
"Tapi Bun, kita gak usah ikut campur terlalu dalam urusan rumah tangga Khalisa dan Desta gak baik," sahut Ayah Umar.
"Kalau Bunda gak boleh ikut campur, Umi Sarah juga dong! enak aja!" sahut Bunda Maryam
"Kita doakan saja yang terbaik buat anak kita ya Bun, supaya gak terjadi apa-apa," sahut Ayah Umar.
"Pokoknya kalau sampai terdengar di kuping Bunda, Khalisa diapa-apain, Bunda tarik Khalisa ke rumah ini!" sahut Bunda Maryam.
🍁🍁🍁
Gak lama, Khalisa sampai rumahnya, Khalisa mandi, makan dan minum obat, setelah itu Khalisa mempersiapkan baju Desta yang akan dibawa ke rumah sakit. Gak lama, Syifa menelpon Khalisa, Khalisa mengangkatnya.
"Assalamu'alaikum, Lis, gimana kabar lo? lo gak apa-apa kan? yang masalah Yuda kemarin?" tanya Syifa.
"Wa'alaikumsalam, gak apa-apa, sekarang gue harus ke rumah sakit Fa, takut keburu malam," sahut Khalisa.
"Siapa yang sakit Lis?" tanya Syifa.
"Kak Desta," sahut Khalisa.
"Sakit? Kak Desta udah pulang? sakit apa? gue besok jenguk deh!" sahut Syifa.
"Besok bukannya lo mau ke Mesir sama Kak Edwin?" tanya Khalisa.
"Gak jadi, jadi Kak Edwin aja bawa keluarganya sekalian ngelamar gue, biar cepat," sahut Syifa.
"Oh, gitu? bagus deh Fa, biar lancar lamaran lo yah, udah dulu yah, gue mau berangkat ke rumah sakit ini!" sahut Khalisa.
"Iya Lis, salam buat Kak Desta biar cepat sembuh yah, besok gue jenguk!" sahut Syifa.
"Iya Fa," sahut Khalisa.
"Assalamu'alaikum, Lis." sahut Syifa.
"Wa'alaikumsalam." sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Umi Sarah datang ke ruangan Desta membawa buah-buahan untuk Desta dan menanyakan Khalisa.
"Assalamu'alaikum, Nak, Umi datang, kok sendiri? Khalisa mana?" tanya Umi basa-basi pada Desta.
"Wa'alaikumsalam, untuk apa Umi nanyain Khalisa? bukannya Umi benci? atau kesal?" tanya Desta.
"Kok kamu gitu sih Nak, ngomongnya? Umi kan kasihan lihat kamu sendirian? kamu makan buahnya yah, Umi potongin!" sahut Umi Sarah.
"Gak usah Umi, biar nanti Khalisa aja! aku gak kepengen buah!" sahut Desta.
"Jangan gitu dong Nak? mau yah?" tanya Umi.
"Umi, kalau Desta gak mau jangan dipaksa, Umi janji sama Abi, ke sini gak akan buat onar lagi kan?" tanya Abi Mahmud.
"Masa suaminya ditinggal sendirian Abi, kan gak pantas," sahut Umi Sarah.
"Umi cukup! Desta gak mau berdebat sama Umi lagi, kalau Umi ke sini cuma buat hina istri Desta, mendingan keluar!" sahut Desta kesal.
"Anak Umi jadi kaya gini? jadi melawan begini sih? Umi cuma tanya Khalisa kemana? kamu sensitif," sahut Umi Sarah.
"Nak, tahan emosi kamu dong! jangan emosi terus!" sahut Abi Mahmud.
__ADS_1
"Habis Umi selalu buat Desta naik darah!" sahut Desta.
"Memangnya Khalisa kemana Nak?" tanya Abi Mahmud.
"Khalisa ngambil baju, sama ngambil obat ia, jadi ia gak pulang lagi besok Bi," sahut Desta.
"Harusnya kamu telepon Umi dong! Umi kan bisa bantu kamu, jaga kamu di sini!" sahut Umi Sarah.
"Gak perlu Umi, Desta sama Khalisa bisa mandiri sendiri!" sahut Desta.
"Kamu jangan gitu Nak!" sahut Umi Sarah.
🍁🍁🍁
Gak lama, Khalisa datang mengucapkan salam. Khalisa langsung mencium tangan Umi Sarah dan Abi Mahmud. Khalisa gak pernah menyimpan dendam sama siapa pun apa lagi Mertua sendiri.
"Assalamu'alaikum," salam Khalisa.
"Wa'alaikumsalam." jawab Umi, Abi dan Desta.
"Abi, Umi, baru datang? maaf kelamaan, soalnya macet!" sahut Khalisa tersenyum.
