
"Mirna! dasar yah, suami kamu gak tahu diri! bikin malu aja!" sahut Bunda Maryam.
"Sudah Bun!" tiba-tiba Ayah Umar pingsan, tidak kuat manahan sakit di dada.
"Ayah! bangun Ayah!" sahut Bunda Maryam.
"Mas! bangun Mas!" sahut Mirna menangis.
"Dasar kamu pembawa sial! cepat cari taksi!" sahut Bunda Maryam marah-marah.
"Hiks-hiks-hiks, iya Mba." Sahut Mirna menangis.
"Uuhhh... Mamah au ana?" tanya Dewa menangis.
"Cepat Mirna!" bentak Bunda Maryam.
"Mamah... uuuhhh..." Dewa menangis.
"Dewa, Dewa, diam! Mamah kamu lagi cari taksi, jangan cengeng!" minta Bunda Maryam.
Akhirnya, Mirna mendapatkan taksi. Ayah Umar langsung dibawa ke rumah sakit oleh Bunda Maryam. Mirna disuruh jaga rumah oleh Bunda Maryam dan disuruh mengabari Desta dan Khalisa.
"Kamu gak usah ikut!" sahut Bunda Maryam.
"Tapi Mba, saya khawatir dengan Mas Umar!" sahut Mirna.
"Ini semua gara-gara kamu! kamu jaga rumah, jagain Dewa, kabarin Desta dan Khalisa!" sahut Bunda Maryam kesal.
"Iya, Mba." Sahut Mirna.
Mas Jono, kamu udah buat susah banyak orang, kamu udah bikin Kakak iparku marah dan kesal, hiks-hiks-hiks, mati aja kamu Mas! gak usah ada di dunia ini lagi.
☀☀☀☀
Di kediaman Khalisa. Saat Khalisa dan Desta ingin beristirahat, dan Khalisa masih merasakan perih di lehernya, tiba-tiba Mba Mirna telepon Khalisa sambil menangis.
"Handpone kamu bunyi sayang!" sahut Desta.
"Tolong sayang, dari siapa?" tanya Khalisa.
"Mba Mirna, udah! aku aja yang angkat! kamu diam aja yah!" minta Desta.
"Assalamu'alaikum, Lisa! hiks-hiks-hiks." Sahut dan salam Mirna sambil menangis.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, ada apa Mba? kenapa nangis? Khalisa gak bisa angkat telepon, semua karena salah suami Mba, yang datang mau ngerampok, dan mencelakakan Khalisa!" sahut Desta.
"Astaghfirullah, mencelakakan gimana Desta? Khalisa gak apa-apa? sekarang gimana keadaan dia?" tanya Mirna.
"Lehernya luka terkena pisau! untung istri saya kuat dan tegar, meskipun merasa sakit, dia bilang enggak! suami Mba, sekarang udah ada di kantor polisi!" sahut Desta.
"Alhamdulillah, biarin Desta, biar dia busuk di penjara, dia sempat kabur dari orang kampung sini! sampai orang kampung sini minta ganti sama Ayah Umar dan mengancam, sekarang Ayah Umar pingsan dan dibawa Bunda kamu ke rumah sakit! sekali lagi maafin Mba dan Suami Mba yah!" sahut Mirna.
"Astaghfirullah, gimana keadaan Ayah sekarang? suami Mba emang benar-benar yah! rasanya pengen Desta bunuh!" sahut Desta kesal.
"Ada apa sayang?" tanya Khalisa.
"Sudah dulu ya Desta, Mba cuma nyampai kan aja, rumah sakit Ayah Umar tempat Dokter Ari, hiks-hiks-hiks, Assalamu'alaikum." Sahut Mirna sedih dan menangis.
"Sayang? Ayah kenapa? kamu bilang sama aku, bilang!" tanya Khalisa memegang pipi Desta.
"Ayah masuk rumah sakit, tapi Mba Mirna belum tahu kabarnya, hanya pingsan sih, semoga Ayah baik-baik aja yah!" sahut Desta.
"Hiks-hiks-hiks, kenapa Ayah bisa seperti itu sayang? kenapa?" tanya Khalisa.
"Ya, semua karena Jono, suaminya Mba Mirna, dia lolos dari kejaran warga kampung rumah Bunda, Ibu-ibu yang ditimpuk sama Mas Jono minta ganti rugi, Mas Jono malah ke sini maling rumah kita!" sahut Desta.
