
"Sabar-sabar terus kamu mah, kaya Ayah kamu!" sahut Mba Mirna.
"Ya terus kita mau kaya gimana? biarin ajalah, dia mau ngomong apa juga, aku ke kamar dulu ya Mba, Bun!" sahut Khalisa.
"Iya Lis." Sahut Mba Mirna.
"Kamu istirahat aja ya Neng, biar gak terlalu sakit ngerasain perih di kaki kamu." Sahut Bunda Maryam.
"Bun, kayanya aku gak lama di sini, Khalisa mau pulang aja, paling Khalisa istirahat sebentar aja." Sahut Khalisa.
"Gak nginap?" tanya Bunda Maryam.
"Enggak Bun, gak apa-apa kan?" tanya Khalisa.
"Iya gak apa-apa, gak sebaiknya kamu di sini dulu, kaki kamu kan lagi sakit!" sahut Bunda Maryam.
"Khalisa pulang aja Bun, obat juga di rumah." Sahut Khalisa.
"Ya udah, kalau ada apa-apa telepon Bunda atau siapa yah!" saran Bunda Maryam.
"Iya Bun, Khalisa mau siapin baju Khalisa dulu ya Bun." Sahut Khalisa.
"Iya Nak." Sahut Bunda Maryam.
🍁🍁🍁
Khalisa di kamar panik, Khalisa langsung mengeluarkan ponselnya, dan mencoba menghubungi Desta. Namun tidak aktif.
Kak, kemana sih? kok di teleponin malah gak aktif-aktif, bikin orang khawatir aja. Astaghfirullah Kak, kabarin dong! kemana sih Kak, bikin cemas aja sebal.
Saat Khalisa sedang sedang berusaha untuk telepon, handphonenya mati low, Khalisa keluar kamar meminjam handphone Mba Mirna, untuk menghubungi Desta.
"Mba! Mba!" teriak Khalisa.
"Ada apa Lis?" tanya Mba Mirna.
"Pinjam handphone-nya dong! handphone Khalisa low, nanti Khalisa ganti buat beli pulsa-nya!" minta Khalisa.
"Charger aja sih! ini!" sahut Mba Mirna.
"Gak mau, kelamaan, bentar ya Mba, Khalisa bawa ke dalam!" minta Khalisa.
"Iya Lis." Sahut Mba Mirna.
🍁🍁🍁
Khalisa panik dan berasa ingin nangis, karena udah lima belas kali tetap tidak aktif. Khalisa sampai berlinang air mata.
Ya Allah kemana sih Kak? dari pagi gak aktif-aktif, gak ngabarin, ada apa sih dengan Kakak? hiks-hiks-hiks, ya Allah Kak.
"Ini Mba, udah!" sahut Khalisa.
"Udah? hey, kenapa kamu nangis? cerita, kenapa?" tanya Mba Mirna.
"Hiks-hiks-hiks," Khalisa nangis sambil menutup wajahnya di meja.
"Dih, kok tambah gede nangisnya? kenapa? kenapa kamu? cerita!" sahut Mba Mirna.
"Kenapa Khalisa?" tanya Bunda Maryam.
"Tahu, bukan cerita malah nangis!" sahut Mba Mirna.
__ADS_1
"Hiks-hiks... Kak Desta gak ngabarin Bun, Mba, aku khawatir, biasanya dia kabarin Khalisa pagi-pagi, Khalisa hanya takut, Kak Desta besok gak boleh pulang sama rekan kerjanya!" sahut Khalisa.
"Mungkin low kali handphone-nya, atau sibuk, kamu sabar, berpikir positif aja Neng!" nasehat Bunda.
"Iya, mungkin low kali Lis, sabar aja tunggu!" sahut Mba Mirna.
"Ya seperti kemarin aja kamu, gak aktif, orang-orang panik nyariin kamu," sahut Bunda Maryam.
"Iya Bun, tapi aku benar-benar Khawatir Bun, biasanya Kak Desta ngabarin Bun!" sahut Khalisa.
"Sabar Neng, sabar! mungkin sibuk, tunggu sampai malam, atau besok yah!" sahut Bunda Maryam.
"Namanya juga masih bau-bau pengantin baru Mba, ya begitu, sayang-sayangan mulu pasti!" sahut Mba Mirna.
"Bun, aku pulang sekarang aja yah, pakaian semua udah Khalisa masukin dalam koper, Khalisa titip salam buat Ayah yah Bun!" sahut Khalisa.
"Iya Nak, Mirna, bantu Khalisa bawa kopernya ke bawah, kasihan!" minta Bunda Maryam.
"Siap! kenapa gak di sini aja sih? kaki kamu kan masih sakit!" saran Mba Mirna.
"Obat sama susu di rumah Mba, Khalisa gak bawa." Sahut Khalisa.
"Kamu sering minum susu yah?" tanya Mba Mirna.
