
"Makasih ya Lis?" sahut Syifa.
"Sama-sama Fa." Sahut Khalisa.
"Bang antar kita ke percetakan yah!" minta Khalisa.
"Siap Neng!" sahut Bang Joni.
Akhirnya Khalisa, Bang Joni, dan Syifa berangkat.
"Bisa, kita jalan dulu yah," sahut Khalisa.
"Hati-hati ya Neng!" sahut Bi Aning.
"Pak Jamal, tolong bukain yah gerbangnya!" sahut Khalisa.
"Siap Neng!" sahut Pak Jamal.
Setelah lama, Khalisa, Bang Joni dan Syifa sampai di percetakan. Khalisa ikut membantu Syifa memilih undangan.
"Lis, gue pilih yang mana?" tanya Syifa.
"Yang mana yah, yang ini bagus, tapi selera lo Fa!" sahut Khalisa.
"Gue bingung Lis, semua bagus!" sahut Syifa
"Kenapa bingung sih? ya udah, yang ini aja bagus, simple." Sahut Khalisa.
"Iya deh, he-he-he," sahut Syifa.
Khalisa memilihkan Syifa undangan yang simple dan elegan. Karena Syifa bingung sejak tadi memilih tidak selesai-selesai.
"Ini aja Fa?" tanya Khalisa.
"Iya deh, gue ini aja!" minta Syifa.
"Oke! habis lo dari tadi milih gak selesai-selesai." Sahut Khalisa.
Setelah selesai memilih, Desta video call Khalisa. Desta kesal karena Khalisa tidak mengabari Desta.
"Kamu di mana?" tanya Desta yang mengendarai mobil hendak beristirahat.
"Aku di tempat percetakan, maaf sayang aku baru ngabarin! kamu istirahat?" tanya Khalisa.
"Selalu begitu! gak tahu apa, orang khawatir!" sahut Desta agak kesal.
"Maaf sayang, aku lupa! maafin!" sahut Khalisa.
"Udah selesai belum? kalau udah pulang!" minta Desta.
"Iya, nanti aku pulang, ini udah selesai!" sahut Khalisa.
"Ya udah!" sahut Desta.
"Kok kamu jawabnya gitu?" tanya Khalisa.
"Gitu gimana?" tanya Desta.
"Tahu ah, jawaban kamu gitu!" sahut Khalisa.
"Kamu tahu gak, aku nunggu kabar kamu sampai gelisah, dichat gak dibalas, aku tuh gelisah, sampai nunggu istirahat baru bisa video call, omongan aku pagi gak di dengarin!" sahut Desta.
__ADS_1
"Aku kan lupa! aku udah minta maaf! ya maaf!" sahut Khalisa kesal langsung matiin handphonenya.
Kok dimatiin sih? kebiasaan setiap masalah dimatiin, kalau udah sama Syifa lupa sama suami.
Desta langsung chat Khalisa, dan marah-marah kenapa dimatiin.
"Sayang, kenapa dimatiin? gak sopan!" sahut Desta dichat.
Gak dibalas, bikin kesal aja, lagian Syifa apa-apa Khalisa terus, kenapa gak mandiri sih, emang pernah aku waktu nikah itu nyusahin Syifa, kan enggak.
"Lis, kenapa? kok kayanya lo kesal banget?" tanya Syifa.
"Gue lupa ngabarin suami, kalau gue udah sampai sini, dia khawatir, kayanya dia marah, gue malas kalau dia marah-marah gue matiin." Sahut Khalisa.
"Yah, lo, kenapa dimatiin, semua gara-gara gue ya?" tanya Syifa.
"Enggak kok, gak apa-apa, salah gue, kenapa gak ngabarin dia!" sahut Khalisa.
"Maafin gue Lis, gara-gara gue lo jadi bertengkar, gue jadi gak enak sama lo sama Kak Desta." Sahut Syifa.
Aduh, gue jadi gak enak sama Khalisa dan Desta, gara-gara Khalisa nganterin gue, malah jadi bertengkar, dari awal Kak Desta kaya gak suka sama gue.
🌷🌷🌷🌷
Setelah selesai Khalisa, Bang Joni dan Syifa kembali pulang. Raut wajah Khalisa masih kesal dan sedih.
"Lis, gue pulang yah!" sahut Syifa.
"Lo ambil es cream dulu yah, sama makanan!" sahut Khalisa pelan.
"Lis, gue benaran gak enak!" sahut Syifa.
"Gak apa-apa Fa," sahut Khalisa.
"Lis, kok melamun sih?" tanya Syifa.
