Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 85


__ADS_3

Khalisa langsung mengarah ke ruangan Desta, saat berjalan Khalisa menabrak Dokter Ari.


"Maaf Dok, saya gak sengaja, permisi!" sahut Khalisa, langsung pergi meninggalkan Dokter Ari.


"Gak apa-apa Bu," sahut Dokter Ali.


Ada apa dengan dia? kenapa seperti habis nangis? sepertinya kalau diperhatikan banyak kesedihan dalam dirinya.


"Kenapa sayang? kok sedih? udah ketemu sama Syifa?" tanya Desta.


"Edwin mutusin Syifa dan gagal ini pernikahan sama Syifa Kak, terus Syifa jadi salah paham sama aku, entah kenapa dia jadi salah paham, aku gak ngerti Kak," sahut Khalisa.


"Udah, udah, kamu jangan banyak pikiran, nanti efeknya ke bayi kita, biarin aja dulu, mungkin dia syok, kamu gak usah hubungin dia dulu yah, biarin dia tenang, mungkin dia sedang emosi, sini! sabar ya sayang, aku mohon banget sama kamu, jangan terlalu kamu pikirkan, kan aku bilang, jangan pernah jomblangin orang lagi," sahut Desta.


"Aku gak jomblangin dia, dia sendiri yang kenal sama Kak Edwin, dia yang tahu-tahu udah pacaran, aku cuma dengarin dia curhat aja Kak," sahut Khalisa.


"Berarti bukan salah kamu dong, kalau emang sahabat sejati, pasti lebih memilih sahabat mau gimana pun keadaannya, kalau emang Edwin mutusin bagus, berarti bukan jodoh dia, sepertinya dia masih belum dewasa menghadapi masalah ini, kamu sabar yah, kalau emang dia masih anggap kamu sahabat, apa lagi sahabat sejak kecil kan? pasti dia bakal hubungin kamu, sabar ya sayangku!" sahut Desta menenangkan Khalisa.


"Iya Kak, banyak banget ya cobaan yang melimpah kita," sahut Khalisa.


"Ssssttt__ jangan gitu ah gak boleh, oh, iya, kok Bisa Aning gak sampai-sampai yah?" tanya Desta.


"Masih di jalan Kak kan masak dulu!" sahut Khalisa.


"Oh, iya, yah, sayang, kaki kamu gimana? udah mendingan?" tanya Desta.


"Alhamdulillah, udah Kak, keringan kok, he-he," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Syifa dijalan baru sadar, dia sudah sangat keterlaluan pada Khalisa, ucapan dia sudah membuat hati Khalisa sedih, Syifa memutuskan untuk balik lagi ke rumah sakit, karena dia merasa bersalah dan ingin meminta maaf pada Khalisa.


Ya Allah, ucapan aku udah keterlaluan sama Khalisa, ngomong apa sih aku tadi? semua gara-gara Edwin, Lisa, maafin gue, gue bakal balik lagi ke rumah sakit buat minta maaf ke lo, gue salah, gue khilaf, apa lo mau maafin gue Lis, hiks-hiks-hiks.


🍁🍁🍁


Syifa memutuskan kembali ke rumah sakit, ia teringat kebaikan Khalisa padanya, sahabat seperti Khalisa tidak akan ia temukan lagi, Syifa berjalan sambil menangis. Setelah sampai ruangan Desta, Syifa langsung memeluk Khalisa sambil menangis.


"Assalamu'alaikum, Khalisa," salam Syifa.


"Wa'alaikumsalam," jawab Desta dan Khalisa.


"Khalisa, hiks-hiks-hiks, maafin gue, gue udah bodoh, gue khilaf ngomong kaya tadi, maafin gue udah kecewain lo, gue benar-benar bodoh, karena cinta, gue malah nyakitin sahabat gue sendiri, yang udah baik sama gue," sahut Syifa.


"Alhamdulillah, udah, udah, gue udah maafin lo kok, gue tahu tadi lo lagi emosi, gue ngerti, gue udah maafin lo Fa, udah jangan nangis lagi yah, lo sabar dan kuat, mungkin Edwin bukan jodoh lo, gue yakin pasti suatu saat nanti lo bakal temuin jodoh yang benar-benar sayang sama lo, mangkanya gue itu gak pernah mau ketemu sama Edwin, gue aja kaget tiba-tiba lo bawa Edwin, untung Kak Desta bisa ngertiin, suami terbaik aku, he-he," sahut Khalisa.


"Gombal!" sahut Desta tersenyum.


"Kak Desta, maafin Syifa yah, Syifa udah buat Khalisa nangis, udah marah-marah sama Khalisa, maafin Kak Desta," sahut Syifa.

__ADS_1


"Gak bisa maafin gitu aja lah, Mmm," sahut Desta.


"Kak," panggil Khalisa.


