
"Ya udah, nanti lagi aja bahasnya, kita dengarin yang lagi ngaji dulu aja!" minta Bunda Maryam.
Setelah satu jam setengah, tahlilan pertama selesai. Semua Bapak-bapak pada menikmati kue-kue dan buah yang disediakan. Ada yang ngopi-ngopi bareng. Dokter Ari, Yuda, masih ngobrol-ngobrol sambil ngopi.
"Bi Aning, sini deh!" panggil Desta.
"Iya Den, ada apa?" tanya Bi Aning.
"Bibi bisa pulang aja gak? soalnya kasihan, Pak Dani mau ngerjain Wc sama Bak Mandi." Minta Desta.
"Yah? saya sendiri di rumah Den?" tanya Bi Aning.
"Sama Bodyguard dan Bang Joni, sama Pak Jamal juga, pulang aja, besok habis magrib baru mereka ke sini lagi!" minta Desta.
"Ya sudah Den, kalau gitu." Sahut Bi Aning.
"Abang-Abang, Pak Jamal, Bang Joni, gak apa-apa kan, kalau harus pulang? besok sore, kalian ke sini lagi yah! kasihan Bi Aning sendiri di rumah." Minta Desta.
"Siap Den!" sahut Bang Joni dan yang lainnya.
Sebelum pulang, Bi Aning dibungkus kan kue-kue untuk Bi Aning dan yang lain, oleh Bunda Maryam. Bi Aning meminta maaf, besok gak bisa bantu-bantu di rumah Bunda Maryam.
"Bunda, Neng, Umi, semuanya, maaf yah, Bibi harus pulang, gak bisa ikut bantu." Sahut Bi Aning.
"Iya, gak apa-apa, Bi, kasihan pekerja di rumah." Sahut Khalisa.
"Bi Aning, tunggu! bawa kue-kue yah, buat yang lain juga di sana!" sahut Bunda Maryam.
"Bunda, gak usah ngerepotin!" minta Bi Aning.
"Gak apa-apa, gak ada yang ngerepotin, takut gak ke makan nanti." Sahut Bunda Maryam.
"Aning, besok kamu perhatiin, awasin tuh, pekerja yah! kita kan gak tahu, baru kenal dia!" minta Umi Sarah.
"Iya Umi." Sahut Bi Aning.
Akhirnya, Bi Aning, lima Bodyguard, Pak Jamal, dan Bang Joni pulang. Mereka menggunakan mobil Bang Joni, yang nyicil pada Desta. Khalisa menghampiri Desta untuk tidak bergadang. Dokter Ari dan Yuda pun sudah pulang, gak bisa ikut bergadang, karena kerja besok.
"Sayang, istirahat yuk! kamu jangan ikut bergadang ah, besok kan kerja!" minta Khalisa.
"Iya sayang, sebentar lagi yah!" minta Desta.
"Lisa, Mirna mana?" tanya Yuda.
"Lagi bantu-bantu beres-beres, kenapa?" tanya Khalisa.
__ADS_1
"Enggak, aku mau pulang, besok kan kerja." Sahut Yuda.
"Saya juga mau pulang Mas, maaf, gak bisa ikut gabung begadang nih!" sahut Dokter Ari.
"Iya, Yuda, Dokter Ari, gak apa-apa kok, makasih atas waktunya, udah mau ikut tahlilan." Sahut Desta.
Akhirnya, Yuda dan Dokter Ari pamit pulang. Semua memperhatikan tingkah Mirna, setiap habis bertemu Yuda, Mirna gak berhenti senyum-senyum.
"Sayang, lihat Mba Mirna deh, senyum-senyum gitu!" sahut Desta.
"Sejak tadi sayang, kayanya, Mba Mirna jatuh cinta sama Yuda." Sahut Khalisa.
"Yuda juga gitu, senyum-senyum kaya Mba Mirna." Sahut Desta.
"Kalian yakin, Yuda udah taubat?" tanya Umi Sarah.
"Sudah Umi, Desta lihat, Yuda ada perubahan." Sahut Desta.
"Emak mah, kagak percaye, taubat sambal itu!" sahut Emaknya Syifa.
"Emak jangan suhuzon gitu ah!" minta Khalisa.
"Terserah, tapi, Emak tetap kagak percaye." Sahut Emaknya Syifa.
"Pada bicarain apa sih? Umi sama Emak nginap sini kan?" tanya Bunda Maryam.
"Umi juga pulang deh, Besan, besok Umi balik lagi!" sahut Umi Sarah.
"Lho, katanya mau pada nginap? Abi Mahmud masih pada ngobrol tuh, gak sebaiknya, Umi sama Emak nginap aja?" tanya Bunda Maryam.
"Iya, udah malam juga!" sahut Khalisa.
"Rumeh Emak same sini kan deket, gak ape-ape, Emak pulang dewekan, kagak ade ape-ape, udeh biase!" sahut Emaknya Syifa.
"Umi juga, kan naik mobil, Umi minta antar sama Pak Mamad aja, biarin Abi nginap sini, mau bergadang sama Bapak-bapak lainnya." Sahut Umi Sarah.
"Emang kenapa sih, Umi? nginap aja dulu!" minta Desta.
"Enggak ah, Umi mau pulang, besok ke sini lagi." Sahut Umi Sarah.
"Mir, tolong bungkusin kue buat Umi Sarah dan Emak yah!" minta Bunda Maryam.
"Siap Mba." Sahut Bunda Maryam.
"Jangan repot-repot Besan, buat Bapak-bapak yang bergadang aja sih." Sahut Umi Sarah.
__ADS_1
"Udah, banyak, gak apa-apa." Sahut Bunda Maryam.
"Tahu, nih! repot-repot segala!" sahut Emaknya Syifa.
"Buat Bapak Mak, sekalian, Bapak nyobain kue pisang bikinan Emak." Sahut Bunda Maryam.
"Dia mah, udah berape kali nyobain." Sahut Emaknya Syifa.
"Gak apa-apa Mak, nanti, kalau saya selamatan, saya pesan sama Emak." Sahut Umi Sarah.
"Siap Umi." Sahut emaknya Syifa.
Akhirnya, Emaknya Syifa sudah pamit pulang. Umi Sarah meminta Pak Mamad untuk mengantar Umi Sarah Pulang.
"Pak Mamad? antar saya pulang yuk! Abi nginap di sini?" tanya Umi Sarah.
"Kok Umi pulang? katanya mau nginap?" tanya Abi Mahmud.
"Umi pulang aja Bi, Abi gak apa-apa kalau mau nginap di sini!" sahut Umi Sarah.
"Iya, gak enak sama Bapak-bapak lainnya, pada begadang, Abi nginap aja yah!" Sahut Abi Mahmud.
"Ya udah, Umi pulang yah, sama Pak Mamad." Sahut Umi Sarah.
"Umi, hati-hati yah, udah malam, Pak Mamad hati-hati yah!" minta Abi Mahmud.
"Siap Bi." Sahut Pak Mamad.
"Khalisa, Besan, Mirna, Umi pulang yah! besok Umi ke sini lagi kok!" sahut Umi Sarah.
"Hati-hati, Umi!" minta Khalisa.
"Hati-hati ya Umi, Pak Mamad, hati-hati yah!" minta Desta.
"Assalamu'alaikum." Salam Umi dan Pak mamad.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Abi Mahmud dan yang lainnya.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- CINTA DAN DETIK TERAKHIR
__ADS_1
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU