
Akhirnya Khalisa dan Desta masuk kamar, Khalisa mempersiapkan baju tidur untuk Desta. Karena sudah malam, mereka hanya cuci wajah saja dan ganti pakaian.
"Kak, makasih yah udah ajak Khalisa jalan-jalan, ngajak Dewa juga lagi," sahut Khalisa.
"Sama-sama sayang, semua aku lakuin buat kamu, aku ingin kamu bahagia," Desta memegang tangan Khalisa.
"Kita tidur yuk, besok kan Kakak kerja, aku takut kesiangan," sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Desta memeluk Khalisa, dan meminta untuk bercinta satu ronde saja, Khalisa tidak menolak permintaan Desta. Meskipun badan capek, lelah Khalisa sebagai istri harus mengikuti kemauan suaminya. Setelah bercinta mereka sama-sama tertidur lelap sampai keesokan paginya. Desta bersiap-siap memakai baju kemeja kerja.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Desta.
"Gak apa-apa Kak," sahut Khalisa.
"Nanti aku pulang cepat kok, ini ATM, dan uang aku, kamu yang pegang semua yah, aku percaya sama kamu," sahut Desta.
"Lho nanti Kakak gak ada pegangan dong?" tanya Khalisa.
"Ada kok, itu ATM khusus buat belanja kamu, aku ada pribadi sendiri, kalau kurang nanti aku transfer yah," sahut Desta.
"Ini udah cukup banget Kak, makasih yah, kita sarapan yuk Kak," ajak Desta.
🍁🍁🍁
Gak lama ponsel Desta berdering, ternyata Umi Sarah menelpon Desta, dia ingin menjenguk mantunya dan ingin mengajari masak Khalisa, dan menanyakan perkembangan Khalisa apa sudah hamil atau belum.
"Sayang, siang Umi ke sini, mau lihat mantunya katanya, terus Umi mau ajarin kamu masak katanya," sahut Desta.
"Serius Kak?" tanya Khalisa gugup.
"Iya, kenapa? kamu gak usah khawatir, kalau kamu bisa ambil hatinya Umi, Umi baik kok, hanya mulutnya saja yang rada bawel," sahut Desta.
"Aku hanya takut, Umi nilai aku buruk, kalau aku gak bisa masak kemauan ia, pasti aku di nilai buruk," sahut Khalisa.
"Kamu harus berpikir positif yah, mungkin ia mau dekat sama mantunya, Ha-ha-ha," sahut Desta sambil tersenyum.
"Iya Kak," sahut Khalisa.
"Nanti bakal aku video call kalau ada waktu senggang yah sayang," sahut Desta.
Desta pun bersiap-siap untuk berangkat, dan mencium kening Khalisa.
"Oh iya Kak, belum minum vitamin," Khalisa langsung melangkah untuk mengambil vitamin Desta. Desta menarik tangan Khalisa dengan senyuman.
"Sayang, gak usah, sudah ada di tas aku kok, nanti di tempat kerja aku minum," sahut Desta.
"Ya Allah Kak, aku sebagai istri gimana sih yah, malah suami sendiri yang nyiapin," sahut Khalisa.
"Sudah, sudah, jangan salahin diri kamu sendiri gitu ah, aku berangkat ya sayang, i love you," sahut Desta.
__ADS_1
"Love you too Kak," jawab Khalisa mencium punggung tangan Desta.
🍁🍁🍁
Desta pun akhirnya berangkat, Khalisa membantu Bi Aning beres-beres rumah, tapi Bi Aning melarangnya karena merasa tidak enak.
"Ya Allah, Non mau ngapain? biar saya saja yang cuci piringnya Non," minta Bi Aning.
"Gak apa-apa Bi, kita di sini keluarga yah, aku gak anggap Bibi itu sebagai pembantu, tapi keluarga," sahut Khalisa tersenyum.
"Ya Allah, Non baik banget sih? gak ada majikan yang kaya Non gini," puji Bi Aning.
"Ah, Bibi bisa aja, sama aja kok Bi, oh iya, Umi Sarah nanti siang mau datang, Bibi bantu Khalisa beres-beres kamar yah," sahut Khalisa.
"Mau ke sini Non?" tanya Bi Aning.
"Iya, kenapa emangnya Bi?" tanya balik Ke Bi Aning.
"Aduh Non, Umi Sarah itu orangnya sangat bawel beda sama anaknya Desta, kalau kesini aja saya di omelin terus," sahut Bi Aning.
