Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-218


__ADS_3

"Mau gimana lagi Bu, ini semua kesalahan Jono, Jono harus tanggung semua sampai seumur hidup!" sahut Jono.


"Ini bukan salah kamu, semua salah Mirna, dia gak bisa nurut sama suami, coba kalau Mirna nurut, dukung semua keputusan kamu, gak akan kaya gini! dari dulu, Ibu gak suka sama Mirna, kamu aja yang ngeyel ingin nikahin dia!" sahut Ibunya Jono.


"Bu, sudah cukup! semua bukan salah Mirna, Jono sadar, semua salah Jono, apa yang Jono lakuin salah besar, hiks-hiks-hiks..." sahut Jono menangis.


"Enggak, ini bukan salah kamu, Ibu akan balas atas perbuatan dia!" sahut Ibunya Jono.


"Bu, jangan Bu, kasihan Raja dan Dewa, Jono mohon jangan balas dendam yah, mereka gak salah Bu!" sahut Jono.


"Buka mata kamu Jono! buka! kamu ikhlas dipenjara seumur hidup gini?" tanya Ibunya Jono.


"Jono ikhlas, Jono ingin menebus kesalahan Jono, jangan Bu, kasihan Anak-anak saya!" sahut Jono.


"Keputusan Ibu sudah bulat, Ibu akan balas dendam, Ibu akan ambil Raja dan Dewa." Sahut Ibunya Jono.


"Jangan Bu, biarkan mereka berdua hidup bersama Mirna, tolong Ibu mengerti, jangan membuat ke kacauan lagi!" sahut Jono.


"Saudara Jono! waktu besuk habis! silakan kembali ke sel!" sahut polisi.


Jono kembali ke sel tahanan sambil menangis menatap wajah Ibunya yang penuh dendam sambil bertolak pinggang. Ibunya Jono tetap ingin balas dendam dan mengambil Raja dan Dewa.


Keputusan Ibu, gak akan berubah, Ibu akan membalas dendam Ibu ke Mirna, Ibu akan buat Mirna menderita karena kehilangan Anaknya, Raja dan Dewa, akan saya bawa ke Amsterdam, Mirna akan gila kehilangan Anaknya, ha-ha-ha.....


☀☀☀☀


Desta dan Khalisa sudah siap-siap ingin berangkat ke supermarket dan ke rumah Syifa. Karena Khalisa sudah kangen sekali dengan Syifa.


"Sudah siap sayang?" tanya Desta.


"Sudah kok, kita ke rumah Syifa aja dulu ya sayang, baru ke supermarket!" sahut Khalisa.


Kalau begini, gimana aku menyelidiki Mamahnya Jono, ah, biarkan saja dulu deh, keperluan istri lebih penting, jika dua kali Aku dan Khalisa diteror, aku kan benar-benar selidikin.


"Sayang, ayo! kamu gak jawab pertanyaan aku, malah melamun." Sahut Khalisa.


"Maaf sayang, kenapa tadi?" tanya Desta.


"Kita, ke rumah Syifa dulu aja, baru ke supermarket." Sahut Khalisa.

__ADS_1


"Iya sayang." Sahut Desta.


Saat Desta dan Khalisa pamit pada Bi Aning, Bang Joni datang menghampiri Desta dan Khalisa. Mau bilang yang masalah mobil.


"Permisi Den, Neng, maaf, mau pergi yah?" tanya Bang Joni.


"Iya, Bang, ada apa?" tanya Desta.


"Bisa ngomong sebentar Den, Neng?" tanya Bang Joni.


"Bisa, ayo duduk! sayang sebentar yah!" sahut Desta.


"Iya, gak apa-apa." Sahut Khalisa.


"Den, yang masalah cicilan mobil itu, saya sudah diskusi sama istri, istri setuju, tapi bisa gak, kalau saya potong gaji dua juta aja, sejutanya saya gajian, Kira-kira bisa gak Den?" tanya Bang Joni.


"Oh, gitu? iya, gak apa-apa Bang, dari pada gak ke pakai juga, ya udah deal yah! nanti kalau masalah SIM sama STNK balik nama ya Bang, itu Bang Joni sendiri yang urus! atau mau tetap nama saya, ya gak apa-apa, gak masalah." Sahut Desta.