"Hah? enggak kok, gue ngantuk aja!" sahut Khalisa.
"Itu telepon suami lo gak diangkat? jangan gitu Lis, angkat!" sahut Syifa.
"Enggak ah, malas, yang ada gue emosi, nunggu dia pulang aja!" sahut Khalisa.
"Ya udah, gue pamit ya Lis, makasih nih makanan sama esnya!" sahut Syifa.
"Iya Fa, sama-sama, Bang Joni suruh antar lo aja yah!" sahut Khalisa.
"Jangan ngerepotin Lis!" sahut Syifa.
"Udah," sahut Khalisa.
Khalisa keluar menemui Bang Joni dan meminta untuk mengantar Syifa.
"Bang, tolong antar Syifa sampai rumahnya yah!" sahut Khalisa.
"Siap Neng!" sahut Bang Joni.
🌷🌷🌷🌷
Setelah Khalisa mengantar Syifa sampai depan, Khalisa masuk kamar, Khalisa memandangi handphone dan chat dari Desta yang sengaja gak dia balas.
Maafin aku ya Kak, aku paling malas kalau debat di handphone.
Gak lama Bundanya telepon Khalisa, kalau Anaknya Mba Mirna si Raja dan Dewa dibawa Bapaknya. Khalisa kaget dan syok, Khalisa bingung harus gimana, sedangkan dia sendiri sama Desta lagi berdebat.
"Assalamu'alaikum, salam Bunda Maryam.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, Bun." Jawab Khalisa.
"Kamu habis tidur ya Nak? Bunda ganggu?" tanya Bunda Maryam.
"Enggak kok Bun, Bunda gak ganggu sama sekali, ada apa?" tanya Khalisa.
"Suaminya Mba Mirna bawa Raja sama Dewa Nak, Bunda bingung, Mba Mirna nangis aja!" sahut Bunda Maryam.
"Kok bisa Bun?" tanya Khalisa.
"Bunda juga bingung Nak, tapi Ayah udah nuntut! semoga aja pihak kita menang, jadi Raja dan Dewa bisa sama kita," sahut Bunda Maryam.
"Bun, apa sebaiknya gak bisa diomongin baik-baik, jauhin perceraian, kasihan Raja dan Dewa!" sahut Khalisa.
"Gak bisa Nak, MasJono udah tetap minta cerai, soalnya Mas Jono udah hamilin Anak orang, Bunda udah larang juga dia injak kaki ke sini!" sahut Bunda Maryam.
"Astaghfirullah, kok Mas Jono gitu yah! Khalisa hanya mikirin Raja dan Dewa aja!" sahut Khalisa.
"Sama Nak, Bunda juga mikirin itu! tapi mau gimana lagi?" sahut Bunda Maryam.
"Bunda tenangin Mba Mirna yah, Khalisa belum bisa ke sana, kepala Khalisa sakit Bun!" sahut Khalisa.
"Iya Nak, gak apa-apa, kamu banyak-banyak istirahat aja yah!" sahut Bunda Maryam.
"Iya Bun," sahut Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Desta terus menghubungi Khalisa, tapi sibuk dan gak diangkat. Sampai akhirnya, Desta putuskan untuk pulang.
Sayang, kenapa gak dibalas gak diangkat sih! aku heran sama kamu ini. Dua jam tiga, sebaiknya aku pulang.
Desta memutuskan untuk pulang, karena Desta punya bawahan yang bisa dihandle oleh bawahannya. Desta pun sampai rumah. Desta melihat Khalisa sedang tertidur cantik di kamarnya.
"Aden, udah pulang?" tanya Bi Aning.
"Sssttt, Khalisa kemana Bi?" tanya Desta.
"Ada di kamarnya Den!" sahut Bi Aning.
"Oke!" sahut Desta.
Ya Allah, sayang kamu lelap sekali tidurnya, cantik banget sayang.
Saat Desta ingin mencium Khalisa, Khalisa bangun dan bersin-bersin mengenai wajahnya.
"Sayang, kamu lagi apa? ini kamu bukan? atau mimpi?" tanya Khalisa.
"Ini aku sayang!" sahut Desta.
"Sayang, maafin aku tadi, aku emosian, kamu udah pulang?" tanya Khalisa.
"Jawab aku sekarang, kenapa tadi kamu matiin telepon aku gitu aja?" tanya Desta sambil menatap Khalisa.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke cerita aku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰
-Cinta dan Detik Terakhir
-Cinta Cowok Dingin
-Cinta gadis bisu
__ADS_1