
"Sudah-sudah, Ibu sama Bapak gak usah ribut, karena Bapak dan Ibu sudah mau merawat Raja dan sayang, sesuai janji, saya akan kasih uang, sekarang juga saya transfer, supaya Adik Rina bisa sekolah lagi, saya ikhlas, mohon diterima ya Pak!" minta Desta tersenyum.
"Alhamdulillah, hiks-hiks-hiks, makasih Mas, makasih sudah ikhlas." Sahut si Marbut bersujud di kaki Desta.
"Astaghfirullah, ayo bangun Pak, jangan sujud seperti itu, saya ikhlas, karena saya gak mau Anak sekecil ini kalau tidak mendapatkan pendidikan, kalau Bapak butuh apa-apa untuk keperluan sekolah Adik Rina, insya Allah, saya akan siap membantu." Sahut Desta.
"Masya Allah, Bapak tidak menyangka masih ada orang baik di kota ini, semoga keluarga Masnya selalu dilindungi Allah, dan diberikan rezeki yang melimpah ya Mas, hiks-hiks-hiks." Sahut si Marbut.
"Aamiin... Aamiin ya Allah, doakan istri saya juga ya Pak, agar lahiran nanti lancar gak ada kendala!" sahut Desta.
"Iya, Mas, semoga istrinya lahiran lancar yah, Ibu dan bayinya sehat, Mas tangannya berdarah, mau Ibu bantu obatin!" sahut istri si Marbut.
"Iya Mas, sebaiknya, diobatin dulu!" sahut si Marbut.
"Tidak usah Pak, insya Allah, saya akan baik-baik saja, kasihan istri saya sudah menunggu, Raja, kamu pamit dulu sama Ibu, Bapak dan Kakak yah!" minta Desta.
"Hiks-hiks-hiks... Raja, jangan lupain Kakak yah, sering main ke sini!" sahut Rina menangis.
"Raja gak akan lupa Kak, Kakak jangan nangis, Bapak, Ibu, Raja pulang!" sahut Raja.
"Iya Nak, kamu hati-hati yah, terus jadi Anak pintar ya Nak, jangan kabur-kabur lagi, hiks-hiks-hiks, Bapak sayang banget sama Raja." Sahut si Marbut.
"Ibu, minta maaf kalau sering ngomel ya Raja, Ibu juga sayang sama kamu." Sahut istri si Marbut.
"Iya Bu, Pak." Sahut Raja.
"Ibu, saya minta nomor rekeningnya, saya mau transfer!" minta Desta.
Desta telah mentransfer uang lima juta ke si Marbut. Akhirnya, Desta bisa berhasil membawa Raja pulang, meskipun dengan tangan luka dan wajah agak memar. Akhirnya, Desta dan Raja berangkat untuk pulang.
"Raja gak mau pulang ke rumah Mamah, Raja mau ke rumah Tante Maryam aja, Om!" sahut Raja.
"Iya sayang, Raja gak boleh kabur-kabur lagi yah, kasihan Mamah Mirna nangis cariin Raja!" sahut Desta.
"Iya Om, Aku benci Papah! aku gak mau ketemu Papah!" sahut Raja.
Ya Allah, Anak ini seperti trauma, dia benci sekali dengan Papahnya, sebaiknya, aku gak akan bilang, kalau Papahnya dipenjara, nanti sekolahnya malah jadi terganggu, dan dia pasti malu, kalau punya Papah nara pidana, pasti jadi gunjingan teman-temannya nanti.
"Raja, Raja gak boleh seperti itu sama Papah Raja, meskipun dia ngelakuin banyak kesalahan, Raja gak boleh benci, karena dia, orang tua Raja, gak baik Anak membenci orang tuanya!" sahut Desta.
"Tapi Papah sudah jahat Om, pokoknya titik aku gak mau bertemu Papah! Raja gak punya Papah!" sahut Raja.
"Ya sudah, ya sudah, kalau Raja gak mau bertemu Papah, pesan Om, berdosa sekali jika Anak tidak mau memaafkan orang tuanya." Sahut Desta.
__ADS_1
☀☀☀☀
Akhirnya, Raja dan Desta pun sampai di rumah Bunda Maryam. Khalisa kaget melihat Desta babak belur dan tangannya terluka.
"Assalamualaikum." Salam Desta.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa dan yang lainnya.
