Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 39


__ADS_3

"Neng Khalisa, Den Desta, makan siang sudah siap, sudah Bibi siapkan di meja makan," sahut Bi Aning.


"Bibi sekalian makan yah, ajak Pak Jamal, Syifa makan siang dulu yuk!" ajak Khalisa.


"Kayanya gue harus pamit, soalnya siang ada kelas," sahut Syifa.


"Kok gitu, makan dulu lah sebentar Fa, lo kan belum makan," sahut Khalisa.


"Iya sebaiknya makan dulu, jangan sampai kosong perutnya," saran Desta menambahkan.


"Ya udah deh," jawab Syifa.


"Nah gitu dong," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Akhirnya mereka makan siang bersama, Desta dan Khalisa lebih senang kebersamaan.


"Pak Jamal, kalau di suruh makan bareng kita gak boleh nolak yah!" minta Khalisa.


"Iya Neng, gak enak saya mah kalau setiap hari," sahut Pak Jamal.


"Anggap aja kita keluarga Pak, hilangin rasa gak enak," sahut Desta.


"Iya Den," sahut Pak Jamal.


"Kamu perih gak buat makannya?" tanya Khalisa.


"Enggak kok, aku kan kuat, sakit ini gak seberapa, kalau kehilangan kamu baru aku sakit, ha-ha-ha," sahut Desta sambil tertawa.


"Kak gombal mulu sih, malu tuh pada ketawa," sahut Khalisa.


"Aduh aku jadi pengen buru-buru nikah, tapi jodohnya belum ada he-he," sahut Syifa.


"Sabar Fa, nanti juga ada," sahut Khalisa.


"Mau aku kenalin teman kantor aku? soalnya ada sih yang jomblo," sahut Desta.


"Jangan Kak, nanti gak benar lagi aku yang malu," sahut Khalisa.


"Iya Kak gak usah, biar aku sendiri aja yang cari, aku gak mau nanti terulang lagi," sahut Syifa.


"Kenapa harus ditakutin terulang lagi sih, apa salahnya mencoba, kita gagal satu pantang menyerah pasti ada lagi yang terbaik," sahut Desta


"Oh, Neng Syifa lagi cari calon? sama keponakan saya aja mau?" tawar Bi Aning.


"Tuh Fa, keponakan Bi Aning, kasih lihat dong fotonya Bi," minta Khalisa.


"Gak ada fotonya, orangnya kalem, pintar ngaji, gak kalah jauh sama Den Desta," sahut Bi Aning.

__ADS_1


"Aduh, kalian kok jadi biro jodoh gini, sekalian aja bikin grup biro jodoh," sahut Syifa.


"Iya nanti mau buka toko, biro jodoh Khalisa dan Desta manjur, ha-ha-ha," sahut Desta.


"Teman saya juga banyak yang jomblo, mau Neng? tapi kerjaannya satpam, tapi ganteng dan gagah," sahut Pak Jamal menambahkan.


"Mantap Pak Jamal, kenalin sama Syifa dong," sahut Desta.


"Kak Desta apaan sih," sahut Syifa.


"Udah Kak, biarin Syifa cari jodoh sendiri, jangan dipojokin gitu ah," sahut Khalisa.


"Siapa yang mojokin, kan aku beri saran, kalau kita gak usaha gak bakalan ada hasil, mangkanya kita harus berusaha, ingat jangan melihat orang dari materi, fisik atau pun itu, tapi kita belajar menerima dengan ikhlas apa pun itu, yang tuhan sudah takdirkan untuk kita," sahut Desta.


"Wah, benar tuh Den," sahut Bi Aning.


"Iya Kak, makasih motivasinya yah, Syifa bakal usaha seperti apa yang Kak Desta bilang," sahut Syifa.


"Mau gak Neng, sama keponakan Bi Aning?" tanya Bi Aning.


"Kalau bukan jodoh, kan bisa jadi teman Fa," saran Khalisa.


"Emang keponakan Bibi orang mana? ya udah, Syifa minta nomor teleponnya aja Bi," sahut Syifa.


"Boleh Neng, sebentar Bibi ambil handphone dibelakang yah," sahut Bi Aning.


"Makasih ya Lis," sahut Syifa.


"Sama teman bapak gak jadi Neng?" tanya Pak Jamal.


"Kayanya gak usah deh Pak, kebanyakan Pak," sahut Syifa.


"Oke, siap, kalau mau bilang ya Neng, Den Desta, Neng Khalisa, Neng Syifa bapak mau jaga lagi yah, permisi, makasih lho makan siangnya," sahut Pak Jamal.


