Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 58


__ADS_3

"Iya Nak, rasanya kuping Bunda itu panas," sahut Bunda Maryam.


"Kan Khalisa bilang, senyumin aja Bun, dia mau ngomong apa tentang Khalisa, Khalisa gak peduli," sahut Khalisa.


"Benar Khalisa Bun, sudah lah, gak usah didengar, buktinya keluarga kita baik-baik aja, kita nikahin Khalisa juga gak maksa, kalau mereka tahu islam, untuk apa mereka ngomongin orang," sahut Ayah Umar.


"Iya Mba, gak usah didengar, nanti juga ada balasan, padahal keluarga bercadar, tapi sering gibah, itu ajaran Islam yang benar, ha-ha-ha," sahut Mba Mirna.


"Mba Mirna, udah dong, nanti Bunda tambah panas," sahut Khalisa.


"Enggak aku heran aja lho, mereka fanatik islam, tapi sering gibah, dan ngurusin rumah tangga orang, sedangkan keluarga mereka hancur, aneh," sahut Mba Mirna.


"Fanatik abal-abal itu, mau orang kaya gimana kek nikah, itu urusan kita, kenapa ia repot kita yang di bilang gak ikut ajaran islam," sahut Suaminya Mba Mirna.


"Iya udah, biarin aja Mas, Mba, kalau menurut mereka Khalisa salah, ya udah gak apa-apa Khalisa Terima mau bicarain apa juga, toh Khalisa buktiin ke mereka, kalau Khalisa Ta'aruf gak dengan cara fanatik islam, tapi bahagia tanpa paksaan, beda sama mereka Ta'aruf dengan fanatik islam buktinya malah ada perselingkuhan sama mantan, harusnya malu mereka itu," sahut Khalisa.


"Iya Nak, sudah mulai sekarang Bunda bakal abaikan omongan mereka," sahut Bunda Maryam.


"Iya Bun, semakin banyak lemparan baru ke kita, maka semakin banyak berkah untuk kita, dan semakin banyak dosa yang ia tanggung," sahut Khalisa.


"Kamu belajar dari mana kata-kata itu Nak?" tanya Ayah Umar.


"Dari Kak Desta Yah," sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, ya Allah pilihan Ayah gak salah buat kamu Nak, kamu benar-benar mendapatkan suami yang benar-benar soleh, dan baik buat imam kamu," sahut Ayah Umar.


"Iya yah, Khalisa bersyukur kok, nikmat yang telah Allah berikan ke Khalisa, karena lahir batin Khalisa ikhlas menjadi istri Kak Desta," sahut Khalisa tersenyum.


"Kamu jadi ke rumah Mertua kamu?" tanya Bunda.


"Jadi Bun, Khalisa siap-siap dulu ya Bun, atau Bunda sama Ayah mau ikut? Mba Mirna mau ikut?" tanya Khalisa.


"Ayah sama Bunda ada arisan keluarga Nak," sahut Bunda Maryam.


"Mba pengen sih ikut, tapi bawa dua anak itu rese Lis, takut rewel," sahut Mba Mirna.


"Ya udah, gak apa-apa, Khalisa sendiri aja," sahut Khalisa.


"Hati-hati ya Nak, pergi sama Joni kan?" tanya Ayah Umar.


"Iya yah," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Akhirnya, Khalisa siap-siap berganti pakaian dan berangkat ke rumah Umi Sarah, Khalisa tidak sabar untuk memberi tahu Umi dan Abi Mahmud. Setelah selesai berganti pakaian, Khalisa menghampiri Bang Joni untuk berangkat.


"Bang, kita ke rumah Umi Sarah Yuk, bisa kan antar Khalisa?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Bisa dong Neng, ini Abang udah siap, he-he," sahut Bang Joni.


"Itut!" sahut Dewa minta ikut.


"Jangan ah, nanti kamu rewel ngajakin pulang, beli es cream aja yah," sahut Mba Mirna.


"Dek, nanti ate pulang kok," sahut Khalisa.


"Huuu, huuu,," Dewa menangis dan merengek minta ikut.


"Mba ikut aja yuk!" ajak Khalisa.


"Enggak Lis, udah biarin, emang lagi rewel dia," sahut Mba Mirna.


"Oh, ya udah, Bunda, Ayah, Khalisa berangkat yah," sahut Khalisa dengan membawa rengginang untuk Mertua.


"Iya, kamu hati-hati yah, salam dari Ayah dan Bunda, untuk Mertua kamu yah," sahut Ayah Umar.


