Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 107


__ADS_3

"Ya udah, maafin aku yah sayang, mmmuacchh... kita batalin yah, atau enggak, kita liburan aja yuk ke Bali, gimana?" tanya Desta.


"Kan kamu sakit, terus kalau udah sembuh, kamu kerja lagi," sahut Khalisa.


"Pokoknya kamu tenang aja, sama kerjaan aku, ada yang handle kok anak buah aku, aku kan bosnya, ha-ha-ha," sahut Desta tertawa.


"Sombong! Kamu masih sakit," sahut Khalisa.


"Aku udah strong kok, dua apa tiga hari yah, sebelum Syifa nikah, kita juga tenangin diri dan pikiran dari Umi," sahut Desta.


"Ya udah, kapan?" tanya Khalisa.


"Besok gimana?" tanya Desta.


"Aku kan harus USG dulu sayang," sahut Khalisa.


"Ya udah, besoknya lagi, gimana?" tanya Desta.


"Ya udah, aku mau!" sahut Khalisa.


"Senyum dong!" minta Desta.


"Aku boleh izin telepon Syifa lagi Yang? takut dia marah," minta Khalisa.


"Ya, udah, telepon aja!" sahut Desta mencium kening Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Khalisa mencoba menghubungi Syifa. Syifa langsung mengangkatnya dengan nada kesal.


"Assalamu'alaikum, Fa, jangan marah dong!" sahut Khalisa.


"Wa'alaikumsalam, enggak Lis, pokoknya kalau lo gak datang, baru gue marah," sahut Syifa.


"Gue datang kok, gue gak jadi ke Bali, gue dan Kak Desta bakal hadapin semua!" sahut Khalisa.


"Serius lo! Alhamdulillah, maafin gue ya Lis, gue cuma gak mau kehilangan lo, masa lo di Bali, ntar gue gak ada teman lagi yang sebaik lo!" sahut Syifa.


"Iya, kapan acara lamarannya?" tanya Khalisa.


"Dua minggu lagi Lis, doain gue yah!" minta Syifa.


"Alhamdulillah, gue ikut senang, akhirnya Syifa sahabat gue, bentar lagi nikah, he-he, semoga Dokter Ari suami yang terbaik buat lo yah!" sahut Khalisa.


"Aamiin... Makasih ya Lis, ini berkat lo juga, yang udah banyak nasihatin gue, semoga gue bisa seperti lo sabar, dan kuat!" sahut Syifa.


"Pasti bisa, lo harus lebih dari gue Fa!" sahut Khalisa.


"Iya, Lis, oh, iya, gimana sama kandungan lo? lo baik-baik aja kan? lo yang sabar ya menghadapi Mertua yang seperti itu, Alhamdulillah, kemarin gue ketemu calon Mertua, Alhamdulillah, baik semua, dan mau menerima gue Lis." Sahut Syifa.


"Syukur Alhamdulillah, kalau calon Mertua lo pada baik, gue ikut senang." Sahut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Saat habis menutup telepon dari Syifa, Khalisa berlari ke kamar mandi, Khalisa menangis di wastafel. Desta langsung menghampirinya dan bertanya pada Khalisa.


"Sayang, kenapa kamu lari? mata kamu seperti nangis, kenapa?" tanya Desta.


"Gak apa-apa sayang, aku hanya mual," sahut Khalisa.


"Kamu mual lagi?" tanya Desta.


"Iya sedikit," sahut Khalisa.


"Sebentar, aku ambilin minyak angin," sahut Desta.


"Gak usah! gak apa-apa, cuma sedikit kok sayang," sahut Khalisa.


"Wajah kamu merah lho," sahut Desta.


"Gak apa-apa sayang," sahut Khalisa.


"Sekali lagi maafin aku yah, aku jadi merasa bersalah banget sama kamu," sahut Desta.


"Gak apa-apa sayang," sahut Khalisa.


"Jawabannya gak apa-apa terus, emang Syifa ngomong apa sama kamu?" tanya Desta.


"Dia gak bilang apa-apa, dia hanya bilang sudah ketemu sama calon Mertuanya, katanya baik banget, andaikan Umi bisa seperti itu," sahut Khalisa.


"Ya, Allah, jadi kamu masih mikirin itu ya sayang? maafin aku ya sayang, membuat kamu sakit hati gara-gara Umi, aku yakin suatu saat dia akan sadar, kamu yang sabar yah," sahut Desta.


"Udah, udah! jangan pikirin itu lagi ya aku mohon! biarin aja dia gitu, kalau sampai dia menyakiti kamu dengan cara melukai, baru aku akan marah besar sama dia, yang sekarang kita pikirkan itu kebahagiaan kita!" sahut Desta.


"Iya sayang," sahut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Umi Sarah menangis di tinggal Abi Mahmud, sedangkan ke rumah Desta malu karena sudah berbohong. Umi Sarah seperti orang gila, hanya melamun tidak mau makan atau apa. Dia hanya menyalahkan Khalisa. Umi Sarah teriak-teriak gak jelas.


