Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 115


__ADS_3

"Biarin deh, yang penting senang, ha-ha-ha," sahut Desta.


"Iya sayang, makasih ya kamu udah mau peduli sama mereka," sahut Khalisa.


"Sama-sama sayang, aku gak mau mereka kerja terus, sekali-kali mereka refreshing, kan dia juga manusia, butuh kesegaran biar gak bad mood, sayang nambah lagi dong, enak banget masakan kamu," Sahut Desta tersenyum.


"Alhamdulillah, suami aku suka, sini aku ambilin!" sahut Khalisa menyendokan nasi goreng ke piring Desta sambil tersenyum.


"Makasih istriku," sahut Desta tersenyum.


"Sama-sama suamiku, makannya yang banyak, biar sehat, jangan lupa sayang, kita kontrol dulu yah," sahut Khalisa.


"Iya sayang, kamu juga nambah yah, biar Dedek bayinya sehat!" sahut Desta.


"Nanti aku mual sayang, kalau kebanyakan," sahut Khalisa.


"Oh, gitu? ya udah, tapi susu sama vitamin jangan lupa di minum yah!" sahut Desta.


🌷🌷🌷🌷


Setelah selesai makan, mereka langsung mandi untuk bersiap-siap, Desta meledek Khalisa dan meminta melakukannya lagi dan mandi bersama.


"Ya udah, kamu mandi duluan sayang, aku sambil beresin kasur," sahut Khalisa.


"Gak mau ah, aku mau mandi bersama kamu, kelamaan kalau kita sendiri-sendiri," Desta merangkul Khalisa dan mencium leher Khalisa.


"Sayang," sahut Khalisa.


"Kangen aku sayang," sahut Desta langsung menggendong Khalisa ke bathup, Desta membuka semua busana yang ada pada Khalisa. Khalisa tidak pernah bisa menolak kemauan Desta yang nakal.


Dua jam lebih mereka bermain di bathup, dengan rasa cinta mereka yang tidak bisa hentinya untuk melepas. Setelah selesai, Desta menyabuni semua seluruh tubuh Khalisa, Khalisa pun sama secara bergantian. Selesai mandi Desta memberi handuk pada Khalisa dan memeluk Khalisa.


"Kamu dingin ya sayang, maafin aku yah, terlalu maksa kamu! aku kangen banget sama kamu sayang, gak bisa nahan kalau udah kangen," sahut Desta.


"Gak apa-apa sayang, tolong olesin minyak kayu putih dong, badan aku menggigil sayang," minta Khalisa.


"Iya sayang, maafin aku yah!" minta Desta.


Desta mengolesi minyak kayu putih ke seluruh badan Khalisa, Desta melihat banyak tanda merah atas ulahnya. Desta langsung memeluk Khalisa dan memberi kehangatan agar dinginnya hilang.


"Kok masih dingin sayang," sahut Khalisa.


"Serius kamu? sini, sini!" Desta memeluk Khalisa dengan dekapan kasih sayang dan mencium kening Khalisa.

__ADS_1


"Aku juga gak tahu, kenapa dingin banget sayang," sahut Khalisa menggigil.


"Ya udah, nanti aja dulu pakai bajunya yah," Desta masih memeluk Khalisa.


"Sayang, masih dingin!" sahut Khalisa.


"Iya sayang, maafin aku yah, harusnya gak lama-lama aku," Desta langsung mematikan remote Ac.


🌷🌷🌷🌷


Setelah lama, Khalisa sudah mulai tidak dingin lagi. Meskipun sedikit masih terasa. Desta mengusap-ngusap tangan Khalisa agar hangat.


"Gimana sayang? masih dingin? mungkin dingin karena Ac, kita lupa matikan," sahut Desta.


"Kan biasanya kemarin juga begini Ac nyala, tapi gak sedingin ini sayang," sahut Khalisa.


"Oh, aku ngerti sekarang, Dedeknya iri kali aku peluk Mamahnya terus, Dedeknya mau dipeluk juga sayang," sahut Desta.


"Iya, mungkin Kak," sahut Khalisa.


"Sini aku peluk Dedek dulu, Dedek cemburu sama Mamah yah, Dedek juga minta dipeluk sama Papah? jangan bikin Mamah sakit ya sayang, sekarang Papah peluk Dedek yah, Mmm... mmmuaach..." sahut Desta.


"Sayang dinginnya hilang sedikit-sedikit," sahut Khalisa.


"Kok kaya aku sih sayang, ah..." sahut Khalisa cemberut.


"Ha-ha-ha, bercanda sayang," sahut Desta tersenyum.


Khalisa dan Desta bersiap-siap memakai baju dan berangkat untuk kontrol ke rumah sakit. mereka ke garasi untuk mengambil mobil lain. Kerena mobil yang biasanya dipakai Bang Joni.


