
"Aku matiin, karena aku gak mau berdebat di handphone," sahut Khalisa.
"Kenapa gak bilang, ingin matiin gitu aja? harusnya kamu bilang dulu sama aku, gak matiin gitu aja!" sahut Desta.
"Maafin aku sayang maafin!" sahut Khalisa.
"Gak sopan banget, chat juga gak dibales," sahut Desta.
"Sayang maafin aku ya, oke, aku salah, aku malas berdebat di handphone, meskipun aku chat kamu gak akan ngerti," sahut Khalisa.
"Kamu tahu gak, aku pulang cepat karena aku gelisah, gak tenang tahu gak, aku tuh khawatir kalau chat atau telepon gak dibalas!" sahut Desta.
"Ya Allah, maafin aku sekali lagi, sayang maafin!" sahut Khalisa.
"Kenapa sih, Syifa gak bisa sendiri sayang? ketergantungan banget sama kamu?" tanya Desta.
"Ya Allah, sayang, dia itu sahabat aku, cuma aku yang bisa bantu dia, kalau gak aku siapa lagi, kok kamu gitu sih," sahut Khalisa.
"Ya udah, aku minta maaf sayang!" sahut Desta.
"Syifa hanya dekat sama aku, gak ada lagi yang bisa bantu dia, Kakak-kakak nya pada jauh, Emaknya begitu, kan tahu sendiri, bantulah sayang, sikap kamu tuh tadi nunjukin kalau kamu gak suka sama dia!" sahut Khalisa.
"Iya sayang, maafin aku yah, kamu juga kalau telepon sama aku jangan main matiin gitu aja, aku gak suka, terus kabarin kalau kemana-mana," sahut Desta.
"Iya, maafin aku kalau salah, aku lupa sayang," sahut Khalisa.
"Sini! aku minta maaf yah, bukan aku gak suka sama Syifa, aku hanya khawatir sama kamu aja sayangku," sahut Desta.
"Maafin aku juga sayang!" sahut Khalisa.
"Iya sayang," sahut Desta.
"Sayang, tadi Bunda telepon, katanya Suaminya Mba Mirna ngambil Anak-anak, Mba Mirna lagi stres banget katanya!" sahut Khalisa.
"Astaghfirullah, kok suaminya Mba Mirna tega banget sih, Raja sama Dewa kan masih butuh Mba Mirna." Sahut Desta.
"Aku juga sama sayang, gak tega, aku harus gimana buat menghibur Mba Mirna." Sahut Khalisa.
"Kita gak bisa apa-apa sayang, karena itu udah jadi keputusan rumah tangga mereka, kita hanya bisa berdoa aja yang terbaik buat mereka, kemarin karena kamu didorong aja, jadi aku marah." Sahut Desta.
"Bunda sama Ayah lagi bantu ngurusin perceraian Mba Mirna, semoga pihak Mba Mirna menang jadi bisa ngasih Raja dan Dewa, aku gak rela kalau Raja dan Dewa dididik sama Papahnya." Sahut Khalisa.
"Iya sayang, Aamiin! kita mau main gak ke rumah Bunda?" tanya Desta.
"Gak usah sayang, takut di rumah Bunda gak ada orang, sekarang kamu mandi yah, ganti baju, terus makan!" minta Khalisa.
"Yang masak siapa sayang?" tanya Desta.
"BI Aning Yang, maafin aku ya sayang!" sahut Khalisa.
"Ya udah, gak apa-apa, kamu janji sama aku yah, kalau kamu gak boleh ngulangin kaya tadi, mau matiin telepon gitu aja!" sahut Desta.
__ADS_1
"Iya sayang, maafin aku yah! aku gak akan matiin gitu aja kalau kamu telepon." sahut Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Khalisa mendapat telepon lagi Bunda, Bunda mengabari kalau Mba Mirna bunuh diri, dengan memotong tangannya, dan dilarikan ke rumah sakit.
"Assalamu'alaikum, hiks-hiks-hiks," salam Bunda Maryam sambil menangis.
"Wa'alaikumsalam, Bunda kenapa?" tanya Khalisa.
"Mba Mirna bunuh diri sayang, sekarang sama Ayah udah dibawa ke rumah sakit." Sahut Bunda Maryam.
