Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 6


__ADS_3

Akhirnya Desta sampai di rumah, dan mencium tangan punggung Abi dan Uminya. Desta langsung menyampaikan ke Umi dan Abinya kalau ada pengajian di rumah Khalisa jam 7 malam.


"Umi, Abi, dapat salam dari orang tuanya Khalisa, kalau nanti malam ada pengajian buat syukuran Khalisa dan Desta." Sahut Desta.


"Iya, nanti kita ke sana! Oh, iya besok kamu gak usah kerja dulu yah! Abi sudah urus orang buat ngurus perusahaan kita, kamu kan besok harus dipingit, gak boleh kemana-mana dulu." Perintah Abi Mahmud ke Desta.


"Terima kasih Abi, Umi, Abi Desta ke kamar dulu yah istirahat!" pamit Desta ke Umi dan Abinya.


"Iya Nak, sebaiknya kamu istirahat dulu yah!" jaga kesehatan kamu, kalau bisa kamu puasa pengantin 2 hari!" Perintah Umi Sarah Ke Desta.


"Insya Allah Umi, Desta permisi yah!" sahut Desta sambil melangkah ke kamarnya.


"Umi bakal kesepian, kalau Desta gak di sini Abi, tapi Umi bahagia Desta bisa mendapatkan istri yang soleha." Sahut Umi Sarah.


"Iya Umi, kita doakan yang terbaik yah buat anak kita!" jawab Abi Mahmud.


🍁🍁🍁


Gak lama Syifa datang ke rumah Khalisa, memberi tahu, kalau Reza gak akan pernah mau datang. Syifa membawa undangannya kembali.


"Reza gak mau datang Lis, ia kembalikan lagi undangannya," sahut Syifa merasa sedih dan tidak enak dengan Khalisa.


"Oh gitu, ya udah gak apa-apa, yang penting gue udah ada niat baik buat ngundang dia, gak datang juga gak rugi kok," sahut Khalisa.


"Iya Lis, biarin aja! kata Bunda lo, ntar malam ada pengajian?" tanya Syifa.


"Iya, lo di sini aja yah, jangan pulang! lo kan belum kenal sama calon gue, nanti gue kenalin!" sahut Khalisa.


"Oke deh, tapi gue gak bawa baju, gimana dong?" sahut Syifa.


"Udah! tenang aja, baju gue banyak, tinggal lo pilih aja!" sahut Khalisa.


"Oke deh, gimana sih calon lo? kata Reza udah Om, Om, benar?" tanya Syifa.


"Enggak kok, nanti lo lihat aja sendiri, he-he," Jawab Khalisa.


"Ah, lo gimana sih? kasih tahu dong!" minta Syifa.


"Ikh, kok maksa, gue gak tahu Syifa, nanti lo lihat aja sendiri, oke!" jawab Khalisa.


"Iya deh, he-he." Sahut Syifa.


🍁🍁🍁


Khalisa dan Syifa membantu Bunda Maryam, memasak dan membungkus kue-kue untuk di masukan ke kardus besek.


"Besok, kamu udah gak boleh kemana-mana yah! dan mulai puasa pengantin kamu," sahut Bunda Maryam.

__ADS_1


"Kalau jadi pengantin gitu ya Bun?" tanya Syifa.


"Iya, dan ia hanya makan nasi putih, dan telur rebus saja, untuk berbuka." Sahut Bunda Maryam.


"Wah, gimana tuh Lis?" tanya Syifa.


"Ya harus mau Fa, he-he... Khalisa tertawa karena dia sudah biasa puasa senin dan kamis hanya makan nasi putih dan telur rebus.


🍁🍁🍁


Gak lama, Dewa datang menarik Khalisa, Dewa menanyakan Desta. Khalisa benar-benar heran sama Dewa, Dewa sangat lengket dengan Desta.


"Kak sini! Kak kok Omnya belum datang?" tanya Dewa.


"Kan belum sore sayang, janjinya Om kesini kan sore, sabar ya sayang," Khalisa tersenyum mengusap kepala Dewa.


"Oh, iya aku lupa, Kak aku mau bobo dulu! kalau Om dateng, bangunin Ewa yah!" sahut Dewa sambil berlari.


"Sepupu lo ya? ia kok nanyain calon laki lo?" tanya Syifa.


