
Keesokan paginya, Khalisa terbangun dan langsung mandi untuk salat subuh, Khalisa membaca Al-Quran, suaranya sangat merdu. Syifa terbangun, melihat Khalisa tidak ada di kamar.
Khalisa kemana? wah, udah subuh, apa ia salat subuh yah? di ruangan kemarin, gue susul deh.
🍁🍁🍁
Syifa mendengar lantunan Al-Quran dari suara Khalisa, Syifa tersenyum memperhatikan Khalisa. Setelah selesai membaca Al-Quran, Khalisa melihat Syifa tersenyum.
"Fa? ini lo bukan?" tanya Khalisa.
"Ya gue lah, masa setan." Sahut Syifa.
"Lagian senyum-senyum gitu." Sahut Khalisa.
"Suara lo merdu, gue aja gak bisa kaya lo Lis." Sahut Syifa.
"Tapi lo bisa baca Al-quran kan?" tanya Khalisa.
"Bisa, tapi gak sebagus suara lo." Sahut Syifa.
"Fa, dengarin gue yah, baca Al-quran itu, bukan bagus atau enggaknya suara, Allah menilai kita dengan keikhlasan hati kita sendiri, tidak perlu dengan suara merdu atau bagus, yang penting ayat-ayatnya benar, tahu panjang dan pendeknya Al-Quran, lo udah mandi belum? mandi gih salat! kalau lo mau baca Al-quran habis salat lebih bagus." Sahut Khalisa tersenyum.
"Gue wudhu aja kali yah, gak usah mandi, dingin!" sahut Syifa.
"Lebih bagus mandi Fa, biar segar, biar lo terbiasa mandi pagi, kalau lo dingin, kan bisa pakai air hangatnya." Sahut Khalisa.
"Benar juga lo yah, ya udah, ayo ke kamar gue, sekalian lo mandi, nanti keburu kesiangan, gak baik kalau gak salat subuh!" sahut Khalisa.
"Iya Lis." Sahut Syifa.
🍁🍁🍁
Setelah selesai mandi Syifa langsung ke ruangan salat lagi, setelah selesai salat, Syifa melihat Khalisa di kamar tidak ada, ia langsung ke bawah.
Kok Khalisa gak ada? kemana ia yah? apa di bawah.
"Lis, lo di mana?" panggil Syifa.
"Kenapa Fa, ini gue lagi bantu Bi Aning masak nasi goreng, gue udah kaya induk lo aja, nyariin gue." Sahut Khalisa.
"Lo mah, gue di tinggal, sepi tahu!" sahut Syifa.
"Gue bantu Bi Aning kasihan, gue mau ke rumah Bunda lagi, mau ngambil baju, kayanya gue di sini aja lagi." Sahut Khalisa.
"Lis, kalau malam ini gue gak bisa nginap yah, gue mau ketemu sama Kak Edwin!" sahut Syifa.
"Iya, gak apa-apa Fa." Sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Setelah selesai masak, Khalisa, Syifa, Bi Aning dan yang lainnya sarapan pagi, meskipun Bodyguard makan di depan, tapi Khalisa tidak pernah lupa untuk berbagi. Setelah selesai makan, Khalisa pamit untuk berangkat ke rumah Bundanya.
"Bisa, saya pamit dulu yah, saya mau ambil baju aja di rumah Bundanya, nanti ke sini lagi," sahut Khalisa.
"Iya Neng, hati-hati yah," sahut Bi Aning.
"Syifa juga pamit ya Bi, makasih kemarin Syifa udah diajarin masak, jangan kapok ya Bi!" sahut Syifa.
__ADS_1
"Kapok apa Neng? enggak kok, jangan sungkan-sungkan ke sini lagi buat belajar masak ya Neng." Sahut Bi Aning.
"Makasih Bi Aning." Sahut Syifa.
"Gue antarin lo ke kampus yah Fa!" tawaran Khalisa.
"Benaran Lis?" tanya Syifa.
"Benaran lah!" sahut Khalisa.
"Makasih ya Lis." Sahut Syifa.
"Berangkat sekarang Neng?" tanya Bang Joni.
"Iya Bang, tapi ke kampus dulu yah, antarin Syifa!" minta Khalisa.
"Siap Neng," sahut Bang Joni.
"Bang Slamet, Bang Boro, jaga rumah yah!" minta Khalisa tersenyum.
"Siap Neng!" sahut Bang Boro dan Slamet.
"Bang Slamet, Bang Boro, tinggal yah!" sahut Syifa.
"Iya Neng," sahut Bang Slamet.
"Bang Boro." Sapa Syifa sambil tersenyum.
"Ro, lo diam aja? gak boleh lho!" sahut Bang Slamet.
"Tahu, gak ada mulutnya!" sahut Bang Joni.
"Udah gampang, tadi udah dibawa Bi Aning buat dicuci." Sahut Khalisa.
"Terus baju lo ini?" tanya Syifa.