"Gampang Den, nanti biar saya urus sendiri, mulai awal bulan aja Den, pas gajian, sekalian potong dua juta, baru saya terima STNK sama SIM." Sahut Bang Joni.


"Kalau mau sekarang gak apa-apa, santai aja Bang, anggap aja kita saudara, jadi gak usah sungkan-sungkan!" sahut Desta.


"Tapi, gak apa-apa kalau saya nitip naro di garasi Den Desta mobilnya?" tanya Bang Joni.


"Masya Allah, sungguh mulia hati Den Desta ini, udah di kasih harga murah, boleh nyicil, nitip di garasi, dikasih STNK sama SIM sekarang, semoga kebaikan Den Desta dan Neng Khalisa dibalas sama Allah, dengan rezeki yang melimpah." Sahut Bang Joni.


"Aamiin..." sahut Desta dan Khalisa.


"Makasih banyak ya Den, Neng." Sahut Bang Joni.


"Sama-sama Bang, asalkan, Abang selalu setia bekerja di sini, kita sama-sama saling bantu di sini yah, jangan malas-malasan, jangan sampai hilang kepercayaan saya sama Bang Joni, itu aja sih, pesan saya!" sahut Desta.


"Siap Den, Abang selalu mengabdi pada Aden, jujur, gak malas, pokoknya berikan yang terbaik!" sahut Bang Joni.


"Mantap! ya udah, nanti kalau mau ambil STNK sama SIM, tinggal bilang Bi Aning yah, saya mau pergi dulu, lihat tuh, istri saya udah cemberut!" sahut Desta.


"Apaan sih Yang, orang enggak! bohong Bang! kamu ih... disangka benaran lho!" sahut Khalisa.


"Maaf ya Neng, gara-gara saya, jadi lama tertunda perginya." Sahut Bang Joni.

__ADS_1


"Enggak Bang, suami saya jangan didengarin!" sahut Khalisa.


"Ya udah, permisi ya Den, Neng, Assalamu'alaikum." Sahut Bang Joni.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa dan Desta.


"Kamu sih, aku kan jadi gak enak!" sahut Khalisa.


"Enggak sayang, Bang Joni juga ngerti kok, aku bercanda." Sahut Desta.


"Iya, tapi, dia nanti berpikir, kita mengusir secara halus!" sahut Khalisa.


"Iya, iya, maaf! maaf istriku..." sahut Desta mencium Khalisa.


Khalisa dan Desta langsung berangkat, tidak lupa, Desta selalu berpesan pada semua Bodyguard, Pak Jamal dan Bang Joni, agar selalu menjaga rumah dan selalu waspada.


"Cie... Abang, udah punya mobil sekarang nih!" sahut Bang Sandi.


"Masih belum San, nanti kalau udah lunas baru!" sahut Bang Joni.


"Iya sih, benar-benar baik Den Desta sama Neng Khalisa ya Bang, kita aja makan pagi dua kali, sarapan sama makan, Lama-lama, badan kita tambah gede, kalau di rumah sendiri boro-boro, nunggu istri kelar masak, ha-ha-ha." Sahut Bang Sandi.


"Iya, benar, sampai kenyang tadi, udah sarapan eh, sarapan lagi kita, istri kita boro-boro yah!" sahut Bang Pandi.


"Kalau saya sama Bi Aning, sudah kenyang makanan-makanan enak dari Den Desta itu, mereka gak pelit, mau duit, makanan, atau apa, mangkanya, mereka rezekinya ngalir terus karena berkah, suka nolongin orang lain!" sahut Pak Jamal.


"Saya berlima dulu dapat majikan orang pelit nauzubillah, boro-boro dapat sarapan pagi, kagak pisan, gaji kecil, laper, capek, bawel, beda banget sama Den Desta. Baru ini, saya perorang di gaji tiga juta, kalau dulu tiga juta berlima bayangin." Sahut Bang Sandi.


"Iya, berkah banget itu pasti hidupnya, saya doain, biar istrinya lahiran lancar!" sahut Bang Joni.


"Aamiin..." jawab semuanya.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- CINTA DAN DETIK TERAKHIR

__ADS_1


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2