
"Gimana kandungan istri saya Dok? soalnya kemarin dia habis jatuh, saya takut terjadi apa-apa dengan istri saya!" sahut Desta.
"Kandungan Non Khalisa Alhamdulillah baik-baik aja, gak ada masalah sama bayinya, obatnya sering diminum yah Non, biar rasa mualnya hilang, ini juga ada vitamin sekalian sama obat lukanya saya kasih, Masnya rajin-rajin bantu buat oleskan creamnya yah, kalau Si Non lupa, dan minggu diusahakan datang untuk USG yah!" sahut Dokter Susi.
"Jika tidak USG kenapa Dok? apa ada masalah?" tanya Desta.
"Gak ada masalah, tapi kan apa anda gak mau lihat perkembangan bayinya anda? kalau USG sudah muncul siapa tahu terlihat janinnya cewek atau cowok kelaminnya biasa terlihat, siapa tahu bisa kembar bayinya, kita cek dulu minggu yah, sudah terlihat atau belumnya!" sahut Dokter Susi.
"Wah, terima kasih ya Dok, atas infonya, berharap sih pengen kembar, saya bahagia banget, he-he..." sahut Desta.
"Aamiin, Sama-sama!" sahut Dokter Susi.
"Makasih banyak ya Dok." Sahut Khalisa.
"Sama-sama Non! jaga baik-baik yah, semoga sehat, dan lancar sampai persalinan nanti!" sahut Dokter Susi.
"Aamiin." sahut Khalisa dan Desta kompak.
🍁🍁🍁
Khalisa dan Desta telah selesai periksa kehamilan, raut wajah Desta sangat bahagia sekali, setelah mendengar Dokter Susi bilang bayinya kembar, Desta dan Khalisa berharap seperti itu.
"Sayang, semoga apa yang dibilang Dokter Susi benaran yah, kita punya dedek kembar, bahagia sekali aku," sahut Desta mengelus perut Khalisa.
"Aamiin Kak, Alhamdulillah ya Kak, Dedeknya gak ada apa-apa, meskipun aku luka, aku rela, asalkan jangan dedek." Sahut Khalisa.
"Jangan juga dong sayang, aku gak mau kamu atau bayi kita kenapa-kenapa!" sahut Desta.
"Iya Kak, aku ke pengen sate ayam Kak, laper!" minta Khalisa sambil mengelus perutnya.
"Kamu lapar sayang? kita cari tukang sate ya sayang, sabar ya sayang, Dedek pasti lapar ya dek? kepengen sate yah kamu? Papah cari ya Nak." Sahut Desta mengelus perut Khalisa sambil tersenyum.
"Makasih ya Kak." Sahut Khalisa.
"Iya sayang, kamu mau minta apa pun bakal aku turutin." Sahut Desta.
Gak lama Umi Sarah menghubungi Desta, tapi Desta Enggan mengangkatnya, tapi Khalisa menasehatinya agar Desta mengangkatnya.
"Siapa Kak? kenapa gak diangkat?" tanya Khalisa.
"Umi, biarin aja, gak usah diangkat!" sahut Desta.
"Jangan gitu dong Kak, angkat ah! nanti disangka aku yang ngajarin gak baik, angkat!" minta Khalisa sambil memakaikan handset bluetooth di telinga Desta.
"Assalamu'alaikum, Umi, ada apa?" tanya Desta.
"Wa'alaikumsalam Nak, kamu kenapa gak angka-angkat sih? kamu udah pulang apa masih di Jogya?" tanya Umi Sarah.
"Udah di Jakarta Mi, tadi sore sampai." Sahut Desta.
"Syukurlah, kamu masih marah sama Umi Nak?" tanya Umi Sarah.
"Enggak Umi, tapi Desta mohon, Umi jangan lakuin itu lagi ke istri Desta, namanya sama orang tua biar gimana pun Desta atau pun Khalisa gak pernah marah, atau pun dendam, semua karena Khalisa sudah menasehati Desta Mi." Sahut Desta.
"Makasih ya Nak, kalau kamu dan Khalisa maafin Umi, sepertinya kamu di jalan yah?" tanya Umi Sarah.
"Iya Umi, habis antar Khalisa cek kandungan, Alhamdulillah bayinya sehat, gak ada apa-apa." Sahut Desta.
"Syukur lah Nak, kalau begitu, jaga baik-baik yah, bilangin istri kamu, kamu juga jaga kesehatan kamu yah, ya udah, kamu nyetir hati-hati yah, Umi tutup telepon yah, Assalamu'alaikum." Sahut Umi Sarah.
__ADS_1
"Makasih Umi, insya Allah yah, Wa'alaikumsalam," sahut Desta.
"Gitu dong Kak, jangan pernah ada dendam sama siapa pun, apa lagi itu orang tua kita," sahut Khalisa tersenyum dan bersandar di bahu Desta.
"Iya istriku." Sahut Desta mencium kening Khalisa dengan lembut.
🍁🍁🍁
Akhirnya Khalisa dan Desta sampai di warung sate, Desta langsung memesan pesanannya, setelah lama menunggu, pesanan pun sampai.
