
"Bukan lebay Bu, tapi Bapak sayang benaran sama Anak ini!" sahut si Marbut.
"Raja, kamu gak bisa, pulangnya nanti aja!" minta Rina.
"Gak bisa-bisa! Raja harus pulang, dia harus bertemu keluarganya titik!" minta istri si Marbut.
"Bu, kok Ibu jadi berubah lagi sama Raja?" tanya Rina.
"Berubah apa sih? Raja, kamu mau pulang kan? mau ketemu orang tua kamu lagi!" sahut istri Marbut.
"Iya Bu." Sahut Raja.
Ibu gak suka sama aku, aku mau cepat-cepat pulang aja.
☀☀☀☀
Desta dan Khalisa sudah sampai rumah Bunda Maryam. Ayah, Bunda, Mirna, Dewa, dan saksi, sudah siap berangkat ke persidangan.
"Assalamu'alaikum." Salam Desta dan Khalisa.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Bunda dan yang lainnya.
"Sudah siap semua kan?" tanya Desta.
"Siap!" sahut Ayah Umar dan yang lainnya.
"Dewa sama aku aja duduk depan, sama Khalisa! yang lain di belakang yah!" sahut Desta.
Akhirnya, mereka semua berangkat. Desta melihat wajah Dewa sedih dan muram. Desta langsung menegur Dewa.
"Kamu kenapa jagoan? kok wajahnya sedih?" tanya Desta sambil menyetir mobil.
"Kangen Kakak!" sahut Dewa.
"Oh, iya, Bun, Yah, Mba, aku sudah menemukan Raja, ada yang infoin ke aku, mudah-mudahan sih benar, berdoa aja yah!" minta Desta.
__ADS_1
"Alhamdulillah, kamu benaran Desta?" tanya Mirna.
"Gak tahu juga Mba, mudah-mudahan orang itu benar, berdoa aja yah!" sahut Desta.
"Iya Desta, Aamiin... semoga benar ya Allah." Sahut Mirna.
"Kamu berdoa aja Mirna!" minta Bunda Maryam menepak pundak Mirna.
"Makasih banyak Desta, Khalisa." Sahut Mirna.
"Sama-sama." Sahut Desta dan Khalisa.
"Mirna, kamu secepatnya cerai dari si Jono itu! suami kaya gitu gak pantas dipertahankan, songong banget dia udah nimpuk pakai batu, sampai masih terasa sakit ini!" sahut Ibu Dini yang ditimpuk pakai batu oleh Jono.
"Iya, amit-amit deh, untung Bu Dini, mata saya gak buta! kalau sampai buta dari keluarga Bunda Maryam harus mau jadi donor mata." Sahut Bu Ningsih pasir matanya oleh Jono.
"Maaf ya Ibu-ibu, mohon maaf yah, sudah merepotkan Ibu-ibu, Mirna sudah proses perceraian kok!" sahut Ayah Umar.
"Iya Ayah Umar, bagus deh!" sahut Bu Ningsih.
"Betul tuh Bu Ningsih, emang sih, dulu Khalisa sempat salah Ta'aruf, tapi nyatanya bahagia yah!" sahut Bu Ningsih.
"Yang salah Ta'aruf saya dan Khalisa Bu, jadi yang dosa saya berdua, tapi kalau dibicarakan orang lain, dosa kami malah berpindah lho Bu!" sahut Desta menyindir Ibu yang tukang gosip itu.
"Kami gak bicarakan kok Mas Desta, ya Bu Ningsih!" sahut Bu Dini.
"Betul." Sahut Bu Ningsih.
^^^Kalau gak gara-gara permasalahan ini, malas banget aku semobil sama Ibu-ibu tukang gosip ini, sabar Khalisa, sabar.^^^
"Eh, Mirna, kamu mau gak saya jodohkan dengan teman saya, emang gak kaya, tapi baik hati, beda, jauh sama Jono!" sahut Bu Ningsih.
"Bu Ningsih, Adik saya lagi tidak ingin cari jodoh dulu, sebelum masalah dia selesai!" sahut Ayah Umar.
"Gak enak lho Mir, jadi janda!" sahut Bu Dini.
__ADS_1
"Gak apa-apa Ibu, saya janda, yang penting saya bisa hidup bahagia bersama Anak-anak saya!" sahut Mirna.
"Sebaiknya, cari suami aja lagi Mir, kan janda itu selalu dipandang negatif!" sahut Bu Ningsih.
"Astaghfirullah, Ibu-ibu, sudah yah! emang nikah itu gampang, biarkan dia move on dulu dari suaminya, gak baik gosip terus!" sahut Bunda Maryam.
"Ah, Bunda Maryam ini, kaya Anak muda aja, bilang move on, Mirna ini udah tua, bukan ABG lagi, ha-ha-ha." Sahut Bu Ningsih.
"Ha-ha-ha..." Bu Dini tertawa.
Astaghfirullah, kuatkan aku ya Allah, dari sindiran mereka, aku harus kuat, gak boleh terpancing emosi.
Desta dan Khalisa mendengar ocehan mereka merasa kesal. Tapi Desta dan Khalisa membutuhkan dia buat jadi saksi. Selain Khalisa Desta menahan sabar, mereka istighfar dalam hati agar tidak keluar emosi.
Akhirnya, mereka sampai di Persidangan. Persidangan pun akan segera dimulai. Khalisa berusaha agar tidak tegang dan berusaha rileks. Keluarganya Jono datang membawa pangacara, mantan Mertua Mirna memaki-maki Mirna.
"Dasar kamu Mirna! gak tahu diri! kamu sudah buat Anak saya menderita!" sahut Ibunya Jono.
"Eh, Anak Ibu yang jahat! gak bertanggung jawab pada istri!" sahut Bunda Maryam.
"Bunda, udah! sidang udah mau di mulai!" minta Khalisa.
"Lihat aja! Anak saya akan bebas! dan sahut akan menuntut balik!" sahut Ibunya Jono.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1