"Masa sih Bi?" tanya Khalisa dengan raut wajah memerah.
"Benar Non, lihat aja nanti," sahut Bi Aning.
"Gimana ya Bi, sebawel-bawelnya dia, dia itu mertua aku, aku ikhlas saja lah kalau dibawelin Bi," sahut Khalisa.
"Mudah-mudahan sih, moodnya enak ya Non," sahut Bi Aning.
🍁🍁🍁
Setelah selesai beres-beres rumah, Khalisa salat zuhur, ia meminta sama Allah semoga kebaikan selalu ada pada dirinya.
Tok.. tok.. tok..
"Permisi Non, Umi sudah datang," sahut Bi Aning.
"Oh, ya sudah Bibi tolong bantu Umi yah, aku mau bereskan mukena, abis salat gitu," sahut Khalisa.
"Ada di dapur Non," sahut Bi Aning.
"Iya Nanti aku nyusul," sahut Khalisa.
Ya Allah, Bismillah.
"Mana Khalisa Ning?" tanya Umi Sarah.
"Lagi beresin mukena Umi, tadi abis salat zuhur," sahut Bi Aning.
"Nih kamu cuci dagingnya sampai bersih yah, saya mau buat steak, tapi yang bikin mantu saya," sahut Umi Sarah.
"Umi, apa kabar?" Khalisa mencium punggung tangan Umi Sarah dan mencium pipi kanan dan kiri.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik, kamu gimana sama Desta? baik kan?" tanya Umi Sarah.
"Baik kok Umi, Kak Desta juga sehat," sahut Khalisa.
"Kelihatannya wajah kamu pucat, kamu sakit?" tanya Umi Sarah.
"Enggak kok Umi, aku sehat kok," sahut Khalisa.
"Ada rasa mual gak? atau apa gitu? berobat yah?" sahut Umi Sarah.
"Gak mual Mi, cuma Khalisa ngantuk aja bawaannya," sahut Khalisa.
"Sore sama Umi kita ke Dokter, kita periksa! jangan-jangan kamu hamil," sahut Umi Sarah.
"Iya Umi," jawab Khalisa tidak bisa membantah.
"Desta gimana sih? masa gak lihat istrinya pucat gini, bawa kek ke dokter, emang gak ingin punya anak apa," oceh Umi Sarah.
"Umi bawa apa ini?" tanya Khalisa.
"Umi mau masak steak, tapi buatan kamu, gimana bisa?" tanya Umi Sarah.
"Maaf Umi, Khalisa gak pernah masak steak, jadi gak bisa," sahut Khalisa malu.
"Aduh, gimana sih? steak itu kesukaan Desta, kalau kamu gak bisa masak, gimana mau masakin suami kamu Lisa," sahut Umi Sarah.
"Tapi Khalisa gak ngerti masak yang berbau daging Mi," sahut Khalisa.
"Maryam itu terlalu manja kamu sih, ya udah nanti kamu Umi ajarin! pokoknya kamu harus bisa!" sahut Umi Sarah.
"Umi, ini sudah saya cuci dagingnya Umi," sahut Bi Aning.
"Taro di situ! Neng, kamu potong dagingnya yah, Umi siapkan bumbu-bumbu nya dulu!" sahut Umi Sarah.
"Iya Umi," jawab Khalisa gemetar.
"Aduh, kok motongnya gitu? megang pisau aja kamu gak bisa Neng, gimana mau jadi istri yang baik buat Desta, lihatin Umi! kaya gini motongnya, ngerti!" sahut Umi Sarah.
*Ya Allah, kasihan Non Khalisa sampai gemetar gitu, kaya pengen nangis tapi di*a tahan.
"Non, sini Bibi bantu," sahut Bi Aning.
"Heh, kamu mau ngapain Aning, mendingan kamu beli bumbu nih habis garam, Neng suka cek-cek dong bumbu kalau habis, Aning juga bukan di cek! gimana sih? kok rumah tangga di sepelein banget," sahut Umi Sarah.
"Maaf Umi, Lisa gak ngecek, soalnya jarang masak juga," sahut Khalisa.
"Apa? jarang masak? terus Desta makan apa? pesan GO-FOOD? Neng jangan kaya gitu, itu boros namanya, aduh, kamu harus bisa masak buat suami kamu, jangan ngandelin si Aning mulu!" sahut Umi Sarah.
Ya Allah, kuatkan aku ya Allah, Khalisa kuat-kuat, jangan nangis tahan Khalisa, tahan.
Bersambung...
__ADS_1