Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-223


__ADS_3

Akhirnya, Bunda Maryam bisa mengademkan dan merukunkan kembali Ibu dan Anak. Bunda Maryam sangat mengerti kondisi Mirna, jadi sulit untuk mengurus dua Anak yang trauma karena Papahnya.


"Ada apa Bun?" tanya Ayah Umar.


"Ini lho Yah, Mirna sama Anaknya, biasa berantem lagi, tapi Alhamdulillah, sekarang udah mengerti, sepertinya, Raja sangat membenci Jono Yah." Sahut Bunda Maryam.


"Wajar, Raja seperti itu, kita harus memakluminya, Bunda bawa mobilan hancur gini kenapa?" tanya Ayah Umar.


"Ayah, bisa benerin gak? tadi Raja yang rusakin mobilan Dewa, saking benci Papahnya dia gak mau Dewa mainan mobil dari Papahnya." Sahut Bunda Maryam.


"Astaghfirullah, ya udah, sini! Ayah coba benerin, Raja, Raja." Sahut Ayah Umar.


"Kita harus bawa ke psikolog Anak gak sih Yah?" tanya Bunda Maryam.


"Gak usah Bun, biaya dari mana? uang Ayah sudah habis buat ganti rugi Ibu-ibu yang Jono celakain, biarkan saja dulu, semua itu kan gara-gara Jono! biar tahu rasa sampai Raja besar akan di benci Anak." Sahut Ayah Umar.


"Kadang Bunda kasihan sama Mirna Yah, sampai kapan, masalah Mirna selesai." Sahut Bunda Maryam.


"Kita juga gak tahu Bun, semua udah Allah yang atur, yang penting, kita bisa jaga diri, Mirna juga harus bisa jaga Anak-anaknya, jangan sampai Nenek lampir itu ambil Anak mereka, kalau kita selalu tawakal, insya Allah, Allah bersama kita dan melindungi kita." Sahut Ayah Umar.


"Iya Yah, kita kasih tahu masalah ini ke Desta gak Yah!" tanya Bunda Maryam.


"Jangan Bun, Ayah gak mau, Ayah malu udah buat dia susah, Ayah juga gak mau Khalisa jadi kepikiran karena masalah ini, kasihan Khalisa lagi hamil juga." Sahut Ayah Umar.


"Iya Yah." Sahut Bunda Maryam.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Mamahnya Jono. Mamahnya Jono ngoceh karena gagal membawa Raja dan Dewa, Mamahnya Jono sedang mencari ide lagi, agar secepatnya, mengambil Raja dan Dewa.


Akh... kenapa Anak itu susah diraih, perih banget lagi, pakai gigit segala, bagaimana pun caranya, aku akan bawa kedua Anak itu, dan pergi dari kota ini. Gimana caranya, hmmmm....

__ADS_1


Ibunya Jono menyuruh orang untuk mengintai rumah Bunda Maryam. Jika lengah, Ibunya Jono menyuruh agar menculik Raja dan Dewa, sementara mereka hanya di suruh mengintai sampai keadaan memungkinkan untuk mengambil kedua Anak itu.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Syifa. Dokter Ari pulang dari rumah sakit, bergantian Shift dengan Dokter Candra. Sedangkan Emak sudah pulang ke rumahnya.


"Assalamu'alaikum. Salam Dokter Ari.


"Wa'alaikumsalam, eh, Mas udah pulang, tumben cepat Mas?" tanya Syifa.


"Kan sekarang shift dengan Dokter Chandra.


"Oh, iya, sebentar Adik bikinin minum ya Mas." Sahut Syifa.


Syifa membuatkan kopi untuk Dokter Ari, Syifa tersenyum karena topi yang Dokter Ari gunain belum dibuka.



"Oh, iya, ha-ha-ha, aku sampai lupa, gak apa-apa Dek, aku cuma mikirin pasien aja, kasihan, operasinya tertunda." Sahut Dokter Ari.


"Operasi apa? kenapa bisa tertunda?" tanya Syifa.


"Kondisi lemah, belum stabil, jadi belum bisa operasi, operasi ginjal Dek, terus aku harus cari donor darah dulu agar kondisi dia stabil." Sahut Dokter Ari.


"Golongan darah Adek O, emang dia apa Mas?" tanya Syifa.


"Golongan darah dia A negatif, Mas juga O." Sahut Dokter Ari.


"Kalau minta tolong Khalisa, gak mungkin ya Mas, dia lagi hamil, aku tanya Kak Desta deh Mas nanti." Sahut Syifa.


"Iya, kalau Khalisa jangan, coba nanti aku aja yang tanya Mas Desta." Sahut Dokter Ari.

__ADS_1


"Iya Mas, minum dulu Mas, sampai lesu gitu." Sahut Syifa.


"Soalnya Anaknya sebatang kara Dek, dia aja operasi menggunakan BPJS, suaminya Ibu yang mau operasi sudah meninggal, kasihan sekali aku melihat Anaknya, nangis terus." Sahut Dokter Ari.


"Mas yang sabar yah, nanti siapa tahu dipermudah, ini kan memang sudah tugas Mas, semangat ya Mas!" sahut Syifa.


"Iya Dek, makasih, aku mau lihat Adhel, tapi belum mandi, aku mandi dulu deh, Dek, ini baju Adhel? dari siapa?" tanya Dokter Ari.


"Dari Khalisa Mas, dia beliin baju buat Adhel." Sahut Syifa.


"Dek, jangan terlalu bergantung sama Mba Khalisa, kita juga bisa beli sendiri, gak enak kalau harus menyusahkan mereka." Sahut Dokter Ari.


"Dia datang mendadak karena kangen, aku gak minta, dia yang beliin sendiri Mas, katanya hadiah." Sahut Syifa.


"Oh, gitu, ya Allah, makasih banget, pasti Emak tadi ke sini yah?" tanya Dokter Ari.


"Iya Mas, katanya Emak mau jadi baby sister Khalisa, menurut Mas gimana?" tanya Syifa.


"Jangan deh Dek, maaf banget yah, waktu itu aja main ke rumah Khalisa malu-maluin, aku gak mau dia malu-maluin lagi sayang, kamu tahu sendiri Emak kalau ngomong ceplas-ceplos." Sahut Dokter Ari.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- CINTA DAN DETIK TERAKHIR


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU

__ADS_1


__ADS_2