"Sayang, kamu yakin bisa nyetir? udah gak sakit lagi?" tanya Khalisa.


"Enggak sayang, kamu tenang aja yah!" sahut Desta.


"Pak Jamal, kita tinggal dulu yah, maaf nih, gak bisa ikut jalan-jalan," sahut Desta.


"Ah, gak apa-apa Den Desta, saya mah gak penting jalan-jalan, istri aja biarin," sahut Pak Jamal.


🌷🌷🌷🌷


Desta dan Khalisa telah berangkat, ternyata mobil yang dipakai Desta remnya Blong, karena Desta lupa ngecek. Khalisa dan Desta saat diperjalanan mengalami kecelakaan dan dilarikan ke rumah sakit. Keadaan Desta tidak apa-apa, hanya Khalisa yang masih koma dan mengalami keguguran. Desta menangis dan menyesali kenapa dia harus lupa mengecek mobil. Desta bangun dan berlari ke ruangan Khalisa dan syok melihat Khalisa koma dan keguguran. Di rumah sakit sudah ada keluarga Desta dan Keluarga Khalisa, Shifa dan Dokter Ari pun menjenguknya.


"Di mana saya Dokter? istri saya mana?" tanya Desta panik, dengan luka di kepalanya.

__ADS_1


"Desta, kamu sabar yah, Khalisa sudah di tangani, sekarang dia masih koma, di kamar sebelah, hiks-hiks-hiks," sahut Umi Sarah.


"Saya harus melihat kondisi Khalisa Umi!" sahut Desta keluar sambil tertatih-tatih dan menangis.


Semua pada menangis dan bingung bilangnya, gak tega kalau harus bilang Khalisa keguguran, apa lagi Bunda hanya bisa menangis dan gak sanggup bilang, sampai akhirnya Pak Umar yang menjelaskan ke Desta.


"Sayang bangun sayang! bangun ini aku! kenapa aku bodoh! kenapa aku tidak mengecek rem mobil itu! hiks-hiks-hiks, sayang bangun! ini aku, kamu harus kuat, kenapa harus gantian kamu yang koma sayang, hiks-hiks-hiks, ya Tuhan! apa salah saya, sampai banyak cobaan seperti ini! hiks-hiks-hiks," sahut Desta menangis mencium Khalisa.


"Umi, Bunda, Abi, Ayah, Syifa, Dokter Ari, gimana keadaan bayi saya? apa baik-baik saja kan? kenapa kalian pada nangis? jawab! bayi aku gak apa-apa kan? sayang aku percaya bayi kita gak apa-apa kan? kamu harus kuat sayang, hiks-hiks-hiks," Desta memegang perut Khalisa.


"Desta, boleh Ayah bicara!" sahut Ayah Umar.


"Ada apa?" tanya Desta.


"Kamu harus ikhlas dengan takdir Allah, kamu gak boleh seperti ini!" sahut Ayah Umar tidak sanggup meneruskan.


"Ada apa Ayah? maksud Ayah apa? saya gak ngerti, Bunda, Umi, apa ini? Desta benar-benar tidak mengerti." Sahut Desta.


"Kamu yang tabah Nak, sebenarnya Bayi dalam kandungan Khalisa keguguran, hiks-hiks-hiks," sahut Abi Mahmud.


"Apa? Khalisa keguguran? Astaghfirullah, hiks-hiks-hiks, ini gak mungkin, ini gak mungkin, hiks-hiks-hiks, sayang, bayi kita sayang hiks-hiks-hiks," sahut Desta menangis dan mencium Khalisa.


"Kak, yang sabar yah, mungkin lain waktu bisa hamil lagi Khalisa, yang sabar Kak!" sahut Syifa ikut menangis.


"Pak, Desta gak usah khawatir, Bu Khalisa akan bisa hamil lagi kok, bersabar yah!" sahut Dokter Ari.


"Umi, Bunda, Anak aku keguguran, aku harus bilang apa kalau Khalisa sadar, ya Allah, kenapa kau mengambil kebahagiaanku, hiks-hiks-hiks," Desta lemas keluar ruangan dan menangis.


"Den Desta, maafin kita-kita yah, harusnya Den Desta gak pakai mobil itu, harusnya kami yang kecelakaan, kami semua jadi merasa bersalah, maafin kami semua Den," sahut Bang Joni, Desta hanya diam karena Anak yang sudah dinanti-nantikan hilang.


Ya Allah, kenapa harus ambil Anakku, gimana dengan Khalisa nanti kalau sampai tahu Anaknya hilang, hiks-hiks-hiks, maafin Papah Nak, gara-gara keteledoran Papah, kamu harus pergi.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf Cinta, boleh nih, kalian mampir ke cerita aku yang lainya teman-teman dan readersku, ceritanya gak kalah seru dan romantis, cekidot 🥰🥰🥰




__ADS_1


__ADS_2