pulang.
"Siap Neng!" sahut Bi Aning.
"Makasih Bi." Sahut Khalisa langsung berjalan ke kamar.
Setelah Khalisa sedang salat, Desta pulang dan mengucapkan salam saat masuk rumah. Setelah selesai salat, Khalisa ketiduran di sajadahnya. Desta masuk kamar kaget melihat Khalisa Tergeletak.
"Assalamu'alaikum, sayang aku pulang!" sahut Desta.
"Eh, Den Desta pulang, Neng Khalisa lagi salat Den." Sahut Desta.
"Oh, gitu Bi, ya udah, saya ke kamar dulu yah!" sahut Desta.
"Siap Den!" Sahut Bi Aning.
"Assalamu'alaikum, sayang aku pulang, masya Allah, sayang kamu kenapa sayang? sayang? bangun!" teriak Desta.
"Ada apa sih, sayang? kamu udah pulang? kenapa teriak-teriak gitu?" tanya Khalisa.
"Astaghfirullah, aku kira kamu kenapa-kenapa sayang, aku kaget tahu gak!" sahut Desta panik.
"Sayang, aku gak apa-apa, aku hanya ketiduran, mata aku ngantuk banget, maaf ya sayang, udah bikin kamu kaget!" sahut Khalisa.
__ADS_1
"Aku benar-benar khawatir sayang, takut kamu kenapa-kenapa, ya Allah, sayang." Sahut Desta memeluk Khalisa.
"Ha-ha-ha, aku gak apa-apa sayang, aku sehat, aku bakal menjaga diri aku sama Dedek bayi kita, kamu jangan khawatir!" sahut Khalisa.
"Kamu kecapean yah? sampai ketiduran gitu?" tanya Desta.
"Enggak sayang, aku cuma ngantuk berat aja!" sahut Khalisa.
"Ya udah, kamu gak bantu Bibi lagi yah, biar aku aja!" sahut Desta.
"Emang kamu bisa?" tanya Khalisa.
"Bisa dong, kan minta ajarin Bibi." Sahut Desta.
"Jangan sayang, nanti berantakan, udah biarin, aku aja sama Bibi, sekarang kamu mandi, aku siapin baju, terus makan!" sahut Khalisa.
"Kalau capek, gantian sama aku yah, aku mandi dulu!" sahut Desta.
"Sayang, bajunya ada di atas kasur yah, aku nyiapin makan dulu!" sahut Khalisa.
"Iya sayang." Sahut Desta.
☀☀☀☀
Khalisa menyiapkan makan untuk Desta. Sambil nunggu Desta mandi dan salat, Khalisa membantu Bi Aning kembali. setelah satu jam Desta keluar kamar dan menghampiri meja makan, Desta melihat banyak sekali besek yang di kirim Umi.
"Ya, ampun, sayang sampai satu jam, lama banget, ayo makan dulu!" ajak Khalisa.
"Aku salat dulu sayang, kamu udah makan belum?" tanya Desta.
"Aku sudah sayang, kamu aja!" sahut Khalisa menyedokan Desta nasi sambil tersenyum.
"Sayang beseknya banyak banget yah, mau undang siapa lagi sih, Umi? sayuran juga banyak!" sahut Desta.
"Kan aku bilang tadi di telepon sayang, kamu lihat aja!" sahut Khalisa.
"Umi mah, kalau apa-apa gak nanggung-nanggung, mubazir banget sih!" sahut Desta.
"Bunda juga tuh, buah-buahan, sayuran, beras, minyak, kentang, sampai sekarung, kaya mau hajatan aja!" sahut Khalisa.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik terakhir
- Cinta Cowok Dingin
__ADS_1
- Cinta Gadis Bisu