Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-203


__ADS_3

"Kenapa harus iri sih Mba, semua sudah takdir, Allah itu, sayang sama Mba Mirna, dengan cara ini, Mba bisa jauh dari si Jono itu!" sahut Khalisa.


"Kalau masalah kamu selesai, Mas mau jodohkan kamu duda kaya umur empat puluh tahun, orangnya baik, siapa tahu dia jodoh kamu!" sahut Ayah Umar.


"Mas, apa-apaan sih, Mirna gak mau!" sahut Mirna.


"Kenalan saja dulu! buktinya Khalisa awalnya gak mau, tapi, dia mau juga, suaminya tanggung jawab lagi!" sahut Ayah Umar.


"Emang kamu sempat gak mau sama aku Yang?" tanya Desta.


"Iya, karena aku belum kenal, dan belum tahu si Reza ternyata bejat." Sahut Khalisa.


"Sekarang suka kan?" tanya Desta tersenyum.


"Suka lah!" sahut Khalisa.


"Cie..." sahut Desta.


"Sssttt..." sahut Khalisa tersenyum.


"Gak semua pilihan Mas baik, kalau nyatanya bejat lebih parah dari Jono gimana?" tanya Mirna.


"Mba, jangan pernah berpikiran buruk dulu sama orang lain, dulu aku sama, berpikiran buruk, tapi aku merubahnya dengan positif dan yakin, salat malam, minta petunjuk sama Allah, insya Allah, di beri petunjuk dan jalan terbaik." Sahut Khalisa.


"Nah, tuh! masa kamu kalah sama keponakan kamu Mir, kamu harus belajar dari Khalisa dong!" sahut Bunda Maryam.


"Benar juga Lis, Mba, aku harus banyak belajar dari Khalisa, makasih sarannya ya Lis!" sahut Mirna.


"Sama-sama Mba, Mba, Raja, Dewa, berhak bahagia! semangat!" sahut Khalisa.


"Ayah, bangga sama kamu Nak." Sahut Ayah Umar.


"Aku juga bangga, punya istri seperti dia yah!" sahut Desta.


"Semoga, rumah tangga kalian selalu baik-baik saja yah, wajar kalau ada sedikit konflik, kalian bisa menyelesaikan berdua!" sahut Ayah Umar.


"Insya Allah." Sahut Desta dan Khalisa.


"Kompak banget, kalian memang pasangan so sweet deh!" sahut Mba Mirna.

__ADS_1


Gak lama, Khalisa dan Desta pamit pulang. Desta dan Khalisa pamit pada Ayah, Bunda dan Mirna. Desta menyemangati Dewa, agar Dewa semangat dan kuat sebelum pulang.


"Ayah, Bunda, Mba, saya dan Khalisa pamit yah!" sahut Desta.


"Iya, kalian hati-hati!" sahut Bunda Maryam.


"Desta jangan ngebut-ngebut yah, ingat istri kamu lagi hamil!" sahut Ayah Umar.


"Siap Yah, Bun." Sahut Desta


"Hati-hati, Desta dan Khalisa!" sahut Mba Mirna.


"Dewa, Om harus pulang yah, Dewa gak boleh cengeng lagi, gak boleh bandel lagi, insya Allah, nanti Dewa akan bertemu Kak Raja, gak boleh bikin Mamah nangis yah!" sahut Desta tersenyum dan memegang kepala Dewa.


"Iya Om!" sahut Dewa.


"Anak pintar! tos dulu!" minta Desta sambil tersenyum.


"Hore! Bun, Yah, Mba, pamit yah, Assalamu'alaikum." Salam Desta.


"Assalamu'alaikum." Salam Khalisa.


Akhirnya Desta dan Khalisa masuk mobil dan Desta langsung menjalankan mobilnya. Khalisa bilang ke Desta kalau dia merasa tenang jika masalah satu-satu selesai.


"Alhamdulillah, ya sayang, masalah ini hampir selesai, semoga besok persidangan kita lancar!" sahut Khalisa.


"Aamiin..." sahut Khalisa.


"Sayang, aku baru kepikiran tahu, kenapa Mba Mirna gak kita jodohkan dengan Yuda, meskipun dia dulu bekas narapidana, tapi kan sekarang udah berubah, gimana menurut kamu?" tanya Desta.


"Serius kamu yakin?" tanya Khalisa.


"Yakin sayang, kamu tahu gak, dia itu udah berubah sayang." Sahut Desta.


"Itu sih, terserah kamu, tapi aku gak mau kalau kena masalah yah!" sahut Khalisa.


"Iya, aku yakin banget sayang." Sahut Desta.


"Tapi, Ayah mau jodohkan dengan orang lain sayang, gimana dong?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Lihat siapa yang terbaik aja sayang, yang penting kita usaha, iya gak?" tanya Desta.


"Iya, iya." Sahut Khalisa.


"Tapi, tunggu masalah ini selesai dulu, kalau masalah selesai, Raja udah ketemu, baru deh!" sahut Desta.


"Iya sayang." Sahut Khalisa.


Khalisa dan Desta akhirnya sampai di rumah, seperti biasa, Desta menyuruh Pak Jamal menggembok gerbang rumah. Bang Joni menghampiri Desta, untuk meminjam mobil lain untuk ajak jalan-jalan istrinya. Desta mengizinkannya dengan senang hati.


"Neng, Den, saya boleh ngomong gak?" tanya Bang Joni.


"Iya, ada apa Bang?" tanya Desta.


"Saya boleh pinjam mobil yang ada di bagasi gak Den? saya mau ajak keluarga jalan-jalan!" minta Bang Joni.


"Astaghfirullah, pakai aja Bang, siapa yang larang sih, pakai aja yah!" sahut Desta tersenyum sambil menepak pundak Bang Joni.


"Alhamdulillah, makasih ya Den! saya senang banget." Sahut Bang Joni.


"Biar mesinnya gak karatan kalau dipakai, dari pada nganggur." Sahut Desta.


"Iya Den, makasih banyak yah, Den, Neng." Sahut Bang Joni.


"Besok saya kasih kuncinya yah!" sahut Desta.


"Siap Den!" sahut Bang Joni.


"Oke." Sahut Desta.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2