
"Cepatan Neng motongnya, lelet banget sih? ini bedanya kamu sama Ririn mantannya Desta, kalau ia pintar masak, gercep, kamu juga harus bisa kaya gitu!" sahut Umi Sarah membandingkan Khalisa dengan mantannya Desta.
🍁🍁🍁
Khalisa sedih tapi dia tahan, raut wajahnya merah berasa kesal karena sudah di banding-bandingkan, Khalisa tetap kuat menahan amarahnya.
Kenapa sih Umi bandingin aku sama mantannya Kak Desta, ia gak ngerti apa perasaan aku kaya gimana? ya Allah kuatkan aku Ya Allah.
"Kalau motong sambil melamun gitu, gimana mau kelar Neng, aduh Umi kecewa banget sama kamu, kasihan Desta dapat istri yang gak bisa masak," sahut Umi Sarah.
🍁🍁🍁
Akhirnya, Khalisa selesai memotong daging.Lalu Khalisa di ajarkan step berikutnya sampai selesai. Makanan sudah di hidangkan dan siap di makan.
"Ini Mah sama aja Umi yang bikin sendiri, tapi sekarang kamu sudah bisa kan? gak lupa tadi step-stepnya?" tanya Umi.
"Enggak Umi, Khalisa sudah bisa," sahut Khalisa pelan dan lemas.
"Ya sudah, bagus kalau gitu! kayanya sekarang aja deh ke rumah sakitnya yah, kamu siap-siap sana!" perintah Umi Sarah.
"Permisi ya Mi, Khalisa siap-siap dulu," sahut Khalisa.
"Iya," sahut Umi Sarah.
"Wah Umi, ini bikinan Non Khalisa yah? kayanya enak," sahut Bi Aning.
"Apaan, ini Sama-sama juga tahu yang masak, kayanya Desta salah pilih istri, kasihan Desta," sahut Umi Sarah.
"Tapi Umi, Den Desta bahagia kok sama Non Khalisa, malah mesra banget," sahut Bi Aning.
"Kamu tolong banyak ajarin ya Ning Khalisa masak, saya gak mau Desta gak ke urus jadinya," sahut Umi Sarah.
"Iya Umi siap," sahut Bi Aning.
"Ini kamu ambil aja steak nya, saya jadi gak selera," sahut Umi Sarah.
"Lho kenapa Umi?" tanya Bi Aning.
"Gak usah banyak tanya, udah makan aja!" sahut Umi Sarah kesal.
🍁🍁🍁
Khalisa di kamar menangis karena perlakuan mertuanya Umi Sarah, gak lama Desta video call Khalisa, Khalisa hanya diam dan menangis. Desta berusaha bertanya, tapi Khalisa malah matiin ponselnya.
"Kok kamu nangis kenapa sayang? cerita sama aku? ini aku mau berangkat meeting," sahut Desta.
"Kakak meeting aja, nanti aja di rumah aku jelasin, aku di tunggu Umi buat cek ke Dokter," sahut Khalisa.
__ADS_1
"Kok ke Dokter? kamu sakit? atau kamu hamil?" tanya Desta.
🍁🍁🍁
Khalisa langsung mematikan ponselnya, karena Umi sudah memanggilnya. Umi masuk kamar Khalisa, dan mengecek-ngecek mana saja yang kotor.
"Sudah siap?" tanya Umi.
"Sudah Umi," sahut Khalisa.
"Tunggu sebentar, ya Allah Neng, coba kamu sini!" panggil Umi Sarah.
"Ada apa Umi?" tanya Khalisa.
"Kamu jarang beres-beres yah? masa sela-sela jendela kotor begini? aduh Neng, gimana sih?" oceh Umi Sarah kembali.
"Tadi Lisa udah bersihin Umi, cuma sela-sela ini enggak," sahut Khalisa.
"Kalau kerja, jangan setengah-setengah dong! semua beresin, jangan ngandelin pembantu aja!" sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, nanti Khalisa bersihin lagi," sahut Khalisa.
"Cepek deh, ya udah ayo ke mobil, kita berangkat!" perintah Umi Sarah.
🍁🍁🍁
Akhirnya Khalisa cek ke Dokter, ternyata hasilnya negatif, Khalisa belum hamil, hanya kecapean dan pikiran saja. Umi Sarah lemas mendengarnya, yang ia harapkan belum terkabul.
"Mau gimana lagi? Allah belum ngasih, ya udah kamu usaha aja, gimana caranya supaya cepat hamil, Umi pengen cepat-cepat punya cucu dari Desta," sahut Umi Sarah.
"Insya Allah Umi, Khalisa akan usaha kok," sahut Khalisa.