"Astaghfirullah, ya Allah, Mba Mirna, hiks-hiks-hiks, ada-ada aja deh!" sahut Khalisa.
"Kamu kalau mau jenguk, ke rumah sakit meilia, tempat Dokter Ari.
"Oke, Bun, nanti aku sama Desta jenguk!" sahut Khalisa.
"Iya sayang, Assalamu'alaikum." Sahut Bunda Maryam.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa.
Ya Allah, Mba Mirna ada-ada aja sih, kenapa harus pakai bunuh diri.
"Sayang, mandinya udah belum?" tanya Khalisa.
"Sebentar lagi sayang, sabar yah!" sahut Desta.
Setelah dua puluh menit, Desta langsung keluar dari kamar mandi. Desta melihat Khalisa panik sambil kebingungan.
"Sayang, Mba Mirna bunuh diri!" sahut Khalisa.
"Apa? Astaghfirullah, ada-ada aja sih, kok cetek banget pikiran Mba Mirna yah," sahut Desta.
"Sayang kita jenguk yah!" minta Khalisa.
"Iya sayang, nanti kita jenguk!" sahut Desta.
"Tapi, kamu makan dulu ya sayang!" sahut Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Setelah makan, Khalisa dan Desta berangkat ke rumah sakit, untuk menjenguk Mba Mirna. Khalisa melihat Khalisa sangat gelisah dan sedih.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Desta.
"Aku khawatir sama Mba Mirna sayang, gimana keadaannya, terus Raja dan Dewa gimana keadaannya." Sahut Khalisa.
"Sabar sayang, doakan yang terbaik untuk mereka yah!" sahut Desta.
"Iya sayang, kenapa sih, cobaan ini gak ada hentinya yang," sahut Khalisa.
__ADS_1
"Ya kita harus sabar sayang, menerima semuanya yang Allah berikan, bukan dengan cara seperti Mba Mirna bunuh diri!" sahut Desta.
"Tahu, aku heran sampai pikiran Mba Mirna cetek banget, padahal dia tahu, kalau bunuh diri itu gak di terima dan dosa!" sahut Khalisa.
"Seberat apa pun masalah kita, jauhkan yang namanya gituan sayang, caranya itu bukan seperti itu, tapi berserah diri pada Allah, minta pentunjuk! aku mau tanya, Mba Mirna itu jarang salat ya sayang?" tanya Desta.
"Gak tahu sayang, aku gak pernah merhatiin," sahut Khalisa.
"Perasaan aku lihat, mereka selama ini baik-baik aja, tapi kok bisa suaminya seperti itu!" sahut Desta.
"Gak tahu sayang, namanya juga tergoda, awas aja kamu kalau sampai tergoda!" sahut Khalisa.
"Ya Allah, enggak lah sayang, hati aku udah terkunci buat orang lain, dan nama kamu selalu ada di hati aku," sahut Desta.
"Benar?" tanya Khalisa.
"Benar dong sayang, meskipun ada bidadari cantik lewat, aku gak peduli!" sahut Desta.
"Mba Mirna suaminya juga bilang seperti itu, tapi kenyataannya apa? zonk!" sahut Khalisa.
"Kamu jangan samain aku sama dia dong!" sahut Desta.
"Bukan nyamain sayang, mangkanya aku gak butuh janji, butuh bukti!" sahut Khalisa.
"Oke, aku akan buktiin sama kamu!" sahut Desta.
"Aku itu percaya sayang sama kamu!" sahut Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Akhirnya Khalisa dan Desta sampai di rumah sakit. Mba Mirna masih koma, karena kehabisan darah. Mba Mirna sebelum bunuh diri, selalu ingin bertemu Anaknya, yang diambil Bapaknya.
"Assalamu'alaikum," salam Desta dan Khalisa.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Bunda Maryam dan Abi Mahmud.
"Gimana Bun, keadaan Mba Mirna?" tanya Khalisa.
"Masih koma, karena dia kehabisan darah sayang," sahut Bunda Maryam.
"Kok harus pakai bunuh diri sih Bun, kenapa cetek banget sih Mba Mirna?" tanya Khalisa.
"Dia stres karena memikirkan Anaknya, kemarin itu Anaknya dibawa Bapaknya, sampai nangis-nangis juga Anak sama Emaknya." Sahut Bunda Maryam.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta cowok dingin
- Cinta gadis Bisu