Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 88


__ADS_3

"Betul itu, seandainya aku wajahnya sama kaya Bang Boro kamu mau sayang?" tanya Desta tersenyum.


"Mau Kak, kan waktu mau perkenalan sama Kakak, aku gak tahu wajah Kakak kaya apa, kirain aku seperti Om-om, tahunya enggak, he-he," sahut Khalisa tersenyum.


"Tapi aku dibilang kaya Om-om sama mantan kamu yang sakit itu, siapa tuh namanya?" tanya Desta.


"Reza Kak, he-he," sahut Khalisa tersenyum.


"Kak, Lis, aku pamit pulang yah, soalnya Emak udah teleponin mulu," sahut Syifa.


"Iya Fa, biar diantar Bang Joni yah! biar gue chat," sahut Khalisa.


"Gak usah Lis, gue bisa sendiri," sahut Syifa.


"Enggak, udah malam soalnya gak baik, bahaya buat lo!" sahut Khalisa.


"Assalamu'alaikum," sahut Bang Joni masuk ruangan.


"Wa'alaikumsalam." jawab Khalisa, Desta dan Syifa.


"Ada Apa Neng?" tanya Bang Joni.


"Tolong antar Syifa pulang ya Bang, sampai rumahnya, soalnya udah malam juga, takut ada apa-apa," minta Khalisa.


"Siap Neng, ayo Neng!" ajak Bang Joni.


"Kak, Khalisa, pamit yah, Assalamu'alaikum," salam Syifa.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa dan Desta.


"Aku kasihan Kak sama Syifa, dia ingin banget punya cowok yang benar-benar sayang sama dia," sahut Khalisa.


"Dia itu, kalau aku lihat ingin dapatin cowok dari tampang sayang, gak benar dari hati, coba dia ikhlas menerima cowok yang apa adanya, jadi jodoh gampang, aku suruh sama Bang Boro gak mau, ingat, kamu jangan terlalu ikut campur, aku gak mau jadi sasarannya yah," sahut Desta.


"Ya begitulah Syifa Kak, tapi aku berdoa semoga dia bisa dapat jodoh yang terbaik, aku bersyukur bisa mendapatkan Kakak, baik, soleh, pengertian dan sayang sama aku, waktu pas Ayah mau jodohin aku sempat nolak, saat Reza selingkuh, aku udah berpikir lebih baik aku terima lamaran Kakak, meskipun Ayah sadar, udah gak maksa, tapi aku iklhas menerima jika calonku waktu itu jelek, atau apa, aku gak mikirin tampang, yang aku pikirin waktu itu, takut kasar dan gak bahagia, aku paling takut sama yang namanya dipukul sama cowok, dengar dari teman lain dijodohkan akhirnya seperti itu, kalau tampang aku gak masalah Kak, tapi akhirnya, yang aku pikirkan dan takutkan beda, Kakak sayang sama aku, gak main tangan, rajin salat, pintar mengaji, itu yang aku syukuri Kak," sahut Khalisa.


"Iya sayang, pantang bagi aku memukul istri, istri tuh harusnya disayang, kasih perhatian, karena istri syurga aku, tulang rusuk aku, kamu ngurus aku semuanya, belum ngerasain sakit kalau lahir, perempuan itu paling istimewah bagi aku, tapi yang istimewah bukan perempuan lain tapi Ibu dan kamu istri aku," sahut Desta.


"Iya Kak," Khalisa tersenyum dan mencium tangan Desta.


"Mangkanya pas Yuda sakitin kamu, bikin kamu luka aku marah, meskipun luka kecil, tapi aku gak terima, suaminya aja gak berani nyakitin, ini orang lain malah nyakitin, itu yang buat aku kesal dan samperin Yuda, tapi aku gak nyangka dia tusuk aku tiba-tiba, di situ sebelum pingsan aku teringat kamu dari awal kita ketemu sampai kita punya Dedek, air mata berlinang sayang, tapi Allah Maha Baik, Allah selamatin aku, karena aku gak boleh ninggalin kamu dan Dedek, maafin aku ya sayang belum bisa antar kamu USG, apa mau sama yang lain aja minta antar?" sahut Desta.


"Gak apa-apa Kak, nunggu Kakak sembuh aja yah, Dek, sabar ya Dek, kita tunggu Papah sembuh dulu, doain Papah ya sayang," sahut Khalisa mengelus perutnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Papah pasti sembuh sayang, sabar ya Dedek, mmmuuacch... gemes," sahut Desta mencium perut Khalisa.