"Duuuuarrrr____ ha-ha-ha, pada kaku sama bengong, iya Syifa gak apa-apa, jangan pernah diulangin yah!" sahut Desta bercanda sambil menasehati Syifa.


"Kakak, ih, bikin jantungan," sahut Syifa.


"Biasa Kak Desta mah bikin tegang orang terus," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Tok-tok-tok


"Sore, Pak Desta ini ada keluarganya, nyasar ke ruangan saya," sahut Dokter Ari.


"Ya Allah Bi, maaf ya Dok!" sahut Desta.


"Iya gak apa-apa, sebentar lagi kita periksa yah Pak Desta!" sahut Dokter Ari.


"Maafin saya ya Dok, saya gak tahu," sahut Bi Aning.


"Iya, Ibu gak apa-apa, santai aja, mari!" sahut Dokter Ari.


"Emang Bibi gak ketemu Bang Joni?" tanya Khalisa.


"Enggak Neng, maaf yah Den Desta, Neng Khalisa," sahut Bi Aning.


"Iya Neng, gak apa-apa, Den Desta ya Allah, gimana keadaannya? cepat sembuh ya Den, di rumah sepi gak ada Den Desta sama Neng Khalisa," sahut Bi Aning.


"Alhamdulillah, udah mendingan Bi, makasih ya Bi udah dimasakin Bubur, makanan di rumah sakit, gak ada yang enak," sahut Desta.


"Sama-sama Den, Neng Syifa jenguk?" sapa Bi Aning.


"Iya Bi, he-he," sahut Syifa.


"Kak, makan sekarang yah, aku suapin!" sahut Khalisa.


"Iya sayang," sahut Desta tersenyum.


"Lis, kantin di mana? gue juga mau makan, Bibi mau temanin Syifa gak?" tanya Syifa.


"Ayo Neng," sahut Bi Aning.


"Bi, ini buat Bi Aning, buat jajan di kantin yah!" sahut Desta.


"Apa ini Den, ya Allah Den, gak usah!" sahut Bi Aning.


"Terima aja ya Bi," sahut Desta tersenyum.

__ADS_1


"Alhamdulillah, semoga Den Desta cepat sembuh, lancar rezekinya, terus Neng Khalisa lancar lahirannya, sama sehat bayinya dan badanya yah," sahut Bi Aning mendoakan.


"Aamiin," jawab Khalisa dan Desta bersamaan.


"Lis, gue tinggal dulu yah, pinjam Bibinya," sahut Syifa.


"Iya," sahut Khalisa.


"Bibi tinggal ya Neng, Den, Assalamu'alaikum," sahut Bi Aning.


"Wa'alaikumsalam." sahut Khalisa dan Desta.


"Oh, iya, Khalisa nitip apa di kantin? nanti gue bawain, sebagai maaf gue!" sahut Syifa.


"Rujak aja!" sahut Khalisa.


"Hah? rujak? ngidam banyak amat, kemarin es campur, sekarang rujak, kalau ada yah, pasti gue beliin," sahut Syifa.


"Ada Neng, di depan!" jawab Bi Aning.


"Oh, ya udah, oke Bumil, tunggu yah!" sahut Syifa.


"Makasih Syifa!" sahut Khalisa.


"Kamu ngidam sayang?" tanya Desta memegang perut Khalisa.


"Kepengen yang asem-asem Kak," sahut Khalisa.


"Hmm, dedek mau rujak yah, sabar ya Dek, Tante Syifa lagi beliin," sahut Desta tersenyum.


"Alhamdulillah ya Kak, akhirnya Syifa sadar juga," sahut Khalisa.


"Kan aku bilang sayang, ia gak akan bisa dapatin sahabat yang seperti kamu, kamu itu baik, maha Pemaaf, itu yang membuat aku timbul rasa cemburu sama kamu," sahut Desta.


"Kakak cemburu sama siapa?" tanya Khalisa.


"Ada deh, ha-ha-ha," sahut Desta.


"Ih gitu, main rahasia-rahasian," sahut Khalisa.


"Enggak sayang, pokoknya aku cemburu sama tatapan cowok yang beda sama kamu, ya Kaya Dokter Ari itu, tatapan ke kamu tuh beda sayang," sahut Desta.


"Ya Allah, beda kaya gimana sih Kak? dia ramah, gak ada yang beda kok," sahut Khalisa.


"Kamu gak tahu, aku yang tahu, pokoknya besok aku mau pulang besok, untung kamu gak daftar lahiran di sini, gak rela kalau sampai di Pegang-pegang dia!" sahut Desta.


"Kakak gak percaya sama aku yah?" tanya Khalisa.


"Bukan gak percaya, sedikit pun, aku gak rela orang nyentuh kamu, mau kamu luka, atau apa," sahut Desta mengenggam tangan Khalisa.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2