"Udah pakai aja dulu!" sahut Khalisa.
"Makasih ya Lis." Sahut Syifa.
"Pak Jamal, tolong buka gerbangnya yah!" minta Khalisa.
"Siap Neng!" sahut Pak Jamal.
"Makasih Pak Jamal, kalau Yuda datang usir aja ya Pak!" minta Khalisa.
"Siap Neng, aman pokoknya!" sahut Pak Jamal.
🍁🍁🍁
Khalisa, Syifa, dan Bang Joni akhirnya berangkat. Setelah sampai kampus, Syifa turun, dan pamit pada Khalisa dan Bang Joni untuk berterima Kasih. Setelah melihat dari kejauhan, Syifa ditarik Yuda, Khalisa panik dan langsung turun dari mobil bersama Bang Joni.
"Yuda! lepasin tangan Syifa!" sahut Khalisa.
"Oh... pucuk dicinta, ulam pun tiba, tolong Khalisa jangan ikut campur urusan gue! siapa suruh lo semua gak percaya taubat gue! lo semua jahat tahu gak, terutama lo sama Desta! pergi lo!" perintah Yuda.
"Yuda, dia sahabat gue, gak sepantasnya lo tarik-tarik tangan perempuan, lepasin!" bentak Khalisa.
__ADS_1
"Diam!" Yuda mendorong Khalisa, sampai Khalisa terjatuh, untungnya Khalisa tidak terjadi pendarahan, Khalisa hanya merasa kaget dan kram saja.
"Neng, Neng gak apa-apa?" tanya Bang Joni.
"Gak apa-apa Bang, tolongin Syifa Bang!" sahut Khalisa.
"Maling! maling!" teriak Bang Joni, Yuda langsung panik dan melepaskan tangan Syifa sambil berlari.
"Khalisa lo gak apa-apa? hiks-hiks," sahut Syifa sambil menangis.
"Gue gak apa-apa Fa, cuma kram aja," sahut Khalisa.
"Mau ke rumah sakit Neng? saya antar!" tawaran Bang Joni.
"Gak usah Bang, saya gak apa-apa." Sahut Khalisa.
"Lis, kaki lo besut, berdarah lagi, ya Allah, gue ngerasa bersalah banget, gue udah kuliah deh, gue antar lo ke rumah sakit aja yah, hiks-hiks." Sahut Syifa.
"Jangan begitu, lo harus kuliah, ketinggalan satu mata pelajaran aja lo rugi, gue pulang sama Bang Joni aja, gak apa-apa Fa, Bang bantu saya!" sahut Khalisa berlinang air mata terasa ingin menangis.
"Syifa, Khalisa, kenapa ini? Khalisa, kaki kamu kenapa? siapa yang lakuin ini? Syifa bilang sama saya!" tiba-tiba Edwin datang dan kaget melihat Khalisa kakinya terluka.
"Kak Edwin? ngapain ke sini siang? aku aja baru mau masuk kelas." Sahut Syifa kaget Edwin datang.
"Saya ingin jalan-jalan aja sambil menunggu kamu, Khalisa kenapa?" tanya Edwin.
"Aku gak apa-apa Kak, ayo Bang ke mobil!" ajak Khalisa.
"Biar saya bantu!" sahut Edwin.
"Gak usah Kak!" Khalisa menangkis tangan Edwin.
Sepertinya Kak Edwin masih cinta sama Khalisa. Perhatian ke Khalisa begitu besar.
"Lis, serius gak mau gue antar!" tawar Syifa.
"Gak usah Fa, gue bisa sendiri, gue tinggal yah!" sahut Khalisa gak mau melihat Edwin.
"Khalisa, apa gak ada kata-kata kamu bertemu saya? kenapa malah menghindar? sedikit saja bicara sama saya! Khalisa! Khalisa!" mengetuk kaca mobil Khalisa.
"Siapa Neng itu?" tanya Bang Joni.
"Teman di Mesir Bang," sahut Khalisa sambil meneteskan air mata.
"Kok Neng menghindar? bekas mantan?" tanya Bang Joni.
"Bukan Bang, dia ngejar-ngejar saya, tapi saya gak suka, sekarang dia milik Syifa, saya gak mau menyakiti hatinya Syifa Bang, nanti malah salah paham." Sahut Khalisa.
"Oh, sekarang itu cowok jadian sama Neng Syifa, kenapa Neng gak mau? dia kan ganteng, kearab-araban gitu." Sahut Bang Joni.
"Gak Bang, he-he, Bang jangan bahas itu lagi yah, tolong ambilin alkohol di laci mobil itu dong Bang!" minta Khalisa.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Teman-teman dan readersku, sambil menunggu episode Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir ke cerita romantis dari sahabat Author ku yang keren ini, yang ceritanya juga gak kalah menarik, penasaran langsung aja baca ya, cekidot 😍
__ADS_1
EKA PRADITA