
Keesokan harinya, Khalisa dan Desta bangun seperti biasa, untuk salat subuh berjamaah. Khalisa lebih dulu mandi di banding Desta. Khalisa langsung membangunkan Desta untuk salat subuh berjamaah. Desta kalau lagi capek dan sakit memang agak susah dibangunin.
"Sayang, bangun! sayang, ya Allah, salat subuh dulu sayang!" bisik Khalisa di telinga Desta sambil mencium pipinya Desta.
"Mmm... udah pagi ya sayang, maaf aku ngantuk banget sayang, kan kamu tahu semalam kita habis ngapain," sahut Desta menarik Khalisa sambil tersenyum.
"Ih.. gak usah diomongin sayang, aku malu," Khalisa tersenyum malu-malu.
"Kenapa harus malu, kok kamu udah mandi aja sih? bukan ajak aku! ha-ha-ha," ledek Desta.
"Sakit-sakit masih aja genit, heran," sahut Khalisa.
"Tapi kan kamu malam mau, walau aku sakit belain buat kamu, ha-ha-ha," sahut Desta tertawa.
"Ya Allah, sayang, udah ah.. cepatan mandi sayang, salat, aku wudhu di sana aja, sambil nunggu kamu yah, air hangat di bathup udah aku siapin, tapi perih gak kalau mandi?" tanya Khalisa.
"Enggak kok, aku kan strong, ha-ha-ha," sahut Desta tertawa lagi.
"Cium dulu ah.. sebelum mandi," minta Desta.
"Ya udah, cepat!" sahut Khalisa sambil tersenyum bahagia.
"Makasih ya sayang, aku sayang banget dan cinta sama kamu, setiap kapan pun bersama kamu, aku bakal bilang itu selamanya," sahut Desta tersenyum mencium kening dan tangan Khalisa.
"Ya udah, bajunya udah aku siapin, sama handuknya, aku tunggu di ruang salat ya sayang," sahut Khalisa.
"Masya Allah, udah disiapin, makasih ya sayangku, istriku yang cantik," sahut Desta tersenyum.
"Mau aku antar ke kamar mandi gak?" tanya Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, aku sendiri aja, aku bisa kok," sahut Desta.
"Benaran?" tanya Khalisa.
"Benar kok sayangku," sahut Desta memegang kepala Khalisa.
🍁🍁🍁
Khalisa keluar kamar dan berjalan menghampiri ruang salat, Khalisa berwudhu, setelah berwudhu Khalisa memakai mukena dan membaca Al-quran sambil menunggu Desta. Gak lama, Desta datang dan langsung mengambil wudhu. Setelah wudhu, Desta dan Khalisa langsung salat berjamaah. Setelah selesai salat berjamaah dan berdoa, Khalisa mencium tangan punggungnya Desta.
"Sayang, kamu mau aku masakin apa?" tanya Khalisa.
"Apa aja, yang penting istri aku yang masak," sahut Desta memegang kepala Khalisa.
__ADS_1
"Gak takut keasinan?" tanya Khalisa.
"Enggak sayang, mau asin, kemanisan, atau apa, tetap enak dan aku pasti makan," sahut Desta tersenyum.
"Sambil nunggu aku masak, kamu tidur lagi aja, istirahat," sahut Khalisa.
"Aku antar ke kamar ya sayang," sahut Khalisa.
"Perhatiannya istriku ini, makasih ya sayang, mmmuacchh..." sahut Khalisa tersenyum.
🍁🍁🍁
Khalisa mengantar Desta ke kamar dan merangkulnya, Desta sangat bahagia punya istri yang benar-benar perhatian dan soleha, Desta semakin cinta dengan Khalisa dan tidak mau kehilangan.
"Alhamdulillah, udah sampai, makasih ya sayang udah rangkul aku sampai sini," sahut Desta.
"Sama-sama, sekarang aku masak dulu ya sayang, soalnya kan mau ada tamu nanti, apa lagi teman kamu mau datang, Bunda juga mau datang," sahut Khalisa tersenyum.
"Siap istriku sayang, di bantu Bi Aning ya masaknya, jangan sendiri, aku gak mau kamu capek," sahut Desta.
"Cuma masak doang kok sayang, masa capek sih, ada-ada aja deh, biar aku banyak gerak dan Dedek bayinya cepat besar." Jawab Khalisa mengelus perutnya yang masih kecil.