"Hiks-hiks-hiks..." Khalisa menangis.
"Sayang, kenapa kamu nangis? udah dong, jangan nangis ah!" sahut Desta.
"Kenapa kamu yang malu? aku gak masalah kok, semua kan salah si kodok Jono itu! bukan kamu, Mba Mirna, Ayah atau Bunda, aku memaklumi semua sayang, tapi, kalau sampai terjadi apa-apa sama kamu aja, aku gak akan tinggal diam!" sahut Desta.
"Aku benar-benar malu, apa lagi, kalau sampai Umi Sarah tahu dan dengar, pasti keluarga aku dicap jelek!" sahut Khalisa.
"Kamu jangan berprasangka buruk dulu sama orang lain, kalau Umi tahu, ya pasti dia kesal, tapi kesal bukan sama kamu, atau Ayah, Bunda, tapi sama Kodok Jono itu sayang! udah, kamu gak usah dipikirin, kamu lagi hamil, nanti stres! aku gak mau bayi kita kenapa-kenapa sayang!" minta Desta.
"Iya sayang, Ayah gimana sekarang?" tanya Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, besok kita ke rumah sakit yah? kita jenguk Ayah!" sahut Desta.
"Iya sayang." Sahut Khalisa.
"Sekarang, kamu tidur yah, jangan dipikirin sayang, masih ada aku di samping kamu, aku akan selalu berusaha menyelesaikan masalah ini, kuat ya sayang!" sahut Desta.
Desta mem bela-belain Khalisa sampai tertidur nyenyak. Desta meneteskan air mata melihat istrinya terluka, tapi Khalisa tetap kuat dan tegar. Meskipun Khalisa sakit, dia bilang tidak sakit.
Ya Allah, kasihan istriku, istriku sangat tegar dan kuat menghadapi masalah berat ini, aku gak tega melihat lukanya, meskipun dia bilang gak sakit, tapi aku yakin dia merasakan sakit, kena tergores aja di tangan sakitnya bukan main, apa lagi di leher, masya Allah, kau berikan istri yang kuat dan tegar buat hamba, hilangkan rasa sakitnya, biarkan dia selalu tersenyum.
__ADS_1
☀☀☀☀
Di kediaman rumah si Marbut. Raja terbangun dari tidurnya, Raja bermimpi seram, Raja bermimpi ada Srigala mengejar-ngejar dirinya.
"Mamah......" teriak Raja terbangun dengan keringat bercucuran.
"Astaghfirullah, kamu kenapa Raja? sampai keringat seperti itu? kamu mimpi buruk yah?" tanya Rina.
"Aku takut Kak, hiks-hiks-hiks...." sahut Raja menangis.
"Raja, dengarin Kakak, pasti kamu bobo gak baca doa yah? Kakak ajarin kamu yah, agar kamu sebelum bobo baca doa dahulu!" sahut Rina.
"Gimana Kak?" tanya Raja.
"Ikutin Kakak yah!" sahut Rina.
"Eh, Anak-anak belum bobo? kenapa belum bobo?" tanya si Marbut.
"Ini Pak, Raja bobo gak baca doa, jadi mimpi buruk!" sahut Rina.
"Raja mimpi buruk ya Nak, Raja pasti lupa baca doa, minta ajarin sama Kak Rina ya sayang, jangan dipikirin mimpi, mimpi itu, hanya bunga tidur." Sahut si Marbut.
"Tadi sudah Rina ajarin kok Pak!" sahut Rina.
"Bagus! sekarang kalian bobo lagi yah, besok bantu Ibu, takut kesiangan dan ngantuk bantu Ibu." Sahut si Marbut.
"Iya Pak." Sahut Rina.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah sakit. Dokter menjelaskan kondisi Ayah Umar, ternyata kata Dokter Candra, Ayah Umar sudah lama terkena penyakit jantung, jadi Ayah Umar tidak boleh capek atau mendengar hal-hal buruk yang membuatnya kaget.
"Dokter, gimana suami saya?" tanya Bunda Maryam.
"Besok sudah boleh pulang dan tidak perlu di rawat, Suami Ibu sudah lama terkena penyakit jantung, jadi saya harap jangan sampai suami Ibu mendengar hal-hal yang membuat dia kaget, tadi dia pingsan, karena efek dari jantungnya dan pikiran, tapi sudah tidak apa-apa kok, tolong dijaga makanan semuanya ya Bu." Sahut Dokter Candra.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu