
Keesokan paginya, Khalisa masih tertidur memegang tangan Desta. Desta melihat raut wajah Khalisa sangat lelah, Desta salat ta'yamum dan memakai peci di kepalanya. Setelah selesai salat dengan Ta'yamum, Desta mengambil Al-Quran kecil dan membacanya dengan merdu, sampai Khalisa terbangun.
"Kak, udah subuh yah? maaf aku ketiduran, aku salat subuh dulu yah, aku udah bawa mukena, Kakak gak apa-apa aku tinggal ke musholah?" tanya Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, maaf aku gak bangunin kamu, karena terlihat capek, iya sayang, hati-hati yah, takut licin tempat wudhunya," sahut Desta.
"Iya Kak, sebentar yah," sahut Khalisa.
"Iya sayang," sahut Desta tersenyum.
🍁🍁🍁
Khalisa melangkah ke musholah, hawa di rumah sakit pagi terasa dingin, setelah selesai salat, Khalisa melipat mukena dan memasukannya ke tas kecil, sambil menuju kembali ke ruangan Desta. Saat berjalan Khalisa melihat seseorang sedang dibawa ke ruang gawat darurat, entah kecelakaan atau kenapa, Khalisa melihat seorang wanita histeris, dan panik seperti dirinya waktu Desta celaka. Khalisa menghampiri wanita yang histeris itu dan menegurnya.
"Mba, kenapa?" sapa Khalisa.
"Hiks-hiks-hiks, Suami saya Mba, Suami saya kecelakaan, dan harus dioperasi, saya bingung mendapatkan uang untuk operasi dari mana? makan aja saya susah, saya bingung harus bagaimana Mba," sahut wanita itu.
"Berapa biaya operasinya Mba?" tanya Khalisa sedih.
"Dua juta lima ratus Mba, kalau tidak membayar administrasi, Suami saya tidak akan dioperasi, anak saya juga belum makan Mba, sejak kemarin," sahut wanita itu sambil menggendong anaknya yang menangis.
"Mba tanda tanganin aja yah, saya yang bayar!" sahut Khalisa berlinang air mata.
"Apa Mba? mahal lho Mba semua itu!" sahut wanita itu.
"Mba, saya merasakan apa yang Mba rasakan, jika kehilangan suami itu pasti menyakitkan, suami saya juga kemarin celaka, saya histeris kaya Mba, malah saya lagi hamil, saya mengerti perasaan Mba, apa lagi Mba sudah punya anak sebesar ini yang harus dinafkahi, sekarang Mba ke ruang Dokter yah, tanda tangan! biar administrasi saya yang urus!" sahut Khalisa sambil menghapus air matanya.
"Benaran Mba? Alhamdulillah, ya Allah ada orang yang baik menolong suami saya, Mba saya harus bilang apa sama Mba, saya sangat berterima kasih banget sama Mba, saya berdoa supaya kandungan Mba baik-baik aja, lahir lancar, dan suami Mba cepat sembuh yah Mba, supaya rezeki Mba dilipat gandakan!" sahut wanita itu.
"Aamiin, ya Allah, terima kasih Mba doanya! semoga suami Mba juga cepat sembuh yah!" sahut Khalisa tersenyum.
"Makasih Mba! makasih!" wanita itu ingin sujud di kaki Khalisa.
"Mba, jangan gitu, ayo bangun! sesama manusia kita harus saling tolong-menolong, saya merasakan apa yang Mba rasakan, sudah yah, sekarang cepat ke ruangan Dokter!" minta Khalisa.
🍁🍁🍁
Wanita itu langsung berlari ke ruangan Dokter untuk tanda tangan. Khalisa langsung berjalan ke ruangan Desta, Khalisa meminta izin pada Desta dan bercerita semua. Saat Khalisa ingin masuk, Khalisa melihat Desta berbaring sambil memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," salam Khalisa sambil menghapus air matanya sambil tersenyum ke Desta.
"Wa'alaikumsalam, sayang kok lama? aku khawatir sama kamu, takut ada apa-apa, kok kamu nangis sayang? kenapa?" tanya Desta.
"Kak, aku boleh minta tolong gak sama Kakak, tadi habis salat, aku melihat Ibu-ibu histeris karena suaminya kecelakaan, dan suaminya itu harus dioperasi, dia tidak punya uang sama sekali untuk operasi Kak, buat makan aja susah, Kak, kalau boleh aku mau minta tolong sama Kakak, buat bantu ia biaya operasi Kak, tolong Kak, aku gak tega melihatnya, aku bersyukur banget Kakak bisa diselamatkan, mungkin ini teguran Allah, kita harus membantu yang susah Kak, tolong Kak! apa yang ia rasakan sama seperti apa yang aku rasain saat Kakak koma," sahut Khalisa meneteskan air mata.
"Jangan nangis ah, emangnya benar, dia itu suaminya benar-benar kecelakaan sayang?" tanya Desta.
"Benaran kok Kak, aku lihat sendiri, Dokter gak mau nanganin operasinya, kalau dia gak mau bayar, kasihan dia kalau sampai harus kehilangan suaminya, masih punya anak yang sangat kecil Kak," sahut Khalisa.
"Ya Allah, kasihan banget, ya udah aku izinin kamu buat bantu ia, berapa biayanya?" tanya Desta.
"Benaran Kak? dua juta lima ratus Kak," sahut Khalisa.
"Ya udah, kamu bayarin ya ke administrasinya kasihan, aku salut sama kamu sayang, kamu mau peduli sama orang lain," sahut Desta mencium kening Khalisa.
"Aku ke administrasi dulu ya Kak, makasih Kak, udah mau bantu ia," sahut Khalisa.
"Iya sayang, kita harus membantu orang yang kesusahan, karena sebagian rezeki kita, hak orang-orang yang susah, kita bersyukur sayang, biar kita banyak masalah, kita masih bisa makan, aku bangga sama kamu sayang, mmmuacchh... membuat aku semakin cinta sama kamu," sahut Desta mencium tangan Khalisa dan kening Khalisa.
"Iya sayang," sahut Desta tersenyum.
"Assalamu'alaikum," sahut Khalisa.
"Wa'alaikumsalam." jawab Desta.
🍁🍁🍁
"Selamat pagi, Pak Desta dan Bu Khalisa, saya izin cek dan periksa kondisi Pak Desta yah!" tiba-tiba Dokter masuk dan ingin memeriksa keadaan Desta.
"Pagi, silakan Dok!" sahut Khalisa tersenyum dan meninggalkan ruangan.
"Gimana Pak Desta? masih terasa sakit?" tanya Dokter.
"Masih Dok, sedikit, kapan saya boleh pulang?" tanya Desta.
"Kondisinya cukup membaik, besok sudah boleh pulang, tapi ingat, di rumah gak boleh banyak aktivitas dulu yah, apa lagi yang berat-berat," sahut Dokter.
__ADS_1
"Siap Dok! keringnya jaitan saya sampai beberapa hari Dok?" tanya Desta.
"Seminggu atau dua mingguan," sahut Dokter.
"Wow, lama banget Dok?" sahut Desta.
"Iya, kan tusukan ke perut kamu cukup parah, besi alumunium masuk ke perut kamu waktu itu, jadi proses keringnya lama, asal anda jangan banyak bergerak nanti juga kering jadi daging jaitannya," sahut Dokter.
"Terima kasih ya Dok!" sahut Desta.
"Sama-sama, saya salut Lho sama istri anda, saya lihat waktu anda koma, seharian gak pulang, doakan saya yah, semoga dapat istri seperti istri anda!" sahut Dokter.
"Dokter belum menikah?" tanya Desta.
"Belum, jodohnya belum ada, he-he," sahut Dokter tersenyum.
Pantesan, dari tadi gue perhatiin ngeliatin istri gue terus, waduh jadi cemburu gini gue, ha-ha-ha, kirain gue udah nikah.
"Assalamu'alaikum," salam Khalisa.
"Wa'alaikumsalam," sahut serempak Desta, Dokter dan Suster.
"Gimana kondisi suami saya Dok?" tanya Khalisa, Dokter memandangi Khalisa sampai tidak mengedipkan mata.
"Ehem__" sahut Desta berdehem seakan kode buat Dokter itu.
"Oh, kondisinya baik, besok sudah boleh pulang, jangan kerja yang berat-berat dulu yah, oh, iya, sering kontrol juga ke sini yah!" sahut Dokter tersenyum.
"Alhamdulillah, Kakak udah boleh pulang besok, makasih ya Dok!" sahut Khalisa.
"Dokter tadi gak bilang kontrol sama saya lho!" sahut Desta.
"Tadi lupa saya, maklum banyak pasien, saya permisi dulu ya Pak Desta dan Bu Khalisa!" sahut Dokter itu memandangi Khalisa.
"Kakak kenapa? kok cemberut gitu? kenapa sih Kak?" tanya Khalisa.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1