"Sini, aku cium dulu, mmmmuuachh... temanin Mamah masak ya Dedek sayang," sahut Desta sambil tersenyum dan mencium perut Khalisa.
🍁🍁🍁
"Bi, tolong beli sayuran yah, beli sayur asam, ikan asin, tahu, tempe, sama ayam, bumbunya sekalian, jangan lupa terasi nya beli buat bikin sambal terasi Bi, tolong ya Bi," minta Khalisa.
"Wah, Neng Khalisa sedang ngidam lagi? he-he," tanya Bi Aning.
"Gak tahu Bi, aku lagi ingin sayur asam sama ikan asin, mungkin iya kali ya ngidam, he-he," sahut Khalisa tertawa kecil.
"Siap-siap, kalau gitu, Bibi ke tukang sayur dulu ya Neng, Bibi baru ini punya majikan minta masakin sayur asam," sahut Bi Aning.
"Bi, biar nanti aku aja yang masak, Bibi bantu yang lain aja yah, soalnya aku mau bikin sayur asam buatan Bunda, untuk suami aku," sahut Khalisa tersenyum.
"Siap Neng, Bibi permisi dulu ya Neng," sahut Bi Aning.
Mudah-mudahan masakan enak, seperti masakan Bunda, bismillah, aku bisa.
🍁🍁🍁
Setelah lama, Bi Aning datang dan membawa semua belanjaan pesanan Khalisa. Bi Aning dan Khalisa memulai masak.
"Bi, aku mau nanya? Bibi kan udah lama nih, kerja di rumah Umi Sarah, pernah gak sih, masak kaya gini?" tanya Khalisa tersenyum.
"Gak pernah Neng, mana mau Umi Sarah masak ginian, yang dia masak itu, steak, hamburger, kaya masakan-masakan luar semua Neng," sahut Bi Aning.
__ADS_1
"Oh, gitu, gimana kalau aku masak ini yah? Kak Desta suka gak ya Bi?" tanya Khalisa khawatir.
"Den Desta, pasti suka Neng, apa lagi Neng sendiri yang buat, pasti dia senang, kemarin aja bubur asin dia makan, he-he," sahut Bi Aning tertawa.
"Bibi bisa aja, ih..." sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Akhirnya, semua masakan sudah matang, meskipun sampai dua jam lebih, Khalisa gak menyangka masak sampai selama itu, dibanding Bunda tidak sampai dua jam, Khalisa berpikir mungkin baru belajar.
"Bi Aning, aku bangunin Kak Desta dulu yah, dia harus makan buat minum obat, tolong Bibi rapihin angkat ke meja makan ya Bi, nanti makan sama-sama!" minta Khalisa ke Bi Aning.
"Siap Neng!" sahut Bi Aning tersenyum.
"Oh, iya, buat orang yang jaga di depan aja dulu Bi, tolong bawain, kasihan soalnya pada lapar!" minta Khalisa kembali.
"Siap Neng!" sahut Bi Aning mengacungkan jempol dan tersenyum.
"Makasih ya Bi," sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Khalisa langsung mengarah ke kamar dan membangunkan Desta yang tertidur lelap. Seperti biasa Khalisa membangunkannya dengan membisikkan ke telinga Desta dan menciumnya. Desta langsung terbangun dan memeluk Khalisa. Tapi hari ini, Khalisa sangat bau masakan, tapi Desta tidak pernah peduli meskipun Khalisa bau masakan dan tangannya agak bau.
"Sayang, bangun, sayang, mmmuacchh... bangun sayang!" panggil Khalisa dengan bisikan lembut.
"Mmmm.... sayang," Desta memeluk Khalisa erat.
"Sayang, aku bau masakan, nanti kamu jadi bau, belum ganti baju sayang," sahut Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, mau kamu bau atau apa, tetap aku suka," sahut Desta.
"Orang bau gak enak gini juga, ayo bangun sayang! aku masak-masakan aku sendiri lho," sahut Khalisa, Desta pun bangun dengan rambut acak-acakan.
"Kamu mau mandi dulu? apa mau makan?" tanya Khalisa.
"Kan tadi pagi udah mandi, mandinya lagi nanti aja habis makan sayang, aku mau coba masakan kamu," sahut Desta.
🍁🍁🍁
Khalisa dan Desta sampai di meja makan, Desta melihat masakan Khalisa dengan senyuman dan heran, karena Desta sama sekali belum pernah cobain atau melihat masakan itu.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1