Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-175


__ADS_3

"Mirna tadi pamit pulang Bun, katanya Mirna minta maaf atas semua kesalahannya!" sahut Ayah Umar.


"Neng, Den, semuanya, biar gak jadi salah paham, takut saya yang di tuduh, Mba Mirna pulang bawa semua makanan yang ada dikulkas, besek juga dibawa sama dia!" sahut Bi Aning.


"Astaghfirullah, yang benar Bi? Mirna ih, kelewatan banget, bikin malu aja! Ayah! adik kamu tuh! kenapa kamu diam aja!" sahut Bunda Maryam kesal.


"Haduh, udah kaya maling aja! Besan yang benar aja, Adiknya kelakuan jelek! saya gak mau punya keluarga maling!" sahut Umi Sarah.


"Saya juga tahu Besan, dia bawa apa aja! kalau tahu bakal saya tegur!" sahut Ayah Umar.


"Masa Besan gak tahu, saya rasa gak mungkin! aduh, mimpi apa saya dapat keluarga maling kaya gini!" sahut Umi Sarah.


"Cukup Besan! saya bukan maling! saya ganti semua yang diambil Mirna!" sahut Ayah Umar.


"Desta, sebaiknya kamu bawa Khalisa ke kamarnya!" minta Bunda Maryam.


"Iya Bun." Sahut Desta.


"Umi, udah dong, jangan salahkan Besan kita!" minta Abi Mahmud.


"Besan, atas nama Kakaknya Mirna saya ganti semua yah! maafkan Adik saya!" sahut Ayah Umar.


"Udah! Besan ambil kembali uang Besan! saya hanya gak menyangka aja, Mirna kelakuannya seperti itu!" sahut Umi Sarah.


"Besan, jangan bilang saya, Ayah Umar, Khalisa maling, karena saya benar-benar tidak tahu, jujur saya juga marah, nanti akan saya urus Mirna, agar minta maaf ke sini!" sahut Bunda Maryam.


"Kelakuan Mirna itu memalukan! udah salah, maling pula! kalau saya jahat, saya udah laporkan ke polisi! dengar Besan, saya melarang Desta, Khalisa dan Anak-anak untuk mendekati Mirna! karena tidak mau punya keluarga maling!" sahut Umi Sarah langsung berjalan ke arah kamar.

__ADS_1


"Maafin istri saya yah, saya memaklumi kok, saya minta Pak Umar bilangin Mirna, kelakuan jelek jangan dibawa ke keluarga saya, saya juga benar-benar kecewa Pak! saya minta secepatnya Mirna minta maaf ke sini!" minta Abi Mahmud.


"Maafkan Adik saya Besan! saya benar-benar tidak tahu, saya teleponan juga gak aktif handphonenya. "Sahut Ayah Umar.


"Saya permisi ke kamar yah!" sahut Abi Mahmud.


"Ayah! Bunda benar-benar kecewa! Mirna itu bikin malu aja! Bunda benar-benar malu Yah!" sahut Bunda Maryam.


"Ayah juga gak tahu Bun, kira Ayah tas besar baju dia!" sahut Ayah Umar.


Tahu ah, sekarang Ayah telepon marahin dia!" minta Bunda Maryam.


☀☀☀☀


Khalisa menangis melihat kelakuan Mba Mirna akhir-akhir ini, Khalisa malu pada Umi dan Abi. Khalisa gak mau dianggap keluarga maling. Khalisa hanya takut Umi Sarah berubah jadi membenci Khalisa. Desta menenangkan Khalisa dan menghapus air mata Khalisa.


"Istighfar sayang, istighfar! udah, udah, jangan nangis! kita juga gak menyangka Mba Mirna yang kita kenal baik, jadi seperti itu! mulai sekarang tolong kamu jauhi dia! aku gak mau Anak-anak aku ketularan maling, bukan masalah makanannya, makanan kita gampang beli, tapi Mba Mirna, gak ada akhlak! benci aku lama-lama!" sahut Desta.


"Sayang, maafin keluarga aku yah, aku malu sama kamu, kamu jangan berpikir aku sama kaya dia sayang, aku takut kamu berpikiran buruk sama aku!" sahut Khalisa.


"Ya, enggak lah sayang, udah! kamu jangan dipikirin! sekarang kamu fokus sama kesehatan kamu aja! aku gak mau si kembar kenapa-kenapa!" sahut Desta.


"Kamu marah sama aku juga yah!" sahut Khalisa.


"Astaghfirullah, ya enggak lah, udah kamu jangan dipikirin, harus berapa kali sih, aku bilang! udah, kamu istirahat!" sahut Desta.


"Umi gimana sayang?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Umi aku yang urus! sekarang, kamu istirahat aja, jangan banyak pikiran, nanti efek ke bayi kita yah!" sahut Desta tersenyum.


"Sayang, tolong bilangin Umi, kita gak mau keluarga kita jadi terpecah! tolong sayang!" sahut Khalisa meminta pada Desta.


"Iya, iya, udah, kamu istirahat yah! semoga baik-baik semua!" sahut Desta.


"Umi, mau kemana?" tanya Abi Mahmud.


"Mau pulang lah, ngapain Umi gabung sama keluarga maling!" sahut Umi Sarah.


"Cukup Besan! Besan jangan berkata seperti itu! saya bukan maling!" sahut Ayah Umar.


"Kalau bukan maling, kenapa punya Adik maling, pasti Kakaknya juga maling! saya nyesal nikahin Anak saya sama Anda, Pak Umar!" sahut Umi Sarah.


"Besan! jaga bicara Anda!" sahut Bunda Maryam.


"Astaghfirullah, ada apa sih? Desta mohon, ademin hati kalian masing-masing, Umi, udah lah, gak usah diperpanjang, jangan bikin Khalisa drop! kasihan Khalisa! Ayah, Bunda, sudah yah! cukup! yang salah Mirna, bukan kalian, Umi jangan menuduh Ayah Umar dan Bunda dong! kan yang salah Mba Mirna! Mirna aja suruh minta maaf! Desta mohon banget kalian rukun, ini semua Mba Mirna yang bikin kalian begini! Umi tolong Desta!" sahut Desta.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2