"Iya anaknya Mba Mirna, adik bunda gue, gue juga gak tahu kenapa Dewa sama Raja lengket banget sama Desta, di kasih apaan tahu," sahut Khalisa.


"Sembarangan kamu ngomong, Desta itu punya sikap ke bapaan, dia sayang banget kalau sama anak kecil, apa lagi kalau sampai dia punya anak sendiri, pasti sayang banget." Sahut Bunda Maryam.


"Iya Bun, he-he," sahut Khalisa tersenyum.


Desta punya anak dari gue, ikh,, kok gue jadi bayangin pas malam pertama ya? apaan sih gue, he-he-he.


"Lis, kenapa lo? senyum-senyum gitu?" tanya Syifa.


"Enggak kok, siapa yang senyum sih? lo bisa aja Fa," jawab Khalisa mengelak.


"Kalian tolong lanjutkan yah! Bunda mau ngurusin yang lain," sahut Bunda Maryam.


"Iya Bun," sahut Khalisa dan Syifa.


"Eh, gimana? lo udah mulai cinta sama Desta ya? ngaku lo!" sahut Syifa.


"Belum Fa, tapi gue harus belajar cinta sama dia, karena gue udah memilih da jadi suami gue." Jawab Khalisa tersenyum.


"Semoga, Desta pilihan lo yang tepat yah!" sahut Syifa.


🍁🍁🍁


Gak lama hari semakin sore, Desta dan keluarga sudah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah Khalisa. Sebelum berangkat, Desta tersenyum dan berselfie sambil menunggu Umi dan Abinya.


__ADS_1


"Kamu sudah siap? kalau kamu sudah siap kita berangkat yuk!" Ajak Abi Mahmud.


"Sudah kok Bi," jawab Desta. Desta dan keluarga akhirnya berangkat ke rumah Khalisa.


"Lis, kita selfi, selfi dulu yuk di luar! sambil nunggu Desta," Ajak Syifa.


"Ayok!" sahut Khalisa. ternyata Ibunya Syifa datang beserta kakak-kakak Syifa, Mereka berfoto bersama untuk history mereka.



Saat mereka selfie, selfie, Desta dan keluarga datang. Khalisa memperkenalkan Desta dengan Syifa. Syifa terkejut melihat ketampanan Desta.


"Lis, jadi itu calon lo?" tanya Syifa.


"Iya, kenapa? mau bilang kaya Om, Om?" sahut Khalisa.


"Enggak Lis, sumpah ganteng banget, lebih ganteng dari Reza, lo beruntung banget bisa dapetin da." Jawab Syifa.


"Masa sih?" tanya Khalisa.


"Iya serius gue, wah gue kalau jadi lo, mau banget Lis." Sahut Syifa.


🍁🍁🍁


Acara pengajian sudah di mulai, Dewa dan Raja sangat senang di pangku Desta, sampai mereka berebutan, Akhirnya dua-duanya di pangku Desta meski saling sedikit duduk. Sampai Umi dan Abinya Desta heran melihat kedekatan Desta dan anak-anaknya Mirna.


Desta tersenyum melihat Khalisa. Khalisa yang selalu dipandangin Desta, jadi salah tingkah.


Acara pun telah selesai, Desta dan keluarga pamit pulang, kenapa di hati Khalisa berat kalau Desta pulang begitu pun dengan Raja dan Dewa.


"Om, Om kok pulang?" tanya Raja.


"Iya Om ngantuk, harus tidur dulu, biar besok Om bisa main sama Raja dan Dewa lagi," sahut Desta.


"Bobo sini aja Om, sama Dewa." Sahut Dewa.


"Dewa, Raja, Omnya harus pulang sayang, gak bisa bobo di sini, nanti kalau Om Bobo di sini, nanti Mamah, Papahnya Om marah sayang," sahut Mirna. Lalu Raja dan Dewa mengerti dan mencium tangan punggung Desta.


"Kok anaknya Mirna bisa lengket sama kamu Desta?" tanya Umi Sarah.


"Iya Umi, Desta aja gak ngerti, tapi Desta sangat sayang sama anak kecil Mi," jawab Desta.


"Namanya kamu itu kebapaan Desta, ha-ha." Jawab Abi Mahmud.


"Masa sih Bi, Desta jadi pengen cepat-cepat punya anak Bi," sahut Desta sambil tersenyum.


"Sabar, ijab kabul dulu!" sahut Umi.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2