
Aku harus telepon Bapak ini, lumayan buat modal dagang dan nerusin sekolah Rina.
Istri si Marbut langsung menelepon si Marbut. Istrinya menyuruh cepat-cepat pulang.
"Assalamu'alaikum, Pak di mana? cepat pulang!" minta istri si Marbut.
"Di jalan Bu, emangnya ada apa?" tanya si Marbut.
"Pokoknya Bapak cepat pulang, ada kabar gembira!" sahut istri si Marbut.
"Iya, iya, Bapak segera pulang." Sahut si Marbut.
"Raja, Rina, nyari keluarganya besok lagi yah, Ibu telepon, kita suruh pulang." Sahut si Marbut.
"Emangnya ada apa Pak?" tanya Rina.
"Bapak juga kurang tahu, Raja gak apa-apa kan? Raja jangan cemberut gitu dong!" minta si Marbut kepada Raja.
"Aku cuma ingin ketemu Mamah, aku ingin pulang Pak! hiks-hiks-hiks." Sahut Raja sambil menangis.
"Haduh, kok Anak Bapak nangis, jangan nangis dong! besok kita cari lagi, Bapak janji!" sahut si Marbut.
Si Marbut, Raja, dan Rina kembali ke dagangan mie ayam istrinya. Raja dan Rina di suruh main dan diberi uang jajan oleh istri si Marbut.
"Ada apa Bu?" tanya si Marbut.
"Sebaiknya, Anak-anak suruh main dulu Pak!" sahut istrinya si Marbut.
"Raja, Rina, kalian main yah, Rina ajak Raja beli es cream, ini uangnya!" sahut istri si Marbut memberi uang ke Rina.
"Iya Bu, Raja ayo!" ajak Rina.
"Kayanya senang banget Bu, ada apa sih?" tanya si Marbut.
"Ini lihat!" istri si Marbut memberi kertas gambar Raja dan nomor telepon Desta yang tertera.
"Raja, Ibu dapat ini dari mana?" tanya si Marbut.
"Tadi ada pasangan suami-istri Pak, dia sepertinya saudaranya Raja, Ibu lihat, dia membawa gambar ini, dia sedang mencari Raja, dia bilang sama Ibu, kalau sampai menemukan Raja, akan diberi imbalan lima juta, gimana Pak? kita serahkan saja yah!" sahut istri si Marbut.
__ADS_1
"Satu sisi, Bapak senang Raja bisa bertemu keluarganya, satu sisi lagi, Bapak sedih, karena sudah sayang banget sama Raja, hiks-hiks, seperti Anak sendiri." Sahut si Marbut.
"Jadi gimana Pak? kita kan butuh uang, buat tambahan modal, sama nerusin sekolah Rina, kita harus balikin Pak!" minta istri si Marbut.
"Bapak, gak masalahin uang, tapi Bapak sudah sayang banget Bu, gak rela ngelepasin, tapi, mau gak mau, Bapak harus balikin Raja." Sahut si Marbut menghapus air matanya.
"Iya Pak, Ibu juga udah sayang sama Raja, tapi, kalau kita tahan terus bahaya untuk kita, bisa-bisa penjara, Ibu telepon sekarang aja ya Pak!" sahut istri si Marbut.
"Besok pagi aja Bu, Bapak masih kangen dengan Raja." Sahut si Marbut.
"Iya Pak, Bapak jangan sedih gitu dong!" sahut istri si Marbut.
"Raja, kita duduk di situ dulu yuk!" sahut Rina.
"Ayo Kak!" sahut Raja.
"Raja, kalau misalkan kamu sudah pulang dan ketemu keluarga kamu, jangan lupa sama Kak Rina yah!" minta Rina.
"Aku gak akan pernah lupa Kak." Sahut Raja.
Saat Raja dan Rina sedang asyik makan es cream, ada preman yang ingin menangkap Raja dan Rina. Mereka berlari sampai Raja pun terjatuh dan berdarah. Tapi Preman itu gagal menangkap kedua Anak pintar itu.
"Raja! ayo lari!" teriak Rina.
"Aduh, Kak, sakit... uuuhhh..." sahut Raja terjatuh dan berdarah karena tersandung batu.
"Astaghfirullah, ayo naik Raja! Kakak gendong!" sahut Rina menggendong belakang Raja.
"Polisi!" sahut Rina.
"Mana, mana, polisi?" si Preman tengak-tengok ternyata dibohongin Raja dan Rina.
Akhirnya, Raja dan Rina mengumpat di suatu tempat. Mereka aman dari kejaran Preman itu. Rina menyobek bajunya, dan membalut luka Raja.
"Pasti kamu sakit yah, tahan yah!" sahut Rina.
"Sakit Kak, hiks-hiks-hiks." Sahut Raja.
"Udah aman, sekarang kamu naik ke pundak Kakak, kita harus cepat-cepat kabur dari sini! ayo!" ajak Rina.
__ADS_1
"Iya Kak." Sahut Raja.
Kakak Rina baik, sampai Raja besar gak akan pernah lupain Kakak, Raja sayang sama Kakak.
"Raja, kamu tahan sakitnya yah!" sahut Rina.
"Iya Kak, makasih!" sahut Raja.
Raja dan Rina sampai di warung mie ayam istri si Marbut. Istri si Marbut dan si Marbut kaget melihat Rina menggendong-gendong Raja.
"Astaghfirullah, kenapa ini Rina?" tanya si Marbut.
"Duduk!" sahut istri si Marbut mengambil obat betadine, untuk mengobati Raja.
"Kenapa bisa seperti ini Rina?" tanya si Marbut.
"Tadi ada Preman pasar Pak, dia mau nangkap aku dan Raja, Alhamdulillah, Rina bisa kabur." Sahut Rina.
"Astaghfirullah, Rina, kamu beli di mana sih? besok-besok jangan beli di daerah situ lagi, sama Bapak aja!" sahut si Marbut.
Hampir aja uang lima jutaku hilang, kalau Rina dan Raja ketangkap habis deh, kenapa sih, aku pakai nyuruh mereka beli es cream.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1