Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 124


__ADS_3

"Sayang, kenapa lagi? kok diam aja sih? sini!" sahut Desta merangkul Khalisa.


"Sedih aja sama kejadian tadi," sahut Khalisa.


"Udah, ah, jangan kamu pikirkan lagi ya sayang, sekarang aku mau kamu senyum, senyum!" sahut Desta menyuruh Khalisa senyum.


"Hmmm..." sahut Khalisa tersenyum.


"Kalau kita sabar, menerima semua dengan ikhlas, insya Allah, Allah bakal kasih lagi kita Anak sayang, kamu jangan melamun terus, gak baik, kalau kamu kesurupan gimana? ha-ha-ha," sahut Desta meledek Khalisa.


"He-he-he, kamu ada-ada aja sih," sahut Khalisa.


"Nah, gitu dong ketawa, lihatnya kan enak, tambah cantik istriku, ha-ha-ha," sahut Desta.


🌷🌷🌷🌷


Gak lama, Syifa video call Khalisa. Syifa memberi tahu kalau Edwin kemarin ke kampusnya, Edwin ngajakin Syifa untuk balikan lagi. Saat raut wajah Desta kesal kalau mendengar nama Edwin.


"Sayang, Syifa video call!" sahut Khalisa.


"Angkat aja sayang!" sahut Desta.


"Assalamu'alaikum, Lis, lo di mana?" tanya Syifa.


"Di mobil mau pulang, tumben video call ada apa?" tanya Khalisa.


"Alhamdulillah, lo udah pulang, cepat sembuh ya Lis! gue kangen sama lo, sama pengen bilang Lis, kemarin Edwin ke kampus gue, dia minta balikan sama gue!" sahut Syifa.


"Edwin? minta balikan?" tanya Khalisa.


"Siapa Edwin? kamu gak ada urusan sama dia! jangan ngomongin dia lagi sayang aku udah muak!" sahut Desta.

__ADS_1


"Suami lo marah yah! Kak Desta, maaf yah, kalau Syifa ngomongin Edwin, cuma curhat aja kok!" sahut Syifa.


"Syifa, dengar yah! kamu udah mau dilamar sama Dokter Ari! jadi jangan pernah berhubungan lagi sama yang namanya Edwin itu! dan kamu jangan pernah bawa-bawa Khalisa sama urusan si Edwin, saya gak suka!" sahut Desta kesal.


"Iya Kak, maaf! Syifa cuma curhat aja kok, Syifa juga gak akan mau balikan sama Edwin lagi Kak," sahut Syifa.


"Sayang, sabar dong! jangan emosi ah," sahut Khalisa.


"Syifa, lo jangan pernah mau ngobrol atau ketemu sama Edwin, gue gak mau lo sama Dokter Ari jadi ribut yang akhirnya, lo batal nikah, kasihan Dokter Ari udah tulus sama lo, sebentar lagi kan lo mau dilamar." Sahut Khalisa.


"Iya Lis, gue cuma minta saran, gimana caranya supaya Edwin gak dekat insta gue lagi, gak ke kampus gue lagi, gue takut ke rumah!" sahut Syifa.


"Ya kamu jangan pernah mau ketemu dan kalau dia ke kampus tinggalin aja! kamu bilang sama Dokter Ari, supaya suatu saat nanti Dokter Ari gak salah paham, kamu bilang, itu mantan kamu, suka ngejar-ngejar, apalah itu, jelasin!" sahut Desta.


"Makasih Kak Desta sarannya!" sahut Syifa.


"Satu lagi Syifa, jangan pernah bawa-bawa nama saya atau Khalisa yah! saya bisa marah sama kamu lho!" sahut Desta.


"Iya Kak, enggak, maaf yah!" sahut Syifa.


"Ngerti Lis, makasih yah! ya udah, gue tutup dulu yah, hati-hati di jalan, Assalamu'alaikum." Sahut Syifa menutup telepon.


"Kak, kok kamu emosian banget sih, sama Syifa? jangan gitu dong sayang," sahut Khalisa.


"Bukan gitu sayang, aku kesal aja, kenapa sih, Syifa gak pernah bisa mandiri sendiri, nyelesain masalah, selalu kamu dilibatkan, nanti kalau sampai ada masalah, kita kebawa-bawa, apa lagi kalau sampai Dokter Ari tahu, dia salah paham sama Syifa, salah paham juga sama kita pastinya, karena Syifa teman kamu, Edwin bekas mantan kamu!" sahut Desta kesal.


"Apa? Edwin mantan aku? Edwin bukan mantan aku sayang, Edwin hanya teman aja di Mesir, kamu kata siapa Edwin mantan aku?" tanya Khalisa.


"Edwin!" sahut Desta.


"Ya Allah, sayang, kok Edwin dipercaya sih! demi Allah, aku gak hubungan sama Edwin dulu! mantan aku Reza, itu pun pacaran gak pernah ketemu, jarak jauh, cuma sehari ketemu saat aku ke Indonesia, aku sebal sama Kak Desta nuduh aku!" sahut Khalisa cemberut.

__ADS_1


"Ya udah, sayang, jangan marah dong! sayang, jangan marah ah..." Desta merangkul Khalisa tapi Khalisa menolak.


"Awas ah," sahut Khalisa kesal dan cemberut.


"Dih, kok jadi marah sih? kelitikin nih, cie, cie, marah!" ledek Desta.


"Ah..." sahut Khalisa menahan senyum.


"Senyum aja kali, jangan ditahan, ha-ha-ha," sahut Desta sambil meledek Khalisa.


"He-he-he, awas yah!" sahut Khalisa.


"Awas kenapa? hayo!" ledek Desta.


"Itu malu sama Bang Joni tuh! senyum-senyum terus Bang Joni." Sahut Khalisa tersenyum.


"Saya senang lihat Neng Khalisa sama Den Desta bisa ceria lagi, meskipun ada masalah, tetap dibawa happy, bikin iri aja!" sahut Bang Joni.


"Ha-ha-ha, kalau Bang Joni kangen istri, gak apa-apa pulang dulu!" sahut Desta.


"Ha-ha-ha, istri saya mah kangennya duitnya doang Den, orangnya enggak!" sahut Bang Joni.


"Masa begitu? ya enggak gitu lah Bang, masa gitu Bang?" tanya Desta.


"Emang begitu, Den Desta gak percaya." Sahut Bang Joni.


"Perasaan Bang Joni aja kali!" sahut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Mereka akhirnya sampai rumah. Mereka disambut oleh semua yang ada di rumah, terutama Bi Aning. Semua pada minta maaf pada Khalisa dan Desta.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


__ADS_2