Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 26


__ADS_3

"Umi kok gitu sama Khalisa, gak enak lho Mi sama keluarga Pak Umar, Kan kita yang jodohkan Khalisa dengan Desta, kalau sampai Khalisa ngadu sama orang tuanya atas perlakuan Umi, Abi yang gak Enak sama Pak Umar," sahut Abi Mahmud.


"Itu kan perjanjian Abi sama Pak Umar, Umi mah ikutin aja, Umi bawel begini sayang kok sama Desta sama Khalisa, Umi hanya ingin Khalisa pintar masak gitu aja, maafin Umi kalau Umi salah," sahut Umi Sarah.


"Gak usah lah terlalu ikut campur urusan mereka Umi, yang penting melihat mereka cocok, bahagia itu aja Abi udah senang, biar semua keperluan Desta Khalisa yang ngatur, Desta itu udah punya istri, kita gak wajib ikut campur terlalu dalam Umi," nasehat Abi Mahmud.


"Iya Abi, Umi minta maaf, gak akan ikut campur lagi," sahut Umi Sarah.


"Umi masih belum ikhlas ya buat melepas Desta?" tanya Abi Mahmud.


"Kok Abi ngomong gitu? enggak kok, Umi ikhlas Abi," sahut Umi Sarah.


"Ya sudah, kalau ikhlas gak usah ikut campur terlalu dalam lagi yah, biarkan mereka mandiri mengurus rumah tangganya, tugas kita hanya mendoakan agar mereka menjadi suami, istri yang bahagia sampai akhir hayat mereka," sahut Abi Mahmud.


"Iya Abi, Umi gak kepikiran ke situ, lain kali Umi akan berpikir dulu sebelum bertindak," sahut Umi Sarah.


"Alhamdulillah, Abi senang mendengarnya Umi," sahut Abi Mahmud.


Khalisa Akhirnya sampai rumah, dia berpikir seperti mimpi di omelin mertua, tapi dia gak perduli dan gak pernah sakit hati atas perlakuan Umi Sarah, hanya saat di bandingkan saja ia menjadi kepikiran.


"Non, sudah pulang? gimana hasilnya Non?" tanya Bi Aning.


"Negatif Bi, lagian baru kemaren kok Khalisa bulan madu, masa udah hamil aja, Khalisa itu cek ke Dokter karena menghargai Umi aja Bi, kalau Khalisa gak turutin, nanti Umi kecewa sama Khalisa," sahut Khalisa.


"Iya Non, Non ini sabar banget sih? kalau orang lain sudah nangis Non," sahut Bi Aning.


"Gak apa-apa Bi, semua Khalisa lakuin buat Kak Desta, Khalisa belajar kuat karena Khalisa mencintai Kak Desta, masa Khalisa harus melawan, atau menangis," sahut Khalisa.


"Benar juga Non, kasihan Aden Desta kalau sampai nantinya Non sama Umi gak cocok, lebih baik belajar mengalah yah Non," sahut Bi Aning.


"Nah itu Bi, ya sudah aku istirahat dulu ya Bi, badan Khalisa pegal-pegal banget ini," sahut Khalisa.


"Non mau Bibi urutin?" sahut Bi Aning.


"Bibi bisa ngurut? aku gak enak masa nyuruh Bibi," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Gak apa-apa Non, mau gak? biasanya Bibi di kampung kerja ngurut Non," sahut Bi Aning.


"Ya udah boleh Bi, gak apa-apa ya Bi?" tanya Khalisa.


"Gak apa-apa Non, ayo Non!" ajak Bi Aning.


"Ayo Bi," ajak Khalisa.


🍁🍁🍁


Khalisa senang sekali diperhatikan Bi Aning, jadi ingat sama Bundanya. Khalisa meminta Bi Aning agar tidak memanggil Non, Khalisa mau Bi Aning memanggil Lisa.


"Bi, aku boleh minta permintaan gak?" tanya Khalisa.


"Apa Non? kalau kurang enak bilang yah," sahut Bi Aning.


"Mulai hari ini, Bibi tolong jangan panggil saya Non lagi yah, cukup Lisa aja," minta Khalisa.


"Tapi Non, gak enak sama Aden Desta, masa saya manggil Lis sih," bantah Bi Aning.


"Gak apa-apa Bi, Kak Desta mah gak ada masalah kok, gak akan marah Bi," sahut Khalisa.