Masya Allah, kau telah berikan istri yang benar-benar tulus, sudah disakitin Umi, ia masih aja bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, berikan surga padanya nanti ya Allah, tidak ada dendam atau kecewa sedikit pun kamu sayang.
"Kak, maaf ya kalau kelamaan, macet banget Kak," sahut Khalisa tersenyum pada Desta.
"Gak apa-apa sayang, yang penting kamu selamat, sini duduk dekat aku!" minta Desta memegang tangan Khalisa sambil tersenyum.
Ya Allah, Khalisa benar-benar mulia hatinya, aku beruntung punya mantu seperti Khalisa, harusnya Umi bisa lihat mantunya sangat berhati mulia, kenapa Umi gak pernah lihat itu di diri Khalisa.
"Kamu diantar Joni Neng?" tanya Umi basa-basi agar Desta percaya kalau Uminya sudah berubah.
"Iya Umi, sama Bang Joni, he-he," sahut Khalisa.
"Makasih banyak Umi, Abi," sahut Khalisa.
"Sama-sama Nak, ayo kamu juga makan aja kalau mau yah," sahut Abi Mahmud.
"Kamu mau apa Kak?" tanya Khalisa.
"Aku mau kamu! ha-ha-ha," ledek Desta.
"Kalau gitu Umi sama Abi pamit pulang yah, soalnya takut kemalaman!" sahut Abi Mahmud.
"Kenapa gak nginap Abi, Umi?" tanya Khalisa.
"Abi mana mau nginap di rumah sakit, Desta, Umi pulang ya Nak, kamu cepat sembuh ya Nak, maafin Umi!" sahut Umi Sarah.
"Umi jangan minta maaf sama Desta, sama Khalisa!" sahut Desta.
"Umi udah minta maaf kok! Khalisa, kamu udah maafin Umi kan?" tanya Khalisa.
"Iya Umi," sahut Khalisa.
"Tuh, dengarkan? ya udah Abi, ayo pulang!" sahut Umi Sarah.
"Ayo! Desta, Khalisa, Abi sama Umi pulang yah, Khalisa tolong titip Desta yah!" pesan Abi Mahmud.
"Khalisa kamu jaga kandungan kamu tuh! jangan sampai kenapa-kenapa!" sahut Umi Sarah.
__ADS_1
"Iya Umi, Abi," sahut Khalisa.
"Assalamu'alaikum," salam Abi dan Umi.
"Wa'alaikumsalam." jawab Desta dan Khalisa.
"Bang Joni kemana sayang?" tanya Desta.
"Tidur di mobil Kak, ngantuk katanya," sahut Khalisa.
"Kenapa gak ajak ke sini!" minta Desta.
"Gak mau Kak!" sahut Khalisa.
"Kak, Kakak buahnya yang mana nih?" tanya Khalisa.
"Aku mau kamu aja sayang," sahut Desta.
"Kak ih, serius!" sahut Khalisa.
"Aku juga serius!" sahut Desta.
"Sakit-sakit gombal mulu!" sahut Khalisa.
"Aku gak pernah gombal sayang, tapi kenyataannya aku hanya mau kamu!" sahut Desta.
"Aku juga mau Kakak," sahut Khalisa.
"Kita samaan dong! oh, iya Kak, besok Syifa mau datang jenguk Kakak," sahut Khalisa.
"Oh, katanya mau ke Mesir?" tanya Desta.
"Gak jadi, jadi Syifa nunggu Kak Edwin ngelamar langsung sambil membawa orang tuanya," sahut Khalisa.
"Oh gitu? bagus deh! jadi yang namanya Edwin teman kamu itu, gak berharap lagi sama kamu, semoga Syifa bahagia," sahut Desta.
"Kak, aku potongin apelnya yah," sahut Khalisa.
"Kamu mau? ya udah kalau kamu mau, aku maunya disuapin sama kamu," sahut Desta.
"Iya Kak," sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Khalisa menyuapi Desta makan buah, Desta tersenyum bahagia disuapi oleh istri tercinta.
"Kamu juga dong!" minta Desta langsung menyuapi Khalisa juga.
"Kakak cepat sembuh yah, biar cepat pulang," sahut Khalisa.
"Iya sayang," sahut Desta.
"Gimana perut Kakak masih sakit yah?" tanya Khalisa.
"Masih ngilu sayang, tapi aku kuat, kan ada istri aku sama dedek bayi yang selalu temanin aku," sahut Desta sambil memegang perut Khalisa.
"Dedek bayinya sampai sekarang kuat Kak, rasa mual dan pusing gak terasa lagi," sahut Khalisa.
"Dedek ngertiin Mamah ya sayang, jadi anak yang nurut ya sayang, doain Papah ya Dek, biar cepat sembuh lagi, Papah kangen kehadiran kamu, mmmuacch," sahut Desta mencium perut Khalisa dan mengelusnya sambil menatap Khalisa dengan senyuman.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