"Mad, kita pulang arah rumah aja yah!" perintah Umi Sarah.
"Baik Umi!" sahut Mamad supir Umi Sarah.
"Maaf Umi, Khalisa gimana?" tanya Khalisa.
"Suruh Desta pulang kerja jemput kamu, ke rumah Umi," sahut Umi Sarah.
"Jangan Umi, kasihan Kak Desta capek, biar Khalisa pulang naik taksi aja Mi," sahut Khalisa.
"Kamu ikutin kata Umi! jangan ngeyel dan bantah!" sahut Umi Sarah.
Ya Allah, keras kepala banget sih mertuaku ini, apa jangan-jangan ia kecewa karena aku belum bisa ngasih cucu, ya Allah kasih kebahagian padaku agar bisa memberi cucu padanya.
🍁🍁🍁
Akhirnya Khalisa sampai di rumah Umi Sarah, ada Pak Mahmud yang menyambut Khalisa datang. Khalisa mencium punggung tangan Abi Mahmud.
"Mantu Abi akhirnya main ke sini? kamu sehat Nak?" tanya Abi Mahmud.
__ADS_1
"Baik Abi, Abi sendiri gimana?" tanya Khalisa kembali.
"Alhamdulillah, baik kok, emangnya habis dari mana?" tanya Abi Mahmud.
"Habis meriksa Khalisa ke rumah sakit Bi, cuma hasilnya Nihil," sahut Umi Sarah.
"Ya sabar, belum waktunya kali, nanti kalau udah rezeki juga dikasih sama Allah, kita harus sabar," sahut Abi Mahmud.
"Non Khalisa mau minum apa?" tanya pembantu di rumah Umi Sarah.
"Air putih aja Bi, makasih yah," sahut Khalisa.
"Khalisa di sini saja yah, Abi sama Umi mau ke dalam dulu!" sahut Abi Mahmud.
"Iya Abi, Umi," jawab Khalisa.
"Ada apa sih Mi, kok narik-narik Abi?" tanya Abi Mahmud.
"Umi benar-benar kecewa sama Khalisa, masa masak aja harus di ajarin, lelet banget Bi," sahut Umi Sarah.
"Namanya juga anak muda, masih belajar Umi," sahut Abi Mahmud.
"Dulu Ririn di ajarin ngerti, gak lelet kaya Khalisa," sahut Umi Sarah.
"Umi jangan begitu, banding-bandingin orang, Ririn itu sudah mengecewakan Desta, dan hanya mau duitnya saja, sudah Mi gak baik ngomongin mantu," sahut Abi Mahmud.
"Khalisa, mau nunggu Desta di sini?" tanya Abi Mahmud.
"Sebenarnya Lisa kasihan kalau Kak Desta pulang kerja harus ke sini Bi, tapi Khalisa nurutin apa kata Umi," sahut Khalisa.
"Benar juga kamu, sudah kamu pulang aja, biar Mamad yang antar yah," sahut Abi Mahmud.
"Tapi Khalisa gak enak sama Umi," sahut Khalisa.
"Biar Abi yang ngomong yah, kamu juga istirahat di rumah, kalau Desta pulang kan kamu bisa siapin kebutuhannya," sahut Abi Mahmud.
"Umi__" panggil Abi Mahmud.
"Ada apa Bi? Khalisa kalau mau tidur, tidur aja dulu di kamar Desta yah," sahut Umi Sarah.
"Umi biarkan Khalisa pulang, kasihan Desta capek pulang kerja harus ke sini, Khalisa kan harus siapkan semua kebutuhan Desta, kalau Desta pulang, harus ngerti dong Umi," nasehat Abi Mahmud ke Umi Sarah.
"Ya udah gak apa-apa, maafin Umi tadi udah marah-marah sama kamu, Umi hanya ingin dapat cucu dari kamu dan Desta, Umi gak mau Desta gak ke urus, ia kan gampang sakit orangnya," sahut Umi Sarah.
"Umi, percaya sama Khalisa, Khalisa akan rawat dan mengurus Kak Desta dengan baik, Khalisa gak akan biarkan Kak Desta gak ke urus, percaya ya Umi," sahut Khalisa.
"Iya Umi percaya, ya sudah kamu pulang hati-hati, diantar Pak Mamad aja," sahut Umi Sarah.
🍁🍁🍁
Khalisa akhirnya pamit dan mencium punggung tangan Abi Mahmud dan Umi Sarah. Khalisa akan buktikan kalau Kak Desta bakal ke urus, walaupun Umi Sarah belum sepenuhnya percaya sama Khalisa.
__ADS_1
Bersambung...