"Susunya sih gak terlalu, tapi obat sama vitaminnya aja," sahut Khalisa.
"Jangan keseringan minum susu Lis, Mba itu udah ngalamin waktu Raja, Raja kan caesar Lis, abis ngeluarin uang banyak, karena besar di dalam!" sahut Mba Mirna.
"Iya Mba." sahut Khalisa.
"Bun, Khalisa pulang dulu yah!" sahut Khalisa mencium tangan Bundanya.
"Iya, hati-hati ya Neng, jaga nih cucu Bunda! ingat sabar jangan terlalu di pikirin!" nasehat Bunda Maryam.
"Joni, antarin Khalisa dan jagain yah Jon!" sahut Bunda Maryam.
"Siap Bun, sama Joni aman!" sahut Bang Joni.
"Assalamu'alaikum." sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Khalisa akhirnya pulang ke rumahnya, Khalisa meminjam handphone Bang Joni untuk menghubungi Desta, karena handphone Khalisa masih low, gak sempat charger di rumah Bundanya.
"Bang, ada kabar dari Kak Desta gak?" tanya Khalisa.
"Gak ada Neng, emang kenapa?" tanya Bang Joni.
"Kak Desta dari pagi gak ada kabar, aku takut terjadi apa-apa sama dia Bang, aku boleh pinjam handphone Abang gak?" sahut Khalisa.
"Oh, ada Neng, cuma gak tahu cukup atau enggak, ini Neng, handphone jelek jadul, ha-ha-ha..." sahut Bang Joni.
"Sama aja Bang, nanti saya ganti pulsanya yah!" sahut Khalisa.
Kemana sih Kak? heran aku, gak aktif terus.
"Ini Bang, gak aktif nomornya!" sahut Khalisa kesal.
"Kok tumben ya Neng, saya juga heran, mungkin sibuk kali Neng, sabar ya Neng, tunggu aja!" sahut Bang Joni.
"Saya Khawatir banget Bang!" sahut Khalisa.
"Pasti Neng, sabar ya Neng." Sahut Bang Joni.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Syifa dan Edwin masih di kampus, Edwin dan Syifa masih memikirkan Khalisa, sampai Syifa itu merasa gak enak pada Khalisa.
"Kak Edwin, masih kepikiran Khalisa yah?" tanya Syifa.
"Heran aja saya, sedikit aja ngomong sama saya gak mau, salah saya apa coba!" sahut Edwin.
"Kakak masih cinta sama Khalisa yah?" tanya Syifa.
"Kok kamu ngomong gitu sih?" tanya Edwin.
"Kalau Kakak mau batalin nikah sama aku, aku gak apa-apa," sahut Syifa.
"Kok kamu jadi kaya gitu sih ngomongnya? hati-hati kalau ngomong!" sahut Edwin.
"Ya habis Kak Edwin kaya masih ada rasa gitu sama Khalisa." Sahut Syifa.
"Kamu cemburu? aku tuh gak cinta lagi sama ia, sapa sedikit aja aku, ini malah buang muka," sahut Edwin.
"Bukan maksud Khalisa seperti itu Kak, mungkin ia gak enak sama aku, karena Kakak kan sekarang udah jadi pacar aku," sahut Syifa.
"Tapi gak gitu juga caranya!" sahut Edwin kesal.
"Sabar Kak, apa perlu aku ngomong sama Khalisa?" tanya Syifa.
"Gak perlu! aku ingin cepat melamar kamu, agar aku lupa semua sama Khalisa!" sahut Edwin.
"Iya Kak." Sahut Syifa.
🍁🍁🍁
Khalisa akhirnya sampai rumah dengan wajah lemas dan sedih.
"Pak Jamal, tolong kunci lagi gerbangnya yah, makasih!" sahut Khalisa.
"Siap Neng!" sahut Pak Jamal.
"Bang Joni makasih yah, saya masuk dulu!" sahut Khalisa.
"Siap Neng! sama-sama." Sahut Bang Joni.
"Neng!" sapa Bang Boro dan Slamet.
"Iya Bang, saya masuk dulu yah!" sahut Khalisa tersenyum.
"Silakan Neng!" sahut Bang Boro dan Bang Slamet tersenyum.
"Assalamu'alaikum." Sahut Khalisa mengucapkan salam saat masuk rumah.
"Wa'alaikumsalam, eh Neng Khalisa, Neng kenapa kok sedih gitu?" tanya Bi Aning.
"Gak apa-apa Bi, saya langsung ke kamar ya Bi!" sahut Khalisa.
"Siap Neng, mau Bibi bikinin minum gak?" tanya Bi Aning.
"Gak usah Bi, he-he, soalnya Khalisa lemas banget." Sahut Khalisa.
"Siap Neng, kalau ada apa-apa, panggil Bibi aja ya Neng!" saran Bi Aning.
"Iya Bi, makasih yah!" sahut Khalisa sambil tersenyum dengan raut wajah sedih.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