"Bibi, gak apa-apa, percaya sama aku yah, kan aku pernah bilang, Bibi itu di sini bukan pembantu, Lisa udah anggap Bibi seperti Ibu Khalisa sendiri," sahut Khalisa.


"Ya Allah Bibi terharu, Bibi panggil Non dengan sebutan Neng aja yah, biar agak sopan," sahut Bi Aning.


"Ya udah terserah Bibi, asal jangan panggil Non lagi yah, aku gak mau!" minta Khalisa.


"Iya Neng, makasih yah udah anggap Bibi seperti Ibu Neng sendiri," sahut Bi Aning.


"Sama-sama Bi, aku juga makasih banget Bibi udah mau urutin aku," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Desta akhirnya pulang dari kantor, dia mengendarai mobil sambil memikirkan Khalisa. Desta takut terjadi apa-apa dengan Khalisa.

__ADS_1


Ya Allah, ada apa dengan istriku tadi, semoga gak terjadi apa-apa dengan istriku.


🍁🍁🍁


Akhirnya Desta sampai di rumah, dia ingin cepat-cepat bertemu Khalisa. Desta gak sabar dan khawatir takut terjadi apa-apa dengan Khalisa.


"Assalamu'alaikum, kok sepi yah?" Desta langsung melangkah ke kamarnya, ternyata Khalisa sedang di urut dengan Bi Aning.


"Eh, Kakak udah pulang, maaf Kak Khalisa nyuruh Bi Aning ngurut Khalisa," sahut Khalisa.


"Maaf Aden, Bibi gak sopan yah," sahut Bi Aning.


"Duaarr__ kok pada tegang semua sih? ha-ha-ha," sahut Desta sambil tertawa.


"Neng, sudah enakan kan yah? Bibi keluar yah gak enak," sahut Bi Aning.


"Bibi kaya sama siapa aja sih, udah lanjut Bi, gak apa-apa kok," sahut Desta tersenyum.


"Ngurutnya udah semua kok Den, Bibi permisi yah!" sahut Bi Aning sambil keluar kamar.


"Sayang, kamu sakit? tadi kenapa aku video call kamu matiin?" tanya Desta.


"Aku gak sakit Kak, aku hanya pegal-pegal, Bi Aning menawarkan aku buat di urut," sahut Khalisa.


"Sini sayang, jangan dilepas tangan aku, kamu jujur sama aku, tadi ada masalah apa?" tanya Desta.


"Kalau aku cerita, Kakak gak usah cerita lagi ke Umi, atau marah ke Umi yah," minta Khalisa.


"Iya, asalkan kamu cerita, ada apa sama Umi? Umi marahin kamu?" tanya Desta.


"Enggak marah sih Kak, cuma dia itu bawa daging, aku disuruh masak steak, aku kan belum pernah masak gituan Kak, terus aku lama, lelet gak bisa masak, semua dikomplain, sampai Umi bandingin aku sama Ririn mantan Kakak, Umi masalahin Bumbu, jendela gak bersih, seakan kaya nyesal nikahin Kakak sama aku, terus ngajak aku buat cek kehamilan, kalau aku nolak kan gak enak," sahut Khalisa sambil menangis kembali dipelukan Desta.


"Astaghfirullah, Umi, Umi, ada aja kelakuannya, udah ah kamu jangan nangis, lihat aku! aku mohon sama kamu jangan diambil hati ya atas ucapan Umi sama kamu, aku sayang banget sama kamu, jangan sampai kita terpisah hanya gara-gara sakit hati, aku mohon orang tua kamu jangan sampai tahu, bisa pecah nanti persahabatan Abi sama Ayah Umar, aku mohon ya sayang, jangan pernah tinggalin aku," sahut Desta memeluk Khalisa.


"Iya Kak, aku gak ambil hati kok, aku tadi nangis hanya kebawa amarah aja, jadi nangis, gak kuat pas Umi bandingin aku sama mantan Kakak, aku tetap sayang kok sama Umi Kakak, aku juga gak akan pernah tinggalin Kakak, aku akan buktiin ke Umi kalau aku bisa merawat Kakak dengan baik," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Alhamdulillah, ya Allah terima kasih sudah memberiku istri yang soleha, berhati mulia ini, aku sangat mencintaimu sayang," sahut Desta.


Bersambung...


__ADS_2