"Iya Papah, Dedek doain kok, he-he," sahut Khalisa sambil tersenyum.


"Sayang, aku mau ganti bajunya ah, gerah," minta Desta.


"Aku panggil Dokter Ari ya Kak?" tanya Khalisa.


"Jangan! aku Wa aja, tumben biasanya kan jam malam gini pergantian baju sama periksa, ini aku udah gak betah banget," sahut Desta.


"Aku gak bisa soalnya Kak, ada infusannya," sahut Khalisa.


"Iya ini tugas Dokter modus itu sayang, dia lagi jalan ke sini kok," sahut Desta.


"Kak, jangan gitu ah!" sahut Khalisa.


"Malam Pak Desta, Bu Khalisa, maaf saya agak lama, habis mengurus pasien di sebelah, Bu Khalisa tolong tunggu luar dulu yah!" sahut Dokter Ari.


"Iya Dok!" sahut Khalisa.


"Kirain saya Dokter sudah pulang," sahut Desta.


"Kan saya masih ada tanggung jawab," sahut Dokter Ari.


"Itu beda cerita Pak Desta, ini karena belum menikah aja, kalau udah nikah enggak kok," sahut Dokter Ari.


"Dokter gak cari calon istri?" tanya Desta.


"Belum ada yang cocok Pak, ha-ha-ha," sahut Dokter Ari.


"Emang Dokter mau cari yang gimana?" tanya Desta.


"Saya mau yang soleha, baik, setia yang seperti istri Pak Desta, setia sama suami," sahut Dokter Ari.


"Yang kaya istri saya? tapi sayangnya langka Dok!" sahut Desta menyindir.


"Ya Pak Desta beruntung namanya," sahut Dokter Ari.


"Iya saya sangat beruntung dan bersyukur Dok, saya gak rela ada orang lain yang suka dan melirik dia!" sahut Desta.


"Meskipun ada yang lirik, kalau hatinya hanya untuk Pak Desta, buat apa? apa lirikan itu bisa jatuh cinta? kan enggak," sahut Dokter Ari agak kesindir.


"Saya doakan semoga dapat istri yang seperti istri saya yah Dok!" sahut Desta tersenyum.

__ADS_1


"Aamiin, sama temannya Bu Khalisa boleh saya di kenalin!" sahut Dokter Ari.


"Siapa Syifa? boleh, saya gak bisa jomblangin orang, Dokter chat sendiri aja yah!" sahut Desta.


"Nomor teleponnya ada?" tanya Dokter Ari.


"Ada," sahut Desta.


"Tolong kirim ke saya ya Pak Desta!" sahut Dokter Ari.


"Siap!" sahut Desta.


🍁🍁🍁


Dokter Ari selesai mengganti infusan dan baju Desta. Dokter Ari pamit untuk keluar ruangan. Desta tersenyum mendengar pernyataan Dokter Ari. Dokter Ari minta nomor Syifa dan berusaha untuk pendekatan.


"Sudah Dok?" tanya Khalisa.


"Sudah Bu, saya permisi yah," sahut Dokter Ari tersenyum.


"Makasih Dok!" sahut Khalisa langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat Desta tersenyum pada Khalisa.



"Wah, udah ganti bajunya, he-he, kok bahagia banget sih? kenapa Kak?" tanya Khalisa melihat wajah Desta yang berseri-seri.


"Sini!" Desta memegang tangan Khalisa.


"Ada apa Kak?" tanya Khalisa.


"Tadi kan aku sindir-sindir Dokter Ari, dia udah gak ada rasa sama kamu, dia nanyain Syifa, aku senang kalau dia gak ada rasa lagi sama kamu," sahut Desta.


"Emang Kakak sindir gimana sih?" tanya Khalisa.


"Ada deh, tapi aku minta sama kamu biarin Syifa urus-urusannya sendiri, kamu jangan ikut campur ya sayang, intinya udah gak ada yang lirik kamu lagi," sahut Desta.


"Ada-ada aja Kakak mah, kan gak enak, jadi kesindir," sahut Khalisa.


"Biarin aja, biar dia sadar, gak boleh naksir sama orang yang udah punya suami," sahut Desta tersenyum.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2