"Wah, enak banget Kak," sahut Khalisa melihat sate ayam yang mengoda selera.
"Iya sayang, ayo di makan, biar dedek bayinya sehat makan juga!" sahut Desta.
"Iya Kak, Kakak juga makan yah?" sahut Khalisa.
"Iya sayang," sahut Desta.
"Kakak pesan sate kambing yah?" tanya Khalisa.
"Iya sayang, kamu mau juga?" tanya Desta.
"Gak mau bau, toilet di mana Kak? hmmm__ enek Kak!" sahut Khalisa.
"Mas, toilet dimana yah?" tanya Desta.
"Lurus aja, nanti belok kiri!" sahut pelayan sate.
"Aku sendiri aja Kak," Khalisa langsung terbata-bata ke toilet sambil menahan sakit perih di kakinya, Khalisa menahannya sampai toilet dan wastafel, karena gak mau orang yang sedang makan jadi jijik.
Ya ampun, apa karena daging kambing ini, istriku jadi mual.
🍁🍁🍁
huwek-huwek-huwek
"Sayang, mual banget yah? sini aku olesin!" sahut Desta sambil mengolesi Khalisa dekat Wastafel.
"Maafin aku ya Kak, aku udah malu-maluin Kakak." Sahut Khalisa sedih.
"Enggak sayang, kenapa harus malu, kan istrinya lagi hamil, jangan ngomong gitu ah! kita bungkus aja makanannya yah, kita pulang!" sahut Desta mengelapi keringat Khalisa memakai tisu.
"Iya Kak, pulang aja yah, kita bungkus, aku gak nahan makan di sini bau kambing." Sahut Khalisa.
"Iya sayangku, ayo! pelan-pelan aja, kakinya masih sakit" Desta menggandeng Khalisa.
"Mas, mohon maaf nih, untuk sate tadi saya minta tolong dibungkus aja yah!" minta Desta.
"Siap Pak! tunggu sebentar yah!" sahut pelayan sate.
🍁🍁🍁
Setelah menunggu, pelayan sate memberi sate yang sudah dibungkus dan menyerahkan ke Desta. Desta dan Khalisa kembali ke mobil untuk kembali pulang.
"Masih mual sayang?" tanya Desta.
"Enggak Kak, cuma pusing aja." Sahut Khalisa.
__ADS_1
"Kamu tidur aja, kalau udah sampai aku bangunin yah!" sahut Khalisa.
"Gak ngantuk Kak." Sahut Khalisa.
"Kalau ngantuk tidur aja, nanti aku bangunin, atau sini sandaran di bahu aku!" sahut Desta.
"Makasih ya Kak, udah sabar buat aku, aku yang selalu manja, cengeng, cemburu, maafin aku kalau aku selalu buat Kakak kesal atau apa." Sahut Khalisa sambil bersandar.
"Gak ada rasa kesal sama sekali sayang, aku ngertiin kamu kok, wajar kamu manja, kan kamu lagi ngandung, mungkin Dedeknya mau manja sama Papahnya." Sahut Desta.
"Makasih ya Kak." Sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Akhirnya Desta dan Khalisa sampai di rumah, Desta menggandeng Khalisa pelan-pelan.
"Wah, udah periksa nya Den?" tanya Pak Jamal.
"Sudah Pak, oh, iya, ini ada sate buat kalian makan bareng-bareng yah!" sahut Desta memberi bungkusan.
"Waduh, Den repot-repot banget nih!" sahut Pak Jamal.
"Iya repot-repot banget Den Desta, makasih ya Den!" sahut Bang Joni.
"Makasih Den," sahut Pak Jamal, Bang Boro, dan Slamet.
"Sama-sama." Sahut Desta.
"Eh, Den Desta sama Neng Khalisa baru pulang, mau saya bantu!" sahut Bi Aning.
"Gak usah Bi, kita mau ke meja makan kok, ini sebungkus buat Bibi sate, nah, ini tolong taro piring ya Bi, sama Khalisa mau makan," perintah Desta.
"Siap Den!" sahut Bi Aning.
"Kak, aku enggak ah, langsung ke kamar aja, soalnya mual banget." Sahut Khalisa.
"Kamu harus makan sayang, kasihan Dedek bayinya, makan yah, walaupun sedikit aja!" minta Desta.
"Iya deh." Sahut Khalisa.
"Nah gitu dong!" sahut Desta.
"Bibi makan bareng kita aja di sini yah!" minta Khalisa.
"Bibi tadi udah makan Neng, buat nanti aja!" sahut Bi Aning.
"Oh, gitu Bi? Bi, tolong kasih air buat yang di depan, kasihan pasti!" perintah Desta.
"Siap Den!" sahut Bi Aning.
"Makan sayang, habis ini kamu minum obat, nanti kaki kamu biar aku olesin!" sahut Desta.
"Aku bisa sendiri Kak." Sahut Khalisa.
"Benaran?" tanya Desta.
"Benar Kak." Sahut Khalisa.
"Ya udah, kalau gitu." Sahut Desta tersenyum.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