"Hati-hati Nak," sahut Bunda Maryam.


"Assalamu'alaikum," salam Khalisa.


"Wa'alaikumsalam," sahut bersamaan Bunda, Ayah, dan Mba Mirna.


🍁🍁🍁


Akhirnya Khalisa pun berangkat ke rumah Umi Sarah, Khalisa ingin tahu respon mereka gimana kalau Khalisa hamil, dengan senyuman dan mengelus perutnya, Khalisa mengecek handphone, belum ada kabar dari Kak Desta. Gak lama, Desta mengirim chat ke Khalisa, dan meminta maaf tidak bisa video call, karena kedatangan relasi besar. Desta mengirim foto bersama relasinya itu.



"Wa'alaikumsalam, iya Kak, gak apa-apa, yang penting Kakak ngabarin, jadi aku gak khawatir," sahut Khalisa.


"Iya istriku, kamu sedang apa sayang?" tanya Desta.


"Aku lagi dijalan, mau ke rumah Umi Kak," sahut Khalisa.


"Ya udah, kamu hati-hati ya sayang, salam dari aku buat Umi, jaga kesehatan kamu, jangan capek-capek ya sayang," sahut Desta.


"Iya, Kakak juga yah, jaga kesehatan Kakak, aku gak mau Kakak sakit," minta Khalisa dalam chat.


"Iya istriku, senang banget, setiap hari diperhatiin istri, jadi pengen cepat pulang," sahut Desta dengan imoticon tersenyum.


"Cepat pulang Kak," sahut Khalisa manja dalam chat.


"Iya sayang, doain aku yah, biar lancar dan cepat selesai, biar aku bisa pulang secepatnya," sahut Desta.


"Aamiin," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Aku mau lihat wajah istriku dong, kamu kirimin dong sayang," minta Desta.


"Iya kak, tapi jelek banget Kak," sahut Khalisa.


"Hustt, jangan ngomong gitu ah, istri aku tetap paling cantik," sahut Desta.



"Itu Kak, he-he," sahut Khalisa.


"Masya Allah, cantiknya istriku, aku jadi kangen sama kamu, rasanya itu pengen cium dan meluk," sahut Desta.


"Gombal terus Kak, nanti hidung aku terbang nih," sahut Khalisa.


"Ha-ha-ha, ya udah sayang, aku lanjut kerja lagi yah, kamu hati-hati ya sayang," sahut Desta.


"Iya Kak, semangat kerjanya, dan cepat pulang, dede pengen dipeluk nih," sahut Khalisa.


"Dedeknya doang? Mamahnya gak mau dipeluk? ha-ha-ha," sahut Desta sambil meledek.


"Ya mau juga, he-he," sahut Khalisa.


"Bilang aja Mamahnya yang mau dipeluk," sahut Desta.


"Dedenya juga mau," sahut Khalisa.


"Nanti pulang aku peluk, aku kerja dulu ya sayang, mmmuaacch, I love you, Assalamu'alaikum," sahut Desta dalam chat.


"Mmm, I love you to suamiku, mmmuaacch, Wa'alaikumsalam," sahut Khalisa.


"Kayanya senang banget Neng? chat dari Den Desta yah? ciee yang rindu," ledek Bang Joni.


"Apaan sih Bang, he-he, ya pasti rindu Bang, aku hamil, tapi Kak Desta malah jauh," sahut Khalisa.


"Aduh, saya mah boro-boro kaya gitu, istri saya mah gak ada rindu-rindunya Neng, kalau saya bilang rindu, katanya gak usah ngomong rindu-rindu, pikirin duit mana, kaya gitu," sahut Bang Joni.


"Masa sih Bang? mungkin rindu juga, cuma malu kali Bang," sahut Khalisa.


"Telepon saya cuma minta duit doang, galak Neng istri saya mah," sahut Bang Joni.


"Aku yakin, istri Abang gak galak, cuma dia pusing lagi butuh uang, buat jajan anak dan makan, mangkanya buat ngeluarin emosinya ke Abang, Abang sabar aja yah," sahut Khalisa.


"Iya Neng, Abang mah terima aja kalau diomelin, gak berani bentak-bentak balik," sahut Bang Joni.


"Jangan Bang, kasihan, Abang mau gak kerja jadi supir, biar ada penghasilan tetap," minta Khalisa.


"Sebenarnya mau Neng, saya gak tega ninggalin Boro sama Slamet, mereka udah baik sama Abang, Abang gak tega sama mereka," sahut Bang Joni.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2