"Abi, Abi kemana? semua gara-gara Khalisa, dia udah rebut semua dari tangan aku, sampai kapan pun aku tetap gak suka sama Khalisa.


Mamad supir Umi Sarah bingung harus menghadapi Umi kaya gimana, soalnya Umi ngamuk-ngamuk gak jelas. Mamad ke rumah Desta, memberi kabar ke Desta tentang kondisi Umi sekarang.


🌷🌷🌷🌷


Bi Aning memanggi Desta dan Khalisa, kalau di bawah ada Pak Mamad ingin berbicara. Pak Mamad menjelaskan kondisi Umi.


"Pak Mamad, ada apa?" tanya Desta.


"Ini Den, Umi Sarah ngamuk-ngamuk, habis semua barang-barang, kayanya Umi kena gangguan jiwa, maaf nih Den!" sahut Pak Mamad.


"Apa? emang Abi kemana?" tanya Desta.


"Abi Mahmud pergi dari rumah tiga hari yang lalu, sampai sekarang gak pulang, pembantu semua pada pergi karena takut, mangkanya saya lapor ke Den Desta." Sahut Pak Mamad.


"Pak Mamad tahan Umi yah, jangan sampai dia kemana-mana, takut celakain orang lain, nanti saya ke sana!" sahut Desta.

__ADS_1


"Baik Den, saya permisi!" sahut Pak Mamad.


"Makasih Pak Mamad," sahut Desta.


"Sayang, Umi, hiks-hiks," sahut Desta.


"Sabar ya sayang, ya udah, kita siap-siap ayo! takut ada apa-apa, jangan sedih, kan janjinya apa?" tanya Khalisa menghapus air mata Desta.


"Baru begini aja, Umi udah kaya gitu, apa lagi nanti kita pergi sayang," sahut Khalisa.


"Masya Allah, istriku ini benar-benar mulia," sahut Desta.


🌷🌷🌷🌷


Desta dan Khalisa pergi lagi ke rumah Umi Sarah. Hati Khalisa benar-benar mulia, meskipun Umi jahat, Khalisa masih aja baik, dan bersikap tegar menghadapi semua! Khalisa gak akan menyerah sampai Umi benar-benar menerima dia. Saat sampai di rumah Umi Sarah, Umi Sarah lagi melamun seperti orang gila. Abi Mahmud di hubungi tidak aktif.


"Umi! ini Desta Umi! Umi kenapa? kenapa jadi begini? hiks-hiks-hiks," Desta memeluk Uminya.


"Desta, ha-ha-ha, Desta... ha-ha-ha," sahut Umi Sarah.


"Astaghfirullah, Umi, sadar, istighfar, Astaghfirullah," sahut Desta membacakan istighfar ke Umi.


"Berisik!" sahut Umi Sarah.


"Sayang, kita harus bawa Umi ke rumah sakit jiwa, aku bingung kenapa jadi begini! hiks-hiks, tapi aku gak tega," sahut Desta.


"Heh... kamu perempuan jahat! kamu jahat! mati kamu... jahat!" Umi Sarah menjambak Khalisa dengan keras.


"Astaghfirullah, Umi, jangan Umi! jangan! hiks-hiks," sahut Desta.


🌷🌷🌷🌷


Desta melepas, tangan Umi yang menjambak Khalisa dan dibantu Pak Mamad. Khalisa keluar dan langsung menangis kaget.


"Sebaiknya aku langsung bawa aja Umi ya Pak ke rumah sakit jiwa?" tanya Desta yang mengikat tangan Umi dan kakinya di kasur.


"Sebaiknya jangan dibawa ke rumah sakit jiwa Den, firasat saya gak enak sama Umi, kayanya, Umi diguna-guna orang, kayanya, saya punya kenalan Ustad, dia bukan dukun, tapi dari pesantren, dia bisa mengobati orang, gimana? apa mau saya panggilkan?" sahut Pak Mamad.


"Bukan dukun kan?" tanya Desta? soalnya aneh, gak ada angin, gak ada hujan, asal melihat Khalisa bawaannya marah, benci, padahal, Khalisa gak salah apa apa, dan waktu awal ngelamar, Umi sayang sama Khalisa, coba Pak saya mau tahu!" minta Desta.


"Siap Den!" sahut Pak Mamad.


"Sementara, Umi biar saya ikat dulu, barang banyak yang pecah dibanting, saya takut melukai orang, tolong banget ya Pak Mamad, kalau ongkosnya kurang, bilang yah!" minta Desta.


"Siap Den!" sahut Pak Mamad.


🌷🌷🌷🌷


Desta menghampiri Khalisa dan menghapus air mata Khalisa. Desta menjelaskan semua ke Khalisa dan meminta maaf atas perbuatan Umi yang sudah menjambak Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2