"Iya Pak, sama-sama," sahut Khalisa dan Desta.


"Ini Neng nomornya, Neng chat sendiri aja yah!" sahut Bi Aning.


"Masa aku duluan, malu dong Bi," sahut Syifa.


"Ya udah, nanti Bibi bilangin suruh chat Neng yah," sahut Bi Aning.


"Makasih ya Bi, Lis, Kak Desta, Syifa kayanya mau ke kampus sekarang, makasih ya jamuan makan siangnya," sahut Syifa.


"Iya lo hati-hati ya Fa, ayo gue antar sampai depan, Kak aku antar Syifa ke depan yah," sahut Khalisa.


"Iya sayang, aku ke kamar yah, soalnya aku ngantuk banget," sahut Desta.


"Iya Kak," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Lis, gue temanan aja kali ya sama keponakan Bi Aning," sahut Syifa.


"Iya, lo kenalan aja dulu orangnya gimana, kalau lo cocok lanjutin Fa, gimana terbaiknya lo aja," sahut Khalisa.


"Kalau gue cocokan sama Edwin gimana?" tanya Syifa.


"Ya gak apa-apa, gue pasti dukung lo, gue juga percaya sih, Edwin itu baik, ya mudah-mudahan diantara mereka ada yang cocok buat lo," sahut Khalisa.


"Iya Lis, makasih yah, sebenarnya gue masih pengen ngobrol sama lo, oh, iya, gue boleh kok nginep di rumah lo, kalau suami lo Dinas," sahut Syifa.


"Alhamdulillah, ya udah lo hati-hati ya Fa," sahut Khalisa.


"Pak Jamal, jangan lupa digembok lagi yah gerbangnya," perintah Khalisa.


"Siap Neng," sahut Pak Jamal.


🍁🍁🍁


Khalisa masuk ke dalam dan membantu Bi Aning membereskan piring-piring kotor. Meskipun Khalisa memiliki pembantu, tapi dia gak mau terlalu memberatkan pembantunya.


"Neng, udah jangan, biar Bibi aja yah," sahut Bi Aning.


"Gak apa-apa Bi, nanti Bibi yang cuci, saya bantu angkat ke wastafel aja, sama beresin meja, kan kata Umi Sarah kita gak boleh ngandelin pembantu aja, harus punya pemikiran sendiri," sahut Khalisa.


"Umi di dengarin, kaya di sini bantu aja, dulu Neng, kalau main ke sini habis makan, emang dia beresin kaya Neng, enggak, malah saya semuanya," sahut Bi Aning.


"Masa sih Bi, ya mau gimana lagi Bi, gimana pun sifat ia, ia kan mertua saya Bi," sahut Khalisa.


"Neng ini emang menantu idaman, sabarin aja ya Neng, kalau Umi ke sini sering marah-marah," sahut Bi Aning.


"Iya Bi, gak apa-apa, mungkin dia belum rela anaknya nikah," sahut Khalisa.


"Iya Neng, Neng sama Den Desta itu cocok dan serasi, sama-sama baik," sahut Bi Aning.


"Terkadang saya sering emosian Bi, tapi Kak Desta selalu bisa tenangin saya, Kak Desta itu sabar banget Bi," sahut Khalisa.


"Benar Neng, Den Desta itu sabar, apa lagi kalau hadapin Umi, ia itu sabar banget Neng," sahut Bi Aning.


"Emang kenapa dulu Umi Bi?" tanya Khalisa.


"Yang masalah mantannya Den Desta yang namanya Ririn, kan da ninggalin Den Desta nikah sama cowok lain, dulu rumah ini belum ada, saya kerja jadi pembantu di rumah Umi, tapi gak nginap, pulang sore, Umi itu bawel banget, masalahin mantannya itu," sahut Bi Aning.


"Oh, Bibi udah lama juga yah kenal sama Umi dan Kak Desta, emang Kak Desta itu cinta banget Bi sama yang namanya Ririn?" tanya Khalisa.


"Cinta banget Neng, kan pacaran pas kuliah, tapi Ririn itu selalu nuntut Den Desta, ya harus beliin ini itu, ya matre ya katanya sih, semenjak di sakitin, Den Desta gak mau mengenal wanita lagi," sahut Bi Aning.


Bersambung..


Makasih teman-teman dan readersku yang udah dukung, ikutin terus yuk ceritanya, gimana perasaan Khalisa saat mendengar Desta cinta banget sama Ririn yah?? ikutin terus yuk kelanjutannya semoga gak bosan yah, happy Reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2