"Raja ya Allah, Mamah kangen Nak, Adik kamu Dewa juga kangen, hiks-hiks-hiks..." sahut Mirna memeluk Raja sambil menangis.
"Astaghfirullah, sayang wajah kamu kenapa? tangan kamu berdarah, ya Allah." Sahut Khalisa.
"Biar Bunda ambilin kotak obat Lis!" sahut Bunda Maryam.
"Kenapa bisa begitu Desta?" tanya Ayah Umar.
"Sebelum menjemput Raja, Desta dihadang di perjalanan sepi, sepertinya dia bukan niat rampok, tapi dia suruhan Mamahnya Jono." Sahut Desta.
"Ya Allah, kok jadi panjang gini sih, hiks-hiks-hiks, Mba Mirna, kok jadi sasaran suami aku!" sahut Khalisa menangis.
"Ini obatnya Lis!" sahut Bunda Maryam.
"Sayang, udah dong! jangan nangis ah! aku gak apa-apa." Sahut Desta.
"Laporin aja Desta lagi ke polisi! biar sekalian Emak sama Anak masuk penjara!" sahut Bunda Maryam.
"Apa sebaiknya gak kita laporin ke polisi lagi Desta?" tanya Ayah Umar.
"Harus ada buktinya dulu Yah, biar nanti Desta cari tahu!" sahut Desta.
"Sayang, udah ah! cukup! tugas kita selesai bantu Mba Mirna, aku gak mau jadi panjang, jadi kita yang kena masalah!" sahut Khalisa.
"Kamu, gak usah khawatir sama aku, aku gak apa-apa sayang, kalau masalah ini gak kita usut, bahaya untuk kita semua." Sahut Desta.
"Ayah gak habis pikir, Anak salah masih aja dibelain!" sahut Ayah Umar.
"Desta, benar Khalisa, sudah cukup bantu Mba, Mba bersyukur banget, berkat kamu, Raja ketemu, Mba sudah makasih banget!" sahut Mirna.
"Gak bisa gitu Mba, ini udah mengancam nyawa, untung saja, Allah masih lindungin saya, coba kalau enggak, saya bisa mati." Sahut Desta.
"Jangan sayang, aku gak mau kamu kenapa-kenapa lagi!" sahut Khalisa.
"Sayang, kamu gak usah khawatir yah! Allah pasti melindungi kita, jangan sedih gitu dong ah!" sahut Desta.
__ADS_1
"Kalau Ayah setuju sama Desta, biar kita cari tahu dulu, kalau emang sudah terbukti Mamahnya Jono, biar kita laporan lagi!" sahut Ayah Umar.
"Sama, Umi juga setuju!" sahut Bunda Maryam.
"Sekali lagi makasih banyak Desta." Sahut Mirna.
"Iya, Mba, gak apa-apa." Sahut Desta.
"Mirna, sebaiknya kamu urusin Raja tuh, dekil, kotor begitu!" saran Bunda Maryam.
"Iya Mba, Lisa, Desta, Mas, permisi sebentar yah!" minta Mirna.
Khalisa seperti marah sama saya, maafin Mba ya lis, udah banyak menyusahkan kamu.
"Sayang, kita ke rumah sakit yuk! aku gak mau nanti luka kamu infeksi!" minta Khalisa.
"Iya Desta, sebaiknya bawa ke rumah sakit dulu, biar di periksa!" sahut Ayah Umar.
"Gak usah sayang, nanti juga sembuh!" sahut Desta.
"Enggak! enggak! pokoknya harus periksa ke rumah sakit! sekalian pulang aja sayang!" minta Khalisa.
"Iya, iya, aku nurut kata istri!" sahut Desta tersenyum.
"Bun, Yah, kita sebaiknya ke rumah sakit dulu yah, sekalian pulang aja!" minta Khalisa.
"Iya Nak, cepat-cepat deh, sebelum magrib, buat Desta maafin mantan suami Mirna yah! Ayah banyak-banyak makasih sama Desta." Sahut Ayah Umar.
"Iya Desta, Bunda juga makasih banyak, keluarga Khalisa sudah banyak ngerepotin kamu!" sahut Bunda Maryam.
"Bunda, Ayah, kita kan keluarga, sudah kewajiban kita untuk saling menolong." Sahut Desta.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1